Sejumlah Teori seputar Kasyahidan Imad Mughniya

Sejak awal, Hizbullah adalah gerakan perlawanan Islam yang sangat mengandalkan kerahasiaan sebagai sistem pertahanan diri. Semua pimpinan sayap militer dan intelijennya adalah nama-nama samaran tanpa wajah. Di antara komandan militer Hizbullah, nama Imad Mughniya melejit sebagai legenda. Sekalipun sering kita dengar di media massa Barat, terutama sejak 11 September, tapi hanya ada satu foto yang dipajang untuk menggambarkan profilnya. Foto hitam-putih itu pun sama sekali tidak menunjukkan tampang Imad yang sebenarnya. Berbagai foto dan poster yang resmi dikeluarkan oleh biro media massa Hizbullah setelah kesyahidannya menunjukkan tampang dan tampilan yang berbeda.

Saat kabar kematiannya menyebar, semua pihak terguncang. Para pengamat Hizbullah di Timur Tengah juga kaget bukan alang kepalang. Sampai sekarang, muncul banyak teori di balik misteri kesyahidannya. Setidaknya ada empat teori yang berkembang di kalangan pengamat Timur Tengah.

Pertama, tubuh Hizbullah disusupi oleh agen asing. Teori ini didukung oleh kenyataan bahwa tidak ada orang yang mengenali Imad kecuali “orang dalam” Hizbullah. Sebagian pengamat malah berani menyatakan bahwa di lingkungan Hizbullah sendiri, paling banter ada 5 sampai 7 orang yang tahu identitas dan aktivitas Imad Mughniya. Dan sebagai most wanted selama 25 tahun dengan 26 juta dolar AS untuk harga nyawanya, tentu Imad sudah punya ilmu “menghilang” yang mandraguna. Jauh sebelum Amerika Serikat terobsesi dengan Osama bin Laden, badan intelijen AS sudah mengincar Imad sampai ke rabbit hole. Israel, Inggris, Perancis, Argentina dan sejumlah negara Arab juga memburunya. Menurut teori ini, kesyahidan Imad di luar teritori Lebanon, tepatnya di kawasan pemukiman dekat markaz intelijen Suriah, semakin menunjukkan bahwa Imad telah dikuntit sejak kepergiannya dari Lebanon. Dan ini berarti ada “bocoran” berkenaan dengan keberadaan Imad dari orang dalam Hizbullah sendiri.

Kedua, pembunuhan Imad adalah “jasa” Suriah kepada AS, Israel dan sejumlah negara Barat dan Arab untuk imbalan politik tertentu. Salah satu deal politik yang ingin dicapai Suriah adalah dibukanya kembali kanal-kanal diplomatiknya dengan Barat dan AS. Melalui jasa ini, Suriah berharap bisa mendulang investasi asing, pinjaman dana segar dan memulai negosiasi damai dengan Israel. Para pendukung teori ini lantas mengaitkan serangan Turki ke wilayah Kurdi hari-hari ini sebagai bagian dari paket deal antara AS/Israel dan Suriah/Turki. Seperti kita tahu, pada hari kesyahidan Imad Mughniya, Menhan Israel, Ehud Barak, sedang berada di Turki untuk suatu “kunjungan penting”.

Ketiga, kematian Imad adalah “tipuan” Hizbullah untuk mengalihkan opini publik dari kisruh politik internal Lebanon ke urusan Israel. Menurut teori ini, Imad sebenarnya sudah syahid sejak perang Juli 2006. Tapi, sesuai rencana Hizbullah, kesyahidan Imad mesti dijadikan senjata taktis yang efektif. Pengumuman kesyahidannya harus menjadi kartu truf Hizbullah dalam percaturan politik Timur Tengah pasca perang Juli 2006. Beberapa bukti berikut bisa diajukan untuk mendukung teori ini.

(1) kesyahidan Imad Mughniya terjadi dua hari sebelum perayaan akbar yang digelar oleh kelompok 14 Februari yang pro Barat di lapangan Syuhada Beirut. Akibatnya, timbul dugaan bahwa pengumuman kesyahidan Imad pada tanggal 12 Februari lalu sebenarnya untuk memecah konsentrasi publik Lebanon dan merebut simpati mereka yang sedang menjadi sasaran propaganda gencar kelompok 14 Februari yang pro Barat dan anti Suriah.

(2) kehebohan yang terkesan diorkestrasi dalam menanggapi peristiwa ini. Mulai dari Imam Sayyid Ali Khamanei, Presiden Mahmoud Ahmadinejad, Muqtada Al-Sadr sampai tokoh-tokoh perlawanan Hamas dan Jihad Islam memberikan tanggapan kilat dan serempak atas kesyahidan Imad. Seolah-olah ada “naskah” yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Beberapa jam setelah kepastian berita kesyahidan Imad Mughniya, Presiden Iran meminta Menlu Iran untuk menunda jadwal pertemuannya dengan Menlu (mana-lagi-kalau-bukan) Suriah dan ikut melayat jenazah Imad pada hari 14 Februar (hari kematian Rafik Hariri yang dirayakan di bagian lain kota Beirut oleh kelompok pro Barat dan anti Suriah). Para pendukung teori ini menyatakan, pertemuan antara dua pejabat setingkat menteri itu tidak bisa diubah dalam waktu beberapa jam, mengingat rumitnya protokoler yang terlibat di dalamnya. Kecuali, jika perubahan itu memang sudah direncanakan sebelumnya!

(3) peristiwa kesyahidan Imad yang terjadi di dekat markaz intelijen Suriah di Ibukota Damaskus makin menimbulkan kecurigaan bahwa peristiwa meledaknya mobil Pajero itu sebenarnya adalah kamuflase yang telah direncanakan. Pendukung teori ini lantas menunjukkan bahwa kamuflase serupa memang harus terjadi di Suriah atau Iran. Di luar dua negara itu, kamuflase ini akan dengan mudah terkuak oleh penciuman tajam para kuli tinta.

(4) beberapa detik setelah ledakan bom mobil itu, polisi Suriah menutup rapat semua akses ke TKP. Tak seorang pun bisa mendekati atau mengambil foto TPK. Padahal, baru beberapa jam kemudian terbetik kabar bahwa mobil tersebut adalah milik Imad Mughinya.

(5) peristiwa itu terjadi persis di saat kedutaan besar Iran di Damaskus mengadakan acara besar-besaran yang mendatangkan belasan pejabat pemerintah Suriah dan Iran serta puluhan tokoh politik Timur Tengah untuk memperingati ultah Revolusi Islam. Nah, jarak antara TKP dan kedubes Iran di Damaskus hanya sekitar dua ratusan meter. Sebodoh-bodoh operasi intelijen tentu tidak akan nekat mengambil risiko menerobos jejaring keamanan yang sedang berada dalam kesiagaan penuh seperti itu.

(6) dan ini adalah bukti yang paling mengejutkan: satu-satunya rekaman video ledakan mobil yang diduga milik Syahid Imad yang diambil dari ponsel itu adalah tak lain dan tak bukan milik eksklusif Jaringan Televisi Al-Alam yang notabene punya Iran.

Menurut teori ini, peristiwa peledakan mobil yang diberitakan sebagai milik Imad itu bertujuan untuk memusatkan kembali perhatian publik Lebanon khususnya dan masyarakat Arab umumnya kepada ancaman Israel. Seperti kita tahu, sejak mencuatnya konflik politik antara kubu pemerintah pro Barat pimpinan Fuad Siniora dan oposisi pimpinan Hizbullah, opini publik Arab terpecah dalam melihat Hizbullah. Gencarnya serangan media massa pro AS terhadap Hizbullah, Suriah dan Iran menyebabkan opini publik kehilangan fokus, dan melupakan ancaman Israel. Seperti kita tahu, salah satu agenda besar Bush dalam kunjungan terakhirnya ke Timur Tengah ialah untuk menggiring opini publik Arab yang menganggap Israel sebagai ancaman kepada opini baru yang menyatakan bahwa duo Hizbullah-Iran yang Syiah plus Suriah adalah ancaman yang sesungguhnya bagi keamanan Arab.

Keempat, ini adalah teori yang didengungkan oleh Hizbullah sebagai tanggapan resmi atas kesyahidan maestro militernya tersebut. Menurut teori ini, pembunuhan Imad adalah operasi intelijen sejumlah negara Barat yang dipimpin langsung oleh CIA/Mossad sebagai bagian dari serangan preemptif atas Hizbullah, Suriah dan Iran. Seperti ditegaskan oleh Sayyid Hasan Nashrallah dalam pidato memperingati tujuh hari kesyahidan Imad 22 Februari lalu, serangan militer besar-besaran sedang dipersiapkan oleh AS/Israel pada bulan April atau Juni mendatang. Menurutnya, serangan itu adalah taruhan akhir rezim neokon Gedung Putih dan pemerintahan Ehud Olmert sebelum segala sesuatu di kawasan ini lepas dari kendali mereka. Untuk tidak mengulang kegagalan sebelumnya, AS/Israel terlebih dahulu menerapkan apa yang disebut oleh Nashrallah sebagai “strategi potong kepala”.

Dalam bayangan AS/Israel, pembunuhan pucuk pimpinan militer Hizbullah seperti Imad akan memperlemah komando militer Hizbullah. Kemudian Nashrallah berjanji bahwa serangan jenis apapun di masa mendatang akan dihadapi secara lebih gigih dan lebih habis-habisan. Bahkan, Nashrallah menyatakan bahwa perang lain antara Hizbullah dan Israel justru akan membawa kawasan Timur Tengah ke era yang sama sekali baru, era yang penuh dengan bermacam-macam variabel yang bakal kian memurukkan posisi AS dan Israel.

Akhirulkalam, teori mana pun yang kita pilih, tampaknya kesyahidan Imad Mughniya sejauh ini memang sangat menguntungkan posisi Hizbullah. Dalam seminggu terakhir, para pengamat politik Israel mengeluhkan kepiawaian Nashrullah dalam memainkan opini publik Arab sekaligus menusuk-nusuk urat syaraf publik Israel. Ada kesepakatan di kalangan pakar strategi Israel bahwa langkah apapun yang diambil Ehud Olmert untuk membalas dendam kekalahan perang 2006 dengan Hizbullah justru selalu menjadi senjata makan tuan.

Advertisements

3 thoughts on “Sejumlah Teori seputar Kasyahidan Imad Mughniya

  1. bob says:

    sayyid hasan Nasrullah adalah seorang pemipin perang yang tdk hanya tangguh dalam strategi perang akan tetapi juga seorang yang pandai membuat opini. Beliau memiliki marketing comunication yang baik.

  2. absoen says:

    Subhanallah! Maha besar Allah dan Maha Sui nama-Nya.
    ya Allah, berikanlah kekuatan, ketahanan dan keberhasilan kepada para hamba-Mu, para pejuang Hizbullah dan para pejuang Islam dimana pun. Lindungilah mereka dan semua yang di sayangi mereka, musnahkanlah para musuh mereka dan mereka yang mencintai musuh mereka, sesungguhnya Tiada Tuhan Selain Allah.

  3. Frodo says:

    Salam …

    Jelas bahwa teori di kalangan pengamat timur tengah bisa jadi lebih bisa mewakili asumsi2 yang mungkin ada. Tapi berkaitan dengan pandangan yang mengangkat bahwa masyarakat lebanon terpecah dua secara lateral dan masif, digunakan dalam eufemisme empati atas kematian Emad’, tampaknya ini agenda lain dari mereka.

    Pengangkatan isu yang menyebutkan kematian ini terlalu berharga dan bisa dijadikan alat politik–atas terdesaknya citra hezbollah yang mulai turun dimasyarakat lebanon–untuk kepentingan hezbollah sendiri, jelas2 berlebihan.

    Fuad Seriosa’ hanya ada di TV2 dan koran2, pemerintahan dan kabinetnya tidak eksis lagi untuk waktu yang lama,….di jalan2 dan lorong2 lebanon, hezbollah tetap fokus utama dari wacana harian publiknya. Sementara Hariri’ (jenazahnya) susah payah menaikkan rating.

    Hariri lupa bahwa dunianya sudah berbeda …
    Sementara Emad tahu persis bahwa kemana kematian ini membawa dirinya …

    Bukan persoalan terbesar bila ternyata komandan hezbollah bisa terbunuh, yang pasti,…dari sisi apapun, hal ini lebih meningkatkan banyak hal bagi hezbollah selain dari introspeksi atas organisasi, hitung ulang konstelasi jaringan non struktur, indentifikasi ulang atas posisi2 musuh, dan NAIKnya citra hezbollah dimata publik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s