Ahmadinejad Pertanyakan Cara2 AS Menangani Terorisme

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan bahwa AS harus menjelaskan apa saja yang dikerjakan pasukan AS di Afganistan,karena menangkap teroris itu hanya memerlukan kerja-kerja intelijen dan mata-mata bukan gelar pasukan militer dalam jumlah ratusan ribu seperti yang terjadi di Irak dan Afganistan.

Pernyataan Ahmadinejad itu dilontarkan dalam konferensi pers dirinya dengan Presiden Afganistan Hamid KarzaiRabu pagi kemarin.

Ahmadinejad lalu memaparkan keberhasilan Iran menangkap pemimpin organisasi teroris Jundallah, Abdolmalek Rigi, dalam keadaan hidup. Padahal Rigi dan kelompoknya adalah orang paling dicari oleh Iran, sama seperti Osama ben Laden bagi AS.

Mungkin Polisi Republik Indonesia perlu lebih banyak belajar intelijen ke Iran, jangan ke AS atau rezim2 Barat yang sejauh ini justru terbukti gagal menangkap satu teroris terkemuka hidup2.

About these ads

14 thoughts on “Ahmadinejad Pertanyakan Cara2 AS Menangani Terorisme

  1. denjaka syiah says:

    Kalo buku novel Lie Down With The Lion karya Ken Follett yang subjeknya Ahmad Shah Massoud adalah aktor dan pahlawan utama afghanistan dalam mengusir Uni Sovyet sudah ada yg menerjemahkan dan menerbitkannya atau belum ya bib.

    saya rasa kalau diterbitkan akan cukup lumayan menangkal pengaruh gaya radikalisme dari taliban meracuni generasi muda Indonesia. Ternyata aktor utama pengusiran Uni Sovyet dari afghanistan adalah orang syiah (Ahmad Shah Massoud).

  2. denjaka syiah says:

    kalau sudah ada saya ingin membacanya bib
    saya mulai tertarik pada afghanistan pada awalnya karena beberapa ikhwan di Indonesia (yang terpikat dengan doktrin taliban) menyebut kelompok mereka berakar dari ‘mujahidin taliban.’

    nama ini yg mengganggu saya, tapi pikiran saya tidak kunjung menemukan sumber gangguan di kepala saya itu. Saya kemudian mencari informasi tentang gerakan Mujahidin melawan Uni Sovyet. Ternyata saya menemukan benang merah dari berbagai sumber tentang gerakan mujahidin. mereka adalah laskar2 rakyat afghanistan yg berjuang secara non formal melawan uni sovyet. tapi ternyata ada saluran komunikasi yang bagus sehingga meskipun tampaknya terdiri dari berbagai kelompok, mereka sebenarnya bergerak secara terkoordinasi. Ahmad Shah Massoud adalah simpul yg menghubungkan antar kelompok perlawanan mujahidin.

    Nah setelah banyak mencari informasi, akhirnya saya menemukan sumber gangguan yang selama ini mengganggu opikiran saya. yang benar-benar parah itu ternyata taliban. Mereka ternyata bukan Mujahidin!
    Jadi frase: ‘mujahidin taliban’ itulah yang mengganggu pikiran saya. Orang-orang taliban sebelum membentuk kelompok sebenarnya justru bagian masyarakat afghanistan yang tidak berpartisipasi mengusir Uni Sovyet. Mereka munculnya baru setelah Uni Sovyet kalah. Adanya mereka karena adanya friksi antar kelompok mujahidin yang tidak bersatu membentuk koalisi di pemerintahan. Tidak adanya persatuan ini melemahkan mereka dan menyebabkan mereka kalah dari taliban yang lebih bersatu antar mereka. Ahmad Shah massoud sendiri dibunuh oleh agen Al-Qaeda.

  3. denjaka syiah says:

    dan setiap saja NATO melakukan serangan ke daerah yang diduga menjadi persinggahan taliban selalu saja malah warga sipil Afghanistan yang jadi korbannya. Talibannya sendiri sudah mengamankan dirinya. Juga sebaliknya ketika taliban melakukan serangan pembalasan, maka yang kena warga sipil afghanistan. NATO-nya sendiri aman.

    seperti artikel di situs ini:http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=19781:taliban-itu-baru-peringatan-saja&catid=26:head-line&Itemid=88

    yang tewas semuanya adalah warga sipil afghanistan, NATO-nya sendiri nggak ada yang kena. Tapi herannya! dengan keadaan itu (NATO nggak ada yang kena tapi malah warga sipil afghan) taliban tetap saja mengeluarkan statement resmi, bahwa bom itu dari mereka dan dinyatakan berhasil oleh mereka sendiri, terbukti dengan ditujukannya statement itu pada NATO yg mana kenyatannya nggak ada satupun personelnya yg kena bom! Melihat berbagai berita ini membuat wajar bagi kita untuk mengambil kesimpulan, bahwa NATO dan taliban sebenarnya adalah dua bintang film yang mempunyai kemampuan akting luarbiasa. Tujuan utamanya ya memaksakan kehadiran tentara pendudukan NATo di afghan walaupun misalnya harus menggenosid warga sipil afghanistan.

    • [oNe]ƒuTsaL says:

      COBA ANDA PKIRKAN BAEK2….

      ADA YG ANDA TDK KETAHUI….
      ORG2 TALIBAN DLM MNYERANG NATO TAG PRNAH MLUKAI WARGA SIPIL….

      MRKA AKAN MYERANG NATO DISAAT WARGA SIPIL TAG AD DIAREA SERANGAN TALIBAN….
      SO…. ANDA HRS PAHAMI ITU… SAYA LIAD DGN MATA KEPALA SAYA BHWA VIDEO ITU ASLI… REKAMAN SNIPER HAMAS DAN TALIBAN…
      MEREKA SMA SEKALI TAG MNYENTUH WARGA SIPIL….

      • denjaka syiah says:

        buktinya peringatan taliban kepada NATO bahwa serangan mereka ‘ini’ hanya sebuah awal saja, yang mati pada serangan itu semuanya penduduk sipil bukannya tentara NATO

  4. denjaka syiah says:

    http://indonesian.irib.ir/index.php/berita/berita/20721

    akhirnya terbukti sudah hugel antara NATO dan taliban.

    berikut cuplikan dalam situs irib diatas:

    Peralihan Kontrol di Marjah

    Pejabat Afghanistan ini selanjutnya menyinggung operasi pasukan asing di Marjah seraya mengatakan, “Operasi Marjah tidak lebih dari operasi sandiwara belaka dan serangan tersebut berlangsung dengan kompromi Taliban, karena sebelum menggelar operasi, pasukan asing sudah terlebih dahulu menginformasikan pihak Taliban untuk segera meninggalkan Marjah untuk sementara waktu.

    “Dalam operasi tersebut, warga setempat berulangkali menyaksikan para pejabat tinggi militer pasukan asing bercengkerama dengan para komandan Taliban di jalan dan gang-gang wilayah itu,” tegas sumber tersebut.

    fakta di Helmand:

    Terkait mengapa hingga kini fakta tersebut tidak terungkap, pejabat Afghanistan ini mengatakan, “Pihak-pihak asing sengaja menyebarkan kebohongan soal kebengisan para milisi Taliban di Helmand sehingga melalui cara ini tidak ada wartawan yang berani datang ke wilayah ini.”

    Dijelaskannya, fakta di Helmand telah menelan banyak korban. Salah satunya adalah wartawan bernama Ajmal Naqsh Bandi, yang tewas terbunuh karena ia telah berhasil mengungkap berbagai fakta yang ada antara Taliban dan pasukan asing.

  5. denjaka syiah says:

    Siapa Pelatih Militer Taliban?‎

    Tentara Inggris melatih dan memberikan bantuan dana kepada gerilyawan Taliban di ‎wilayah selatan Afganistan. Hal itu diungkap salah seorang anggota Taliban.

    Press TV ‎melaporkan, Mulla Abdussalam Hanafi kepada situs pemberitaan Beneva mengatakan, ‎dalam beberapa tahun terakhir gerilyawan Taliban mendapat pelatihan militer dari ‎tentara Inggris. Tak hanya itu, setiap bulan Inggris juga memberi 300 dolar kepada ‎masing-masing anggota Taliban.‎

    Mulla Abdussalam Hanafi adalah salah seorang senior di jaringan Taliban. Dia sempat ‎menjabat sebagai Gubernur Uruzgan saat Taliban berkuasa di Afganistan. Fakta ‎tersebut diungkap Hanafi setelah Inggris secara terbuka membeberkan prakarsa ‎damai dengan Taliban.‎

    Tahun 2001, AS yang dibantu Inggris dan sejumlah negara sekutunya menyerang ‎Afganistan dengan alasan untuk menumpas kelompok Taliban. Serangan dan ‎pendudukan Afganistan hanya membuat negara itu tenggelam dalam ketidakamanan ‎dan kekacauan. Warga sipil adalah pihak yang paling banyak menderita akibat invasi ‎dan pendudukan asing di Afganistan.(IRIB/AHF/PH)‎

    Â

    indonesian.irib.ir/index.php/berita/berita/22603-siapa-pelatih-militer-taliban.html

    • denjaka syiah says:

      terimakasih atas masukan yang mengingatkan saya mas toyotomi.

      mungkin skrg saya ambil jalan tengahnya saja.

      karena mungkin sumber berita/link yg saya masukan tidak masyhur bagi keseluruhan umat islam, tapi hanya sebagian saja. Jadi secara demokratis tidak etis saya membawakannya untuk umat islam secara keseluruhan.

      Jadi saya sedikit geser makna statement terbuka saya yang mengomentari link saya tersebut. Yaitu bahwa selama belum diperoleh kabar pasti dari sumber primer atau minimal sekunder tentang keadaan di afghanistan maka statement umum saya tidak akan menyatakan bahwa keadaan afghanistan begini atau begitu.
      Tapi sementara status internal afghanistan yang masih memungkinkan segala ketidakpastian ini. seharusnya ada usaha lebih proaktif dari kita semua untuk mendapatkan berita dari sumber primer atau sekunder tersebut. Sementara ini sumber informasi dari afghanistan di Indonesia berasal dari ikhwan-ikhwan kita yang pro taliban. Tapi maaf seperti dalam penelitian, sumber yang valid minimal sekunder. Oleh karena itu saya harapkan saudara-saudara saya pro taliban disini untuk mampu berangkat ke afghanistan, melihat kenyataan sebenarnya yang ada disana. Kalau benar mampu menemukan link keberangkatan kesana saya pastikan saya akan mampu menyediakan ikhwan-ikhwan lainnya. kita sangat prihatin dengan keadaan afghanistan, minimal bisa menyalurkan bantuan atau minimal melakukan reportase, nah kalau ada saudara2 yg pro taliban mampu menunjukkan jaringannya pasti banyak masyarakat Indonesia yang berangkat ke sana. logikanya dulu jaman perang melawan sovyet saja bisa berangkat (ada org Indonesia yg berhasil kesana), masak sekarang nggak bisa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s