Selamat Mengurbankan Ego

Hari ini adalah hari kurban. Mungkin kita tidak (belum) punya uang untuk membeli hewan kurban dan menyembelihnya di jalan Allah. Tapi, pasti kita semua punya ego yang layak disembelih. Pasti kita masih punya banyak nafsu, fantasi dan pikiran sesat yang harus juga disembelih. Dan lebih penting lagi, pasti kita punya banyak kesalahan, keteledoran, keliaran yang semuanya harus kita sembelih, dengan pisau tajam permohonan maaf dan pengakuan akan kekhilafan. Dengan menyembelih segala keburukan itu, berarti kita telah merambah maju menuju keharibaan Ilahi Rabbi.

Pertama dan terutama aku ingin bersimpuh mengemis ampunan kepada Allah, Tuhan semesta alam, atas segala pemberian-Nya yang telah kugunakan untuk melanggar tanpa henti berbagai perintah-Nya. Ya Allah, Engka lebih tahu tentang keadaanku ketimbang diriku sendiri. Ya Allah, aku hanyalah setitik biru di langit kemuliaan-Mu, sejumput awan di angkasa kekuasaan-Mu, sebutir pasir di gunung keperkasaan-Mu, sejumput buih yang terapung-apung di lautan kebesaran-Mu, …terhempas, tersambar, tak berdaya, tertipu oleh diri sendiri, tenggelam dalam jeluknya kepongahan, terkepung api nafsu yang gelap gulita. Ulurkan tangan pertolongan-Mu, bimbinglah daku untuk menghampiri-Mu dan sembelihlah iblis dan ego dalam diriku, wahai Tuhan Kekasihku!

Di hari raya ini, aku merasa sedih dan pilu, mengenang Baginda Suci Muhammad, tambatan hati orang-orang yang telah terpana memuja kebenaran dan keindahan. Wahai Nabi rahmat sekalian alam, wahai cahaya dalam gelapnya kebodohan dan kekufuran, sungguh sangat banyak aku menodai nama dan kehormatanmu, dengan cara tidak mengindahkan ajakan dan anjuranmu untuk segera berlari menuju Allah, berpegang teguh pada tali-Nya dan berusaha mengais ampunan-Nya.

Aku juga merasa tertunduk malu, memohon maaf yang tulus ikhlas kepada keluarga suci Nabi. Duhai pelita-pelita kemanusiaan, duhai bahtera keselamatan, duhai pendar-pendar cahaya Ilahi! Betapa sering aku jadikan kalian sebagai kedok pencarian kesenangan dunia yang fana ini. Betapa sering aku mengutip kata-kata kalian demi meneguhkan kesombongan diriku yang hina ini. Aku sadar bahwa kalian, wahai manusia-manusia yang disucikan, terlalu agung dan kudus untuk bersentuhan dengan ego rendahku yang hina dan menjijikkan ini. Emosi cinta yang membuncah mengguyur sekujur tubuhku, setiap kali aku mengenang kalian, sehingga sikap dan tindakanku sering justru mencoreng kekudusan derajat kalian.

Kepada semua orang beriman yang berserah diri kepada Allah! Kepada mereka yang telah berjuang menegakkan panji-panji kemanusiaan! Kepada semua yang telah mengorbankan nyawa, keluarga, harta dan kehormatan diri demi membimbing manusia menuju kebahagiaan tertinggi—terimalah permohonan maafku yang sarat kebodohan ini.

Di hari raya pengurbanan ini juga izinkan saya meminta maaf kepada semua yang telah saya sakiti, terutama mereka yang telah saya cederai hati atau saya singgung perasaannya. Mereka yang telah saya hina, saya ambil hak-haknya, saya sia-siakan cinta dan kasih sayangnya, dan semua yang berbaik hati kepada sesama manusia.

Ingin juga saya sampaikan terima kasih pada para aktivis JIL yang telah memfasilitasi pertemuan Gus Dur dengan beberaga guru YAPI Bangil. Semoga perbuatan baik kalian itu diganjar oleh Allah, sebaik-baik Pemberi ganjaran.

Saya mendengar dari Kakak saya, Muhsin Labib, bahwa Sdr. Guntur Romli yang namanya pernah saya sebut dalam tulisan di blog ini ikut aktif mengatur pertemuan itu. Terima kasihku buatmu.

Mungkin kita berbeda jalan, berbeda cara, melihat dengan mata yang berbeda, merasa dengan hati yang berbeda, dan berpikir dengan pola yang berbeda. Tapi, saya tetap akan menyampaikan terima kasih kepada semua aktivis JIL yang telah membela minoritas Syiah di Indonesia. Kami bisa terus saling mendukung demi terciptanya toleransi dan keberagaman. Saya yakin, kebenaran akan semakin cemerlang di dalam lumbung kebhinekaan, dan sirna dalam kekejaman ekstremisme.

Selamat Idul Adha, selamat berjuang di jalan Ilahi, jalan kemanusiaan yang murni, jalan yang telah dilapangkan oleh para nabi, terutama Nabi Muhammad, keluarga beliau yang suci dan semua sahabat tulus ikhlas yang terus mengikuti langkah lurus mereka.

4 thoughts on “Selamat Mengurbankan Ego

  1. salam,
    berkah tuhan mengiringi setiap langkah
    mengawasi setiap jalur detak kehidupan
    tiada kosong dari campur tangan tuhan
    mengisi setiap senang maupun sedih manusia

    dimanakah letak kehendak tuhan ?
    ketika manusia mempunyai rencana
    dan ada ketetapan tuhan disana

    setiap napas ini masuk, ada rahmatNya
    setiap detak jantung ini bergerak mengikuti iramaNya
    setiap tetes darah tubuh ini mengalir mengikuti alur sungaiNya

    bagaimana mungkin ku bisa mengarungi hidup ini
    tanpa memohon campur tanganMu
    tanpa meminta rahmatmu
    tanpa bersimpuh sujud memohon petunjukmu
    ternyata tanpa kusadaripun engkau memenuhinya

    sungguh tanpa terima kasih ku melangkahi setiap detik yang kulalui
    tanpa akal ibrah dan koreksi, maut semakin mendekati
    dengan nafsu dan egosentris yang melekat kurenda hari ini

    tapi satu hal yang selalu kucoba pegang
    dan kuusahakan untuk selalu kukenang
    kupaksakan dalam setiap alur pikirku
    kutanamkan dalam setiap aliran darahku
    kupukulkan dalam setiap detak jantungku
    bahwa ENGKAU ROBBi Tuhanku… dan aku adalah hambamu

    ketika engkau wahyukan melalui nabimu untuk selalu berdoa kepadamu dan PASTI engkau kabulkan, maka kuberdoa padamu Ilahi mengikuti perintahMU:

    bahwa ENGKAU ROBBi Tuhanku… dan aku adalah hambamu
    bahwa ENGKAU ROBBi Tuhanku… dan aku adalah hambamu
    bahwa ENGKAU ROBBi Tuhanku… dan aku adalah hambamu

    apapun yang engkau tetapkan ketika ku mengikuti jalanmu adalah yang terbaik
    tak mungkin Seorang Tuhan menelantarkan hambanya dan aku adalah hambamu maka jangan terlantarkan daku

    satu hal lagi ya Ilahi bahwa “aku adalah hambamu maka jangan terlantarkan aku”

    rasa gelisahku teruntukmu Tuhan
    Hambamu
    ———————————————-
    Mohon doa….
    Demi usaha mempersiapkan diri-diri ini,
    mengikuti Ismailnya Ibrahim..
    menjadi Ismailnya Al-mahdi

    Selamat Idul Adha… (arema_syiah)
    ———————————————

    Wahai para ulama kami….
    kami tunggu peranan antum yang lebih besar,
    pada saat menunggu kedatangan Al-mahdi
    hingga saat kita berkumpul di belakang Beliau.

    Umatmu
    ————————————————-

  2. zaid says:

    Ilahi, maula yaa

    Dengan segala kerendahan hati dan kesucian jiwa yang sekiranya masih dapat terlihat di genangan lumpur kehinaan ku…
    Ku sampaikan pada-Mu pada hari ini…saat ini…
    Ampunilah orang yang tak memiliki apapun kecuali do’a
    Yang modalnya hanya harapan
    Yang senjatanya hanyalah tangisan

    Namun tempat kembalinya hanyalah diri-Mu
    Yaa Rabb, semoga kau segerakan seluruh kesempurnaan yang telah kau samatkan pada kekasih-Mu yang agung Baginda Rasul dan Ahlil Baitnya, kepada kaum mu’minin dan muslimin dimanapun mereka berada. Amin.

    Selamat merayakan dan mengecap berkah Ied kurban buat antum semua…

  3. Ass.wr.wb.
    Sebelum saya menceritakan pengalaman saya yang berikut ini, saya memohon agar kita sebagai muslim agak sedikit melapangkan dada untuk menerima atau tidak menerima cerita saya berikut ini.Apakah ini suatu kenyataan ataukah tidak terserahlah kepada yg mendengarnya, kalau seandainya bapak keberatan untuk menerimanya dan menghapusnnya, untuk pribadi saya, juga saya tidak ada masalah,karena menurut hakikat saya,mendengar atau melihat cerita ini akan menimbulkan kebencian, penghasutan, pencacian dll,jadi saya serahkan saja kepada akal manusia yg sehat untuk menimbang baik atau buruknya.

    Beginilah ceritanya:
    Pada tanggal 3 bulan juli th 2008 masuk bulan rajab malam jumaat lalu setelah maghrib muncul makhluk bersayap yg sayapnya seperti mutiara-mutiara yg bertebaran di muka bumi ,begitu besarnya beliau dari pandangan saya,yg berjarak kira-kira 5 meter dari hadapan saya,keindahaan beliau tidak terlukiskan.
    Perkataan beliau yg pertama adalah: Tuliskan!lantas sekali lagi Tuliskan!
    Saya cepat mengambil kertas dan pena kemudian duduk kira-kira satu meter dari hadapan beliau.
    Perkataan beliau yg kedua:Assalamualaikum.
    Saya jawab wallaikumsalam.
    Perkataan beliau yg ketiga:saya Jibril,Tuliskan!
    Saya akan datang bersama Isa almasih kedunia bersama sembilan wali-wali dan bersama 200 lebih malaikat-malaikat.
    Waktu sudah sangat singkat, mulai tahun 2010 banyak kejadian yg akan merampas jiwa manusia.
    Perkataan beliau yg keempat:apa yg engkau inginkan? menyebarkan firman-firman Allah S.W.T, jawab saya.
    Perkataan beliau yg kelima:ada lagi?InsyaAllah, Allah S.W.T akan memberikan petunjuk kepada kami,jawab saya.
    Perkataan beliau yg keenam:baiklah! lantas beliau mengambil kedua belah tangan saya,beliau menyuruh saya berzikir.
    -Allahhuakhbar33x
    -Subhanallah33x
    -Alhamdulillah33x
    -Allah S.W.T33x
    -Laillahhailallah33x
    -Laillahhailallahmuhammadarasulallah33x
    Perkataan beliau yg kesepuluh:ingat!
    1.jangan engkau sombong
    2.bersabarlah
    3.sayang kepada kedua orang tua
    4.jangan engkau membuat kesalahan
    Beliau tunduk sejenak, lantas beliau berkata,saya musti kembali dan menyapa saya assalamualaikum, saya jawab wallaikumsalam Jibril a.s, dia membuka sayapnya lantas terbang begitu cepatnya.

    Saya beranggapan bahwa ini hanyalah sebagai amanah.
    Marilah kita menyimak cerita ini bersama dengan akal yg sehat menurut Alquran dan hadits-hadits rasulallah Muhammad S.A.W.

    Apakah kita suda bersiap untuk kedatangan tanda-tanda akhir zaman?

    Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s