Pesawat Israel Mengintai Ratusan Ribu Pendukung Hizbullah

acara.jpg

Kemarin, 22 Februari 2008, ratusan ribu pendukung pendukung dan simpatisan Hizbullah berkumpul di Dhahia, Beirut, untuk mengikuti acara Pekan Syuhada Perlawanan. Selain dua pimpinan Hizbullah yang sebelumnya selalu diperingati di hari ini, yakni Syaikh Raghib Harb dan Sayyid Abbas Musawi, pekan ini Hizbullah menambahkan satu lagi nama di deretan para pemimpin itu, Syahid Imad Mughniya.

Acara antara lain diisi oleh orkestra Kasyyafiyyah Al-Mahdi milik Hizbullah, Parade Militer dan pemutaran film-film dokumenter. Setelah itu, ada ceramah yang diberikan oleh putra Syaikh Raghib, Raghib Raghib Harb, putra Sayyid Abbas, Yasir Abbas, dan putra Imad Mughniy, Jihad Imad Mughniya.

Selanjutnya, hadirin mendengarkan ceramah Sayyid Hasan Nashrallah. Poin-poin penting ceramahnya adalah:

(1) Israel adalah negara yang senantiasa memulai perang. Tak ada pihak lain di kawasan ini yang pernah memulai perang dengan Israel. Dialah yang selalu menjadi agresor.

(2) Kehancuran Israel itu adalah suatu keniscayaan historis, karena sejumlah alasan. Pertama, karena Israel adalah negara buatan yang ditanam oleh para kekuatan global. Semua kekuatannya tidak berasal dari dirinya, tapi berasal dari dukungan luar. Tidak lama lagi, dukungan luar itu akan habis, dan habis pula kemampuan Israel untuk mempertahankan diri. Kedua, karena di kawasan ini tidak akan ada yang mau bersahabat dengannya. Jika pimpinan Arab mau melakukannya, maka pasti bangsa-bangsa mereka tidak akan mau. Dan ini menyebabkan Israel selalu menjadi fenomena asing di wilayanya sendiri. Ketiga, ketabahan dan ketahanan bangsa Palestina. Setelah 60 tahun masa penindasan, penjajahan, pendudukan dan pembantaian, bangsa Palestina masih tetap bertahan. Bukankah ini pertanda bahwa Israel tidak mungkin bertahan. Bahkan sekalipun bangsa Palestina tidak mengambil pilihan strategi bersenjata seperti sekarang, dan cukup dengan strategi “kawin dan punya anak”, Isreal pasti tidak akan bertahan.

(3) Darah Imad Mughniya akan membuka lembaran baru dari perlawanan, sebagaimana darah Syaikh Raghib Harb dan Sayyid Abbas Musawi. Ini adalah fakta yang terbukti kebenarannya. Darah Syaikh Raghib Harb menandai babak perlawanan populis, yakni ketika masyarakan secara sporadis mulai mengangkat senjata dan melawan. Darah Sayyid Abbas Musawi menandai babak perlawanan bersenjata yang lebih tertata dan terencana, yakni ketika Hizbullah tumbuh sebagai organisasi militer yang kuat secara kualitas dan kuantitas. Darah Imad Mughniya menandai babak perlawanan yang jauh lebih maju lagi, yakni evolusi Hizbullah sebagai kekuatan militer yang mampu bukan saja mengusir Israel tahun 2000, tapi mampu menahan agresi udara, darat dan lautnya. Mungkin di dunia ini Hizbullah adalah satu-satunya organisasi perlawanan militer non-reguler yang mampu melakukan tugas pertahanan, bukan hanya tugas perlawanan.

Nah, di tengah-tengah acara berlangsung, kamerawan Majalah Al-Intiqad, menangkap pesawat pengintai Isreal melintas di atas kepala ratusan ribu orang tersebut.

pesawat-pengintai-israel.jpg

Advertisements

5 thoughts on “Pesawat Israel Mengintai Ratusan Ribu Pendukung Hizbullah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s