Dua pekan silam (20 April 2007), segelintir demonstran menyusup di antara kerumunan iring-iringan rombongan yang pulang shalat Jumat. Para penyusup berteriak-teriak marah dan mengeluarkan kata-kata jorok. Mereka menuntut pembubaran mazhab Syiah dan penutupan beberapa fasilitas pendidikan yang terindikasi mengajarkan mazhab Syiah. Dalam aksi ini, para penyusup mengaku membela mazhab Ahlusunah wal Jamaah. (more…)
Sebelum berbicara tentang al-hikmah al-muta’âliyah (selanjutnya kita sebut sebagai filsafat hikmah), saya perlu mengemukakan sejumlah pendahuluan berikut. Pertama, manusia adalah makhluk yang secara intrinsik (fithriah) mencari kesempurnaan. Fitrah ini mendorong manusia untuk terus-menerus berevolusi dan menyempurna. Kedua, dalam mencari kesempurnaan ini manusia akan mengandalkan pelbagai daya yang telah dimilikinya. Ketiga, pengetahuan dalam pengertian luas adalah kriteria untuk mengukur tingkat evolusi dan kesempurnaan manusia. Keempat, setidaknya ada enam kategori pengetahuan manusia: (more…)
Filed under: Kasykul & Human Interest
Modernitas (seperti juga post-modernitas) membawa kita pada hal-hal baru yang tidak pernah tuntas dirumuskan. Sementara wajah lama sudah habis terkikis, wajah baru belum lagi terbentuk. Dunia modern tampil tanpa wajah, tanpa jatidiri yang utuh. Karena itu, tidak heran mengapa relativisme menjadi tempat pelarian yang teduh bagi manusia-manusia yang tak-berwajah ini. Relativisme menyuguhkan ketidakutuhan dan ketakpastian. (more…)
Imam Ja‘far bin Muhammad ash-Shadiq berkata: “Demi Allah, Ali ibn Abi Thalib as tidak pernah makan apa pun yang haram selama hidupnya. Bila ada dua pilihan yang sama-sama diridhai oleh Allah terpampang di hadapannya, maka dia akan memilih yang paling memberatkan tubuhnya (dan yang paling baik buat agamanya). Tidak pernah Rasulullah saw menghadapi kesulitan tanpa memanggil Ali as, karena tingkat kepercayaan beliau kepadanya. Tidak seorangpun dari umat ini yang lebih mampu mengikuti perilaku Rasulullah daripada Ali as. Meskipun demikian, dia beramal dengan perasaan malu (kepada Allah), sehingga wajahnya berada di antara surga dan neraka; senantiasa mengharapkan pahala dari yang satu dan takut pada siksa yang lain. (more…)
Marilah kita asumsikan bahwa agama itu adalah objek pemahaman, sedangkan kita adalah subjeknya. Bertolak dari asumsi ini, maka kita akan mempunyai empat kategori hubungan antara agama dan pemeluk agama: (more…)
Kolonial, Imperial, dan Kapital
Istilah imperialisme pertama kali dipakai di Inggris, kira-kira pada 1880. Mula-mula, kata tersebut berarti usaha untuk mengikat-eratkan hubungan daerah-daerah jajahan (koloni) dengan negeri induk (Baca: Inggris). Menariknya, mengutip pandangan Sukarno dalam Indonesia Menggugat, imperialisme kemudian berkembang menjadi usaha memperluas Kerajaan Inggris dengan jalan menaklukkan atau merampas negeri bangsa lain[1]. Oleh sebab itu, Sartono Kartodirdjo memandang imperialisme sinonim dengan kolonialisme [2]. (more…)
SUATU HARI, dua tahun lalu, di salah satu bagian kota Beirut, seorang laki-laki bercambang lebat, bersurban dan berjubah, duduk di hadapan sekelompok orang yang dengan antusias mengikuti audiensi dengannya. Banyak hal yang diungkap oleh laki-laki berpakaian ulama itu. Hingga ia mendapatkan informasi bahwa ada salah seorang pelajar Indonesia yang hadir dalam pertemuan audiensi tersebut. Sayid Hasan Nashrullah, ulama bersurban dan berjubah itu, segera menunjukkan perhatian khususnya. Ia segera saja mendekati pelajar muda ini dan memeluknya. Setelah tersadar dari euforianya, pelajar muda itupun segera meminta pesan-pesan khusus kepada Nashrullah. Berikut ini adalah beberapa pokok pikiran Nashrullah yang sempat tercatat oleh pelajar tersebut. (more…)
Buku ini adalah salah satu karya ringkas Mulla Shadra seputar al-Qur’an. Dalam buku ini, Mulla Shadra mencoba menjelaskan al-Qur’an dalam konteks misteri Ilahi, bukan rangkaian huruf dan kata yang datar (face-value). Baginya, al-Qur’an adalah firman Ilahi yang bergradasi, penuh dengan rahasia (sirr), sandi (ramz) dan alusi (isyârah). Al-Qur’an hanya dapat dicerap secara utuh dan sempurna oleh Baginda Nabi dan para kekasih Allah, sedangkan selain mereka mencerapnya secara partikular dan segmental―sesuai dengan kemampuan masing-masing. (more…)
Filed under: Filsafat & Teologi
Perjalanan subjek dimulai dari kegelapan dan kebodohan (jahl) menuju kepada kesempurnaan dan pengetahuan. Di dalam kekosongan terdapat kejauhan dan keraguan (syakk). Pengetahuan (‘ilm) dan kesempurnaan tingkat terendah diperoleh ketika subjek mulai mendekat dan menghampiri Pusat Kesempurnaan yang berada di kejauhan itu. Pada tahap ini ia akan memperoleh suatu gambaran kasar tentang sosok tersebut. (more…)
Globalization is described as the condition arising from shrinking distance by instantaneous or real-time world-wide electronic communication. Globalization, therefore, is identified with information and mass media communication. In this era, information and mass media is playing central role in shaping human destiny, making it possible even to claim that they had surpassed military and political might as the main source of power. (more…)
