Merah Ferrari di Jidat McLaren

formula-one1.jpg

Tahun 2007 adalah tahun paling penuh kontroversi dalam olahraga jet darat Formula Satu. Mulai dari skandal spionase yang melilit tim super-kaya McLaren Mercedes, pertarungan antar sesama pembalap (Fernando Alonso dan Lewis Hamilton), skandal mata-mata Renault atas McLaren dan sebagainya. Heboh, dan seru! Kemenangan Ferrari merebut kembali juara pertama dalam kategori pembalap dan konstruktor telah menaikkan pamor tim kuda jingkrak ini. Tapi, kekalahan McLaren sebenarnya tidak terbukti di lapangan, melainkan hasil keputusan di meja hijau Federasi Olahraga Otomotif Internasional (FIA) yang mencabut seluruh poin McLaren dan memberi denda 100 juta dolar AS pada tim berbasis di Woking, Inggris ini.

Fans McLaren tentu tidak mau begitu saja menerima keputusan tersebut. Salah satu cara fans mereaksi keputusan FIA itu ialah menjadikan ajang Autosport Awards untuk menganugerahi McLaren sebagai “Mobil Balap Tahun Ini”, dan Lewis Hamilton sebagai “Pembalap Internasional Tahun Ini”.

Reaksi fans McLaren itu membuat manajemen Ferrari gundah. Mereka mengadakan konferensi pers untuk menunjukkan bahwa mereka sama sekali tidak puas dengan keputusan FIA. Mereka merasa keputusan itu kurang tegas dan kurang keras.

Apalagi, menurut manajemen Ferrari, McLaren terus menunjukkan bahwa pihaknya tidak bersalah selama masa investigasi. Setelah bukti-bukti konkret ditemukan, barulah pihak McLaren mengedarkan surat permohonan maaf.

Lalu, Presiden Ferrari, Luca di Montezemolo, meledek, “Orang Inggris tidak pernah gagal menunjukkan kekurangan sportivitas mereka. Apakah mereka tidak tahu bahwa mobil yang menang itulah mobil yang terbaik.”

Luca di Montezemolo menyatakan bahwa McLaren telah mencuri teknologi yang sangat sensitif bagi Ferrari. Mereka telah melakukan sebuah kesalahan fatal yang mencoreng citra olahraga otomotif. “Jadi,” kata di Montezemolo, “jika Ferrari tidak bisa memberikan bukti pasti, mungkin saja McLaren akan lolos dari kejahatan besar itu.”

Saat ditanya tentang jaminan bahwa McLaren tidak akan menggunakan komponen-komponen yang bersumber dari hak cipta intelektual Ferrari, di Montezemolo menegaskan: “Yah, saya yakin setidaknya warna mobil kita berbeda. Pasti tidak ada mobil McLaren berwarna merah.”

Salah seorang fans Ferrari memberi komentar atas kejadian ini dengan menyatakan bahwa Ferrari adalah mobil dengan teknologi yang bukan untuk dinikmati semua orang. Tidak semua orang yang bisa menyetir mobil mampu mengendalikan jet darat warna merah ini. Sedang mobil McLaren Mercedes adalah mobil untuk semua orang, yang ahli menyetir mobil atau tidak.

Kemarin, koran The Sun menurunkan berita heboh tentang sambutan warga Spanyol atas kedatangan tim McLaren yang diduga berbau rasis. Sejumlah fans di sirkuit Montmeló dekat Barcelona, Spanyol, tempat kelahiran Fernando Alonso, menggunakan topeng hitam yang bertuliskan “keluarga Hamilton”. Olokan ini sebagai reaksi kemarahan warga Spanyol yang merasa McLaren dan Hamilton telah menghalang-halangi kemenangan kembali Alonso sebagai juara dunia ketiga kalinya.

Publik dan Pemerintah Inggris marah besar atas kejadian ini. Tidak kurang Menteri Olahraga Inggris, Gerry Sutcliffe, telah mengirimkan surat teguran keras pada sejawatnya di Spanyol. Dia meminta penjelasan rinci atas peristiwa rasis yang menggemparkan publik Inggris itu.

Wuih, wuih tahun depan Formula Satu sepertinya akan lebih banyak lagi sis-sisi politiknya daripada murni urusan olagraga. Dan pastinya lebih heboh, penuh pertarungan antara mazhab-mazhab teknologi otomotif.

Godetevi lo spettacolo!

4 thoughts on “Merah Ferrari di Jidat McLaren

  1. Taufik Murdono says:

    Formula One is one of the most spectacular events in the world. It’s more into man stuff.
    Formula One has always been British since they were born. I guess today British has to pay off big time on snifing other peoples technologies.

  2. Ema Rachman says:

    Yeah masalahnya dulu saya ada di lingkungan itu, sering langsung nonton dan bertemu dengan mereka2 itu…dulu bisa sampe nangis2 waktu Senna meninggal…tapi emang dalam setiap company kalo udah ada kepentingan, apapun di hajar abis..so decadent…that’s part i don’t like…but now I completly cut off with those stuff!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s