Ismail Haniya: Pemimpin Idolaku

ismail-haniya.jpg

Salah seorang pemimpin yang kini membuat hati saya berbunga-bunga setiap kali menyaksikannya adalah Ismail Haniya (kelahiran 1963). Perjuangan, ketegaran, wibawa dan bahkan penampilannya menerbitkan optimisme dalam diri saya terhadap masa depan manusia, terhadap kemampuan manusia untuk menepis godaan uang dan kedudukan demi kepentingan pribadi.

Kakak saya, Ibrahim Muharram, sampai-sampai berseloroh bahwa Ismail Haniya ini bahkan secara fisik memiliki ciri-ciri sebagai pejuang. Tubuhnya gagah besar seperti pilar di koliseum Athena, berwajah bulat sebesar kubah al-Aqsa dan bersuara sekeras dentang lonceng Gereja Bethlehem. Pokoknya postur tubuhnya mendukung jiwanya yang sebesar perjuangan rakyat palestina. Saya sangat bersyukur bahwa di kalangan umat Nabi Muhammad ini masih ada sejumlah pemimpin yang berani lantang menantang Israel dan AS, tidak mau menjual harga diri umat demi kesenangan dan kemasyhuran sesaat. Bukan hanya itu, Ismail Haniya ternyata juga pemimpin yang berwawasan dan memiliki strategi perjuangan yang komprehensif. Di reruntuhan kehinaan bangsa Arab dalam menghadapi tekanan Zionis dan neokonservatif AS, Haniya tegar berdiri menantang. Haniya seperti oase di tengah tandusnya semangat perjuangan bangsa Arab. Dia adalah inspirasi bagi banyak pemuda Palestina, tidak hanya bagi anggota Hamas.

Di tengah aksi blokade finansial dan ekonomi Israel atas Gaza, Haniya menyarankan agar semua anggota Hamas, terutama pejabat teras, untuk menggunakan damar untuk menerangi ruang-ruang rapat. Dia sendiri juga sudah memakai damar di rumahnya dan menggunakan jasa baik keledai untuk bertransportasi dari rumah ke kantornya.

Dalam perhelatan akbar memperingati ulang tahun Hamas yang ke-20, tanggal 15 Desember kemarin, Haniya berpidato mendeklarasikan prinsip-prinsip perjuangan Hamas yang didirikan pada 1987 silam. Haniya mengemukakan bahwa kehadiran ratusan ribu pemuda di alun-alun Gaza itu adalah bukti bahwa Hamas bukan organisasi yang telah kehilangan basis massa melainkan justru sedang panen raya popularitas dan dukungan.

Haniya berpidato, “Kalau ada pengamat politik yang menyatakan bahwa Hamas kehilangan dukungan, suruh dia datang kemari dan menyaksikan dengan mata telanjang mengapa begitu banyak pemuda di sini? Mengapa mereka terus meneriakkan yel-yel perjuangan yang telah dibawa oleh para pemimpin syahid kita seperti Syaikh Ahmad Yasin dan Dr. Abdul Aziz Rantisi? Banyak kekuatan di dunia ini yang mati-matian berupaya menghancurkan Hamas. Tapi, saya tegaskan bahwa Hamas adalah organisasi nasional yang tumbuh dari jiwa-jiwa merdeka dan siap berkorban untuk perjuangan rakyat Palestina. Selama Hamas masih berada dalam garis perjuangan itu, selama itu pula Hamas pasti akan mendapatkan dukungan dan kekuatan. Selama Hamas memilih strategi perlawanan untuk mengembalikan hak-hak rakyat Palestina, kehormatan dan tanah mereka, tak akan ada kekuatan di dunia ini yang bisa mengalahkannya.”

Hamas yang kini dipimpin oleh Khaled Misy’al itu memang bukan organisasi cangkokan hasil kompromi kekuatan asing, melainkan tumbuh dari dan bersama pilihan rakyat. Dari sini kita bisa melihat bahwa Hamas dan juga Jihad Islam terus berkembang menjadi pilihan strategis seluruh pemuda Palestina.

Dalam orasi berkobar-kobar itu, Haniya melanjutkan, “Konferensi Annapolis tidak akan membawa hasil apa-apa bagi para pesertanya. Dan nyatanya memang seperti itu dan akan selalu seperti itu. Saya yakin bahwa kita sudah tidak mungkin lagi diberi iming-iming kosong yang selama ini mereka tawarkan. Perjuangan merebut hak tidak mungkin dicapai hanya lewat negosiasi dan kompromi. Harus adalah perlawanan politik, militer dan perlawanan populer dalam perjuangan… Pembebasan Lebanon dan Gaza adalah bukti nyata bahwa perlawanan adalah strategi yang jitu dan efektif… Kita pro dialog antar-faksi Palestina, tapi kita tidak mau ada prasyarat untuk melakukan dialog. Apalagi bila prasyarat-prasyarat itu tidak muncul dari aspirasi rakyat Palestina, melainkan hasil tekanan dari musuh-musuh rakyat.”

10 thoughts on “Ismail Haniya: Pemimpin Idolaku

  1. Tokoh yg mengagumkan, digasak sana-sini. Bahkan oleh saudara2nya sendiri. Bahkan oleh dulur2 dan jirannya sendiri. Semoga terus diberi kekuatan, sesuai dengan bentuk fisik yg diilustrasikan oleh akhukum Ibrahim. Ya kher ilustrasi!

    Salam..

  2. ana juga termasuk penggemar ismail haniya. sekarang ada 4 muskeeteers. yaitu moqtada al-sadr,mahmoud ahmadinejad,hasan nasrallah,dan Ismail haniya. kita doakan supaya mereka menempati surga yg sejajar dengan Rasul karena mereka adalah para pencinta rasul dan yg berjuang demi Islam

  3. fahri el says:

    Ana salah satu pengagum semua tokoh-tokoh HAMAS, semoga Allah melindunginya,
    teguhkan hatimu wahai perdana menteri Insya Allah Kemenangan sudah dekat..

  4. parker says:

    salah satu tokoh yg slalu membuatku menitikan air mata jika membaca tingkah polahnya,,,,,taruslah maju wahai pemimpinku….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s