Robert Fisk, wartawan senior Inggris yang selama bertahun-tahun bekerja di Timur Tengah, dalam kolom mingguannya di Harian The Independent, kembali meragukan kebenaran versi resmi dari peristiwa 11 September. Ada banyak kontroversi saintifik yang tak selesai hinggi kini di balik keruntuhan Menara Kembar. Sebagai contoh, mengapa bahan bakar minyak yang paling banter terbakar pada derajat 820C bisa melelehkan besi -besi penyangga gedung WTC yang hanya mungkin terbakar pada derajat 1,480C.
Selain itu, Fisk juga memperolok sejumlah kekeliruan parah pada data intelijen yang dikemukakan pada awal-awal peristiwa 11 September. Misalnya, tiga nama dari para “teroris” yang semula disebutkan dalam versi resmi pemerintah AS ternyata hingga kini masih hidup. (more…)
Syuhada adalah manusia-manusia yang takkan pernah mati. Mereka hidup sekekal kehidupan akhirat yang senantiasa mereka dambakan. Tak lapuk dan tak lekang oleh perputaran roda dunia yang fana ini. Tak ada yang bisa memusnahkan kobaran api cinta Ilahi yang membara dalam dada mereka. (more…)
Filed under: Agama & Budaya
Eklektisisme adalah upaya seseorang untuk membentuk suatu adonan dari berbagai unsur agama atau mazhab. Ada beberapa orang yang jelas2 bangga menyebut dirinya seorang eklektis. Namun, pertanyaannya kemudian, benarkah semua model eklektisisme itu baik atau benar? (more…)
Filed under: Sosial & Politik
Sejak 11 September, telinga kita dipaksa mendengar kata “terorisme” tanpa boleh logika kita berputar memaknainya. Sekarang, kata itu sudah mirip dengan bisul di kepala yang terus membesar tapi tak kunjung meletus. (more…)
Manusia, pada galibnya, selalu menutup-nutupi dirinya dengan berbagai kebohongan. Manusia secara terus-menerus bersembunyi di balik berbagai kedok untuk menyembunyikan jati dirinya. Pelbagai alasan dapat diketemukan mengapa manusia ingin menyembunyikan dirinya. Hanya ada dua keadaan di mana manusia mesti membuka kedoknya, yaitu keadaan yang mencekamnya dan kematiannya. Sudah pasti kematian adalah keadaan yang paling mencekam pada manusia. Dalam kedua keadaan inilah seseorang bisa tampak secara telanjang dan kita berkesempatan melihat wajah hakikinya.
Ketika mengetahui tanda-tanda kematian, manusia menjadi tulus, murni, dan suci. Di saat sakaratul maut, setiap orang adalah dirinya sendiri. Ketakutan akan kematian membuat manusia ngeri sedemikian rupa sehingga tidak sempat lagi mencari-cari tutup dan kedok yang dipakainya sepanjang hidupnya. Peristiwa itu sungguh besar sehingga orang-orang besarpun menjadi kecil. Karena tersentak dan kagum, ruh keluar dari persembunyian manusia. (more…)
Guman Makun keh Chu To Beguzary Jahan Guzard, Hezar Syam’ Bekusyatan va njuman Baqi-ist. (Jangan pikir karena kau hengkang, dunia pun turut hilang; ribuan lilin ‘tlah tiada, tapi anjuman tetap ada).
(more…)
