Buku Segera Terbit

5 thoughts on “

  1. musakazhim says:

    Ada komentar sebelum ini yang sepertinya hanya layak dibaca oleh pemberinya saja. Ada sedikit saja yang ingin saya nyatakan bagi yg sudah membaca komentar “letitia” sebelumnya. Begini: hiih takuut. Jangan galak2. Apalagi kegalakan itu cuma ada di tulisan atau di mulut. Ga bakal terlalu berbekas. Musuh masih banyak dan terlalu besar untuk kita remehkan. Mari bergabung dlm satu barisan, berbuat yang terbaik di jalan pengorbanan ini.

  2. musadiqmarhaban says:

    Wow….keeerreeeen abiiiiisss Sayyid
    (Te-O-p Be-Ge-Te Es-Ka-El alias Top Banget Sekali: bahasa gaul jaman kite2) …
    Pls deeey…, tolong jangan bilang bahwa ini cover buku antum yang baru…Mabruk Sayyid…sangat istimewa dan tema yang antum kaji sudah membuat ana semakin penasaran tentang isi buku tersebut…Sukses selalu…

  3. musadiqmarhaban says:

    😀 bloging itu nikmat Sayyid, kita bisa menulis apapun tanpa batas… Sejak dulu, Ben Sohib itu seharusnya sudah ngeblog… disini, semua ide tertampung…Syukran Sayyid.

  4. Dian says:

    Salam,
    Ehm, betapa pun, buku juga memunyai segmentasi pembaca, dalam arti kepada siapakan ia ditujukan. pribadi, diriku juga bingung untuk mengomentari karya ini. secara keseluruhan, untuk orang yang dibesarkan dalam tradisi antiotoritarian (anarki), buku ini tidak memberikan informasi baru. iya, amerika dan sekutunya berengsek. tapi itu udah selesai. tak ada soal untuk keberengsekkan mereka. hanya saja, langkah taktik harian seperti apa yang perlu kita lakukan untuk mencuri hidup yang sudah direnggut oleh mereka. ya, harus dikatakan di sini, diriku juga masih jauh dari pemahaman utuh untuk mengerti ini semua. akan tetapi, itu juga kenapa harus langkah taktis harian, setidaknya kita pada akhirnya ngerti bahwa dunia yang berjalan seperti ini ada yang menciptakannya. kita akhirnya ngerti kenapa soal minyak itu cukup penting buat mereka. dan apa aja yang bisa mereka lakukan setelah menguasai sumber energi itu. sebab, sekarang masalah sumber energi cukup krusial, untuk tidak mau mengatakan bahwa untuk saat ini hal tsb yang bisa dijadikan patokan untuk melakukan kuasa berbagai ranah.
    tapi, ya gitu, Om, diriku juga bener2 jauh dari puas. pertama, bagaimana kekuasaan itu menerjemahkan dirinya? ingat, sekarang zaman informasi, mau tidak mau bentuk kekuasaan melakukan perubahan. itu juga kenapa kita bisa kita katakan bahwa salah jika kapitalisme itu menghalangi kehidupan kita, sebaliknya, kapitalisme selalu mengikuti perkembangan resistansi yang ada.
    yah, ribet deh, Om.
    tapi untuk buku Iran, bagi diriku, jelas udah berhasil jika buku itu bicara bahwa kebenaran biar bagaimanapun selalu akan diperjuangkan. dan bahwa tidak selamanya pihak yang (di)lemah(kan) itu tidak berbuat. ini juga kenapa kita katakan “tidak” kepda kaum kiri yang nganggep bahwa massa itu bodoh. sebaliknya, massa memunyai cara tersendiri untuk melawan. ya, mungkin itu yang bisa diriku sampaikan.

    maaf, Om, kalo komentar ini jauh dari harapan. diriku lebih seneng kalo ngomong langsung. dalam arti, diriku bisa nulis panjang jika emang udah paham secara utuh. tuh, kan, udah mulai ribet deh. nanti, deh, diriku usahain lagi untuk mengomentari. bukan apaapa, diriku ngeliat persoalan ini dengan awlan yang berbeda. itu juga kenapa diriku katakan “Kenapa masalah ini gak dikaitkan dengan persoalan kapitalisme-lanjut, neolib,dsb.?”

    baiklah, gitu aja deh dulu, Om.

    Semoga bahagia, yah, Om, dan sukses tentunya.

    Salam,
    muridmu, Dian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s