EAST-LAM


Egoisme Psikologis dan Etis
June 30, 2007, 4:01 pm
Filed under: Filsafat & Teologi

Egoisme Psikologis

J. Rachels: “Once a hypothesis is accepted, everything may be interpreted to support it.” (more…)



Islam Liberal, Indomie Campur Madu
June 30, 2007, 3:48 pm
Filed under: Agama & Budaya, Filsafat & Teologi

Sudah cukup lama saya berhasrat menulis tentang Islam Liberal (Islib). Tapi, apa yang mau ditulis? Setiap kali otak ini saya putar untuk mencari gagasan2 kritis, segalanya tiba2 menjadi macet. Saya nge-hang. (more…)



Interpelasi: Obat Kuat Akal Sehat
June 30, 2007, 3:32 pm
Filed under: Berita & Analisis, Sosial & Politik

Beberapa waktu lalu, kita menyaksikan kegigihan para anggota DPR RI mengajukan hak interpelasi untuk bertanya kepada SBY seputar keputusan bawahannya menyetujui resolusi 1704 yang memberikan sanksi lanjutan atas Iran. Namun, belakangan, para anggota dewan bak itik tak bertaji. Mereka kehilangan suara untuk berteriak. Sebelum kesenyapan ini, muncul suatu pengarahan opini yang konstan di media massa bahwa urusan Iran terlalu juah dengan kehidupan sehari-hari kita. Urusan ini tdk berkaitan dengan perut, isi perut dan bawah perut rakyat Indonesia. Jadi, peduli setan dengan Iran. (more…)



Pijar di bawah Piramida
June 23, 2007, 5:51 pm
Filed under: My Stories & Kisah Asyik

23 Desember 2006. Pagi yang menyenangkan. Ruangan University Center UGM penuh sesak oleh para pemuda yang penuh harapan, di tengah-tengah keadaan bangsa yang sedang muram durja. (more…)



Jangan Jenuh dng Kejenuhan
June 23, 2007, 5:49 pm
Filed under: My Stories & Kisah Asyik

Setiap orang pasti pernah merasakan kejenuhan. Mungkin itu cara Allah membuat kita tidak betah di dunia yang kelam ini, atau begitulah cara Allah untuk memaksa kita bergerak maju, mengikuti hukum evolusi, perkembangan dan penyempurnaan. (more…)



Berbagi lebih Sulit daripada Memberi
June 23, 2007, 5:42 pm
Filed under: My Stories & Kisah Asyik, Renungan Sederhana

Saya punya seorang teman yang baik, sangat baik untuk ukuran orang yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Dia begitu perhatian, banyak membantu, banyak “memberi”. Terkesan oleh perilakunya yang demikian itu, saya mengajaknya untuk berserikat, bekerjasama. (more…)



Agar Agama Tidak Jadi Liur di Mulut
June 17, 2007, 4:45 pm
Filed under: Agama & Budaya, Renungan Sederhana

Di Indonesia, dan di belahan mana pun dunia, kita melihat adanya gap yang amat nampak antara agama dan kaum beragama. Dengan kata lain, keadaan riil kaum Muslim sangat jauh berbeda dengan klaim-klaim Islam tentang apa yang akan terjadi pada kelompok yang mau menjalankannya. Walhasil, ada suatu jeda ayang amat jelas antara realitas keagamaan dan aktualitas keberagamaan manusia. Bahkan pada tingkat ekstrem, kita menemukan adanya pertentangan luar biasa antara agama dan orang beragama. (more…)



“Visi” Persabatan
June 16, 2007, 5:57 am
Filed under: My Stories & Kisah Asyik

Namanya Husein Aldajoun. Pengungsi asal Irak. Pertama kali aku berjumpa dengannya ketika aku berada di Sydney, Australia. Pada perjumpaan pertama aku sudah bisa merasai bahwa dia akan menjadi temanku. Teman yang benar-benar teman. Meski mengungsi di negeri orang, wajahnya tidak menampakkan beban apa-apa, cerah dan sumringah. Malah, dia sering sekali tersenyum – seolah-olah semua, apa saja dan siapa saja, membahagiakan dirinya. Aku sungguh kagum pada bagaimana dia bisa begitu bahagia di tengah segala “nasib buruk” yang menimpanya dan keluarganya di tanah asalnya, Irak. Mungkin karena dia pengungsi dan aku juga “pengungsi”, persahabatan antara kami pun berlangsung akrab, hangat, dekat … dan tanpa jarak sama sekali! Meski relatif baru, buatku, Husein seperti teman sejak kecil, bahkan sejak sebelum lahir. (more…)



Ruh Allah
June 16, 2007, 5:56 am
Filed under: Sosial & Politik, Tokoh & Figur

Bukan suatu kebetulan bahwa penggerak dan pemandu revolusi Islam terbesar abad 20 ini bernama Rûhullâh, yang secara sederhana berarti Ruh Allah. Sejauh pelacakan penulis, belum ada sebelum Khomeini seseorang yang diberi nama dengan Rûhullâh, mengingat pengertiannya yang bisa menimbulkan salah pengertian fatal. Ruhullah membuktikan diri sebagai orang yang pantas menyandang gelar Ruh Allah, lantaran dia telah menjalankan syariat, berjihad melawan hawa nafsu sendiri, dan berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan. (more…)