Nashrullah dan The Economic Hitman

ardhi.jpg

Awal bulan ini, Jihad Al-Bina (Jihad Pembangunan), sebuah LSM pengembangan ekonomi rakyat yang berada di bawah naungan Hizbullah, menggelar pameran bertema “ARDHI” (TANAHKU). Pameran ini bertujuan memperkenalkan hasil-hasil riset, konsep-konsep teknologi, dan produk-produk industri pertanian yang telah dikembangkan oleh LSM ini. Secara mengejutkan, Jihad Al-Bina telah menguasai 50% agrobisnis di Lebanon Selatan, dan menjadi salah satu pembayar pajak terbesar bagi negara.

Pada penutupan acara itu, Sayyid Hasan Nashrullah memberikan uraian panjang lebar tentang nilai ekonomis, kultural dan strategis dari agroindustri. Bagi saya, yang cukup mengherankan adalah betapa lancar dia mengutip pandangan pakar-pakar ekonomi dunia berkenaan dengan hal ini. Selain itu, dan ini lebih mengejutkan lagi, Nashrullah menyitir pengakuan-pengakuan John Perkins berkenaan dengan apa yang dia lakukan di Timur Tengah.

Kemudian Nashrullah menyimpulkan, karena pekerjaan para economic hit man (EHM) adalah membuat ekonomi suatu negara terus menerus bergantung, maka cara termudah untuk melakukannya ialah dengan mencekik sektor industri suatu negara, terutama industri-industri strategisnya. Bagi Nashrullah, industri paling strategis adalah pertanian dan peternakan. Inilah industri yang langsung berhubungan dengan rakyat kebanyakan.

Lebih lanjut, Nashrullah menjelaskan bahwa kebergantungan ekonomi suatu negara kepada negara-negara adidaya adalah penghalang paling besar bagi terwujudnya kemerdekaan politik. Jadi, tidak ada kemerdekaan politik tanpa kemerdekaan ekonomi. Dan kemerdekaan ekonomi tidak mungkin tercapai tanpa pembangunan dan pengembangan industri-industri strategis, terutama agroindustri. Perang terbesar di Timur Tengah pada milenium ini akan berlangsung di bidang ekonomi, karena semua pihak yang bermusuhan telah sadar akan keseimbangan kekuatan militer masing-masing.

Nashrullah melanjutkan, di hampir semua negara di dunia, apalagi di dunia ketiga, agroindustri sangat membutuhkan bantuan pemerintah. Industri ini melibatkan banyak orang, dan sebagian besar dari orang itu berasal dari kelompok yang lemah. Sebagai kelompok terlemah sekaligus terpenting dalam masyarakat, para petani harus terus mendapatkan bantuan, penyuluhan, pendampingan, pelatihan dan pendidikan dari pemerintah. Jika ada pemerintah yang tidak membantu sektor ini, maka patutlah kita mencurigainya telah berkolaborasi dengan korporasi-korporasi besar yang pada gilirannya merugikan rakyat.

Selanjutnya, Nahsrullah menyarankan agar lembaga-lembaga swadaya masyarakat bekerja secara praktis, teruatam dalam sektor-sektor ekonomi real. Kehadiran dan keberhasilan LSM harus diukur dalam tataran praktis, bukan dalam tataran konseptual semata-mata. Nashrullah memuji keberhasilan Jihad Al-Bina dalam mengembangkan agroindustri dan konstruksi. Dua bidang ini, terutama agroindustri, adalah bidang ekonomi yang padat karya, sehingga keduanya dapat menyedot tenaga kerja yang besar dan menghindarkan masyarakat dari pengangguran.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s