EAST-LAM


Perang Al-Houtsi-Saudi
November 14, 2009, 6:47 am
Filed under: Berita & Analisis

Sebanyak 240 desa di Arab Saudi dikosongkan dan sejumlah sekolah ditutup karena pertempuran yang sekarang meluber dari Yaman, Dana Anak-anak PBB (UNICEF) mengatakan, Jumat. Negara pengekspor minyak terbesar dunia itu telah melancarkan serangan membabi buta pada gerilyawan Al-Houtsi yang bermukim di wilayah perbatasan Yaman-Saudi yang bergunung-gunung.

“Pertempuran sekarang telah meluber ke Arab Saudi. Menurut laporan, telah menyebabkan 240 desa dikosongkan dan kebih dari 50 sekolah ditutup,” kata Sigrid Kaag, direktur regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afika Utara, dalam satu pernyataan. Informasi tiba dari kontak-kontak UNICEF di wilayah itu.

Seorang penasihat pemerintah Saudi mengatakan bahwa negaranya akan menggunakan kekuatan udara dan artileri untuk menyelenggarakan zona penyangga sejauh 10 km dalam wilayah Yaman untuk menjauhkan pemberontak Syiah dari perbatasan barat dayanya. Pertempuran antara tentara Yaman dan gerilyawan Houtsi diakibatkan oleh diskriminasi dan penyia-nyiaan Sanaa atas komunitas Syiah Zaidi di provinsi Saada, Yaman utara. Pertempuran terjadi secara sporadis sejak 2004, dan belakangan menjadi perang terbuka dalam skala besar.

Gerilyawan Houtsi sejak semula sudah menyatakan bahwa Saudi berada di balik konflik di utara Yaman tersebut. Bombardir pesawat-pesawat tempur Suadi sejak Ramadhan silam dengan menggunakan berbagai jenis bom, termasuk fosfor putih yang dilarang, telah menyebabkan kematian banyak warga sipil Houtsi. Komandan gerilyawan Houtsi, Abdul Malik al-Houtsi, menegaskan bahwa pemerintah Yaman maupun Saudi tak mungkin berhasil menguasai Saada. “Mereka hanya akan berhasil membantai warga yang tak berdosa,” tandasnya.

UNICEF telah menyampaikan kekhawatiran yang mendalam akan eskalasi konflik di Yaman utara. Sekitar 175 ribu warga telantar akibat pertempuran itu. Lebih dari 15 orang tinggal di kamp Al Mazraq di provinsi Hajjah yang penduduknya yang telah berlipat dua pada bulan lalu. “Sejumlah kematian telah tercatat di antara anak-anak di kamp itu karena kekurangan gizi, masalah yang telah kronis di Yaman, yang telah mencapai tingkat kesiapsiagaan,” kata Kaag. Lebih dari 600 anak di kamp itu telah dirawat karena kekurangan gizi yang sangat akut.

Badan pengungsi PBB menyatakan bahwa sebanyak 900 orang tiba setiap hari di Al Mazraq yang telah melebisi kapasitasnya. UNICEF memperkirakan penduduknya sekarang ini 10 ribu orang. “Aliran mendadak terakhir menambah lagi tekanan pada situasi menakutkan yang ada, dan kepadatan di kamp itu menjadi keprihatinan besar,” ujar direktur UNICEF Andrej Maheric.

Sumber: Republika.co.id dan almenpar.net


2 Comments so far
Leave a comment

kriminal khawarij telah menunjukkan tingkah lakunya terhadap penduduk yg tidak sepaham seperti yg ia lakukan dimasa lalu dimana banyak penduduk madinah, basra, dan kota2 lainnya dibantai atas mana pemurnian agama, dan sekarang perbuatan khawarij didukung/dikomandoi para mustakbarin dunia. semoga Allah mempercepat kedatangan “dewa penolong” dari keluarga suci nabi saaw untuk segera mengamankan dunia.

Comment by fuad

Allah telah ciptakan rasa ketakutan pada mereka kaum munafikin Wahabi Saudi..yg akhirnya mereka membabibuta terhadap Syiah2 Zaidi yaman..alasannya cuma satu mrk tdk mau Syiah hadir di muka bumi ini..

Comment by Oedixs




Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>