Jangan Jenuh dng Kejenuhan

Setiap orang pasti pernah merasakan kejenuhan. Mungkin itu cara Allah membuat kita tidak betah di dunia yang kelam ini, atau begitulah cara Allah untuk memaksa kita bergerak maju, mengikuti hukum evolusi, perkembangan dan penyempurnaan.

Hari itu aku bangun kesiangan. Kira-kira jam 12.30-an. Cuaca mendung menambah suasana jenuh dalam batinku. Tubuh ini kupaksa bangkit dari ranjang, tetapi jiwa seolah tetap saja tertidur lunglai menghadapi kebosanan.

Setelah cukup lama berjuang, akhirnya kuboyong tubuhku menuju depan rumah. Dan benar saja, langit tampak begitu pengap, gelap, penuh awan. Duuh, betapa tak tertahankannya kejenuhan ini! Menakjubkan, tidak selang berapa lama, aku mendengar ponselku berbunyi, ada sms masuk. Kubaca sms dengan suasana hati yang enggan. Ternyata, sialan, seorang kawan hendak meminta bantuan untuk mencarikan hutang buatnya. Wah, ini pekerjaan yang biasanya berakhir dengan ‘kena getah’ atau ‘nulung kepentung’.

Setelah sms yang menggerahkan itu, muncul seorang kawan yang sudah sejak lama tak pernah kuharapkan kebaikannya, hanya kuharapkan tak menimbulkan kerugian. Dia duduk seolah di rumah sendiri, tidak tahu aturan, dan mulai menasihatiku hal-ihwal buruk yang kesemuanya ada secara sangat mencolok pada dirinya sendiri. Dan ini sering kualami dalam hidupku: mendengarkan nasihat dari seorang penipu ulung agar sekali-kali tidak menipu orang.

Sekian lama lagi aku harus berusaha memerangi kejenuhan demi kejenuhan yang menyerang bertubi-tubi itu, tetapi tak juga ada hasilnya.

Akhirnya aku pasrah. Kupeluk dan kurangkul mesra segala rupa kejenuhan itu. Nah, tiba-tiba, secara sangat mengejutkan, semua kejenuhan itu berubah menjadi kepasrahan. Dan pelan-pelan tapi pasti kepasrahan itu berubah lagi menjadi ketenangan. Ketenangan yang berpuncak pada kerelaan pada keputusan Allah. Kerelaan yang bermahkotakan ketulusan.

Sekarang aku paham satu masalah besar: metode menghilangkan kejenuhan! Cara itu ternyata juga sangat mudah dan jitu. Yaitu, hadapilah kejenuhan itu dengan enteng atau pasrah. Jangan terlalu membesar-besarkan kejenuhan, sehingga kejenuhan itu akan merambat kemana-mana seperti wabah yang mematikan.

4 thoughts on “Jangan Jenuh dng Kejenuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s