Kronologi Perampokan Bank Century

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menilai kasus Bank Century lebih merupakan tindak kriminal murni ketimbang krisis ekonomi. Pemegang saham pengendali bank itu telah merampok dana nasabah di banknya sendiri. “Karena pemilik pengendali bank ini merampok uang bank sendiri dengan segala cara, termasuk obligasi bodong, yang (hasilnya) dibawa ke luar negeri,” kata Kalla, Senin (31/8).

Hal itu telah ia sampaikan saat menerima Menkeu, Sri Mulyani, dan Gubernur BI saat itu, Boediono, pada 25 November 2008, bukan 22 November 2008 seperti yang dikatakan Menkeu.

“Saya bilang, penyelesaiannya bukan bailout. Penyelesaiannya, ini orang (pemilik Bank Century, Robert Tantular—Red) harus ditangkap dulu karena perampokan,” jelas Wapres.

Saat itu, Wapres telah meminta Boediono segera lapor ke Kapolri. “Tapi, Boediono bilang tidak ada dasar hukumnya. Terpaksa saya ambil alih. Saya langsung telepon Kapolri, agar tidak melarikan diri,” katanya.

Dalam waktu tiga jam, ungkap Kalla, mereka telah ditangkap. “Sekitar pukul 19.00, Kapolri lapor telah menangkap. Saya perintah pukul 16.00 WIB.”

Kejadian Bank Century ini, kata Wapres, menunjukkan lemahnya pengawasan BI. “Jadi, benar Menkeu ini kelemahan pengawasan BI.”

Sejak 2005, kata Kalla, masalah di Bank Century sebenarnya telah diendus BI. “Terjadi pelarian uang. Mengapa obligasi bodong dibiarkan menjadi aset bank. Akibatnya seperti ini.”

Wapres mendorong audit investigasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Lebih fair supaya jangan Menkeu saja yang dianggap bertanggung jawab.”

Wapres juga meluruskan pertemuannya dengan Menkeu dan Gubernur BI terjadi pada 25 November 2008, setelah keputusan Bank Century diambil alih Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). “Tanggal 22 (November) itu hari Sabtu, saya tidak pernah buka kantor. Hari itu saya meninjau Pelabuhan Sunda Kelapa dan LIPI di Cibinong.” “Dalam pertemuan tanggal 25 November itu sama sekali tidak dibicarakan soal dana Rp 6,7 triliun,” tambahnya.

Menkeu Sri Mulyani membenarkan pertemuan dengan Wapres pada 25 November 2008. “Tanggal 22 atau 25, saya tetap laporkan,” katanya, kemarin.

Dalam pesan singkatnya kepada Republika, Menkeu sependapat dengan Wapres bahwa penyebab kasus Century adalah tindak kriminal. “Menkeu terus meminta perkembangan penanganannya oleh Kapolri atau Kabareskrim,” jelasnya.

Kondisi Bank Century yang buruk saat itu, lanjut Menkeu, menunjukkan pengawas an BI kurang efektif. “Meski, faktanya tak berubah, akibat hal itu, Bank Century jadi bank gagal.”

Kabiro Stabilitas Sistem Keuangan BI, Wimboh Santoso, menyatakan, likuidasi Bank Century sempat menjadi opsi saat dua kali rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), 20-21 November 2008. Namun, keputusan yang diambil menyelamatkan Century karena dinilai berisiko sistemik.

Direktur Pengawasan 1 BI, Budi Harmanto, menambahkan, dalam rapat KSSK, tak hanya satu orang yang memutuskan. Yang menentukan itu KSSK yang terdiri atas BI, Menkeu, dan LPS.

Anggota Komisi XI DPR, Dradjad Wibowo, menduga Rp 2,5 triliun dari dana kucuran Rp 6,762 triliun telah diserap sejumlah deposan besar.

About these ads

One thought on “Kronologi Perampokan Bank Century

  1. kasus Bank Century ini sangat besar menelan biaya…
    triliunan uang negara akan lenyap untuk mengganti kerugian Bank tersebut…
    apakah ini suatu cermin budaya bangsa?
    apakah ini suatu kebiasaan yang akan terus berlanjut?

    sungguh sangat sulit untuk mencari para pengelola yang jujur dan bertanggung jawab…
    klo sudah begini keadaanaannya, rakyatlah yang menjadi tulang punggung negara unrtuk membayar kerugian Bank tersebut….
    uang rakyat yang berasal dari pajak, pasti akan mengalir untuk memulihkan kondisi Bank Century tersebut…
    apakah ini layak?
    sedangkan rakyat masih belum bisa menikmati kemerdekaan secara seutuhnya…

    semoga saja kejadian ini bisa menjadi tolak ukur bangsa kita agar suatu saat kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi…
    semoga Bangsa kita terhindar dari para pencuri berdasai…

    Maju terus Indonesiaku !!!
    Iklan Gratis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s