Filed under: Agama & Budaya, Filsafat & Teologi, Kasykul & Human Interest, Renungan Sederhana
Wahai sahabatku yang mengaku Muslim, dengarkan sabda Baginda Rasul berkenaan dengan seorang Muslim, “Orang Muslim adalah dia yang Muslim lain terbebas dari gangguan tangan dan lidahnya.” Mengapa kita—saya dan Anda—mengganggu, mengusik dan menyakiti orang yang derajatnya bawah kita, dengan berbagai cara? Mengapa kita tidak pernah jera berbuat aniaya terhadap mereka, bahkan merampas hak mereka tanpa dasar? Sampai-sampai, bila tangan kita sudah tidak dapat menjangkau mereka, kita melakukan gangguan terhadap mereka melalui lidah kita, dengan membongkar rahasia-rahasia dan menyingkap segala hal yang selama ini mereka sembunyikan, mengumpat di belakang mereka serta membuat tuduhan-tuduhan palsu terhadap mereka?
Semua ini berarti bahwa klaim keislaman kita—yang tidak pernah membuat saudara-saudara Muslim kita selamat dari gangguan tangan dan lidah kita—bertentangan dengan kenyataan hidup kita yang sebenarnya. Keadaan batin kita bertentangan dengan kenyataan lahiriah kita. Dan ini membuktikan bahwa kita termasuk golongan orang munafik dan bermuka dua.
Wahai jiwa penulis lembaran-lembaran yang hina ini, yang berpura-pura seakan-akan berpikir tentang cara keluar dari hari-hari gelap serta keselamatan dari kesengsaraannya! apabila kamu benar dan hatimu selaras dengan lidahmu, dan realitas batinmu cocok dengan penampilan lahiriahmu, maka mengapa engkau begitu lalai, hatimu begitu memburuk, dan nafsumu begitu kuat? Mengapa engkau tidak berpikir tentang perjalanan kematian yang sangat penuh dengan risiko?
Usiamu telah berlalu cepat, tetapi engkau belum melepaskan nafsu dan keinginanmu. Engkau telah menghabiskan hari-harimu untuk memuaskan hawa nafsu dalam kelalaian dan kesengsaraan. Saat kematianmu terus mendekat, sementara engkau masih terjerat dalam perilaku burukmu dan terbiasa dalam perbuatan tak senonohmu. Engkau adalah jiwamu, seorang pemberi nasihat yang tidak mengambil pelajaran dari nasihatnya sendiri. Engkau termasuk kaum munâfiqûn dan bermuka dua. Jika engkau terus menerus dalam keadaan tersebut, maka engkau akan di kumpulkan dengan dua lidah api dan dua wajah dari api.
Oh Tuhan, sadarkan kami dari serangan tidur pulas yang berlarut-larut ini, sadarkan kami kembali dari keaddaan mabuk dan kelalaian ini. Sinarilah hati kami dengan cahaya keimanan dan rahmatilah keadaan kami. Ulurkan tangan-Mu kepada kami, dan tolonglah kami supaya terlepas dari cakaran iblis dan hawa nafsu, demi hamba-hamba pilihan-Mu, Muhammad dan keluarganya yang suci, semoga shalawat Allah dilimpahkan atas mereka.[]
14 Comments so far
Leave a comment
Ya ALLAH Mampukan lah aq menjadi orang yag bisa mengikuti nasehat Imam ku ini Amien yaa Robbal Al lamien
Comment by abu turab March 30, 2008 @ 6:30 amAmin … ya Rob…
Comment by Verdi June 10, 2008 @ 8:05 amnasihat yang bagus.
Comment by ajak-ajak October 27, 2008 @ 8:18 amTapi maksud dua lidah api dan dua wajah api apa ya?
saya hidup sejaman dgn beliau, tp sungguh penyesalan dalam hatiku karena belum sempat meminta berkah dari jiwa beliau yg suci. mudah mudahan sy diberikan kemudahan shg dapat melaksanakan nasihat Imam Khomeini (ra).
Comment by kasmo March 18, 2009 @ 1:01 pmhambamu ini tak mampu tuk berkata-kata, terlalu banyak dosa yang aku perbuat, sehingga hati ini malu mengucapkan bahwa saya ummat muslim,,,,,,,,,,, ampunkanlah hambamu ini……….. amiiiiiiiin……!!!!!
Comment by fandy unhas mamuju March 19, 2009 @ 4:44 pmsemoga dengan ada beberapa manusia indonesia yang menjalankan nasehat tersebut…maka Tuhan memberi kebaikan dan mukjisat bagi bangsa ini…semoga
Comment by manusiabiasa June 9, 2009 @ 5:07 amsalam.
Comment by dharma June 15, 2009 @ 4:11 amboleh ga, saya mengetahui apa perbedaan syiah dan suni?
tolong kirim jWbN antum ke alamat e mail saya. (darma.sudar@gmail.com)
sebelum n sesudahnya ana ucapin terimakasih
wsalam
Salam bagimu Imam Khomeni…Al Fatihah maa Tsalawat
Comment by ALI ALAYDRUS August 13, 2009 @ 3:58 amamin….. semoga engkau di berkahi,,,, salam sejatrahmu Imam ku….
Comment by muslim August 19, 2009 @ 3:08 pmalangkah bahagianya jika bisa seperti sang Imam…amin…
Comment by asep August 22, 2009 @ 10:22 amSungguh indah pemaparanmu wahai Imam..
Comment by gustav October 8, 2009 @ 5:20 amsungguh indah sepak terjangmu Ya Imam..
thanks brother..yg telah membagi risalah ini..
Ya Allah,berikan sedikit cahaya yg engkau berikan kpd nabiku Muhammad,dan salah satu imam yg mendirikan agamamu kepadaku.Amin
Comment by Hamba hina March 7, 2010 @ 6:56 amI Love Imam Komaeni
Comment by Khadijah September 24, 2010 @ 3:23 pmsungguh besr perjuanganmu manamu adalah tetap namamu, cintamu adalah cintaku.
Comment by Irwan Gesso September 24, 2011 @ 8:18 pm