Filed under: Filsafat & Teologi
Egoisme Psikologis
J. Rachels: “Once a hypothesis is accepted, everything may be interpreted to support it.” (more…)
Sudah cukup lama saya berhasrat menulis tentang Islam Liberal (Islib). Tapi, apa yang mau ditulis? Setiap kali otak ini saya putar untuk mencari gagasan2 kritis, segalanya tiba2 menjadi macet. Saya nge-hang. (more…)
Beberapa waktu lalu, kita menyaksikan kegigihan para anggota DPR RI mengajukan hak interpelasi untuk bertanya kepada SBY seputar keputusan bawahannya menyetujui resolusi 1704 yang memberikan sanksi lanjutan atas Iran. Namun, belakangan, para anggota dewan bak itik tak bertaji. Mereka kehilangan suara untuk berteriak. Sebelum kesenyapan ini, muncul suatu pengarahan opini yang konstan di media massa bahwa urusan Iran terlalu juah dengan kehidupan sehari-hari kita. Urusan ini tdk berkaitan dengan perut, isi perut dan bawah perut rakyat Indonesia. Jadi, peduli setan dengan Iran. (more…)
Di Indonesia, dan di belahan mana pun dunia, kita melihat adanya gap yang amat nampak antara agama dan kaum beragama. Dengan kata lain, keadaan riil kaum Muslim sangat jauh berbeda dengan klaim-klaim Islam tentang apa yang akan terjadi pada kelompok yang mau menjalankannya. Walhasil, ada suatu jeda ayang amat jelas antara realitas keagamaan dan aktualitas keberagamaan manusia. Bahkan pada tingkat ekstrem, kita menemukan adanya pertentangan luar biasa antara agama dan orang beragama. (more…)
Bukan suatu kebetulan bahwa penggerak dan pemandu revolusi Islam terbesar abad 20 ini bernama Rûhullâh, yang secara sederhana berarti Ruh Allah. Sejauh pelacakan penulis, belum ada sebelum Khomeini seseorang yang diberi nama dengan Rûhullâh, mengingat pengertiannya yang bisa menimbulkan salah pengertian fatal. Ruhullah membuktikan diri sebagai orang yang pantas menyandang gelar Ruh Allah, lantaran dia telah menjalankan syariat, berjihad melawan hawa nafsu sendiri, dan berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan. (more…)