The Best CEO 2008: Haidar Bagir

Malam Kamis 21 Februari 2008 silam adalah malam istimewa buat kelompok penerbit Mizan. Pasalnya, pucuk pimpinan Mizan, Haidar Bagir, menjadi salah seorang peraih “The Best CEO 2008” yang diberikan oleh Majalah Swa. Dalam melakukan survei pemilihan “the best CEO” ini, Swa bekerja sama dengan Dunamis dan Synovate.

Prestasi bisnis Bang Haidar, begitulah saya biasa memanggilnya, dalam bidang penerbitan telah dia rintis sejak tahun 1983. Waktu itu, dia belum lagi selesai kuliah. Terdorong kerinduan menyuguhkan khazanah pemikiran Islam yang bermutu tinggi dan kaya, Bang Haidar memutuskan untuk terjun ke dunia penerbitan buku. Mizan dia pilih sebagai nama guna melambangkan misi untuk ikut mengembangkan sikap seimbang dan menumbuhkan semangat dialogis antar berbagai aliran, mazhab, dan pemikiran umat Islam yang luas.

 Kini, ketika Haidar menerima anugerah Majalah Swa sebagai “The Best CEO 2008”, Mizan telah berusia seperempat abad. Di bidang usaha penerbitan, selain memiliki Penerbit Mizan dengan imprint Penerbit Kaifa, Qanita, dan Mizania, Mizan Group juga memiliki Penerbit Hikmah dan Penerbit Bentang yang tengah sukses dengan novel Laskar Pelangi-nya. Unit usaha yang tengah dikembangkan oleh Mizan Group adalah MP Book Point—sebuah toko buku yang dirancang berbasis komunitas dan bersifat terbuka—Mizan Cinema—unit usaha dalam bidang event organizing dan production house—dan Mizan New Media—unit usaha baru yang akan memastikan produk-produk Mizan dapat diakses dengan berbagai media dan pada berbagai kesempatan.

Meski gelar “The Best CEO 2008” itu sangat membanggakan kita, tapi tentu itu hanya menggambarkan sebagian kecil dari prestasi pria kelahiran Solo ini. Begitu banyak keutamaan moral, intelektual dan spiritualnya yang tak mungkin tergambar dalam gelar “The Best CEO 2008” itu. Bagi siapa saja yang mengenalnya, termasuk saya, dia adalah orang yang layak mendapat gelar lebih besar dan lebih tinggi ketimbang sekadar The Best CEO.

Sejak beberapa tahun terakhir masa perkenalan saya dengan Bang Haidar, salah satu karakter yang selalu saya kagumi darinya ialah spontanitasnya untuk berbuat baik. Jika masih banyak orang ragu-ragu dalam berbuat baik, maka dia telah berhasil mendisiplinkan dirinya untuk berbuat baik secara spontan dan flow. Keinginan membantu telah menjadi bagian dari watak yang memudahkannya untuk terus bergerak dalam proses penyempurnaan diri.

Saya berdoa kepada Allah agar watak ini akan membawanya melambung ke tingkat-tingkat kesempurnaan dan keutamaan yang lebih tinggi, setinggi kehendak Allah yang tidak terbatas. Semoga Allah kelak juga sudi memberinya gelar abadi sebagai hamba yang telah lulus ujian dengan nilai tinggi. Sudah pasti gelar sebagai hamba yang lulus ujian lebih dia dambakan dalam masa-masa hidupnya saat ini.   

3 thoughts on “The Best CEO 2008: Haidar Bagir

  1. Ema Rachman says:

    Congratulations!!! Saya tidak mengenal beliau secara pribadi, tetapi saya dapat merasakan ‘aura’ yang dikatakan antum…

  2. ilham says:

    Selamat ..! untuk mas Haidar dan tim.

    Betul, yang dikatakan antum Yi…
    Kurang lebih 20 tahun yang lalu, saya ketemu mas Haidar, waktu itu kantor mizan masih di sekitar jalan Caladi(?) di belakang kantor telkom bandung. Untuk keperluan tugas akhir, saya ingin advise beliau, mulanya. Dan karena spontanitas kebaikan beliau, sepulang dari pertemuan itu saya di-oleh2-i banyak buku; diantaranya, yang s/d sekarang masih saya simpan, adalah buku kecil karya Ziauddin Sadr tentang tata kota islamis; yang diserahkan oleh mas Zainal Abidin.

    Buat generasi saya yang kebetulan tinggal di bandung, mas Haidar (bersama abahnya: Ust M Bagir, Ust Jalal dan abah antum Ust Hussein Al Habsy) adalah inspirator yang mengenalkan ajaran ahlul bait pertama kali.

    Ya Allah,
    banyak sekali KebaikanMu yang mengalir melalui mereka.
    Aku bersyukur kepadaMu, dan berterimakasih kepada mereka;
    dengan perantara mereka jualah, aku beruntung mengenal ajaran NabiMu dan keluarganya yang suci.
    Limpahkanlah selalu KebaikanMu kepada mereka…

    Allahuma sholly ala Muhammad wa alihi.

    Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s