Anjing Kecil Menggonggong, Kafilah Tetap Santai Berjalan

Saya kaget waktu buka blog kakak saya, Muhsin Labib, ternyata ada tulisan soal para pemberi komentar yang salah alamat. Sejak dua pekan terakhir, saya juga menerima beberapa komentar yang serupa. Bukan cuma sinisisme dan sarkasme, tapi beberapa komentar malah sudah sampai pada pengkafiran pribadi saya!

Saya cuma bisa geleng2 kepala. Apa maksud orang2 seperti itu??? Jika maunya mengancam, tentu dia salah alamat. Saya ingin mengutip kalimat dari guru dan tauladan saya Sayyid Hasan Nashrallah saat banyak politisi Arab memakinya: “Kalau bombardir bom, roket dan misil saja tidak menyurutkan kami, apalagi bombardir kata-kata kosong yang tidak melukai siapa saja kecuali diri kalian di mata manusia!”

Tapi, jika maunya mencaci dan mengutuk, ya biarlah… Toh semua itu hanya teks mati yang tidak bisa berbuat apa-apa—sama matinya dan sama nihilnya dengan semua tindakan lain orang-orang macam itu di muka bumi.

Komentar-komentar itu jelas tidak akan mengendurkan semangat kami untuk menumbuhkan toleransi dan tidak pula bisa melukai optimisme kami terhadap sesama manusia.

Untuk para pemberi komentar itu, saya hanya ingin sampaikan pesan ini: kami adalah orang yang percaya pada kebaikan manusia. Kejahatan dan mungkin kekejaman orang macam Anda (apalagi jika hanya berbentuk teks mati!) tidak akan mungkin—dengan izin Allah—menyurutkan barang satu mili pun kepercayaan kami pada potensi-potensi baik manusia. Justru sebaliknya, semua komentar itu akan semakin menambah kekuatan kami untuk berkhidmat kepada sesama manusia di jalan Allah.

Amien…

 

5 thoughts on “Anjing Kecil Menggonggong, Kafilah Tetap Santai Berjalan

  1. bintangtimur says:

    Motif mereka apa Tadz….tak bermotif ya….
    Untuk soal komentar-komentar yang gituan saya nggak ikut-ikutan…ya…
    Kurang kerjaan aja….mentang-mentang lagi sulit dapet kerja…akhirnya ngerjain orang laen…
    Tetap sabar…sabar…Tuhan suak hambanya yang penyabar….he..he..

  2. nilam says:

    Apa yg menimpa ustad Musa dan ustad Labib serta bagaimana Ustad menyikapinya menjadi cerminan dan pelajaran bagi saya pribadi. Kata-kata Sayyid Hasan Nasrallah itu sungguh luar biasa. Salut juga buat Ustad. Terimakasih atas pelajaran yg diberikan. Mungkin ini adalah salah satu hikmahnya atas perbuatan orang usil yang benar2 merugi karena tidak memanfaatkan potensi kebaikannya.

  3. savikovic says:

    biasalah ustad.. orang berusaha berbuat baik selalu dikepung iblis dan segala macam cara2 licik dan canggihnya. Kebaikan pasti menang karena selalu Allah selalu bersamanya

  4. absoen says:

    Salam & Shalawat!
    Duh, seharusnya Ustadz menanyakan alamat atau no rek bank mereka dan bersedekahlah kepda mereka karena mereka telah dengan “ikhlas” menyumbangkan pahala, atau minimal “lahan” untuk Ustadz mendapatkan pahala dan ridho Allah, after all that’s the only thing that matter in this life, isn’t it?!
    Keep on laugh, LoL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s