<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>EAST-LAM</title>
	<atom:link href="http://musakazhim.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://musakazhim.wordpress.com</link>
	<description>Not(e) Taken 4 Granted!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Dec 2011 11:34:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='musakazhim.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>EAST-LAM</title>
		<link>http://musakazhim.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://musakazhim.wordpress.com/osd.xml" title="EAST-LAM" />
	<atom:link rel='hub' href='http://musakazhim.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sekilas tntg Sistem Pendidikan di Timur Tengah</title>
		<link>http://musakazhim.wordpress.com/2011/04/14/sekilas-tntg-sistem-pendidikan-di-timur-tengah/</link>
		<comments>http://musakazhim.wordpress.com/2011/04/14/sekilas-tntg-sistem-pendidikan-di-timur-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 06:50:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musakazhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial & Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musakazhim.wordpress.com/?p=1164</guid>
		<description><![CDATA[Pada masa pra Islam, pendidikan itu hampir tak memiliki signifikansi. Kaum nomad hanya mengenal satu sistem: transmisi lisan. Namun, sejak zaman Islam, segalanya berubah. Islam menekankan pada pentingnya pendidikan dan pembelajaran sejak awal. Bahkan, mungkin tidak ada agama yang lebih menekankan pada soal ilmu, pendidikan dan pembelajaran daripada Islam. Cukuplah ayat pertama yang turun kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1164&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4>Pada masa pra Islam, pendidikan itu hampir tak memiliki signifikansi. Kaum nomad hanya mengenal satu sistem: transmisi lisan. Namun, sejak zaman Islam, segalanya berubah. Islam menekankan pada pentingnya pendidikan dan pembelajaran sejak awal. Bahkan, mungkin tidak ada agama yang lebih menekankan pada soal ilmu, pendidikan dan pembelajaran daripada Islam. Cukuplah ayat pertama yang turun kepada Nabi Muhammad dengan kalimat <em>Iqra’</em> (Bacalah!) sebagai bukti signifikansi dan ketinggian nilai pencarian ilmu dalam Islam. Selain itu, Islam juga dikenal dengan “agama ilmu pengetahuan”, “agama akal” dan “agama buku”.</h4>
<h4><span id="more-1164"></span>Secara umum, pendidikan dalam konteks peradaban Islam didefinisikan sebagai upaya memahami, merealisasikan dan mempraktikan wahyu Ilahi serta mengikuti pengajaran dan teladan Sang Nabi. Sayangnya, pendidikan Islam sebagai sistem fungsional untuk memahami dan menyerap prinsip-prinsip pedagogis al-Qur’an dan Sunnah itu belakangan ini kerap dikacaukan dengan subjek studi yang akademis semata-mata. Akibatnya, pelajaran akhlak hanya menjadi bahan kajian tapi tak pernah memberikan efek transformatif yang diharapkan.</h4>
<h4>Konsep lama tentang <em>adab</em> adalah akhlak yang baik, pengetahuan agama dan dasar-dasarnya dan kecintaan pada syair serta budaya Arab. Dalam studinya mengenai keluarga Mesir, I. Lichtenstadter, pendidikan <em>adab</em> ini sampai sekarang masih hidup di masyarakat Arab seperti di Mesir.</h4>
<h4><strong> </strong></h4>
<h4><strong>Bidang Ilmu</strong></h4>
<h4>Secara umum ada dua bidang ilmu yang terus berkembang dalam dunia Islam, terutama di Timur Tengha: <em>al-</em><em>‘</em><em>ulūm al-naqliyah</em> (ilmu-ilmu tradisional) dan <em>al-</em><em>‘</em><em>ulūm al-</em><em>‘</em><em>Aqliyah</em> (ilmu-ilmu rasional. Pembagian ini adalah yang paling umum diakui oleh para sarjana Muslim sejak masa-masa awal. Dengan demikian, pembagaian ini memiliki kevalidan sampai batas tertentu. Akan tetapi, menurut Bazarghi, pembagian itu adakalanya justru berimbas pada pemahaman yang keliru bahwa ilmu-ilmu tradisional itu tidak memiliki landasan-landasan rasional.</h4>
<h4>Bidang-bidang ilmu Islam adalah pengajaran Al-Qur’an, tatabahasa Arab, <em>tafsīr</em>, <em>fiqh</em>, <em>ḥ</em><em>adīth</em>, <em>u</em><em>ṣ</em><em>ūl al-fiqh</em> (prinsip-prinsip penyimpulan hukum Islam), <em>u</em><em>ṣ</em><em>ūl al-</em><em>ḥ</em><em>adīth</em> (prinsip-prinsip periwayatan hadis), sejarah Nabi  dan para sahabat dan yang di antara yang terpenting adalah <em>adab</em>. Pada beberapa karya sarjana Muslim, ilmu-ilmu seperti filsafat<em>, </em>logika<em>, </em>teologi (ilmu kalam), fisika, metafisika, matematika, astronomi, geografi, kedokteran dan  sastra Arab juga terkadang dikategorikan sebagai bidang ilmu-ilmu Islam. Hal ini barangkali karena interaksi positif di antara ilmu-ilmu Islam dan bidang-bidang ilmu yang telah disebutkan.</h4>
<h4>Shams Inati dan Elsayed (1996) memberikan paparan luas dan panjang lebar tentang hubungan sastra Arab (<em>adab</em>) dengan bidang-bidang ilmu lain, terutama etika dan filsafat. Sementara Shukri B. Abed (1996) lebih jauh mengemukakan hubungan erat antara bahasa Arab dengan seluruh bidang ilmu lain dalam Islam. Korelasi antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu lain itu telah disajikan dengan menarik dalam ensiklopedia <em>History of Islamic Philosophy</em>, part II, yang disunting oleh Sayyed Hussein Nasr dan Oliver Leaman.</h4>
<h4><strong> </strong></h4>
<h4><strong>Lembaga Pendidikan</strong></h4>
<h4>Kaum Muslim pramodern terbukti berhasil meraih tingkat literasi dan keakraban dengan teks yang lebih tinggi dibanding bangsa-bangsa Eropa di masa itu (Berkey, 2004). Catatan-catatan historis ihwal pendidikan Islam memberikan banyak perspektif seputar watak dan fungsi lembaga-lembaga pendidikan tapi sedikit sekali yang menjelaskan tentang hubungan satu metode dengan metode lain di masa-masa yang berbeda (Küng 2007). Namun demikian, Küng menyatakan bahwa tumpang tindih itu bukan saja tak bisa dihindari, tapi justru memberikan pencerahan bagi sistem pendidikan yang ada (Küng, 2007).</h4>
<h4>Dalam kaitan dengan lembaga pendidikan, para sarjana Muslim mencatat beberapa istilah yang terkenal. Untuk bidang pendidikan dasar al-Qur’an, instrukturnya biasa dibagi menjadi dua <em>huffâzh </em>(para penghapal) dan <em>kuttāb</em> (para penulis). Kedua kelompok ini biasanya kemudian mengajar di <em>halaqah</em> (lingkaran belajar di masjid) dan <em>madrasah</em> (sekolah yang dikhususkan untuk pengajaran Islam primer dan sekunder). Selain kedua lembaga di atas, lembaga <em>dār al-kutub</em> (perpustakaan) juga menjadi tempat pendidikan yang populer.</h4>
<h4>A. L. Tibawi  dalam <em>Origin and Character of al-Madrasah</em>, (<em>Bulletin of the School of Oriental and African Studies</em> 25, no. 2 [1962]) menyatakan bahwa <em>madrasah </em>lazimnya mempunyai karakter khas bahasa pengantar yang dipergunakan adalah bahasa Arab. Kulikulum madrasah biasanya mencakup seluruh bidang ilmu Islam yang telah disebutkan di atas.</h4>
<h4>Salah satu lembaga pendidikan paling populer di era keemasan Islam, yakni di era Abbasiyah adalah Bayt Al-Hikmah (<strong>بيت الحكمة</strong>‎ ).  Bayt Al-Hikmah sendiri adalah perpustakaan dan lembaga penerjemahan karya-karya Yunani ke dalam bahasa Arab di <a title="Baghdad" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Baghdad">Baghdad</a>, Irak. Ia adalah lembaga inti dalam gerakan penerjemahan yang menjadi motor perkembangan ilmu pengetahuan di era Islam. Pendiri Bayt Al-Hikmah adalah Penguasa Abbasiyah yang bernama <a title="Harun al-Rashid" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Harun_al-Rashid">Harun al-Rasyid</a> dan kemudian mencapai puncaknya pada era putranya yang menyukai kegiatan-kegiatan ilmiah, <a title="Al-Ma'mun" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Ma%27mun">al-Ma&#8217;mun</a>, yang berkuasa sejak 813–833 Masehi.</h4>
<h4>Di masa al-Ma&#8217;mun itu pula berbagai observatorium didirikan, dan Bayt Al-Hikmah menjadi pusat pengajaran ilmu Islam, termasuk matematika, <a title="Islamic astronomy" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islamic_astronomy">astronomi</a>, <a title="Islamic medicine" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islamic_medicine">kedokteran</a>, <a title="Alchemy and chemistry in Islam" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alchemy_and_chemistry_in_Islam">alkimia dan kimia</a>, zoologi dan geografi. Pada era itu, Baghdad dikenal sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan megapolitan dengan populasi mencapai 1 juta jiwa, terbesar di masa itu. Para sarjana yang diketahui bekerja di sana antara lain adalah <a title="Muhammad ibn Mūsā al-Khwārizmī" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad_ibn_M%C5%ABs%C4%81_al-Khw%C4%81rizm%C4%AB">Al-Khawarizmi</a>, bapak <a title="Algebra" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Algebra">aljabar</a>, yang diambil dari judul bukunya <a title="The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing" href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Compendious_Book_on_Calculation_by_Completion_and_Balancing"><em>Kitab al-Jabr</em></a>.</h4>
<h4><strong>Perkembangan Lanjutan</strong></h4>
<h4>Pada masa-masa selanjutnya, banyak pemuda Eropa yang belajar di universitas-unniversitas Islam di Spanyol seperti Cordoba, Sevilla, Malaca, Granada dan Salamanca. Cordoba pada masa itu mempunyai perpustakaan yang berisi 400.000 buku dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan. Selama belajar di universitas-universitas tersebut, sarjana-sarjana Eropa itu aktif menerjemahkan buku-buku karya ilmuwan Muslim. Pusat penerjemahan kala itu ada di Toledo. Setelah mereka pulang ke negeri masing-masing, mereka mendirikan sekolah dan universitas yang sama. Universitas yang pertama kali didirikan di Eropa ialah Universitas Paris pada tahun 1213 M. Pada penghujung zaman pertengahan barulah berdiri 18 universitas di daratan Eropa. Di berbagai universitas itu diajarkan ilmu-ilmu yang diperoleh dari universitas Islam seperti ilmu kedokteran, ilmu pasti dan filsafat.</h4>
<h4>Di antara sarjana Eropa yang belajar di universitas Islam di Spanyol adalah Petrus Alfonsi (1062 M) yang ketika kembali ke negerinya, di Inggris, ia diangkat menjadi dokter pribadi Raja Henry I (1120 M). Selain menjadi dokter, ia bekerja sama dengan Walcher menyusun mata pelajaran ilmu falak berdasarkan pengetahuan sarjana dan ilmuwan Muslim yang didapatnya dari Spanyol. Demikin juga dengan Adelard of Bath (1079-1192 M) yang pernah belajar pula di Toledo dan setelah ia kembali ke Inggris, ia pun menjadi seorang sarjana yang termasyhur di negaranya.</h4>
<h4>Sarjana Eropa lain yang cukup terkenal adalah seorang pendeta Kristen Roma dari Inggris bernama Roger Bacon (1214-1292 M). Dia mempelajari bahasa Arab di Paris (1240-1268 M) dan melalui kemampuan bahasa Arab dan bahasa Latin itulah dia dapat membaca nasakah asli dan menerjemahkannya. Buku-buku asli dan terjemahan tersebut dibawanya ke Universitas Oxford Inggris. Di antara buku yang diterjemahkannya antara lain adalah Al Manzir karya Ali Al Hasan Ibnu Haytsam (965-1038 M). Dalam buku itu terdapat teori tentang mikroskop dan mesiu yang banyak dikatakan sebagai hasil karya Roger Bacon bisa ditemukan.</h4>
<h4>Akibat perkembangan ilmu pengetahuan Islam inilah kajian filsafat Yunani di Eropa berkembang secara besar-besaran dan akhirnya memicu gerakan Renaissans pada abad ke-14, reformasi pada abad ke-16 M, rasionalisme pada abad ke-17 M, dan aufklarung pada abad ke-18 M.</h4>
<h4>Nasib kaum Muslim Spanyol sepeninggal Abu Abdullah Muhammad ternyata cukup tragis. Mereka terpaksa mengalammi banyak kemunduran. Kini, hanya bangunan-bangunan bersejarah Islam yang bisa dijadikan kenang-kenangan.</h4>
<h4><strong>Referensi</strong></h4>
<ul>
<li>
<h4>Nimat Hafez Barazangi, <em>Womanʾs Identity and the Qurʿān: </em><em> </em><em>A New Reading</em>. Gainseville, Florida, 2004. <strong> </strong></h4>
</li>
<li>
<h4>Abdullah M. Lutfiyya &amp; Charles W. Churchill, <em>Readings in Arab Middle Eastern Societies and Cultures</em>, Mouton, The Hague, 1970.<strong> </strong></h4>
</li>
<li>
<h4>S.H. Nasr &amp; Oliver Leaman, <em>History of Islamic Philosophy</em>, Routledge, 1996.<strong> </strong></h4>
</li>
<li>
<h4>Hans Küng, <em>Islam: Past, Present, and Future</em>. Translated from the German by John Bowden. Oxford, 2007.<strong> </strong></h4>
</li>
<li>
<h4><a href="http://www.oxfordislamicstudies.com/article/opr/t236/e0212#e0212-s0002">http://www.oxfordislamicstudies.com/article/opr/t236/e0212#e0212-s0002</a><strong> </strong></h4>
</li>
<li>
<h4><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bayt_al-Hikmah">http://en.wikipedia.org/wiki/Bayt_al-Hikmah</a><strong></strong></h4>
</li>
</ul>
<h4><strong><br />
</strong></h4>
<div></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/musakazhim.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/musakazhim.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/musakazhim.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/musakazhim.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/musakazhim.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/musakazhim.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/musakazhim.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/musakazhim.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/musakazhim.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/musakazhim.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/musakazhim.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/musakazhim.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/musakazhim.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/musakazhim.wordpress.com/1164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1164&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musakazhim.wordpress.com/2011/04/14/sekilas-tntg-sistem-pendidikan-di-timur-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b23ac6ee0a0a129932b9d2d91b5093ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">musakazhim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dialog Imam Ja&#8217;far Shadiq dan Ateis</title>
		<link>http://musakazhim.wordpress.com/2010/10/30/dialog-imam-jafar-shadiq-dan-ateis/</link>
		<comments>http://musakazhim.wordpress.com/2010/10/30/dialog-imam-jafar-shadiq-dan-ateis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Oct 2010 10:48:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musakazhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://musakazhim.wordpress.com/2010/10/30/dialog-imam-jafar-shadiq-dan-ateis/</guid>
		<description><![CDATA[Imam Ja&#8217;far Shodiq as. suatu ketika didatangi seorang atheist dan berdialog dngnya. Atheist : &#8216;Wahai Ja&#8217;far, apakah Tuhanmu bisa memasukkan gajah kedalam sebuah telur, tanpa gajah itu mengecil juga tanpa telur itu membesar ?&#8217; Imam Ja&#8217;far as : &#8220;Tuhan terlepas dari kuantitas, Tuhan tidak dibatasi ruang dan waktu. Berapa indera yang kau miliki ?&#8221; Atheist [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1159&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Imam Ja&#8217;far Shodiq as. suatu ketika didatangi seorang atheist dan berdialog dngnya.</p>
<p>Atheist : &#8216;Wahai Ja&#8217;far, apakah Tuhanmu bisa memasukkan gajah kedalam sebuah telur, tanpa gajah itu mengecil juga tanpa telur itu membesar ?&#8217;</p>
<p>Imam Ja&#8217;far as : &#8220;Tuhan terlepas dari kuantitas, Tuhan tidak dibatasi ruang dan waktu. Berapa indera yang kau miliki ?&#8221;</p>
<p>Atheist : &#8216;Ya, aku bisa melihat, aku bisa mendengar, aku bisa mencium, merasa dan bicara..&#8217;</p>
<p>Imam Ja&#8217;far as : &#8220;Mana yang paling kecil ?&#8221;</p>
<p>Atheist : &#8216;Mata&#8217;.</p>
<p>Imam Ja&#8217;far as : &#8220;Berdirilah diluar sana, dan lihat sekelilingmu. Katakan kepadaku apa yang kau lihat ?&#8221;</p>
<p>Atheist : &#8216;Ya, aku melihat pasar, aku melihat bangunan, aku melihat binatang ternak, aku melihat orang2 berjualan dsb..&#8217;</p>
<p>Imam Ja&#8217;far as : &#8220;Apakah kau masih berfikir ΛLLΛH tidak mampu memasukkan gajah ke dalam telur tanpa gajah itu mengecil atau telur itu membesar ? ΛLLΛH telah menciptakan mata dengan ukuran lebih kecil dari telur, dan menjadikan segala sesuatu yang dilihat masuk kedalamnya.&#8221;<br />
<b></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/musakazhim.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/musakazhim.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/musakazhim.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/musakazhim.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/musakazhim.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/musakazhim.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/musakazhim.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/musakazhim.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/musakazhim.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/musakazhim.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/musakazhim.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/musakazhim.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/musakazhim.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/musakazhim.wordpress.com/1159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1159&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musakazhim.wordpress.com/2010/10/30/dialog-imam-jafar-shadiq-dan-ateis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b23ac6ee0a0a129932b9d2d91b5093ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">musakazhim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empat Jenis Hubungan Pasutri</title>
		<link>http://musakazhim.wordpress.com/2010/10/23/empat-jenis-hubungan-pasutri/</link>
		<comments>http://musakazhim.wordpress.com/2010/10/23/empat-jenis-hubungan-pasutri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2010 02:56:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musakazhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kasykul & Human Interest]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musakazhim.wordpress.com/?p=1155</guid>
		<description><![CDATA[Dalam al-Qur’an ada empat jenis hubungan pasangan suami-istri (pasutri). Masing2 hubungan ini merefleksikan hubungan pasutri dari sejak zaman bahela hinggi kiwari ini. Yuk kita tengok. Pertama, hubungan saling mendukung menuju kesempurnaan dan kebaikan, seperti hubungan Muhammad dan Khadijah, serta Ali dan Fathimah. Mereka disebut dalam ayat, &#8220;Wa yuth’imunath-tha’ama ‘ala hubbihi miskinan wa yatiman wa asira.&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1155&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="bp-72B98E08F335EB_166-content">
<blockquote>
<blockquote>
<div>
<h2><span style="color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Dalam al-Qur’an ada empat jenis hubungan pasangan suami-istri (pasutri). Masing2 hubungan ini merefleksikan hubungan pasutri dari sejak zaman bahela hinggi kiwari ini. Yuk kita tengok.<span id="more-1155"></span></span></h2>
<h2><span style="color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Pertama, hubungan saling mendukung menuju kesempurnaan dan kebaikan, seperti hubungan Muhammad dan Khadijah, serta Ali dan Fathimah. Mereka disebut dalam ayat, &#8220;<em>Wa yuth’imunath-tha’ama ‘ala hubbihi miskinan wa yatiman wa asira</em>.&#8221; Artinya: &#8220;Mereka memberi makan dengan suka rela pada orang miskin, anak yatim dan tawanan.&#8221; Ya Allah, jadikan aku dan istriku sebagai pasangan yang meniru mereka. Amien!<br />
</span></h2>
<h2></h2>
<h2><span style="color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Kedua, suami-istri yang bergandengan dalam keburukan. Allah berfirman, &#8220;<em>Tabbat yada abilahab…wamraatuhu hammalatal khathab</em>.&#8221; Ini surah tentang Abu Lahab dan istrinya. Mengerikan. Nasib mereka sungguh sengsara di dunia, jangan tanya bagaimana di akhirat.<br />
</span></h2>
<h2><span style="color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Ketiga, suaminya di jalan yang benar, tapi istrinya tersesat—seperti dalm kasus Nabi Nuh dan Lut.<br />
</span></h2>
<h2><span style="color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-size:small;">Keempat, istrinya di jalan yang benar, tapi suaminya tidak benar—seperti dalam kasus Fir’aun dan Asiah.</span></h2>
<h2><span style="color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-size:small;"><br />
</span></h2>
<p><span style="color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="color:#000000;font-family:'Times New Roman';font-size:small;"> </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
</blockquote>
</blockquote>
</div>
<h3><span style="font-size:small;"><span style="font-size:13px;font-weight:normal;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-size:15px;"><strong><br />
</strong></span></span></span></span></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/musakazhim.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/musakazhim.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/musakazhim.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/musakazhim.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/musakazhim.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/musakazhim.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/musakazhim.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/musakazhim.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/musakazhim.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/musakazhim.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/musakazhim.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/musakazhim.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/musakazhim.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/musakazhim.wordpress.com/1155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1155&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musakazhim.wordpress.com/2010/10/23/empat-jenis-hubungan-pasutri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b23ac6ee0a0a129932b9d2d91b5093ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">musakazhim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Maaf dan Jasa untuk Soeharto</title>
		<link>http://musakazhim.wordpress.com/2010/10/23/tentang-maaf-dan-jasa-untuk-soeharto/</link>
		<comments>http://musakazhim.wordpress.com/2010/10/23/tentang-maaf-dan-jasa-untuk-soeharto/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2010 02:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musakazhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasykul & Human Interest]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial & Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musakazhim.wordpress.com/?p=1153</guid>
		<description><![CDATA[DI HARI SOEHARTO meninggal, dua orang berdebat di sebuah chat room. Intinya soal perlu tidaknya bekas presiden itu diberi maaf. Saya hanya akan menyebut identitas mereka dalam warna. Begini debatnya. “Sebagai bangsa,” kata Kuning, “saya kira kita memang harus memaafkan Pak Harto. Jasanya sangat besar.” Merah segera menimpali. “Hmm, apa tidak sebaiknya kita memberinya tanda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1153&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DI HARI SOEHARTO meninggal, dua orang berdebat di sebuah chat room. Intinya soal perlu tidaknya bekas presiden itu diberi maaf. Saya hanya akan menyebut identitas mereka dalam warna.  Begini debatnya.</p>
<p><span id="more-1153"></span>“Sebagai bangsa,” kata Kuning, “saya kira kita memang harus memaafkan Pak Harto. Jasanya sangat besar.”  Merah segera menimpali. “Hmm, apa tidak sebaiknya kita memberinya tanda jasa?”  “Itu sudah pasti,” kata Kuning tak kalah cepat. “Tapi kita harus memaafkannya dulu.”</p>
<p>“Lho, lho. Tapi dia mau kita maafkan untuk kesalahan apa?”  Kuning mulai sewot. “Ya untuk semua kesalahannya selama memimpin negara.”  “Gimana seeeh??? Sebutkan dulu dong kesalahannya!”  “Ya … semua kesalahannya selama memimpin negara!”  “Enak aja,” kata Merah. “Kalau begitu semua orang juga bisa!”  “Lalu bagaimana?”  “Ya sebutin dong kesalahannya yang jelas. Baru kita pertimbangkan pemberian maafnya.”  “Maksudnya?”</p>
<p>“Begini,” kata Merah. “Permintaan maaf atas tindakan tertentu berarti ada kesiapan dan tanggungjawab dari yang meminta maaf atas segenap risikonya. Dia siap menanggung hukuman. Ini berat, lho. Banyak orang memilih bunuh diri atau dicap pecundang oleh sejarah daripada meminta maaf dengan cara ini.”  “Apakah itu tidak berlebihan?”</p>
<p>“Tidak,” kata Merah. “Menurut saya, itulah beban paling ringan yang mesti ditanggung oleh si pelaku kesalahan. Jika pelaku kesalahan masih merasa ingin menjaga gengsi dan membentengi egonya, maka permintaan maaf hanya akan menjadi pistol tanpa peluru. Pemberian maaf pun menjadi pohon tak berbuah.”  “Tapi untuk apa harus rinci dan spesifik seperti itu? Lantas apa bedanya dengan proses hukum? Mana tahan donk orang dicermati begitu..”</p>
<p>“Begini lho. Penjelasan rinci perihal kesalahan itu memudahkan korban untuk memilih caranya sendiri dalam memaafkan. Misalnya, korban fitnah bisa meminta pelaku untuk merehabilitasi nama baiknya di mata khalayak. Dan semua ini memang berujung pada tegaknya hukum yang adil.”  “Wah terlalu rumit itu!”  “Lho memang rumit. Kesalahan pasti melahirkan kerumitan. Dan kini giliran pelaku mengalihkan kerumitan korban menjadi kerumitannya sendiri. Maka itu kita harus senantiasa berhati-hati untuk tidak melakukan kesalahan, sekecil apapun.”</p>
<p>“Tapi, bukankah semua orang bersalah?”  “Tidak! Tidak semua orang bersalah. Pandangan umum itu sangat konyol. Jika kita percaya dengan kekonyolan macam ini, maka untuk apa ada hukum, untuk apa ada maaf, bahkan untuk apa ada ‘salah’ dan ‘benar’ dalam kamus manusia.”</p>
<p>“Lha kan hanya Tuhan yang Sempurna?”</p>
<p>“Memang hanya Tuhan yang Maha Sempurna, dan semua makhluk memiliki kekurangan. Tapi ada dua jenis kekurangan. Kekurangan kodrati yang tidak bisa dihindari seperti mati dan kekurangan yang bisa bahkan harus dihindari. Bila tidak dihindari, kekurangan jenis kedua ini menjadi kesalahan dalam bahasa umum, pelanggaran dalam bahasa hukum dan dosa dalam bahasa agama.”</p>
<p>“Dengan meminta maaf, bukankah seseorang sudah berniat memperbaiki kesalahan?”  “Ya iyalah… tapi cara meminta maaf itu juga harus mendukung upaya perbaikan. Dia harus siap menanggung semua beban kesalahan dan bersedia memperbaikinya semampu mungkin. Istilahnya, dia harus siap memikul beban hukum dari segenap kelakuannya.”  “Mengapa tidak kita relakan saja semua kesalahan itu? Bukankah Pak Harto juga punya banyak jasa?!”</p>
<p>“Lagi-lagi Anda bicara jasa. Di mahkamah hati nurani, jasa seseorang tak mungin dilupakan, sebagaimana kesalahannya juga tidak bisa begitu saja diabaikan. Merelakan kesalahan bukanlah kebaikan. Malah ia bertentangan dengan tujuan pemberian maaf yang ingin memperbaiki dan mencegah berulangnya kesalahan.”  “Kalau begitu, mengapa kita tidak melupakan saja semua kesalahannya? Ini kan lebih mudah daripada kita mundur ke belakang menggerumiti masalah demi masalah?”</p>
<p>“Lupa juga bukan sifat mulia, Mas. Karena itu, Allah tersucikan dari sifat lupa. Memaafkan dan mengampuni adalah tindakan mulia yang bertujuan memperbaiki. Orang yang memberi maaf itu berada dalam posisi kuat, berbeda dengan orang yang melupakan. Pelupa sama seperti juga pendendam adalah orang yang lemah, orang yang tak sanggup mengemban tugas perbaikan yang menjadi tujuan dari pemberian maaf.”</p>
<p>“Contohnya?”</p>
<p>“Allah meminta kita mengganti keburukan dengan kebaikan. Untuk dosa tertentu, seperti meninggalkan kewajiban, Dia meminta kita untuk segera menggantinya. Jadi, pemberi maaf harus menetapkan syarat dan langkah yang berujung dengan lahirnya perbaikan.”</p>
<p>“Tapi bagaimana dengan Pak Harto yang sudah meninggal?”  “Keluarganya bisa mengambil alih tugas ini—kalau memang perbaikan itu ingin dilaksanakan. Bukankah amanah almarhum yang belum terlaksana bisa dilakukan oleh keluarga yang ditinggalkan?! Bukankah hutang-piutang juga menjadi tanggungan ahli waris? Nah, begitu pula ahli waris bisa mengambil tugas perbaikan atas kesalahan-kesalahan orangtua dan nenek moyang kita yang sudah meninggal.”  “Tapi bukankah kita tidak boleh membongkar keburukan orang yang sudah meninggal?”</p>
<p>“Membongkar keburukan memang dilarang, tapi memperbaiki kesalahan justru diwajibkan. Garis pemisahnya jelas sekali. Misalnya, saat kita berhadapan dengan dokter, bukankah kita harus membongkar semua penyakit dan disfungsi pasien tanpa berusaha menutup-nutupinya?! Semakin terbuka kita dalam memberikan keterangan, semakin tepat diagnosis si dokter.”  “Ah, rasanya tidak sopan membicarakan keburukan orang yang sudah mati, karena dia tidak lagi bisa mempertahankan diri?”  “Justru mati itu adalah saat kita memberikan penilaian final tentang hidup seseorang, terutama bila orang itu adalah mantan pejabat dan penguasa. Sebelum mati, semua orang punya peluang untuk berubah, kesempatan untuk membalik tangan atau membanting setir. Begitu sudah berkalang tanah, orang tidak punya lagi kesempatan untuk memperbaiki kekurangannya. Semua orang, dalam hal ini adalah rakyat yang pernah dipimpinnya, punya hak memberikan penilaian, meskipun hanya Allah yang benar-benar mengetahui hakikat perbuatan orang.”</p>
<p>“Lantas bagaimana dengan orang baik yang dijelek-jelekkan setelah matinya? Bukankah kenyataan ini pernah menimpa manusia-manusia suci seperti Imam Ali bin Abi Thalib dan Imam Husein?”  “Benar. Sejarah menunjukkan bahwa konspirasi menjelek-jelekkan orang baik yang telah mati tidak mungkin bertahan lama, sekalipun dilakukan dengan cara paling hebat. Ali bin Abi Thalib pernah dikutuk di mimbar-mimbar kaum Muslimin selama hampir 80 tahun akibat manipulasi Dinasti Bani Umayah. Tapi sekarang, tak ada lagi orang yang berani terang-terangan mencaci apalagi mengutuk Ali. Waktu pasti bakal membuka segenap rahasia manusia.”</p>
<p>“Namun, bukankah Nabi menyuruh kita untuk tidak menyebut keburukan-keburukan orang yang sudah mati?”  “Hadis itu terkait dengan keburukan-keburukan pribadi orang, bukan keburukan yang berlaku di ruang publik. Semua orang buruk yang disebutkan al-Qur’an telah mati. Justru kematian mereka dalam keburukan itu menjadi peringatan bagi yang masih hidup.”</p>
<p>“Bukankah kita harus melampaui fase ini dan beranjak ke masa depan, melupakan keburukan rezim yang lampau dan memusatkan mata ke depan?”  “Masa depan tanpa masa lalu seperti kepala tanpa badan. Ia menjadi harapan tanpa pijakan. Jika kita punya prinsip melupakan masa lalu, bukan saja keburukan orang yang kita lupakan tapi boleh jadi juga kebaikan dan kepahlawanan mereka orang pun kita lupakan.”</p>
<p>“Bagaimana dengan sikap positif dalam memandang hidup?”  “Sikap positif itu tidak berarti melihat keburukan sebagai kebaikan, tapi melihat keburukan dengan tujuan memperbaiki. Orang sering bilang bahwa berpikir atau bersikap positif itu sama seperti sikap tidak membeda-bedakan antara kebaikan dan keburukan, padahal sikap acuh tak acuh seperti itu adalah salah satu sumber keburukan dan kerusakan. Sikap dan pikiran positif itu artinya harapan pada perbaikan dan keberanian mengambil langkah yang diperlukan untuk memperbaiki. Dan ini segaris dengan memberi maaf, sementara acuh tak acuh sama dengan melupakan.”</p>
<p>Sampai di sini, koneksi terputus. Tapi Merah masih mau melesakkan satu tendangan terakhir. Begini: “Kun, kita harus menjadikan seluruh perbuatan kita dalam lingkaran utuh demi memperbaiki kehidupan dan menegakkan keadilan. Jangan seolah-olah berbuat baik, padahal sebenarnya justru kita menyuburkan pohon keburukan di masa mendatang.”  Tampaknya itulah akhir yang sulit buat Kuning, sehingga tidak salah bila Merah belakangan memberinya nama Kuning Pucat. Huh, dasar Merah tanpa</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/musakazhim.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/musakazhim.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/musakazhim.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/musakazhim.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/musakazhim.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/musakazhim.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/musakazhim.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/musakazhim.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/musakazhim.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/musakazhim.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/musakazhim.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/musakazhim.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/musakazhim.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/musakazhim.wordpress.com/1153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1153&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musakazhim.wordpress.com/2010/10/23/tentang-maaf-dan-jasa-untuk-soeharto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b23ac6ee0a0a129932b9d2d91b5093ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">musakazhim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obat Mujarab Fiqih Persatuan</title>
		<link>http://musakazhim.wordpress.com/2010/10/11/obat-mujarab-fiqih-persatuan/</link>
		<comments>http://musakazhim.wordpress.com/2010/10/11/obat-mujarab-fiqih-persatuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2010 14:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musakazhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial & Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh & Figur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://musakazhim.wordpress.com/2010/10/11/obat-mujarab-fiqih-persatuan/</guid>
		<description><![CDATA[SAYA PERNAH MENONTON sebuah film dokumenter tentang Sayyid Musa Sadr di jaringan televisi satelit Al-Manar. Dia ulama besar, pioner pasukan perlawanan Hizbullah di Lebanon di era 70an, di tahun-tahun awal invasi Zionist Israel. Tapi bukan itu yang ingin saya bicarakan. Ada sesuatu di film dokumenter itu: sebuah gambar yang melekat di benak hingga kini. Sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1149&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SAYA PERNAH MENONTON sebuah film dokumenter tentang Sayyid Musa Sadr di jaringan televisi satelit Al-Manar. Dia ulama besar, pioner pasukan perlawanan Hizbullah di Lebanon di era 70an, di tahun-tahun awal invasi Zionist Israel. Tapi bukan itu yang ingin saya bicarakan.<span id="more-1149"></span></p>
<p>Ada sesuatu di film dokumenter itu: sebuah gambar yang melekat di benak hingga kini. Sebuah memori sejarah yang bisa jadi oase pelajaran bagi kita yang hidup sekarang. Bahkan di Indonesia.<br />
Di film berdurasi panjang itu, ada foto yang memperlihatkan momen-momen dia tengah berbicara di hadapan jamaah sebuah geraja berarsitektur agung. Dia dengan sorban hitam keulamaanya, dengan wajahnya yang teduh lalu gereja itu, sebuah gereja di Sidon sepertinya, berdiri di sebuah mimbar dengan latar tembok-tembok tinggi dan ornamen kaca gereja yang memukau.</p>
<p>Dua keagungan seperti berkumpul di foto itu. Seperti perasan yang terbaik dari Islam dan Kristen.</p>
<p>Musa Sadr memang menara suar kala itu &#8212; sebelum akhirnya hilang misterius. Dia, hingga kini dianggap pahlawan oleh hampir semua kalangan dan agama di Lebanon, diyakini kemungkinan besar diculik saat berkunjung ke Libya. Nasibnya tak jelas sejak itu. Ada yang bilang dia telah mati, meski tak sedikit yang meyakininya masih hidup dan tertawan.</p>
<p>Tapi sebelum kepergiannya, dia telah mewariskan sesuatu yang berharga: fikih persatuan. Secara singkat, dia memfatwakan bahwa di saat persatuan umat beragama dan bangsa dan negara jadi taruhan, urusan fikih harus dimundurkan.  Sepenting apapun.</p>
<p>Tak pada tempatnya saya berpanjang-panjang soal tersebut. Tapi satu yang jelas, fikih persatuan itu menghasilkan buah yang segar; sesuatu yang mungkin menjelaskan aliansi super-kuat antara kalangan Kristen dengan pasukan perlawanan Hizbullah dalam kancah politik modern Lebanon dan front bersenjata menghadapi agresor Israel hingga detik ini.</p>
<p>Nah, saya cerita semua itu dengan benak yang masih terendam berita-berita mencemaskan dalam dua bulan terakhir. Di berbagai penjuru dunia orang dengan mudah melihat adanya kekuatan yg seperti hendak membenturkan Islam dan Kristen, Islam dan Islam. Kita lihat ada upaya pembakaran Al Qur&#8217;an di Amerika Serikat, ada penghargaan untuk kartunis penghina Nabi di Eropa, dan masih banyak rangkaian peristiwa lain.<br />
Termasuk di Indonesia.</p>
<p>Di Bekasi beberapa waktu yang lalu misalnya, televisi seperti ingin kita percaya kalau telah terjadi perselisihan hebat antara Islam dan Kristen di sana. Antara warga Muslim dan warga Kristen dalam soal pendirian rumah peribadatan. Lalu di Cirebon, Bogor, Jakarta dan Nusa Tenggara kita dengar berita yang kurang lebihnya sama: perselisihan besar antara pengikut Ahmadiyah dan mereka yang menolak keberadaan kelompok itu. Darah telah tumpah. Kecemasan timbul-tenggelam.<br />
Tulisan ini tak bermaksud menyajikan jawaban untuk persoalan pelik itu. Meski jelas, kita semua menanti kehadiran pemimpin agama yang visioner. Kita menanti banyak ulama seperti Musa Sadr yang mengajarkan persatuan jauh lebih penting ketimbang apapun. Kita perlu suara ulama yang bisa mengerem dan menghentikan pucuk-pucuk ekstrim yang kadang menyembul dan menciptakan keriuhan besar  – untuk tidak mengatakan memprovokasi benturan antar penganut agama.<br />
Kita sudah punya banyak persoalan dan ekstrimisme, baik dalam cara pikir maupun pola tindak, adalah hal terakhir yang ingin kita saksikan.</p>
<p>Dan kabar yang terdengar dari Iran dalam sepekan terakhir sepertinya bisa jadi contoh. Ceritanya ini berawal dari sebuah surat Istiftai (permohonan fatwa) dari kalangan ulama Syiah di Arab Saudi ke Ayatullah Sayyed Ali Khameini, wali faqih sekaligus pemimpin Republik Islam Iran. Secara khusus di surat itu, mereka meminta jawaban tegas atas sejumlah hal yang menurut mereka “sangat mencemaskan”, “sumber bagi kekacauan internal” kalangan Muslim.</p>
<p>Telah terdengar oleh mereka bahwa Yasir al-Habib, seorang yang menyebut dirinya ulama dan berdomisili di London, sering melontarkan hujatan dan penghinaan berupa “kalimat-kalimat tak senonoh dan melecehkan terhadap istri Rasul, Ummul Mu’minin Aisyah”.<br />
Langkah itu, kata mereka dalam surat, telah menghadirkan “sensasi negatif berupa ketegangan di tengah masyarakat Islam”. Sebagian orang, karena minimnya pengatahuan dan pandangan, nampaknya membeli ucapan Yasir itu, kata mereka.  Sebagian lagi, meski lebih kecil, mengeksploitasinya “secara sistematis” di sejumlah televisi satelit dan internet demi “mengacaukan dan mengotori dunia Islam dan menyebarkan perpecahan antarmuslimin.”</p>
<p>Dari Tehran, Sayyed Ali Khamenei memberikan yang mereka minta. Sebuah fatwa, putusan yang mengikat dan membawa implikasi hukum. Bunyinya singkat: “Diharamkan melakukan penghinaan terhadap (tokoh-tokoh yang diagungkan) Ahlussunnah wal Jamaah apalagi melontarkan tuduhan terhadap istri Nabi dengan perkataan-perkataan yang menodai kehormatannya, bahkan tindakan demikian haram dilakukan terhadap istri-istri para Nabi terutama penghulu mereka Rasul termulia.”<br />
Fatwa itu merupakan yang mutakhir dan menempati posisi terpenting dalam rangkaian kecaman kalangan ulama Syiah atas Yasir al-Habib dan para provokator sebangsanya.</p>
<p>Fatwa Pemimpin Tertinggi Iran ini jelas berbeda dengan fatwa-fatwa yang biasa keluar dari majlis-majlis ulama di dunia Sunni. Pasalnya, fatwa ini membawa solusi kaki tangan pelaksanaan yang didukung segenap aparatur Republik Islam Iran.</p>
<p>Dari Kairo, Syaikh Al-Azhar segera menyambut fatwa historis Ayatullah Ali Khamenei ini.</p>
<p>***</p>
<p>By Alfian Hamzah &amp; Musa Kazhim</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/musakazhim.wordpress.com/1149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/musakazhim.wordpress.com/1149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/musakazhim.wordpress.com/1149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/musakazhim.wordpress.com/1149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/musakazhim.wordpress.com/1149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/musakazhim.wordpress.com/1149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/musakazhim.wordpress.com/1149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/musakazhim.wordpress.com/1149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/musakazhim.wordpress.com/1149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/musakazhim.wordpress.com/1149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/musakazhim.wordpress.com/1149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/musakazhim.wordpress.com/1149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/musakazhim.wordpress.com/1149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/musakazhim.wordpress.com/1149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1149&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musakazhim.wordpress.com/2010/10/11/obat-mujarab-fiqih-persatuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b23ac6ee0a0a129932b9d2d91b5093ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">musakazhim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Polisi Membiarkan Barang Bukti Terorisme</title>
		<link>http://musakazhim.wordpress.com/2010/08/11/polisi-membiarkan-barang-bukti-terorisme/</link>
		<comments>http://musakazhim.wordpress.com/2010/08/11/polisi-membiarkan-barang-bukti-terorisme/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 14:07:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musakazhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita & Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial & Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Luar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musakazhim.wordpress.com/?p=1146</guid>
		<description><![CDATA[Cara polisi melebih-lebihkan drama penggerebegan dan ancaman terorisme justru memunculkan kecurigaan ketika polisi sendiri nampak tak peduli pada barang bukti yang katanya penting. Pada 7 Agustus lalu, polisi menggerebeg sebuah rumah di Cibiru, Bandung. Di samping menangkap penghuni, Humas Polri Edward Aritonang mengatakan polisi juga menyita sejumlah bahan kimia dan mobil Mitsubishi Galant sebagai barang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1146&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Cara polisi melebih-lebihkan drama penggerebegan dan ancaman terorisme<br />
justru memunculkan kecurigaan ketika polisi sendiri nampak tak peduli pada<br />
barang bukti yang katanya penting.<br />
<span id="more-1146"></span><br />
Pada 7 Agustus lalu, polisi menggerebeg sebuah rumah di Cibiru, Bandung. Di<br />
samping menangkap penghuni, Humas Polri Edward Aritonang mengatakan polisi<br />
juga menyita sejumlah bahan kimia dan mobil Mitsubishi Galant sebagai barang<br />
bukti.</p>
<p>Bahan kimia dengan daya ledak lebih dahsyat dari C4, kata polisi, akan<br />
dipaket dalam mobil sedan itu untuk meledakkan sasaran-sasaran yang<br />
fantastis: iring-iringan rombongan presiden, markas polri, markas Brimob,<br />
kedubes-kedubes asing, hoten-hotel internasional.</p>
<p>Cerita yang hebat dan fantastis. Tapi, bahkan polisi sendiri tak percaya<br />
pada kebenaran ceritanya.</p>
<p>Hari ini (11 Agustus), empat hari setelah kejadian, polisi ternyata belum<br />
menyita mobil yang akan digunakan untuk kejahatan dahsyat tadi.</p>
<p>Jawa Pos hari ini menulis bahwa mobil Mitsubishi Galant Nomor Polisi B 1600<br />
KE yang dimaksud masih ada di depan rumah yang digerebeg. Ada foto sedan itu<br />
dan juga kutipan dari ketua RT setempat yang tak tahu kapan sedan akan<br />
diambil polisi.</p>
<p>Jika seperti klaim Aritonang, mobil itu benar merupakan bukti kejahatan yang<br />
demikian dahsyat dan luas, kenapa penyidikannya demikian ceroboh? Barang<br />
bukti yang demikian penting belum diambil sampai hari keempat?</p>
<p>Atau polisi sendiri sebenarnya memang tak percaya pada cerita-cerita yang<br />
kedengaran &#8220;too good to be true&#8221; tentang terorisme?</p>
<p>Atau mereka terlalu sibuk membuat cerita-cerita baru, tentang Abu Bakar<br />
Baasyir dan terorisme Aceh misalnya, yang membuat mereka lupa pada detil<br />
yang membuat cerita mereka janggal.</p>
<p>Mereka takkan risau dituduh melakukan kebohongan, karena jarang sekali<br />
wartawan/media mempertanyakan kejanggalan itu.</h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/musakazhim.wordpress.com/1146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/musakazhim.wordpress.com/1146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/musakazhim.wordpress.com/1146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/musakazhim.wordpress.com/1146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/musakazhim.wordpress.com/1146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/musakazhim.wordpress.com/1146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/musakazhim.wordpress.com/1146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/musakazhim.wordpress.com/1146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/musakazhim.wordpress.com/1146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/musakazhim.wordpress.com/1146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/musakazhim.wordpress.com/1146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/musakazhim.wordpress.com/1146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/musakazhim.wordpress.com/1146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/musakazhim.wordpress.com/1146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1146&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musakazhim.wordpress.com/2010/08/11/polisi-membiarkan-barang-bukti-terorisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b23ac6ee0a0a129932b9d2d91b5093ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">musakazhim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syiah dan Ilmu Hadis</title>
		<link>http://musakazhim.wordpress.com/2010/06/04/syiah-dan-ilmu-hadis/</link>
		<comments>http://musakazhim.wordpress.com/2010/06/04/syiah-dan-ilmu-hadis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 04:23:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musakazhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat & Teologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musakazhim.wordpress.com/?p=1143</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya saya agak malas dan sedih saat diminta oleh Bang Haidar Bagir untuk menanggapi perbincangan soal Sunnah-Syiah di sebuah milis Islam ketika dunia masih fokus mengecam agresi Israel atas misi kemanusiaan ke Gaza. Tapi, apa boleh buat, saya juga cemas melihat kesempitan pandangan dan kemiskinan data sebagian saudara Muslim saya terhadap isu-isu seperti ini. Jadi, saya berusaha menanggapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1143&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Sebenarnya saya agak malas dan sedih saat diminta oleh Bang Haidar Bagir untuk menanggapi perbincangan soal Sunnah-Syiah di sebuah milis Islam ketika dunia masih fokus mengecam agresi Israel atas misi kemanusiaan ke Gaza. Tapi, apa boleh buat, saya juga cemas melihat kesempitan pandangan dan kemiskinan data sebagian saudara Muslim saya terhadap isu-isu seperti ini. Jadi, saya berusaha menanggapi diskusi ini dengan perasaan nano-nano, campur baur tak karuan. Saya mohon maaf bila tulisan saya akhirnya juga terasa aneh: campuran dari beragam rasa yang tak jelas.</h3>
<p><span id="more-1143"></span></p>
<h3>Sebelum terlalu jauh, mari kita ingat beberapa fakta ini:</h3>
<h3>1. Syiah adalah mazhab Islam terbesar kedua setelah Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah.</h3>
<h3>2. Syiah adalah mazhab yang dianut oleh jumlah sangat signifikan penduduk negara-negara Timur Tengah (untuk tidak mengatakan mayoritas penduduk Teluk), tempat asal Islam.</h3>
<h3>3. Syiah adalah mazhab yang dianut oleh mayoritas dua bangsa pemilik tradisi keilmuan paling kuat dan paling kaya di dunia Islam: Iran (90%) dan Irak (68%).</h3>
<h3>Kedua bangsa yang kemudian menjadi Muslim Syiah ini bisa dibilang adalah pemilik dua khazanah kultural pra Islam (Persia dan Akkadia, Asyuria &amp; Babilonia di wilayah Mesopotamia) yang berkontribusi paling besar terhadap kemajuan umat manusia. Intinya, Persia + Babilonia memiliki &#8220;tradisi ilmiah&#8221; di atas kebanyakan penduduk Muslim lain&#8211;tanpa mengurangi rasa hormat kepada bangsa lain, karena saya sendiri bukan tergolong dari kedua bangsa tersebut.</h3>
<h3>Ada baiknya kita bertanya: Mungkinkah kedua bangsa pemilik tradisi ilmiah hebat dan kaya itu telah sampai pada tafsir agama yang lebih baik dari kita?</h3>
<h3>4. Mari kita lihat kembali data populasi Syiah berikut ini: Iran (90%), Iraq (65%&#8211;menurut sensus rezim Saddam yang berat sebelah dan tak menunjukkan fakta sebenarnya), Azerbaijan (85%), Lebanon (35-40%), Kuwait (35%&#8211;menurut sensus rezim Wahabi yang menyesatkan Syiah), Turkey (25%), Saudi Arabia (10-15%&#8211;menurut sensus rezim Wahabi yang mengkafirkan Syiah), Yaman (40%), Uni Emirat Arab (15-20 % &#8211;menurut sensus rezim tribal Al-Nahiyan yang anti Iran) dan Bahrain (80%&#8211;menurut sensus rezim Wahabi yang menyesatkan Syiah).</h3>
<h3>Nah, setelah melihat beberapa fakta di atas, marilah kita kembali ke topik hadis Syiah. Berikut saya berikan beberapa tanggapan umum—tanpa merujuk pada poin-poin yang ditulis sebelumnya karena saya takkan terlibat perdebatan:</h3>
<h3></h3>
<h3>1. Apa yang disebut Sunnah atau Hadis oleh Syiah bukan hanya berupa ucapan, perilaku, sikap, kebiasaan Nabi, tapi juga seluruh ma&#8217;shum yang berjumlah 14. Dengan demikian, era wurud Sunnah tidak berhenti dengan wafatnya Nabi Besar Muhammad&#8211;seperti kepercayaan Ahlus Sunnah&#8211;melainkan berlanjut terus hingga masa kegaiban besar Imam Muhammad bin Hasan Al-Askari pada 941 M atau 329 H. Karena faktor itulah kita-kitab hadis Syiah ditulis dan dikodifikasikan dalam beberapa periode yang berbeda. Tapi itu tidak berarti bahwa kitab hadis Syiah baru ada di abad ke7 seperti diklaim sebagian orang. Jumlah hadis Syiah juga lebih banyak daripada hadis Sunni. Saya tak pernah hitung berapa persis jumlah surplusnya, tapi yg jelas ada defisit  hadis dalam mazhab Sunni <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </h3>
<h3>Dilema justru muncul di kalangan mazhab Ahlus Sunnah yang mengakhiri periode Sunnah pada masa Nabi Muhammad tapi penulisannya terjadi jauh setelah beliau wafat. Ada periode kevakuman yang panjang. Banyak peneliti yg mencurigai bahwa dalam periode ini telah terjadi produksi hadis palsu besar-besaran. Kecurigaan ini didukung berbagai fakta. Tapi saya lagi2 tak tertarik untuk lari2an ke topik lain.</h3>
<h3>Kekayaan Sunnah dalam mazhab Syiah ini beberapa ratus tahun lalu memunculkan dampak negatif berupa fenomena pola pikir Akhbari. Kaum Akhbari percaya bahwa sunnah 14 Ma’shum sudah mencakupi semua sisi kehidupan manusia, sehingga tak perlu ada ijtihad dan sebagainya. Tapi itu juga isu lain lagi.</h3>
<h3>2.  Setiap mujtahid dalam Syiah tidak menyandarkan keabsahan hadis pada si pengumpul hadis, namun mereka harus melakukan verifikasi, investigasi dan riset hadis sendiri untuk menilai kredibilitas perawi dan kebasahan matan hadis yang diriwayatkannya. Untuk itulah, mujtahid dalam mazhab Syiah harus menguasai metode verifikasi hadis dengan handal. Bahkan, banyak di antara mujtahid yang juga sekaligus adalah muhaddits. Misalnya, Ayatullah Khoei yang beberapa saat sebelum meninggal dunia sempat mengarang buku rijal sebanyak 24 jilid besar. Kalo ada yang mau lihat buku itu, bisa download di sini: <a href="http://www.shiatc.com/Lib_List/t5.xml"><span style="color:#000000;">http://www.shiatc.com/Lib_List/t5.xml</span></a></h3>
<h3>3. Karena poin 2 di atas, kalangan Syiah tak mengenal adanya kitab shahih. Pengumpul hadis tak pernah mengklaim hadisnya shahih. Dia hanya mengumpulkan dan menyerahkan penilaian pada masing-masing pakar, terutama yang ingin berijtihad. Allamah Majlisi sampai berhasil menuliskan hadis Syiah dalam 120 jilid.</h3>
<h3>Di bawah, saya copas satu bab penuh dari karya Allamah Hasan Shadr berkenaan dengan kepeloporan Syiah dalam bidang Hadis.</h3>
<h3></h3>
<h3>Bab Kedua</h3>
<p><strong> </strong></p>
<h3>Kepeloporan Syi’ah</h3>
<h3>dalam Ilmu-ilmu Hadis</h3>
<h3></h3>
<h3></h3>
<h3></h3>
<h3>Sebelum memasuki serangkaian pasal dari bab ini, kami akan mengajak pembaca untuk mengenal alasan kepeloporan kaum Syi’ah dalam ilmu-ilmu hadis. Di sini, saya hendak menyatakan bahwa di antara para sahabat dan para tabi’in terdapat perselisihan besar tentang penulisan ilmu. Banyak dari mereka enggan melakukan penulisan dan penyusunan ilmu, meski ada sebagian dari mereka yang melakukannya, di antaranya ialah Ali ibn Abi Thalib a.s. dan putra beliau yang pertama; Hasan Al-Mujtaba a.s .</h3>
<h3>Sebagaimana yang dikatakan oleh As-Suyuthi di dalam Tadribur Rawi, bahwa Nabi saw. telah mendiktekan kepada Ali bin Abi Thalib seluruh yang terkumpul di dalam sebuah kitab besar, dan Al-Hakam ibn ‘Uyainah telah melihat kitab tersebut berada di tangan Imam Muhammad Al-Baqir, yaitu ketika di antara mereka berdua terjadi perselisihan pen-dapat tentang suatu masalah, lalu Imam Al-Baqir a.s. mengeluarkan kitab itu dan menjelaskannya lalu menga-takan kepada Al-Hakam: “Ini adalah tulisan tangan Ali ibn Abi Thalib yang didiktekan oleh Rasulullah, dan inilah kitab pertama yang menghimpun ilmu-ilmu pada masa hidup Rasulullah saw.” Maka, kaum Syi’ah mengetahui bagai-mana penyusunan ilmu itu sebegitu rapihnya. Lalu, mereka segera menapaki langkah imam pertama mereka.</h3>
<h3>Sementara itu, terdapat sekelompok dari selain Syi’ah yang justru melarang penyusunan ilmu ke dalam sebuah kitab, sehingga mereka tertinggal. Al-Jahidz As-Suyuthi di dalam Tadribur Rawi mengatakan: “Karya-karya yang mun-cul pada jaman sahabat dan kaum tabi’in belum tersusun secara rapih, mengingat hafalan mereka yang kuat, selain juga sebelum itu mereka melarang upaya penulisan ilmu-ilmu, sebagaimana yang disinyalir di dalam Shahih Muslim, lantaran kekuatiran mereka terhadap pencampuradukan hadis dengan ayat-ayat Al-Quran. Di samping itu juga karena sebagian besar dari mereka tidak mampu menulis.”</h3>
<h3>Saya katakan bahwa hal ini terjadi pada selain sahabat dan tabi’in besar Syi’ah. Adapun sahabat dan tabi’in dari Syi’ah, mereka sudah merumuskan ilmu dan menyusunnya, sebagaimana usaha ini telah dimulai oleh Amiril Mukminin Ali ibn Abi Thalib a.s.</h3>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Pasal Pertama</strong></h3>
<h3>Tentang Orang Pertama yang Mengumpulkan Hadis</h3>
<h3>dan Menyusunnya ke dalam Bab-bab</h3>
<h3>Di antara orang Syi’ah yang pertama kali melakukan proses pengumpulan dan penyusunan itu ialah Abu Rafi’e; budak Rasulullah saw. An-Najasyi di dalam Asma’ Mushannifisy Syi’ah, mengatakan: “Dan Abu Rafi’e budak Rasulullah saw. mempunyai kitab As-Sunan wal Ahkam wal-Qodhoya”. Lalu ia  menyebutkan sanad-sanadnya sampai periwayatan kitab secara bab per bab;  mulai dari bab shalat, puasa, haji, zakat dan tema-tema muamalah. Kemudian dia menyatakan bahwa Abu Rafi’e telah menjadi Muslim secara lebih dahulu di Mekkah lalu hijrah ke Madinah dan ikut serta bersama Nabi saw. dalam banyak peperangan, dan setelah wafat beliau, ia menjadi pengikut setia Amiril Mukminin Ali ibn Abi Thalib a.s.</h3>
<h3>Abu Rafi’e tergolong sebagai orang Syi’ah yang saleh, dan turut terjun di dalam peperangan bersama Ali ibn Abi Thalib a.s. Ia juga dipercayai sebagai pemegang kunci Baitul Mal di masa kekhalifahan Ali ibn Abi Thalib di Kufah.</h3>
<h3>Abu Rafi’e meninggal pada tahun 35 H., sesuai dengan kesaksian Ibnu Hajar di dalam At-Taqrib, di mana ia telah membenarkan tahun wafatnya di awal kekhalifahan Ali ibn Abi Thalib a.s. Atas dasar ini, menurut ijma’ para ulama, tidak ada orang yang lebih dahulu dari Abu Rafi’e dalam upaya mengumpulkan hadis dan menyusunnya secara bab perbab. Karena, nama-nama yang disebutkan mengenai penghimpun hadis, semuanya muncul di pertengahan abad kedua.</h3>
<h3>Sebagaimana yang dicatat di dalam At-Tadrib oleh As-Suyuthi dan dinukil oleh Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari, bahwa orang pertama yang mengumpulkan dan menyusun hadis-hadis berdasarkan perintah Umar ibn Abdul Aziz adalah Ibnu Syahab Az-Zuhri. Segera Ibnu Syahab memulai tugasnya di awal abad kedua Hijriyah, lantaran Umar ibn Abdul Aziz menjadi khalifah pada tahun 98 H. atau 99 H., dan meninggal pada tahun 101 H. Di dalam kitab Ta’sisusy Syi’ah li Fununil Islam, kami secara khusus memberikan catatan-catatan kritis terhadap apa yang diterangkan oleh Ibnu Hajar Asqolani.</h3>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Pasal Kedua</strong></h3>
<h3>Tentang Orang Pertama dari Kaum Sahabat yang</h3>
<h3>Syi’ah yang Mengumpulkan Hadis dalam</h3>
<h3>Satu Bab dan Satu Judul</h3>
<h3>Mereka adalah Abu Abdillah Salman Al-Farisi dan Abu Dzar Al-Ghifari. Rasyiduddin ibn Syarhasub di dalam kitab Ma’alim Ulamau Syi’ah, telah memberikan kesaksiannya atas hal ini. Begitu pula Syeikh Abu Ja’far Ath-Thusi, guru besar Syi’ah, dan Syeikh Abu Abbas An-Najasyi di dalam kitab-kitab mereka, yaitu Asma Mushannifis Syi’ah, ketika mengulas ihwal Abu Abdillah Salman Al-Farisi dan Abu Dzar Al-Gifari. Mereka melacak dan mampu menemukan sanad-sanadnya sampai periwayatan kitab Salman dan kitab Abu Dzar. Kitab Salman adalah kitab hadis Al-Jatsliq dan kitab Abu Dzar adalah sebuah surat khotbah yang di dalamnya menjelaskan pelbagai perkara dan peristiwa yang terjadi setelah wafat Rasulullah saw.</h3>
<h3>Sayyid Al-Khunsari di dalam kitab Ar-Raudhah fi Ahwalil ‘Ulama’ wa As-Sadat, menerangkan sebuah kitab yang dinukil dari kitab Az-Zinah karya Abu Hatim di juz ketiga; bahwa kata ‘syi’ah’ pada masa Rasulullah saw. adalah nama untuk empat sahabat, yaitu Salman Al-Farisi, Abu Dzar Al-Ghifari, Miqdad Ibnul Aswad Al-Kindi dan Ammar ibn Yasir. Demikian ini telah disebutkan juga di dalam kitab Kasyful Dzunun dan kitab Az-Zinah karya Abu Hatim Sahal ibn Muhammad As-Sajastani yang wafat pada tahun 205 H.</h3>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Pasal Ketiga</strong></h3>
<h3>Tentang Orang Pertama yang Menyusun Kata-kata</h3>
<h3>Hikmah dari Para Tokoh Tabi’in Syi’ah</h3>
<h3>Para tokoh tabi’in Syi’ah itu melakukan penyusunan di satu masa, hanya saja saya tidak tahu mana di antara mereka yang melakukan hal ini lebih dahulu. Di antara mereka ialah Ali ibn Abi Rafi’e; sahabat Ali ibn Abi Thalib a.s sekaligus sebagai sekretaris dan pemegang kunci Baitul Mal.</h3>
<h3>An-Najasyi di dalam Asma Mushannifisy Syi’ah, pada bab nama-nama generasi pertama Syi’ah yang mengarang  kitab, mengatakan: “Ali ibn Abu Rafi’e adalah seorang tabi’in dari Syi’ah yang soleh yang bersahabat dekat dengan Amiril Mukminin  Ali ibn Abi Thalib a.s. Ia juga sekretaris beliau dan menghafal banyak hal dan menyusun sebuah kitab yang menghimpun pelbagai bab Fiqih, seperti Wudhu, Shalat, dan bab-bab hukum lainnya. Lalu ia menyambungkan sanadnya sampai ke Ali ibn Abi Thalib a.s.</h3>
<h3>Dan saudara Ali ibn Abu Rafi’e bernama Ubaidillah ibn Abu Radfi’e adalah sekretaris Ali ibn Abi Thalib a.s. Ia mengarang kitab Kitabul Qodho Amiril Mu’minin dan kitab Tasmiyatu Man Syahida ma’a Amiril Mu’minin Al-Jamala wash Shiffin wan Nahrawan minal Shohabah (kitab yang mencatat nama-nama para sahabat yang ikut bertempur bersama Imam Ali a.s. di perang Jamal, Shiffin dan Nahrawan, pent.). Sebagaimana disebutkan di dalam kitab Al-Fehrest Syeikh Abu Ja’far Ath-Thusi dan di At-Taqrib karya Ibnu Hajar, bahwa Ubaidillah adalah sekretaris Ali ibn Abi Thalib dan perawi yang terpercaya.</h3>
<h3>Selain dua bersaudara di atas, adalah Ashbagh ibn Nubatah Al-Majasyi’ie. Ia sahabat khusus Amiril Mukminin Ali ibn Abi Thalib a.s. dan berumur panjang hingga masih hidup setelah wafatnya Ali ibn Abi Thalib. Ashbagh telah meriwayatkan surat Ali ibn Abi Thalib tentang pelantikan Malik Al-Asytar sebagai gubernur Mesir. An-Najasyi berkata: “Surat itu adalah surat yang amat masyhur, juga sebagai wasiat Imam Ali ibn Abi Thalib kepada putranya yang bernama Muhammad ibn Hanafiyah.” Syeikh Abu Ja’far Ath-Thusi menambahkan dalam Al-Fehrest, bahwa Ashbagh ibn Nubatah juga mempunyai kitab Maqtalul Husein ibn Ali, yang darinya Ad-Dauri telah meriwayatkan.</h3>
<h3>Lalu di antara mereka ialah Sulaim ibn Qois Al-Hilali Abu Shadiq, sahabat dekat Ali ibn Abi Thalib. Ia menulis kitab yang sangat bagus. Di dalamnya ia meriwayatkan hadis-hadis dari Imam Ali ibn Abi Thalib, Salman Al-Farisi, Abu Dzar Al-Ghifari, Miqdad, Ammar ibn Yasir, dan sekelompok dari sahabat besar Nabi saw.</h3>
<h3>Syeikh Imam Abu Abdillah An-Nu’mani, yang perihal dirinya telah diulas pada pasal tokoh-tokoh tafsir terdahulu, di dalam kitab Al-Ghaibah, tepatnya setelah menukil sebuah hadis dari kitab Sulaim ibn Qois, mengatakan: “Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama dan perawi kaum Syi’ah tentang bahwa kitab Sulaim ibn Qois adalah salah satu kitab induk yang banyak dinukil hadis dan riwayatnya oleh para ulama dan perawi hadis Ahlul Bait. Dan kitab itu merupakan kitab rujukan kaum Syi’ah.” Sulaim ibn Qois wafat di awal pemerintahan Hajjaj ibn Yusuf di kota Kufah.</h3>
<h3>Lalu di antara mereka ialah Maitsam ibn Yahya Abu Soleh At-Tammar. Ia adalah salah satu sahabat dekat Amiril Mukminin Ali ibn Abi Thalib a.s. dan pemegang rahasia-rahasia beliau. Maitsam menulis kitab yang bagus mengenai hadis. Syeikh Abu Ja’far Ath-Thusi, Syeikh Abu Amr Al-Kisyi dan Ath-Thabari di dalam Bisyarotul Musthafa, banyak menukil hadis dari kitab Maitsam ini. Maitsam wafat di Kufah karena dibunuh oleh Ubaidillah ibn Ziyad lantaran kesyi’ahannya.</h3>
<h3>Lalu di antara mereka ialah Muhammad ibn Qois Al-Bajali. Ia mengarang sebuah kitab yang diriwayatkan dari Amiril Mukminin Ali ibn Abi Thalib a.s. Para tokoh tabi’in Syi’ah telah menyebutkan kitab tersebut. Mereka juga banyak meriwayatkan hadis-hadis darinya. Adapun Syeikh Abu Ja’far Ath-Thusi di dalam Al-Fehrest dari Ubaid ibn Muhammad ibn Qois mengatakan: “Saya mengajukan kitab ini kepada Abu Ja’far Imam Muhammad Al-Baqir a.s., lalu beliau berkata: ‘Kitab ini adalah perkataan Ali ibn Abi Thalib a.s.’. Dan di awal-awal kitab itu, diriwayatkan bahwa jika seseorang hendak melakukan shalat, katakanlah di awal shalatnya&#8230; Begitu selanjutnya hingga akhir kitab.”</h3>
<h3>Ya’la ibn Murroh mempunyai satu naskah kitab itu yang diriwayat-kannya dari Ali ibn Abi Thalib a.s. An-Najasyi di dalam Al-Fehrest telah membawakan sanad kesaksian atas keberadaan naskah tersebut dari Ya’la.</h3>
<h3>Lalu di antara mereka ialah Ibnul Hurr Al-Ja’fi. Ia seorang tabi’in Kufah dan penyair Persia. Ia memiliki sebuah naskah hadis yang diriwayatkan dari Amiril Mukminin Ali ibn Abi Thalib a.s. Al-Ja’fi wafat di masa kekuasaan Al-Mukhtar. An-Najasyi telah menempatkannya dalam jajaran  pertama dari tokoh-tokoh pengarang Syi’ah.</h3>
<h3>Lalu di antara mereka ialah Tabi’ah ibn Sami’ie. Ia menulis sebuah kitab tentang bab zakat. An-Najasyi menyebutkan nama ini di generasi pertama dari tokoh-tokoh pengarang Syi’ah. Ia termasuk dari kaum tabi’in.</h3>
<h3>Lalu Harts ibn Abdillah Al-A’war, dari kota Hamadan. Ia termasuk sahabat Ali ibn Abi Thalib a.s. Harts meri-wayatkan pelbagai permasalahan yang disampaikan oleh Imam Ali a.s. kepada seorang Yahudi, kemudian Ammar ibn Abil Miqdad meriwayatkannya dari Abi Ishaq As-Sami’ie yang ia sendiri meriwayatkannya dari Harts Al-A’war, dan yang terakhir ini meriwayatkan dari Ali ibn Abi Thalib a.s., sebagaimana yang termaktub di dalam Al-Fehrest karya Syeikh Abu Ja’far Ath-Thusi. Harts wafat pada masa kekuasaan Ibnu Zubeir.</h3>
<h3>Namun, Syeikh Rasyiduddin Ibn Syahrasyub di awal kitabnya, Ma’alimul ‘Ulama’, membawakan sebuah daftar kitab mengenai jawaban yang disampaikan oleh Al-Ghazzali, bahwa kitab pertama yang dikarang di dalam Islam ialah kitab Ibnu Juraij tentang hadis dan tafsir huruf-huruf dari Mujahid dan ‘Atha’ di Mekkah, lalu kitab Mu’ammar ibn Rafi’e Ash-Shan’ani di Yaman, lalu kitab Al-Muwaththa’ karya Malik ibn Anas, lalu kitab Al-Jami’e karya Sufyan Ats-Tsauri.</h3>
<h3>Kemudian Ibnu Syahrasyub mengatakan: “Namun yang benar ialah bahwa orang pertama yang mengarang kitab di bidang ini dalam Islam ialah Amiril Mukiminin Ali ibn Abi Thalib lalu Salman Al-Farisi, lalu Abu Dzar Al-Ghifari, lalu Ashbagh ibn Nubatah, lalu Ubaidillah ibn Abu Ra’fi’e, lalu Shohifah Kamilah Sajjadiyyah dari Imam Ali Zainal Abidin a.s.”</h3>
<h3>Syeikh An-Najasyi menyatakan bahwa generasi pertama adalah para pengarang, sebagaimana telah disebutkan, tanpa menerangkan siapa yang lebih dahulu, juga tidak menjelaskan urutan-urutan mereka. Begitu pula Syeikh Abu Ja’far Ath-Thusi menyebutkan nama-nama mereka tanpa menerangkan urutan yang tegas. Mungkin Ibnu Syahrasyub telah menemukan sesuatu yang tidak mereka temukan.</h3>
<h3>Sebuah catatan di akhir pasal ini ialah bahwa Al-Jahidz Adz-Dzahabi tatkala menyinggung riwayat hidup Aban ibn Taghlab, memberikan kesaksian bahwa mazhab Syi’ah di kalangan tabi’in dan generasi setelah tabi’in amat berkembang dan dikenal dengan ketaatan, warak dan kejujuran. Lalu mengatakan: “Jika ucapan-ucapan mereka itu ditolak, maka akan banyak hadis-hadis Nabi saw. yang tercampakkan. Ini sebuah konsekuensi yang jelas keliru dan merugikan.”</h3>
<h3>Saya katakan, renungkanlah kesaksian Al-Jahidz ini, dan ketahuilah kemuliaan pada kepeloporan nama-nama mereka yang telah kami bawakan di sini dan nama-nama yang akan kami sebutkan setelah ini, yaitu dari kaum tabi’in Syi’ah dan generasi Syi’ah setelah mereka.</h3>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Pasal Keempat</strong></h3>
<h3>Tentang Orang Pertama Penghimpun Hadis</h3>
<h3>di Pertengahan Abad Kedua</h3>
<h3>Dari kaum Syi’ah yang menyusun kitab-kitab, pokok-pokok akidah dan perincian hukum-hukum yang diriwayatkan dari jalur Ahlul Bait adalah mereka yang hidup di masa-masa orang yang disebutkan berkenaan dengan orang pertama yang mengumpulkan riwayat dari kalangan Ahli Sunnah. Mereka meriwayatkan hadis-hadis dari Imam Ali Zainal Abidin a.s. dan dari putranya; Imam Muhammad Al-Baqir a.s. Di antara mereka adalah Aban bin Taghlab. Ia telah meriwayatkan tiga puluh ribu hadis dari Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s.</h3>
<h3>Ada pula Jabir ibn Yazid Al-Ja’fi yang meriwayatkan tujuh puluh ribu hadis dari Imam Muhammad Al-Baqir a.s., dari ayah-ayah beliau hingga Nabi saw. Jabir mengatakan: “Aku memiliki lima puluh ribu hadis yang belum aku sampaikan. Semuanya dari Nabi saw. dari jalur Ahlul Bait a.s.”</h3>
<h3>Terdapat nama-mana lain yang melakukan penghimpunan dan periwayatan hadis sebanyak di atas tadi, seperti Abu Hamzah, Zurarah ibn A’yan, Muhammad ibn Muslim Ath-Thaifi, Abu Bashir Yahya ibn Al-Qosim Al-Asadi, Abdul Mu’min ibn Al-Qosim ibn Qois ibn Muhammad Al-Anshari, Bassam ibn Abdullah Ash-Shairafi, Abu Ubaidah Al-Hidzaie Ziyad ibn Isa Abu Raja’ Al-Kufi, Zakaria ibn Abdullah Al-Fayyad Abu Yahya, Jahdar ibn Al-Mughirah Ath-Thaie, Hajar ibn Zaidah Al-Hadhrami Abu Abdillah, Muawiyah ibn Ammar ibn Abi Muawiyah, Khabbab ibn Abdillah, Al-Mutthalib Az-Zuhri Al-Qurasyi Al-Madani, dan Ab-dullah ibn Maimun ibn Al-Aswad Al-Qoddah. Saya telah singgung kitab dan riwayat hidup mereka masing-masing di dalam Ta’sisusy Sy’ah li Fununil Islam.</h3>
<h3>Sementara itu, Tsaur ibn Abu Fakhitah Abu Jaham telah meriwayatkan hadis-hadis dari sekelompok sahabat Nabi saw. Dan ia memiliki sebuah kitab yang masih utuh dari Imam Muhammad Al-Baqir a.s.</h3>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Pasal Kelima</strong></h3>
<h3>Tentang Orang Pertama dari Kaum</h3>
<h3>Syi’ah yang Menyusun Kitab Hadis Setelah</h3>
<h3>Pertengahan Abad Kedua</h3>
<h3>Terdapat sekelompok sahabat Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s. yang meriwayatkan hadis dari beliau dan menghimpunnya ke dalam empat ratus kitab dengan judul Al-Ushul. Syeikh Imam Abu Ali Al-Fadhl ibn Al-Hasan Ath-Thabarsi dalam kitabnya, A’lamul Wara’, mengatakan: “Dinukil secara hampir mutawatir oleh banyak kalangan, bahwa orang-orang yang meriwayatkan hadis dari Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s. adalah mereka yang tergolong dari tokoh-tokoh besar yang jumlah mereka mencapai empat ribu. Lalu, mereka menyusun hadis-hadis tersebut ke dalam empat ratus kitab yang dikenal di tengah kaum Syi’ah dengan nama Al-Ushul. Kemudian, kitab ini diriwayatkan oleh sabahat-sahabat Imam Ash-Shadiq a.s. dan oleh para sahabat putra beliau; Imam Al-Kadzim a.s.”</h3>
<h3>Abul Abbas Ahmad ibn ‘Uqdah telah menulis sebuah buku terpisah dengan judul Kitabu Rijali Man Rowa ‘an Abi Abdillah Ash-Shadiq. Kitab ini secara khusus menghimpun nama-nama mereka yang meriwayatkan hadis dari Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s. Bahkan, Syeikh Abu Ja’far Ath-Thusi menyebutkan dan menghitung karangan-karangan mereka masing-masing dalam bab ‘Ashabu Abi Abdillah Ash-Shadiq’ dari kitabnya;  Ar-Rijal, yaitu kitab yang disusun menurut nama-nama sahabat setiap dua belas imam a.s.</h3>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Pasal Keenam</strong></h3>
<h3>Tentang Jumlah Kitab yang Dikarang oleh</h3>
<h3>Orang Syi’ah tentang Hadis dari Jalur  Ahlul Bait,</h3>
<h3>Sejak Masa Imam Ali bin Abi Thalib Sampai Masa</h3>
<h3>Imam Hasan Al-Askari a.s.</h3>
<h3>Ketahuilah bahwa jumlah kitab-kitab itu melampaui angka 6600, sebagaimana yang dicatat oleh Syeikh Al-Jahidz Muhammad ibn Al-Hasan Al-Hurr, penulis Al-Wasail, dan ia menyatakan jumlah tersebut secara tegas pada bab keempat dari kitabnya yang besar tentang hadis, yaitu Wasailusy Syi’ah ila Ahkamisy Syari’ah. Tentang semua ini, saya juga telah membawakan data-data yang menguatkan jumlah di atas tadi dalam kitab saya yang berjudul Nihayatud Dirayah fi Ushuli Ilmil Hadis.</h3>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Pasal Ketujuh</strong></h3>
<h3>Tentang Generasi Berikut yang Menjadi Tokoh Ilmu Hadis dan Penyusun Kitab-kitab Induk yang Hingga Kini Merupakan Rujukan Hukum-hukum Syar’ie Kaum Syi’ah</h3>
<h3>Ketahuilah bahwa tiga Muhammad pertama adalah tokoh terdepan dalam penyusunan empat kitab induk hadis. Yang   pertama ialah Muhammad ibn Ya’qub Al-Kulaini, penyusun kitab Al-Kafi. Ia wafat pada 328 H. Di dalam kitab tersebut, Al-Kulaini telah mencatat sebanyak 16099 hadis beserta sanad-sanadnya.</h3>
<h3>Kedua ialah Muhammad ibn Ali ibn Al-Husein ibn Musa ibn Babaweih Al-Qummi yang wafat pada tahun 381 H. Ia dikenal juga dengan panggilan nasab Abu Ja’far Ash-Shaduq. Ia telah menyusun 1400 kitab tentang ilmu hadis. Yang terbesar di antara kitab-kitab Ash-Shaduq adalah kitab  Man La Yahdhuruhul Faqih yang memuat 9044 hadis menge-nai hukum-hukum syariat dan sunah-sunah.</h3>
<h3>Ketiga adalah Muhammad ibn Al-Hasan Ath-Thusi yang terkenal dengan gelar Syeikh Ath-Thoifah. Ia telah menulis kitab Tahdzibul Ahkam, dan menyusunnya ke dalam 393 bab, dan mencatat hadis sebanyak 13590. Kitab Ath-Thusi lainnya adalah Al-Istibshor yang memuat 920 bab sehingga mencakup 5511 hadis. Inilah empat kitab induk yang menjadi rujukan utama kaum Syi’ah.</h3>
<h3>Kemudian tibalah peran tiga Muhammad terakhir yang juga tergolong sebagai tokoh kitab induk hadis. Pertama ialah Imam Muhammad Al-Baqir ibn Muhammad At-Taqie. Ia terkenal dengan nama Al-Majlisi. Kitab besar yang ditulis Al-Majlisi adalah kitab Biharul Anwar; fil Ahaditsil Marwiyyah ‘anin Nabi wal Aimmah min Alihil Ath-har. Kitab ini disusun sebanyak 26 jilid tebal. Dapat dikatakan bahwa kitab ini telah menjadi pegangan kaum Syi’ah. Sebab, tidak ada kitab induk hadis yang paling lengkap selain kitab Biharul Anwar. Sehingga Tsiqotul Islam Allamah An-Nurie menulis sebuah kitab yang berjudul Al-Faidhul Qudsi fi Ahwalil Al-Majelisi dan dicetak di Iran, yakni sebuah kitab yang secara khusus mengulas ihwal kehidupan Al-Majlisi.</h3>
<h3>Kedua ialah Muhammad ibn Murtadha ibn Mahmud, seorang tokoh besar ilmu hadis dan guru utama di dua bidang ilmu aqli dan naqli. Ia lebih dikenal dengan nama Muhsin Al-Kasyani dan julukan ‘Al-Faydh’. Kitab hadis yang ditulis olehnya berjudul Al-Wafi fi Ilmil Hadis, yang ketebalannya mencapai 14 jilid, dan setiap jilidnya merupa-kan kitab tersendiri. Kitab Al-Wafi menghimpun hadis-hadis yang tercatat di dalam empat kitab induk terdahulu berke-naan dengan akidah, hukum syariat, akhlak dan sunah-sunah. Usia Muhsin Al-Kasyani mencapai 84 tahun dan wafat pada tahun 1091 H. Dalam usainya yang panjang itu, ia telah mengarang kurang lebih dua ratus kitab dari pelbagai bidang ilmu.</h3>
<h3>Ketiga ialah Muhammad ibn Al-Hasan Al-Hurr Asy-Syami Al-‘Amili Al-Masyghari, seorang ulama hadis yang mayshur di kalangan ahli hadis dengan gelar Syeikhusy Syuyukh (guru para guru). Ia menulis kitab Tafshil Wasailsy Syi’ah ila Tahshil Ahadits Asy-Syari’ah, dan penyusunannya mengacu pada kitab-kitab Fiqih.</h3>
<h3>Di antara kitab-kitab induk hadis, kitab hadis Al-‘Amili ini tergolong sebagai kitab yang paling  banyak diakses oleh ulama. Di dalamnya telah tercatat hadis-hadis yang dinukil dari 80 kitab induk hadis, 70 dari jumlah itu dinukil dengan perantara, dan dicetak berkali-kali di Iran. Bisa dikatakan bahwa kaum Syi’ah sekarang lebih berkutat pada kitab ini. Muhammad Al-‘Amili dilahirkan pada bulan Rajab 1033 dan wafat pada tahun 1204 H. di Thus-Khurasan (sebuah propinsi di bagian barat Iran)</h3>
<h3>Dan Syeikh Allamah Tsiqotul Islam Al-Husein ibn Allamah An-Nurie telah menghimpun hadis-hadis yang tidak dicatat oleh penulis Wasailusy Syi’ah, dan menyu-sunnya di dalam sebuah kitab berjilid berdasarkan susunan bab-bab kitab Wasailusy Syi’ah, dan meletakkan judul Mustadrokul Wasail wa Mustanbatul Masail padanya. Secara umum, kitab ini bentuk lain dari kitab Wasailusy Syi’ah. Dan dapat dikatakan bahwa kitab Syeikh An-Nurie ini meru-pakan kitab hadis Syi’ah yang paling besar, di mana Syeikh telah menyelesaikannya pada tahun 1319 H. Ia wafat pada 28 Jumadil Akhir 1320 H.</h3>
<h3>Dan masih banyak kitab-kitab induk hadis yang disusun oleh ulam-ulama besar hadis Syi’ah. Di antaranya ialah kitab Al-‘Awalim sebanyak 100 jilid, karya seorang ahli hadis yang tersohor bernama Syeikh Abdullah ibn Nurullah Al-Bahrani. Ia hidup semasa dengan Allamah Al-Majlisi, pengarang kitab Biharul Anwar yang telah kami singgung di atas tadi.</h3>
<h3>Selain Al-‘Awalim adalah kitab Syarhul Istabshor fi Ahaditsul Aimmatil Athhar yang disusun Syeikh Qosim ibn Muham-mad ibn Jawad ke dalam beberapa jilid besar, mirip dengan kitab Biharul Anwar. Syeikh Qosim dikenal dengan panggilan Ibnu Al-Wandi dan panggilan Faqih Al-Kadzimi. Ia hidup semasa dengan Syeikh Muhammad ibn Al-Hasan Al-Hurr; pengarang kitab Wasailusy Syi’ah sebagaimana telah dising-gung. Syeikh Qosim adalah salah seorang murid utama  datuk saya, Allamah Sayyid Nuruddin; saudara Sayyid Muhammad pengarang kitab Al-Madarik.</h3>
<h3>Selain itu adalah kitab Jami’ul Akhbar fi Idhohil Istibshor. Kitab ini tergolong kitab hadis yang besar yang disusun ke dalam banyak jilid oleh Syeikh Allamah Abdullatif ibn Ali ibn Ahmad ibn Abu Jami’ Al-Haritsi Al-Hamadani Asy-Syami Al-‘Amili. Ia menimba ilmu dari Syeikh Al-Hasan ibn Abu Mansur ibn Asy-Syahid Syeikh Zainuddin Al-‘Amili, penulis kitab Al-Ma’alim dan Al-Muntaqo, dan salah seorang ulama abad keepuluh Hijriyah.</h3>
<h3>Selain itu adalah kitab induk besar yang berjudul Asy-Syifa fi Hadis Alil Mushtafa. Kitab ini mencakup beberapa jilid tebal, disusun oleh seorang ulama peneliti hadis yang ulung, yaitu Syeikh Muhammad Ar-Ridha, putra seorang ahli fiqih; Syeikh Abdullatif At-Tabrizi. Ia telah menuntaskan penulisan kitab tersebut pada tahun 1158 H.</h3>
<h3>Selain itu adalah kitab Jami’ul Ahkam yang tercetak hingga mencapai 25 jilid besar, disusun oleh Allamah Abdullah ibn Sayyid Muhammad Ar-Ridha Asy-Syubbari Al-Kadzimi. Pada masa itu, ia dikenal sebagai guru besar kaum Syi’ah dan penulis unggul. Dapat dikatakan bahwa setelah era Allamah Al-Majlisi, tidak ada ulama yang mengarang kitab lebih banyak daripada karya-karyanya. Sayyid Muhammad Ar-Ridha wafat di Kadzimain pada tahun 1242 H.</h3>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Pasal Kedelapan</strong></h3>
<h3>Kepeloporan Kaum Syi’ah dalam Menggagas Ilmu Dirayah dan Membaginya ke Beberapa Cabang Utama</h3>
<h3>Orang pertama yang memulai perintisan dan penggagasan ilmu ini ialah Abu Abdillah Al-Hakim yang lahir di Naysabur (Khurasan-Iran). Nama lengkapnya adalah Muhammad ibn Abdullah. Ia wafat pada 405 H. Semasa hidupnya, Al-Hakim telah mengarang sebuah kitab yang berjudul Ma’rifatu Ulumil Hadis setebal lima jilid, lalu membagi ilmu-ilmu hadis ke lima puluh cabang.</h3>
<h3>Kitab Kasyful Dzunun telah menyatakan kesaksiannya atas kepeloporannya dalam penggagasan ilmu Dirayah, dan mengatakan: “Orang pertama yang memulai penggagasan dan pembagian ilmu Hadis ialah Muhammad ibn Abdullah dari Naysabur, kemudian diikuti oleh Ibnu Ash-Shalah.”</h3>
<h3>Sementara itu, Al-Jahidz As-Suyuthi menyebutkan dalam kitab Al-Wasail fil Awail, bahwa orang pertama yang menyu-sun macam-macam ilmu Hadis dan membaginya menjadi beberapa cabang yang masih dikenal sampai sekarang ialah Ibnu Ash-Shalah. Ia wafat pada tahun 643 H.</h3>
<h3>Data ini tidaklah bertentangan dengan apa yang baru saja kami bawakan. Sebab, Al-Jahidz hendak menyebutkan orang pertama yang mengerjakan hal itu dari kaum Ahli Sunnah, sedangkan Abu Abdillah Al-Hakim adalah seorang Syi’ah berdasarkan kesepakatan para ulama Ahli Sunnah dan Syi’ah. Syeikh As-Sam’ani di dalam Al-Ansab, Syeikh Ahmad ibn Taimiyah dan Al-Jahidz Adz-Dzahabi di dalam Tadzkirotul Huffadz telah menyatakan secara tegas kesyi’ahan Al-Hakim.</h3>
<h3>Bahkan dalam Tadzkirotul Huffadz, misalnya, Adz-Dzahabi menuturkan kesaksian Ibnu Thahir yang mengatakan: “Aku bertanya kepada Abu Ismail Al-Anshari perihal Al-Hakim. Ia berkata: ‘Ia adalah perawi yang terpercaya di bidang hadis dan seorang Syi’ah yang penyimpang’”. Lalu Adz-Dzahabi mengatakan: “Lalu Ibnu Thahir berkata: ‘Abu Abdillah Al-Hakim adalah seorang syi’ah yang fanatik dalam taqiyah-nya, namun ia menampakkan kesunniannya dalam permasalahan khilafah dan khalifah pertama setelah Nabi saw. Ia berseberangan dengan Muawiyah dan sanak keluarganya seraya menampakkan pengakuannya pada mereka; suatu hal yang tidak bisa diterima pendiriannya ini.’”</h3>
<h3>Pada hemat saya, ulama-ulama kami, Syi’ah, juga telah menyatakan kesaksian mereka atas kesyi’ahan Abu Abdillah Al-Hakim, seperti Syeikh Muhammad ibn Al-Hasan Al-Hurr di akhir-akhir kitab Wasailusy Syi’ah. Di dalam Ma’alimul Ulama di bab ‘Al-Kuna’, ia menukil dari Ibnu Syarasyub yang menilai Al-Hakim sebagai salah seorang pengarang Syi’ah, dan ia memiliki kitab tentang keutamaan-keutamaan Ahlul Bait serta sebuah kitab khusus tentang keutamaan-keutamaan Imam Ar-Ridha a.s. Mereka juga menyebutkan sebuah kitabnya khusus berkenaan dengan keutamaan-keutamaan Fatimah Az-Zahra a.s.</h3>
<h3>Bahkan, Abdullah Afandi telah menerangkan riwayat hidup Al-Hakim secara rinci dalam kitabnya; Riyadul ‘Ulama, di bagian pertama yang secara khusus membahas Syi’ah Imamiyah. Begitu juga, Afandi menyebutkan nama-nya dan memberikan kesaksian atas kesyi’ahannya di bab ‘Al-Alqob’ dan di bab ‘Al-Kuna’. Di dalam kitab itu, ia menyebutkan dua kitab Al-Hakim yang berjudul Ushul Ilmil Hadis dan Al-Makhal ila Ilmish Shohih. Afandi mengatakan: “Dan Al-Hakim telah mencatat hadis-hadis tentang Ahlul Bait yang tidak termaktub di dalam Shahih Al-Bukhari, seperti hadis ‘Ath-Thoirul Masywi’ dan hadis ‘Man Kuntu Maulahu.’”</h3>
<h3>Setelah Abu Abillah Al-Hakim, terdapat sekelompok tokoh ilmu Hadis dari kaum Syi’ah yang mengarang di bidang Dirayah. Di antara mereka ialah Sayyid Jamaluddin Ahmad ibn Thawus Abul Fadhail. Dialah peletak istilah-istilah hadis Syi’ah Imamiyah berkenaan dengan pembagian hadis kepada empat macam; shahih, hasan, muwatssaq dan dzaif. Ibnu Tawus wafat pada tahun 673 H.</h3>
<h3>Dan di antara mereka ialah Sayyid Allamah Ali ibn Abdul Hamid Al-Hasani. Ia mengarang kitab Syarh Ushul Dirayatul Hadis. Ia juga melaporkan dari Syeikh Allamah Al-Hilli ibn Al-Muthahhar dan Syeikh Zainuddin yang masyhur dengan gelar Syahid Tsani (sang syahid kedua), sebuah kitab bernama Ad-Dirayah fi Ilmid Dirayah dan syarahnya yang berjudul Ad-Dirayah.</h3>
<h3>Dan di antara mereka ialah Syeikh Al-Husein ibn Abdul Shomad Al-Haritsi Al-Hamadani; pengarang kitab Wushulul Akhyar ila Ushulil Akhbar, Syeikh Abu Mansur Al-Hasan ibn Zainudin Al-‘Amili; pengarang kitab Muqod-dimatul Muntaqo dan Ushul Ilmil Hadis, dan Syeikh Bahauddin Al-‘Amili pengarang kitab Al-Wajizah fi Ilmi Diroyahtul Hadis. Saya telah menyarahi kitab terakhir ini dalam sebuah kitab yang saya namai dengan judul Syarah Nihayatud Dirayah, dan dicetak di India sampai menjadi kurikulum di sekolah-sekolah pen-didikan agama.</h3>
<h3></h3>
<h3><strong>Pasal Kesembilan</strong></h3>
<h3>Tentang Orang Pertama yang Menyusun Ilmu Rijal</h3>
<h3>dan Riwayat Hidup Para Perawi</h3>
<h3>Ketahuilah bahwa Abu Abdillah Muhammad ibn Khalid Al-Barqi Al-Qummi adalah seorang sahabat Imam Musa ibn Ja’far Al-Kadzim a.s., sebagaimana Syeikh Abu Ja’far Ath-Thusi mencatat hal ini di dalam kitab Ar-Rijal. Dan Abul Faraj Ibnu Nadim di dalam Al-Fehrest, di awal bagian kelima pasal keenam mengenai riwayat tokoh-tokoh fiqih Syi’ah menyebutkan karya Al-Barqi di bidang ilmu Rijal. Di sana ia mengatakan: “Dan di antara karya-karya Al-Barqi adalah Al-‘Awidh, At-Tabshiroh dan Ar-Rijal. Di dalam kitab terakhir ini, ia menyebutkan nama-nama yang meriwayatkan hadis-hadis dari Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s.”</h3>
<h3>Setelah Al-Barqi ialah Abu Muhammad Abdullah ibn Jablah ibn Hayyan ibn Abhar Al-Kinani. Ia mengarang kitab Ar-Rijal. Abdullah Al-Kinani berusia panjang dan wafat pada tahun 219 H.</h3>
<h3>As-Suyuthi dalam Al-Awail mengatakan: “Orang pertama yang membahas ilmu Rijal ialah Syu’bah.” Jelas, bahwa Syu’bah datang setelah Abdullah ibn Jablah, karena yang pertama wafat pada tahun 260 H. Bahkan setelah Abdullah ibn Jablah dan sebelum Syu’bah, terdapat sahabat Imam Al-Jawad a.s. yang bernama Abu Ja’far Al-Yaqthini. Ia menulis Kitabur Rijal, sebagaimana yang dicatat oleh An-Najasyi di dalam Al-Fehrest dan Ibnu Nadim di dalam Al-Fehrest.</h3>
<h3>Saya bubuhkan di sini, bahwa Abu Abdillah Muhammad ibn Khalid Al-Barqi juga seorang sahabat imam Ahlul Bait, yaitu Imam Musa Al-Kadzim a.s. dan Imam Ali Ar-Ridha a.s. Bahkan, ia juga sempat menjumpai Imam Muhammad Al-Jawad a.s. Kitab Al-Barqi masih terjaga utuh dan tersedia sampai sekarang. Di dalamnya disebutkan nama perawi-perawi yang meriwayatkan hadis dari Ali bin Abi Thalib a.s. dan perawi-perawi setelah mereka. Kitab itu juga memuat tema penting Rijal mengenai Al-Jarah wat Ta’dil (penilaian kritis atas ihwal kehidupan para perawi), sebagaimana yang juga dibahas oleh semua kitab Rijal.</h3>
<h3>Lalu, Abu Ja’far Ahmad ibn Muhammad ibn Khalid Al-Barqi yang mengarang kitab Ar-Rijal dan kitab Ath-Thabaqot. Abu Ja’far wafat pada tahun 274 H.</h3>
<h3>Lalu, Syeikh Abul Hasan Muhammad ibn Ahmad ibn Dawud ibn Ali Al-Qummi yang dikenal juga dengan Ibnu Dawud; seorang ulama terkemuka Syi’ah. Ia mengarang kitab Al-Mamduhin wal Madzmumin minar Ruwat, dan wafat pada tahun 368 H.</h3>
<h3>Lalu, Syeikh Abu Ja’far Muhammad ibn Babaweih Ash-Shoduq yang mengarang kitab Ma’rifatur Rijal dan Kitabur Rijalil Mukhtarin min Ashabin Nabi saw. Ia wafat pada tahun 381 H.</h3>
<h3>Lalu, Syeikh Abu Bakar Al-Ji’ani yang dinyatakan oleh Ibnu Nadim bahwa ia merupakan salah seorang ulama besar Syi’ah. Al-Ji’ani mengarang kitab Asy-Syi’ah min Ashabil Hadits wa Thabaqotuhum. Tentang kitab ini, An-Najasyi mengatakan bahwa kitab itu dikarang dalam ukuran besar.</h3>
<h3>Lalu, Syeikh Muhammad ibn Baththah yang mengarang kitab Asma’ Mushannifisy Syi’ah, dan wafat pada tahun 274 H.</h3>
<h3>Lalu, Syeikh Nashr ibn Ash-Shabah Abul Qosim Al-Balkhi; guru Syeikh Abu Amr Al-Kasyi. Ia mengarang kitab Ma’ri-fatun Naqilin min Ahlil Miah Tsalitsah. Ia wafat pada tahun pada abad ketiga Hijriyah.</h3>
<h3>Lalu, Ali ibn Al-Hasan ibn Fidhal; pengarang kitab Ar-Rijal. Ia berada di generasi sebelum Syeikh Nashr Al-Balkhi.</h3>
<h3>Lalu, Sayyid Abu Ya’la Hamzah ibn Al-Qosim ibn Ali ibn Hamzah ibn Al-Hasan ibn Ubaidilah ibn Al-Abbas ibn Ali ibn Abu Thalib a.s., yang mengarang kitab Man Rowa ‘an Ja’far ibn Muhammad minar Rijal. An-Najasyi mengatakan: “Kitab ini bagus, dan At-Tal’akbari meriwayatkan sertifikat pengakuan dan pengesahan darinya”. Hamzah ibn Qosim adalah ulama Syi’ah abad ketiga Hijriyah.</h3>
<h3>Lalu, Syeikh Muhammad ibn Al-Hasan ibn Ali Abu Abdillah Al-Maharibi yang menyusun kitab bagus yang berjudul Ar-Rijal min Ulama Tsalitsah.</h3>
<h3>Lalu, Al-Musta’thof Isa ibn Mehran; pengarang Kitabul Muhadditsin. Isa termasuk ulama terdahulu Syi’ah, demikian dicatat oleh Syeikh Ath-Thusi di dalam Al-Fehrest.</h3>
<h3>Berikutnya, di dalam kitab Ta’sisusy Syi’ah li Fununil Islam, saya telah mengulas karangan-karangan Syeikh Ath-Thusi, An-Najasyi, Al-Kasyi, Allamah ibn Al-Muthahhar Al-Hilli, Ibnu Dawud dan generasi-generasi yang mengarang kitab tentang ilmu Rijal. Dan hingga kini, semua karya mereka masih menjadi rujukan dalam upaya menilai kualitas pribadi para perawi (Al-jarah wa Ta’dil).</h3>
<h3>Perlu dibubuhkan di sini, bahwa Abul Faraj Al-Qannani Al-Kufi; guru An-Najasyi, mempunyai karangan di bidang ini, berjudul Kitab Mu’jam Rijalil Mufadhal, dan menyusunnya sesuai dengan urutan huruf Hijaiyah.</h3>
<h3></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/musakazhim.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/musakazhim.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/musakazhim.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/musakazhim.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/musakazhim.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/musakazhim.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/musakazhim.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/musakazhim.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/musakazhim.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/musakazhim.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/musakazhim.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/musakazhim.wordpress.com/1143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/musakazhim.wordpress.com/1143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/musakazhim.wordpress.com/1143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1143&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musakazhim.wordpress.com/2010/06/04/syiah-dan-ilmu-hadis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b23ac6ee0a0a129932b9d2d91b5093ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">musakazhim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGHILANGKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH</title>
		<link>http://musakazhim.wordpress.com/2010/04/08/menghilangkan-batu-empedu-secara-alamiah/</link>
		<comments>http://musakazhim.wordpress.com/2010/04/08/menghilangkan-batu-empedu-secara-alamiah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 09:33:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musakazhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kasykul & Human Interest]]></category>
		<category><![CDATA[My Stories & Kisah Asyik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musakazhim.wordpress.com/?p=1138</guid>
		<description><![CDATA[Artikel bagus dari pengalaman orang mencoba menghilangkan batu empedu secara alamiah dengan metode yg ditawarkan oleh Dr. Lai Chiu Nan. Dr. Lai sendiri adalah ilmuwan Taiwan yang melakukan research di Amrik untuk kanker. Batu empedu &#8230;??? Jangan khawatir lagi&#8230;!!! Indikasi awal kanker &#38; tumor biasanya diawali dengan penuhnya kantung empedu dengan batu. Semua orang cenderung empedunya berisi batu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1138&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Artikel bagus dari pengalaman orang mencoba menghilangkan batu empedu secara alamiah dengan metode yg ditawarkan oleh Dr. Lai Chiu Nan. Dr. Lai sendiri adalah ilmuwan Taiwan yang melakukan research di Amrik untuk kanker.</h3>
<h3>Batu empedu &#8230;??? Jangan khawatir lagi&#8230;!!! Indikasi awal kanker &amp; tumor biasanya diawali dengan penuhnya kantung empedu dengan batu. Semua orang cenderung empedunya berisi batu, tetapi pada kondisi tertentu akan jadi penyakit. Artikel di bawah ini telah memberi saya jalan keluar, padahal 4 dokter memastikan saya harus dioperasi.</h3>
<h3><span id="more-1138"></span>Ceritanya begini: beberapa minggu lalu, saya terkena hepatitis A dan hasil USG ternyata empedu saya penuh dengan batu. Penuhnya empedu dengan batu tdk akan kita ketahui dlm keadaan normal. Saya baru tahu setelah dokter melakukan USG Hati dan empedu. ”Menurut Dokter” Operasi kantung empedu dgn mengangkat kantung empedu dengan operasi besar ataupun laparaskopi. Biaya yang akan kita keluarkan untuk  operasi tsb berkisar antara 40-60 juta. (Untuk operasi saja)</h3>
<h3>Silahkan baca original artikel paling bawah dari Dr Lai Chiu- Nan, bagaimana mengeluarkan batu empedu tanpa operasi dan biaya sangat murah dan tidak merusak tubuh kita. Subhanallah saya telah mengikuti saran beliau dan alhamdulillah batu empedu ku keluar semua tanpa operasi. (Ini bukan detoxinasi, tapi seperti pembersihan perut). Hasil USG saya empedu telah penuh dengan batu, setelah melakukan treatment ini saya meminta USG  kembali sebagai bukti. Ternyata benar&#8230;kantung empedu saya kosong&#8230; Entah bagaimana saya menyampaikan ucapan terimakasih ke Dr Lai Chiu-Nan, tapi saya cuma ingin sharing pengalaman sesuai niat Dr Lai Chiu-Nan membagi pengalaman kepada saudara2 kita dengan gratis.</h3>
<h3></h3>
<h3>Saran: Bagi yang sehat&#8230;cobalah, karena saat kita sakit akut ataupun kronis gak enak rasanya. Ini adalah salah satu cara menghindari kanker dan tumor. Fungsi hati dan empedu: Menetralisir racun di tubuh, Empedu menetralisir lemak yang kita asup ke dalam tubuh.Keduanya saling berkaitan&#8230; kalau kedua2nya bersih &#8230;berarti kita telah menyehatkan tubuh kita agar normal fungsi keduanya.</h3>
<h3></h3>
<h3>INGAAT&#8230;!!! Sehat adalah milik kita semua..Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.</h3>
<h3></h3>
<h3>&#8211; &#8212; &#8211; &#8212; &#8211;</h3>
<h3></h3>
<h3>Artikel Utama: *”MENGHILANGKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH” *</h3>
<h3></h3>
<h3>Oleh Dr Lai Chiu-Nan</h3>
<h3></h3>
<h3><a href="http://www.natural-" target="_blank">http://www.natural-</a><span style="color:#0000ee;"><span style="text-decoration:underline;"> cancer-cures. com/remove- gallstones. html</span></span></h3>
<h3></h3>
<h3>&lt;<a href="http://www.natural-" target="_blank"><span style="color:#000000;">http://www.natural-</span></a> cancer-cures. com/remove- gallstones. html&gt;</h3>
<h3></h3>
<h3>Metoda Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga. Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat.</h3>
<h3></h3>
<h3>Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker. “Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama” kata Dr Chiu-Nan. “Umumnya ada penyakit lain yang mendah uluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya&#8230;&#8230;Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu.</h3>
<h3></h3>
<h3>Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja.. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut (‘nek,busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal.” Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.</h3>
<h3></h3>
<h3>Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut:</h3>
<h3></h3>
<h3>1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.</h3>
<h3></h3>
<h3>2. Pada hari ke-enam jangan makan malam. Jam 6 petang,telanlah satu sendok teh “Epsom salt” (magnesium sulfat, garam Inggris??) dengan segelas air hangat. Jam 8 malam lakukan hal yang sama.Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu. Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnya ‘batu empedu’..</h3>
<h3>Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. “Batu-batu ini biasanya mengambang” menurut Dr Chiu-Nan.”  &#8230;Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu&#8230;Banyak sekali.Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar. Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.</h3>
<h3></h3>
<h3>1. Jenis Apel sebenarnya sama, cuma saya seneng yang manis&#8230; Kemaren aku makan Apel RRC yang sering diskon kalau di supermarket harga diskon per 100 gram 800-1000 (biasaya 1600)</h3>
<h3>2. Minum/makan apel selama 1 hari 4 (rata2) lima juga boleh.</h3>
<h3>3. Sebelumnya aku minum Jus asli apel. Cuma butuh waktu untuk membuatnya.. &#8230;Akhirnya selama 5 hari aku makan apel seger dari kulkas, kulitnya aku buang. Karena apel sekarang banyak yang dikasih lapisan lilin dan terkontaminasi sama pestisida&#8230; jadi aku buang kulitya, lalu aku potong kecil..dan dimasukkan ke kulkas&#8230;jadi saat kita mau makan, apelnya masih seger dan dingin.</h3>
<h3>4. Garam Inggris beli di apotik harga Rp2.500 (Tempat obat)<span style="font-weight:normal;font-size:13px;"> </span></h3>
<h3>5. Minyak Zaitun kalau kita ke Supermarket namanya Olive Oil, harga 25-30 ribu satu botol. Di Apotek juga ada, aku beli di sana karena dekat rumah&#8230;..Guna Jeruk agar kita tidak muntah saat minum Minyak Zaitun ..lalu aduk lagi biar tercampur dengan rata..karena minyak dan jeruk tidak bersatu atau Berat Jenisnya beda&#8230;</h3>
<h3>Sdh ada 3 Dokter suruh aku Operasi&#8230; dengan treatment ini, keluar batunya. “Orang yang hanya memikirkan diri sendiri, akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tetapi orang yang mau memikirkan orang lain, ia akan menjadi orang besar dan mati sebagai orang besar”.</h3>
<h3></h3>
<h3><a href="http://www.natural-" target="_blank">http://www.natural-</a><span style="color:#0000ee;"><span style="text-decoration:underline;"> cancer-cures. com/remove- gallstones. html</span></span></h3>
<h3></h3>
<h3>&lt;<a href="http://www.natural-" target="_blank"><span style="color:#000000;">http://www.natural-</span></a> cancer-cures. com/remove- gallstones. html&gt;</h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/musakazhim.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/musakazhim.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/musakazhim.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/musakazhim.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/musakazhim.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/musakazhim.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/musakazhim.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/musakazhim.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/musakazhim.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/musakazhim.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/musakazhim.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/musakazhim.wordpress.com/1138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/musakazhim.wordpress.com/1138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/musakazhim.wordpress.com/1138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1138&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musakazhim.wordpress.com/2010/04/08/menghilangkan-batu-empedu-secara-alamiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b23ac6ee0a0a129932b9d2d91b5093ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">musakazhim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marinir AS yg Amankan Obama Terjaring di Lokalisasi</title>
		<link>http://musakazhim.wordpress.com/2010/03/18/marinir-as-yg-amankan-obama-terjaring-di-lokalisasi/</link>
		<comments>http://musakazhim.wordpress.com/2010/03/18/marinir-as-yg-amankan-obama-terjaring-di-lokalisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 02:05:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musakazhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita & Analisis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musakazhim.wordpress.com/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[Komentar: Rupanya tugas mengamankan kedatangan Obama menimbulkan stress berlebihan, sehingga Marinir AS perlu &#8220;refreshing&#8221; dan melemaskan otot yang tegang ke area &#8220;hiburan&#8221;&#8230; &#8230; ============ ========= ======= Marinir AS Terjaring di Lokalisasi Dolly Headline News / Nusantara / Rabu, 17 Maret 2010 04:03 WIB Metrotvnews. com, Surabaya: Seorang warga Amerika Serikat kena garuk di lokalisasi Dolly, Kota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1136&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komentar:<br />
Rupanya tugas mengamankan kedatangan Obama menimbulkan stress  berlebihan, sehingga Marinir  AS perlu &#8220;refreshing&#8221; dan melemaskan otot yang tegang ke area  &#8220;hiburan&#8221;&#8230; &#8230;<br />
<span id="more-1136"></span><!--more--><br />
============ ========= =======<br />
Marinir AS Terjaring di Lokalisasi Dolly</p>
<p>Headline News / Nusantara / Rabu, 17 Maret 2010 04:03 WIB</p>
<p>Metrotvnews. com, Surabaya:  Seorang warga Amerika Serikat kena garuk di lokalisasi Dolly, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (16/3). Pria berinisial K itu adalah marinir AS yang ditugaskan ke Indonesia untuk mengamankan kedatangan Presiden AS Barrack obama.</p>
<p>Pria tersebut menolak dibawa ke kantor polisi. Bahkan dia sempat bersitegang dengan polisi yang memeriksa identitasnya. Setelah mengaku<br />
sebagai marinir yang bertugas mengamankan Presiden Obama serta menunjukkan kartu keanggotaannya, dia dibebaskan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/musakazhim.wordpress.com/1136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/musakazhim.wordpress.com/1136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/musakazhim.wordpress.com/1136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/musakazhim.wordpress.com/1136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/musakazhim.wordpress.com/1136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/musakazhim.wordpress.com/1136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/musakazhim.wordpress.com/1136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/musakazhim.wordpress.com/1136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/musakazhim.wordpress.com/1136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/musakazhim.wordpress.com/1136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/musakazhim.wordpress.com/1136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/musakazhim.wordpress.com/1136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/musakazhim.wordpress.com/1136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/musakazhim.wordpress.com/1136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1136&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musakazhim.wordpress.com/2010/03/18/marinir-as-yg-amankan-obama-terjaring-di-lokalisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b23ac6ee0a0a129932b9d2d91b5093ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">musakazhim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku Baru: Edoardo Agnelli</title>
		<link>http://musakazhim.wordpress.com/2010/03/12/buku-baru-edoardo-agnelli/</link>
		<comments>http://musakazhim.wordpress.com/2010/03/12/buku-baru-edoardo-agnelli/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 04:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musakazhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh & Figur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musakazhim.wordpress.com/?p=1134</guid>
		<description><![CDATA[Di Italia, bahkan kucing atau anjing yang mati di tepi jalan harus diautopsi. Namun tidak dengan Edoardo Agnelli. Saat putra mahkota Italia ini ditemukan mati mengenaskan di kaki sebuah jembatan pada November 2000, hak-haknya sebagai manusia justru digergaji. Dia dikubur begitu saja. Polisi bilang ini kasus bunuh diri. Lalu media menyapukan kuas kelamnya. Mereka menggambarkannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1134&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://ufukpress.com/modules/Katalog/images/cover/Edoardo_9786028224871.gif" alt="" /></p>
<p><span id="more-1134"></span>Di Italia, bahkan kucing atau anjing yang mati di tepi jalan harus diautopsi. Namun tidak dengan Edoardo Agnelli.</p>
<p>Saat putra mahkota Italia ini ditemukan mati mengenaskan di kaki sebuah jembatan pada November 2000, hak-haknya sebagai manusia justru digergaji. Dia dikubur begitu saja.</p>
<p>Polisi bilang ini kasus bunuh diri. Lalu media menyapukan kuas kelamnya. Mereka menggambarkannya sebagai sesosok miliarder yang “bermasalah”, “penyendiri”, dan “gemar pada spiritualisme Timur”. Tapi mereka salah.</p>
<p>Bertahun-tahun setelah kematiannya, serangkaian fakta baru mengemuka. Benarkah mafia yang membunuhnya? Siapa yang tak rela dia mewarisi kekayaan berlimpah Fiat, Juventus, Ferrari dan seribu lebih perusahaan keluarganya?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/musakazhim.wordpress.com/1134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/musakazhim.wordpress.com/1134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/musakazhim.wordpress.com/1134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/musakazhim.wordpress.com/1134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/musakazhim.wordpress.com/1134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/musakazhim.wordpress.com/1134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/musakazhim.wordpress.com/1134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/musakazhim.wordpress.com/1134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/musakazhim.wordpress.com/1134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/musakazhim.wordpress.com/1134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/musakazhim.wordpress.com/1134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/musakazhim.wordpress.com/1134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/musakazhim.wordpress.com/1134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/musakazhim.wordpress.com/1134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1134&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musakazhim.wordpress.com/2010/03/12/buku-baru-edoardo-agnelli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b23ac6ee0a0a129932b9d2d91b5093ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">musakazhim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ufukpress.com/modules/Katalog/images/cover/Edoardo_9786028224871.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ahmadinejad Pertanyakan Cara2 AS Menangani Terorisme</title>
		<link>http://musakazhim.wordpress.com/2010/03/11/ahmadinejad-pertanyakan-cara2-as-menangani-terorisme/</link>
		<comments>http://musakazhim.wordpress.com/2010/03/11/ahmadinejad-pertanyakan-cara2-as-menangani-terorisme/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 03:08:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musakazhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita & Analisis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musakazhim.wordpress.com/?p=1132</guid>
		<description><![CDATA[Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan bahwa AS harus menjelaskan apa saja yang dikerjakan pasukan AS di Afganistan,karena menangkap teroris itu hanya memerlukan kerja-kerja intelijen dan mata-mata bukan gelar pasukan militer dalam jumlah ratusan ribu seperti yang terjadi di Irak dan Afganistan. Pernyataan Ahmadinejad itu dilontarkan dalam konferensi pers dirinya dengan Presiden Afganistan Hamid KarzaiRabu pagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1132&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.presstv.ir/photo/20100310/jalili20100310111515890.jpg" alt="" /></p>
<p><span id="more-1132"></span>Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan bahwa AS harus menjelaskan apa saja yang dikerjakan pasukan AS di Afganistan,karena menangkap teroris itu hanya memerlukan kerja-kerja intelijen dan mata-mata bukan gelar pasukan militer dalam jumlah ratusan ribu seperti yang terjadi di Irak dan Afganistan.</p>
<p>Pernyataan Ahmadinejad itu dilontarkan dalam konferensi pers dirinya dengan Presiden Afganistan Hamid KarzaiRabu pagi kemarin.</p>
<p>Ahmadinejad lalu memaparkan keberhasilan Iran menangkap pemimpin organisasi teroris Jundallah, Abdolmalek Rigi, dalam keadaan hidup. Padahal Rigi dan kelompoknya adalah orang paling dicari oleh Iran, sama seperti Osama ben Laden bagi AS.</p>
<p>Mungkin Polisi Republik Indonesia perlu lebih banyak belajar intelijen ke Iran, jangan ke AS atau rezim2 Barat yang sejauh ini justru terbukti gagal menangkap satu teroris terkemuka hidup2.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/musakazhim.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/musakazhim.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/musakazhim.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/musakazhim.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/musakazhim.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/musakazhim.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/musakazhim.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/musakazhim.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/musakazhim.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/musakazhim.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/musakazhim.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/musakazhim.wordpress.com/1132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/musakazhim.wordpress.com/1132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/musakazhim.wordpress.com/1132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1132&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musakazhim.wordpress.com/2010/03/11/ahmadinejad-pertanyakan-cara2-as-menangani-terorisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b23ac6ee0a0a129932b9d2d91b5093ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">musakazhim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.presstv.ir/photo/20100310/jalili20100310111515890.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PBNU Tolak Pakar HAM AS Sebagai Saksi di MK</title>
		<link>http://musakazhim.wordpress.com/2010/03/11/pbnu-tolak-pakar-ham-as-sebagai-saksi-di-mk/</link>
		<comments>http://musakazhim.wordpress.com/2010/03/11/pbnu-tolak-pakar-ham-as-sebagai-saksi-di-mk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 02:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musakazhim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita & Analisis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://musakazhim.wordpress.com/?p=1130</guid>
		<description><![CDATA[Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak kehadiran saksi ahli pakar HAM dan kebebasan beragama asal Amerika Serikat (AS) dalam uji materi UU Penodaan Agama di Mahkamah Konstitusi (MK). Kehadiran saksi ahli dari negeri Paman Sam justru membuktikan adanya skenario internasional untuk mengacaukan kehidupan beragama di tanah air. &#8220;Saya tidak setuju pemohon mendatangkan saksi HAM atau kebebasan beragama dari AS. Mahkamah kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1130&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><img src="http://www.nu.or.id/tfiles/Image/news/id/news81190558079.jpg" alt="" /><br />
<span id="more-1130"></span>Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak kehadiran saksi ahli pakar HAM dan kebebasan beragama asal Amerika Serikat (AS) dalam uji materi UU Penodaan Agama di Mahkamah Konstitusi (MK). Kehadiran saksi ahli dari negeri Paman Sam justru membuktikan adanya skenario internasional untuk mengacaukan kehidupan beragama di tanah air.</p>
<p>&#8220;Saya tidak setuju pemohon mendatangkan saksi HAM atau kebebasan beragama dari AS. Mahkamah kita adalah Mahkamah Konstitusi nasional bukan mahkamah internasional, &#8221; tegas Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (2/3).</p>
<p>Menurut Hasyim, HAM dan kebebasan beragama diukur menurut ukuran konstitusi nasional bukan oleh asing. &#8220;Ukurannya tidak sama dengan asing. Mahkamah kita bisa menolak, karena di luar area tugasnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) menyatakan, keterlibatan orang asing dalam polemik keagamaan di suatu negara adalah tidak lazim dan belum pernah terjadi. Fenomena ini menunjukkan, gugatan terhadap UU No 1/1965 bukan kepentingan nasional, tapi bagian dari skenario global.</p>
<p>&#8220;Sama sekali bukan kepentingan umat beragama di Indonesia, karena justru antar umat beragama akan saling bertengkar dan hanya menguntungkan atheisme melalui neolib dalam memanfaatkan demokrasi yang over dosis,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Seperti diketahui, dalam sidang uji materi UU Penistaan Agama di MK, para pemohon ingin mendatangkan saksi ahli di bidang HAM dan kebebasan beragama dari AS. Namun, kabarnya usulan untuk mendatangkan saksi tersebut dibatalkan. (nam)</h3>
<p>Sumber: NU Online</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/musakazhim.wordpress.com/1130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/musakazhim.wordpress.com/1130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/musakazhim.wordpress.com/1130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/musakazhim.wordpress.com/1130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/musakazhim.wordpress.com/1130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/musakazhim.wordpress.com/1130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/musakazhim.wordpress.com/1130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/musakazhim.wordpress.com/1130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/musakazhim.wordpress.com/1130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/musakazhim.wordpress.com/1130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/musakazhim.wordpress.com/1130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/musakazhim.wordpress.com/1130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/musakazhim.wordpress.com/1130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/musakazhim.wordpress.com/1130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=musakazhim.wordpress.com&amp;blog=957899&amp;post=1130&amp;subd=musakazhim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://musakazhim.wordpress.com/2010/03/11/pbnu-tolak-pakar-ham-as-sebagai-saksi-di-mk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b23ac6ee0a0a129932b9d2d91b5093ec?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">musakazhim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.nu.or.id/tfiles/Image/news/id/news81190558079.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
