Tanggapan2 untuk Ronald

Salam

Pertama, mohon maaf atas keterlambatan jawaban ini. Berbagai kewajiban menunda keinginan saya untuk segera menjawab. Untung seribu untung, kawan saya yang juga ahli kristologi, Mushadiq Marhaban, telah memberikan tanggapan2 gayengnya. Jawaban2 saya ini hanya sekadar untuk meramaikan suasana.

Pertanyaan Pertama: Anda mungkin pernah dengar bahwa ada 3 agama samawi (agama langit) yang mengklaim bhw kitab sucinya berasal dari ilham atau wahyu Tuhan Allah. Ketiga agama samawi tsb adalah: agama Judaisme/Yahudi, Nasrani/Kristen & Islam/Muslim. Nah timbul pertanyaan, dari ketiga agama samawi itu mana yang memiliki kitab suci yg benar-benar kanonik, kredible serta terilham? apa dasarnya anda memilih salah satu kitab dari ketiga agama samawi itu?

 

Tanggapan: Menurut keyakinan saya, al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci. Suci yang saya maksud di sini adalah bersifat sakral dan Ilahi dalam kata dan maknanya. Ada beberapa bukti. Pertama, tidak ada kitab yang memiliki kualitas kemukjizatan seperti al-Qur’an. Setidaknya ada dua aspek kemukjizatan al-Qur’an: kandungan dan bahasa. Pembuktian tentang masing-masing aspek ini membutuhkan halaman yang sangat panjang. Anda bisa baca buku2 yang mengupas hal ini. Sekadar contoh, buku Ustad Quresy Shihab yang berjudul Membumikan al-Qur’an, rasanya cukup sebagai pengantar. Kedua, tidak ada kitab lain yang menantang orang untuk menduplikasi dirinya seperti al-Qur’an. Bahkan al-Qur’an menantang semua makhluk untuk membuat satu saja ayat seperti al-Qur’an. Ketiga, tidak ada kitab lain yang mengklaim dirinya tdk akan berubah atau diubah seperti al-Qur’an. Keempat, tdk ada kitab lain yang orisinalitas lingustiknya terjaga (atau lebih tepatnya: dijaga) persis sebagaimana ia pertama kali diperdengarkan oleh Rasulullah kepada semua orang di sekelilingnya seperti al-Qur’an. Tidak ada catatan historis yang valid ihwal adanya perubahan satu pun kata dalam al-Qur’an. Kelima, tdk ada kitab suci selain al-Qur’an yang teks orisinalnya dihapal secara harfiah sejak zaman pewahyuannya. Ini hanya kilasan kecil dari segudang bukti yang ada.))

 

Pertanyaan Kedua: Saya pernah baca artikel tentang seorang pendeta kristen yang bernama Warakah Bin Naufal, yang konon katanya mengukuhkan kenabian Muhammad SAW, siapa sih sebenarnya “Waraqah Bin Naufal” itu, dan apakah ada kontribusinya dalam penulisan Al-Quran?

 

Tanggapan: Warakah bin Naufal adalah seorang pendeta Kristen yang namanya disebut2 dalam sejumlah buku sejarah Islam. Tapi sosok dan kepribadiannya masih menimbulkan kontroversi di kalangan ahli sejarah. Kenabian dan kerasulan itu adalah fakta spiritual yang tidak bisa dikukuhkan oleh manusia biasa, tapi oleh Allah sendiri melalui berbagai mukjizat yang diperlihatkan oleh nabi atau rasul yang bersangkutan. Ini bukan seperti gejala sakit tertentu yang bisa didiagnosis dan dikukuhkan oleh seorang dokter. Atau layaknya fenomena2 fisik yang membutuhkan pengukuhan dan konfirmasi dari seorang ilmuwan. Sama sekali tidak demikian. Tentu saja, lagi2, masalah ini sudah bahas tuntas oleh para filosof dan teolog Muslim di dalam buku2 mereka.))

 

Pertanyaan Ketiga: Benarkah nabi Muhammad itu buta huruf seperti yang pernah saya baca dari buku sejarah Islam? jika demikian bagaimana nabi Muhammad menuliskan ayat-ayat ke dalam Al-Quran hingga terkumpul menjadi kitab Quran seperti sekarang ini? dan bagaimana anda yakin bhw penulisan kitab tersebut kredibel hanya dengan diturunkan secara lisan oleh sang nabi?

 

Tanggapan: Dalam al-Qur’an, Nabi diberi sifat ummi. Istilah ini lebih dari sekadar bermakna buta-huruf seperti yang kini dipahami orang. Karena, buta-huruf itu hanyalah salah satu pengertian ummi yang disandang oleh Nabi. Makna lainnya ialah keluguan (innocence), tidak bergaul kesana kemari, bukan penyair atau ilmuwan hebat, penduduk lokal dan sebagainya. Ciri-khas ini diangkat oleh al-Qur’an untuk, antara lain, menunjukkan fakta2 berikut: (a). Nabi tdk belajar dari siapa pun selain Allah; (b). Tdk ada orang berjasa dalam membuat Nabi meraih “gelar” kenabiannya; (c). Al-Qur’an bukan hasil inovasi kekusastraan Nabi; (d) al-Qur’an bukan hasil tulisan Nabi. Namun, keyakinan kita pada al-Qur’an bukan didasarkan pada siapa yang menuliskannya, tapi pada aspek2 kemukjizatan yang ada padanya. Jadi, masalah al-Qur’an itu hanya hasil pengujaran Nabi dan bukan hasil penulisan beliau tdk bertentangan dengan kemukjizatan yang ada padanya. Kalau tidak malah memperteguh aspek2 kemukjizatan itu, sebagaimana sudah kita singgung dalam makna ummi.))

 

Pertanyaan Keempat: AlQuran mengakui keabsahan kitab-kitab suci sebelumnya, seperti Taurat, Zabur dan Injil. Lalu mengapa harus diturunkan kitab baru lagi/Quran kalau kitab suci sebelumnya itu sah dan kredibel?

 

Tanggapan: Al-Quran mengakui mereka sebagai fakta sejarah dan konsekuensi logis dari kesinambungan kenabian dan pewahyuan. Tapi, pada saat yang sama mengonfirmasikan pelbagai penyimpangan dan distorsi mereka. Oleh karena itu, al-Qur’an datang untuk membenarkan semua penyimpangan dan distorsi pada masing-masing kitab tersebut.

 

Pertanyaan Kelima: Apakah Hadits itu kanonik dan bisa dibuktikan kebenaran dan keasliannya, jika bisa bagaimana caranya kita membuktikan sah tidaknya sebuah hadits? hadits mana saja yang bisa dikatakan sah dan mana yang tidak?

 

Tanggapan: Sebagian kecil hadis Nabi kanonik, sedang sebagian besar tidak. Para ahli telah menyediakan metode khusus untuk menyeleksi kekanonikan ini. Bahkan, salah satu dari ilmu Islam adalah ilmu hadis. Selain metode penyeleksian, dalam ilmu itu ada metode pemeringkatan hadis. Ada hadis yang berperingkat ‘sangat baik’, ‘baik’, ‘lumayan’ dan ‘buruk’. Uraian lebih lanjut tentang ilmu ini bisa dibaca dalam Ensiklopedia Islam terbitan Ikhtiar Van Hoov.

 

Pertanyaan Keenam: Bagaimana sebenarnya persisnya sejarah upacara ibadah haji di Mekkah hingga seperti sekarang, karena saya pernah baca bhw dulu kiblat sempat arahnya ke baitul maqdis di Yerusalem sebelum akhirnya ke Mekkah.

 

Tanggapan: Ibadah haji adalah rekonstruksi perjalanan Nabi Ibrahim as. mendaki puncak tauhid. Sebagai Bapak Tauhid, seluruh hidup Nabi Ibrahim adalah drama perjuangan menuju Allah. Pada saat lingkungannya terbelenggu dalam penyembahan tuhan-tuhan palsu, Ibrahim menyentak keluar memeluk Tuhan Mahaesa sebagai manusia yang terbebaskan. Kepada masyarakat yang terbuai dan terhegemoni oleh imajinasi akan patung-patung kecil dan patung besar yang terbuat dari tanah, Nabi Ibrahim menyerukan pembebasan. Ia merevolusi masyarakat dengan menunjukkan (dengan kata-kata dan tindakan) bahwa benda-benda pahatan mereka itu pada dasarnya tidak akan mendatangkan kegunaan dan bahaya bagi siapa pun.

Ketika kemudian raja jadi-jadian membakarnya, Raja Diraja menyelamatkannya. Api yang panas pun terasa sejuk olehnya. Selanjutnya, dengan lantang Ibrahim berkata: “Aku akan pergi menghadap Tuhanku; pasti Dia akan memberikan petunjuk kepadaku!” (QS 37: 99). Allah kemudian memerintahkannya untuk membersihkan Rumah Allah (baitullah) dari kemusyrikan. Dalam usianya yang sudah lanjut, dibantu anaknya, Ismail, Ibrahim memugar Ka’bah dan membersihkannya dari simbol-simbol kemusyrikan. Pemugaran itu terdiri dari berbagai upacara simbolis yang kemudian diabadikan dalam ritual ibadah haji. Jadi, ibadah haji itu sejak semula berlangsung di sekitar Ka’bah yang juga dikenal dengan ummul qura (ibukota bumi atau center of the earth). Itulah sekilas asal-mula ibadah haji.

Berkenaan dengan kiblat shalat, riwayat sejarah menyebutkan bahwa semula Nabi menghadap ke Ka’bah, lalu Allah memerintahkannya untuk menghadap Baitul Maqdis. Tapi itu terjadi sebentar saja. Ada perbedaan mengenai seberapa sebentar, tapi segera setelah itu Allah memerintahkan Nabi untuk balik lagi menghadap ke Ka’bah. Ada banyak hikmah di balik semua ini.

 

Pertanyaan Ketujuh: Saya pernah membaca sejarah bahwa dahulu kala di sekeliling kabah ada 360 berhala yang masing2 mewakili 1 hari komariah, namun belakangan berhala tersebut dirubuhkan, namun masih tersisa satu “berhala” yaitu batu Hazar Aswad.

 

Tanggapan: saya tidak tahu persis berapa berhala yang mengelilingi Ka’bah sebelum zaman Islam, dan apakah memang masing-masing berhala mewakili satu hari dalam setahun. Begitu pula saya tidak tahu apakah Hajar Aswad itu adalah batu peninggalan masa Jahiliah. Tapi, yang saya tahu pasti, setelah penaklukan kota Mekah, Nabi memerintahkan Ka’bah untuk disucikan dari semua simbol kemusyrikan. Jadi, asumsi yang lebih kaut adalah bahwa Hajar Aswad itu adalah simbol tauhid peninggalan Nabi Ibrahim yang telah juga menjadikan Ka’bah sebagai tempat ibadahnya.

 

Pertanyaan Kedelapan: Apa sebenarnya fungsi batu meteorit hitam (Hajar Aswad) yang terdapat di dalam Ka’bah itu, khususnya terkait dengan segi ibadah haji.
Kalau saya tidak salah dalam hukum Islam ada istilah Musryik (atau larangan penyembahan berhala / nyembah patung-patung / animisme), bagaimana kaitannya dengan batu meteorit hitam yang dicium oleh setiap jemaah haji setelah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali.

 

Tanggapan: rahasia utama semua aktivitas ibadah adalah pengukuhan ketuhanan Allah dan pernyataan kehambaan manusia. Artinya, fungsi semua ibadah terkait dengan peneguhan tauhid dan ungkapan penghabaan. Rahasia atau fungsi mencium hajar aswad jelas termasuk dalam konteks ini, sekalipun kita tidak (pernah) tahu maksud rinci di balik masing-masing aktivitas fisiknya.

 

 

 

5 thoughts on “Tanggapan2 untuk Ronald

  1. Mr. Nunusaku says:

    Kalu kita datang ke masjidil Haram di Mekkah dan langsung menuju ke sudut Kaábah dimana batu hitam Hajar Asward berada untuk memulai thawaf qudum (selamat datang) Thawaf qudum dilaksanakan dengan mengelilingi Kaábah sebanyak tuju kali dan mencium batu Hitam itu tuhannya Islam.

    Lalu ke Mina untuk melakukan upacara melaontarkan jumbrah yaitu melontar batu kerikil kepada si iblis sebanyak tujkuh kali,
    kok iblis gak pernag mati ? tahun depan datang kembali ke Mina lakukan hal yang sama, iblisnya gak pernah mati ?

    Apakah ini bukan pembodohan ? dasar otak muslim sudah disantet oleh nabi Muhammad yang ada kerja sama dengan Jibriel utusan setan kepada Muhammad untuk mendirikan ajaran islam wahyu dari Goa Hira, walupun gak pernah ada saksinya tetap harus diimani, kalau gak mau halal darah mereka harus ditumpahkan memang ini kehendak Iblis yang sudah menjerat Muhammad untuk menjadi pengikut iblis.

    Lihat saja tingkah laku muslim sama sperti nabinya anarkis ya karena ajaran alqurannya. Penyakit idelogi iblis (Qs Al Baqarah 02:217) Surah 47:4 ini ayat-ayat setan yang harus di imani oleh muslim inilah mereka sudah cekoki untuk menjadi teroris. Amrosi imam samudera dalam suratnya, dia sudah siap utnuk bertemu nabi dan bidadari bermata jeli yang bisa ngesek di surga, inilah hebatnya perlu jihad jalur menuju surga.

    Muslim masuh surga lewat jalur jihad…ini ayatnya,

    Ta bassam bi-wakhi’lrada ya fata; fa’innaka ma’den l-ijannati’l khuldi”

    Senyumlah dalam menghadapi kematian, hai pemuda karena kau sedang menuju kehidupan abadi di surga.
    Kenyataan, bahwa ajaran islam menggagungkan kematian melalui teroris.

    Surah 2:193 yang memerintahkan muslim untuk memerangi kafir, ini idelogi iblis bukan wahyu Alloh.

  2. absoen says:

    Shalawat.
    Wah Mr. Nunusaku lagi bersemangat ya… belajar dimana ayat2 tersebut? Dapat dari belajar atau dapat nyolong belajar? Kalo mau komentar masalah AlQuran, belajar dulu deh yang bener… biar gak malu2in.

    Mengenai kenapa iblis ga mati2 walaupun udah dilontarin batu tiap tahun oleh jemaah haji, jawabannya sederhana kok. Ya iyalah… kan iblis tu bapaknya Mr. Nunusaku, mana bisa mati?! Anaknya aja gak mati2…padahal gobloknya ampun2an!

    Sukron!

  3. Saya Eka says:

    hehehe,…. nunusaku ada disini juga toh,….
    btw,….klo kita sebagai umat muslim sangat dan teramat sangat untuk menyatakan bahwa sesuatu itu baik atau buruk, benar atau salah. Jika baik/benar, maka jangankan raga, jiwa pun kami korbankan untuk mempertahankannya. Kenapa begitu? Ya iyalah kan ini perintah Allah SWT tuhan kami masa kami tidak nurut. Emangnya situ,… yang mau diboongin ma si PAULUS, dusta terus demi kemajuan kerajaan alah.

  4. abu huda as syamaronji says:

    islam tidak akan hancur dengan kata2 kalian, tapi sebaliknya, kalian orang2 kafir yg akan hancur berkeping2 tanpa sisa..liat saja nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s