Jangan Biarkan Anak Anda Menonton TV

Sejak beberapa waktu lalu, saya sering uring-uringan jika melihat anak saya menonton teve. Saya sering protes keras kepada istri atau pembantu yang membiarkan anak menonton teve. Waktu itu saya hanya punya dugaan kuat bahwa menonton teve akan mempengaruhi perkembangan mental dan kejiwaan anak.

Namun, saat saya sedang browsing di internet, saya menemukan laporan menarik ini dari Kompas.com berikut ini. Maka saya langsung kasi tahu istri soal alasan saya yang sering protes melihat anak saya menonton teve. Kini saya ingin memasukkan laporan menarik ini dalam blog ini. Sudah menjadi fenomena umum bahwa kini banyak orang tua yang membiarkan anak-anak mereka  – bahkan sejak usia pra sekolah – asyik menghabiskan waktu dengan menonton televisi atau bermain komputer.

Bagi orang tua, selama anak-anak merasa senang, kebiasaan ini tidak pernah di anggap sebagai ancaman. Padahal membiasakan anak-anak menonton televisi atau bermain komputer, ternyata memiliki dampak negatif khususnya bagi perkembangan otak dan kejiwaan anak. Peringatan akan ancaman serta dampak buruk televisi dan media elektronik lainny terhadap perkembangan anak diungkapkan oleh seorang ahli dari Inggris belum lama ini. Salah satu pesan pentingnya adalah anak-anak pra sekolah seharusnya tidak dibiarkan menonton televisi atau bermain dengan komputer, supaya otaknya berkembang dengan sempurna.  
 
Seorang ahli perkembangan anak, Dr Aric Sigman, mengatakan bahwa telah banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kebiasaan duduk di depan layar komputer atau televisi berjam-jam dapat menimbulkan pengaruh buruk pada anak-anak khususnya untuk jangka panjang.
Seperti diberitakan Sky, Senin (18/2), ia  telah mendesak untuk diberlakukannya semacam “buffer zone” yang membatasi anak-anak pra sekolah untuk mengakses seluruh jenis media elektronik.

Sigman mengatakan kebijakan pemerintah Inggris, yang memperbolehkan para guru secara legal menunjukkan bagaimana mengoperasikan komputer atau televisi justru telah mengakibatkan anak-anak berada dalam risiko besar.

Anak-anak berusia tiga tahun yang menonton televisi terbukti mengalami kesulitan  dengan pelajaran matematika, membaca dan pemahaman bahasa di sekolah. Keping DVD yang mengklaim dapat melatih bayi dan anak-anak yang baru bisa berjalan justru diduga dapat menghambat  proses pembelajaran bahasa.

Selain itu, program-program kekerasan , film dan game juga dikenal dapat mempengaruhi fungsi kerja otak anak-anak, dan dapat mendorong timbulnya agresi dan sifat impulsif.

Menurut data yang dimiliki Dr Sigman, anak-anak di Inggris berusia  11 hingga 15 tahun kini banyak yang menghabiskan hampir dari setengah waktunya dengan menonton  TV dan bermain komputer.

Lebih dari setengah populasi anak-anak berusia tiga tahun di Inggris memiliki televisi di kamar mereka dan dua pertiga di antaranya selalu menonton televisi sebelum pergi ke sekolah.

Anak-anak yang memiliki televisi di kamar tidurnya cenderung sulit untuk mengembangkan kemampuan membaca ketika beranjak enam tahun.  Dan seperempat dari anak -anak berusia lima tahun di Inggris tercatat memiliki laptop atau perangkat komputer sendiri.

 “Statistik ini seharusnya membuat kita untuk mempertimbangkan sebuah kebijakan untuk membuat  perlindungan bagi anak-anak dalam perkembangannya, menyediakan semacam buffer zone dari media  elektronik yang begitu kuat,¨ ungkap Dr Sigman.

“Pada usia yang rentan di mana anak-anak mulai melihat cara hidup dengan spontan, peningkatan jumlah waktu yang dihabiskan untuk melihat  tayangan setiap harinya,  jumlah layar di kamar-kamar tidur anak dan bahkan alat-alat kecil seharusnya membuat kita semua berhenti dan merenung,” tandasnya.

Advertisements

9 thoughts on “Jangan Biarkan Anak Anda Menonton TV

  1. deazwar says:

    Artikel yang ana baca di harian Sunday tentang mitos pendidikan televisi, antum rames dan kemas lagi, hmmm jadi menarik neh… TV telah mendefinisikan kehidupan generasi sekarang…

  2. Ema Rachman says:

    setuju sekali, karena jangankan nonton tv, melihat suatu kejadian sehari2 aja, akan terekam baik di otak kita dan dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku kita setelah itu…Dalam Islam jelas mata atau semua anggota tubuh kan AMANAT Allah SWT, harus digunakan sesuai dengan kemauan Sang Empunya, jadi jangan jadi penghianat sejak dini…karena kelak semua akan melapor pada BOS nya tidak terkecuali….so jadi jadilah diri yang bertanggung jawab, apalagi pada anak , pesan untuk setiap pendidik terutama kaum ibu!!

  3. Afifah says:

    hmm, maksud kerusakan yang ditimbulkan oleh TV itu disebabkan oleh medan/gelombang yg ada di TV atau isinya? krn menurut penelitian lain jg CD/VCD yang menayangkan gambar2 dan suara, berguna untuk menstimulasi otak mengenali benda,bentuk,warna, suara dll…

  4. musakazhim says:

    Saya rasa both ya. Karena, justru stimulasi pada otak di saat yg tidak tepat itu sangat berbahaya. Maka itu, dalam Islam fase2 usia itu memainkan peran penting dan punya signifikansinya tersendiri. Usia bayi, anak2, balig, remaja, tua dan sebagainya punya kedudukannya masing2. Nah, stimulasi otak yg berlebihan atau yang salah pada anak, saya pikir, malah akan menimbulkan agresivitas atau efek kejiwaan lain yang berbahaya.

  5. hihi, TV bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan. Jadi kita memang harus lebih selektif nih. Jazakumullah artikelnya.

    Salam silaturrahim dari kami.

    Priyanto Hidayatullah
    Tim Parenting Islami

  6. zulkarnain siregar says:

    apa pun alasannya, anak perlu didampingi untuk menonton tv. sebab terus terang bahwa tv tidak memberi respons aktif buat anak. kecenderungan untuk menjadi pasif dan konsumtif secara perlahan merasuk dalam benak anak.belum lagi mutu tayangan dan seleksi penayangan yang tepat buat konsumsi anak tak terkelola dengan baik.persentasi kelayakan buat tontonan anak juga kecil bahkan cerita untuk anak juga selalu diakhiri dengan cara-cara orang dewasa (seperti kartoon, film dan iklan).kayaknya memang tv belum berorientasi pada anak , tapi cenderung untuk kepentingan komersil belaka dan tingkat rating. untuk itu kayaknya sikap ekstrem memang harus diambil, seperti : tidak perlu menonton tv pada waktu tertentu atau hari tertentu atau bulan tertentu bahkan masa tertentu. mdn 9 juni 2009. warga komunitas taman mdn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s