Tentang Kemiskinan

“Menghadapi kemiskinan lebih mudah ketimbang menghadapi orang miskin. Membunuh orang miskin lebih mudah ketimbang membunuh kemiskinan.” (Filosof Miskin).

Demikianlah isi pesan singkat (SMS) yang saya terima dari seorang teman pada 19 Februari 2007 silam. Kata-kata ini terasa begitu kuat, begitu meresonansi dalam pikiran, sehingga tak mungkin saya abaikan begitu saja.

Tapi, mungkin karena lahir dari keluarga miskin dan sampai detik ini masih miskin dan 99% hidup bersama orang-orang miskin, maka pemahaman saya atas SMS itu berbeda dengan yg barangkali dimaksud oleh si pengirim.

Saya memahami isi SMS tersebut sebagai pengakuan akan kekuatan dan ketahanan luarbiasa pada orang miskin. Bagaimana tidak. Di saat seseorang berhasil menghadapi kekuatan kemiskinan, dia belum tentu bisa lolos dari kekuatan orang miskin. Orang miskin itu terlalu tough, terlalu tegar, dan terlalu kokoh untuk bisa dihadapi dengan mudah. Ini membuktikan kebenaran falsafah yg menyatakan bahwa musibah, kesulitan dan krisis justru memperkuat seseorang.

Selain itu, orang miskin lebih mudah mati ketimbang kemiskinan, lantaran orang miskin punya jiwa yg ringan, punya kemauan berkorban. Sebaliknya, kemiskinan tidak akan mudah mati, karena ia adalah sumber berbagai kebaikan bagi orang miskin. Namun, makna dan hakikat kemiskinan di sini bukan kemiskinan jiwa, lantaran kemiskinan jiwa adalah sumber semua kemalangan dan kehancuran.

Boleh jadi, doa Nabi Muhammad agar senantiasa hidup miskin, bergaul dengan orang miskin, dan dibangkitkan bersama orang-orang miskin, berhubungan dengan kemiskinan lain, yakni kemiskinan materi yang justru pada akhirnya membuahkan kekuatan ruhani dan ketahanan moral yang sangat dahsyat. Suatu kekuatan ruhani dan ketahanan moral yang tidak mudah dihadapi, tidak mudah ditaklukkan oleh segala rupa godaan dunia dan materi.

Semoga pengirim SMS tdk kecewa dengan pemahaman saya yg terbalik ini:-)

About these ads

4 thoughts on “Tentang Kemiskinan

  1. Falsafah hidup yang luar biasa…
    ‘maka pemahaman saya atas SMS itu akan berbeda dengan yg barangkali dimaksud oleh si pengirim’…Seseorang yang memahami makna sebuah realita di saat ia berada langsung dalam kondisi tersebut. Pemahaman atas makna ‘miskin’ orang miskin akan berbeda dengan pemahaman orang yang ‘tidak miskin’, karena mereka memiliki sudut pandang yang berbeda.

    Kemiskinan merupakan salah satu perwujudan ‘ujian Tuhan’, sementara dalam sebuah riwayat dari Imam Shadiq as beliau bersabda: “Apabila Allah swt mencintai hamba-Nya maka Dia akan mengujinya”.

    Yang jelas, bukan merupakan kemiskinan jiwa dan hati yang merupakan sumber segala bencana…sebagaimana Antum jelaskan.

  2. Shadiq says:

    Dunia berjalan dalam logika ‘jungkir-balik’.
    Dan kadang, hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah ‘berjalan dengan cara yang terbalik….’

    Saya suka logika yang menentang arus seperti ini.
    Berkarakter dan dalam.

    Salutt…!!!

  3. benny says:

    Allah Ada dimanapun kamu berada, sekalian alam semesta adalah allah ada dalamnya, dunia maya pun ada ayat-ayat allah yang disampaikan.semoga penulis -penulis mendapatkan pencerahan dari Allah yang Maha latif untuk dakwah yang berkah dan berkepanjangan melalui Internet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s