Ibn Arabi: Hidup Ini Hanyalah Mimpi (Bagian Ketiga)

Salah satu cara menarik Ibn Arabi dalam memaparkan pemikirannya ialah dengan menarik kita ke dalam perasaan atau pengalamannya. Dia ingin mengatakan kepada kita bahwa meskipun alam wujud ini bertingkat-tingkat, namun bentuknya bukan seperti bangunan bertingkat yang bersifat ‘spasiotemporal’. Yang terjadi ialah satu tingkatan selalu ada bersamaan dengan tingkatan lainnya. Hanya saja, berbagai tingkatan itu layaknya kelap kelip cahaya yang ketika di sini mati, di sana tetap menyala dan demikian pula sebalinya. Lampu yang jadi media cahaya di tiap tingkatan pun selalu tersedia meski tidak selalu terpakai. Continue reading

Ibn Arabi: Hidup Ini Hanyalah Mimpi (Bagian Kedua)

Toshihiko Izutsu memiliki kepakaran dalam bidang “permainan bahasa” ala Ibn Arabi. Bisa dikatakan, Toshihiko memiliki kepekaan semantik dan cita rasa bahasa yang baik. Karenanya, dia mulai mempresentasikan pemikiran Ibn Arabi dengan mengatakan bahwa, bagi Ibn Arabi, apapun yang kita lihat, rasakan, dengarkan, dan semua kita yang saling bertatapan saat ini adalah “mimpi”. Tentu, sebagai seorang literalis, Ibn Arabi berpijak pada hadis ini: “Annasu niyamun idza maatuu intabahuu” yang berarti semua manusia tidur, barulah terbangun setelah mereka mati.

Continue reading

Ibn Arabi: Hidup Ini Hanyalah Mimpi (Bagian Pertama)

Redaksi Islam Indonesia kali ini menurunkan rubrik “Kajian” berupa tulisan berseri tentang sosok fenomenal sekaligus kontroversial dalam sejarah pemikiran Islam, yakni Syaikh Akbar Ibn Arabi. Tujuannya agar kita dapat sedikit memahami pemikiran salah satu ulama produktif dengan jumlah karya tidak kurang dari 300 buah itu, yang telah banyak mempengaruhi perkembangan khazanah keilmuan Islam. Dengan tulisan berseri ini, Redaksi Islam Indonesia berharap masyarakat Muslim Indonesia dapat memperluas wawasan tentang berbagai pemikiran yang berkembang di dunia Islam, sekaligus menyadari bahwa keragaman khazanah keilmuan Islam justru menunjukkan kekayaan dan keluasan agama Ilahi ini. Dalam kesempatan lain, rubrik “Kajian” juga akan menuangkan pemikiran tokoh-tokoh dan isu-isu penting lain yang diupayakan bersifat kritis dan mendalam.

* * * Continue reading