Profesor Israel: Nabi Musa sedang Mabuk di Sinai, bukan Menerima Wahyu

Benny Shanon, profesor bidang psikologi kognitif di Hebrew University, Yerusalem, menyatakan bahwa Nabi Musa terpengaruh obat-obatan sejenis narkotika saat menerima wahyu di Gunung Sinai. Menurutnya, obat-obatan seperti itu adalah bagian integral dari peribadatan di masa pewahyuan Perjanjian Lama.“Halilintar, kilat dan bunyi trompet yang disebutkan dalam Buku Eksodus berlangsung di Gunung Sinai boleh jadi hanya khayalan orang-orang yang sedang berada dalam kesadaran tidak lazim,” tulis Shanon.

Dalam salah satu wawancara promosionalnya di salah satu radio swasta Israel, dia menegaskan: “Apa yang terjadi pada Musa di Gunung Sinai, bisa merupakan peristiwa alam yang adikodrati, yang tidak saya yakini, atau sebuah legenda, yang juga tidak saya yakini. Atau terakhir, dan ini paling mungkin, kejadian yang melibatkan Musa dan orang-orang Israel itu seluruhnya di bawah pengaruh narkotika.”

Pernyataan ini hanya satu dari sekian banyak bukti yang menunjukkan bahwa zionis Israel sama sekali tidak mewakili atau melanjutkan tradisi agama Yahudi yang Ibrahimi.

About these ads

5 thoughts on “Profesor Israel: Nabi Musa sedang Mabuk di Sinai, bukan Menerima Wahyu

  1. Frodo says:

    Bukan Ustad …

    Itu profesor hanya mungkin bicara di Radio, gak mungkin berani ngomong di TV nasional. Soalnya, sambil wawancara, tangan kanannya pegang mic’, sementara di genggaman tangan kirinya pegang botol ……”Oemar Walker”.

  2. Ema Rachman says:

    Penganut Zionist memang tak mungkin pengikut ajaran Ibrahimik , dengan para nabinya saja tidak respek, apalagi dengan manusia lain….mereka tidak lain dan tidak bukan hanyalah penyembah ‘setan’ & hawa nafsunya sendiri..Naudzubillah!!!

  3. gandung says:

    yach….. bedanya dikit lah antara yahudi dengan Zionis….
    Zionis tidak memperdulikan apapun kecuali dirinya sendiri. sedangkan yahudi mau peduli asalkan segala sesuatunya menguntungkan mereka…!! udah terkenal sebagai bangsa “pengeyel”, “tegar tengkuk”, “senang berpaling”, dan tragisnya mencoba lebih berkuasa dari Tuhan, kalau perlu Tuhan haruslah bisa mereka politisir…!!! hue…he…he….

  4. Hehehe mabuk kena kilat juga kali’ niru2 musanya … Ndak papa. Namanya jg pendapat. Kalo dia bener ya ga papa. Salah jg ga papa. Hihi, ngga ngaruh kemana2 kok …

  5. DASAR KAFIR!!!
    Coba kalau bukan karena Musa AS, mungkin bangsa Israel akan hilang dari sejarah, selamanya terbenam dalam penindasan Fir’aun Laknatullah.
    Lebih dari bangsa manapun ke figur manapun. Bani Israel berhutang budi secara mutlak kepada Musa AS.
    Pernyataan “Professor” ini hanya tambahan penegasan kekafiran mereka, yang telah cenderung ada sejak saat satu hari setelah “Exodus” dengan “Sapi Emas” mereka, upaya pembunuhan terhadap Isa AS dan pembunuhan Nabi-2 Allah lainnya, hingga penolakan mereka atas “Messiah Semesta Alam “, nabi Muhammad SAAW.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s