Shahroudi: Penikaman Marwa Ciderai Sistem Hukum
1 Comment so far
Leave a comment
Iran menuntut tindakan hukum bagi para petugas keamanan di pengadilan Dresden yang membiarkan penikaman Marwa Al-Sherbini berlangsung. Mahmoud Shahroudi, kepala badan yudikatif Iran, menyatakan bahwa semua pihak berwenang yang tak berhasil menghalau penikapan sampai 18 kali itu patut untuk dimintai tanggungjawabnya.
“Insiden menyedihkan seperti ini pasti akan terus menodai sistem hukum di suatu negara,” tandas Sharoudi. “Para pihak berwenang itu bukan saja tak berhasil menyelamatkan Marwa, tapi yang lebih buruk lagi, para aparat keamanan di sana justru menembak suami Marwa yang datang untuk menyelamatkan istrinya,” tandasnya.
Pemerintah Jerman sebelumnya menolak tuduhan Presiden Ahmadinejad bahwa negerinya hanya bisa mengingkari tumbuhnya Islamofobia dan rasisme. Ahmadinejad menyatakan hal tersebut lantaran, menurutnya, penikaman Marwa sebanyak 18 kali tak mungkin terjadi jika bukan karena adanya stereotip di kalangan petugas keamanan.
Selain itu, Ahmadinejad juga menyayangkan bungkamnya media massa dunia soal tragedi penikaman wanita hamil di hadapan anak dan suaminya ini. “Bagaimana bila hal seperti ini terjadi di suatu negara Muslim? Bukankah semua akan bangkit dan meneriakkan HAM dan menistakan semua nilai kita seenaknya?”
1 Comment so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

sunnguh sangat memalukan…di dalam ruang pengadilan, keadilan di nistakan??? negara maju??? beradab??? Merkel was a little bit too late berkomentar setelah 10 hari kejadian dan terlihat basa basi..tetapi di negara Islam seperti kita, sungguh menyedihkan ketika di tempat2 pengajian, saya tanyakan tentang itu, mereka belum pernah mendengar berita dan ‘that only a news’ attitude gitu.. ritual2 sungguh telah menenggelamkan mereka dari kenyataan…sedih …adrikna ya MAHDI
Comment by ema rachman July 14, 2009 @ 2:45 pm