Islamfobia adalah Apartheid Baru


Baru-baru ini, sejumlah cendekiawan Muslim seperti Urhon Behesyti, anggota yayasan Ats-tsaqalain Belanda dan mantan dosen di Universitas Routerdam, Sayyid Dzahirul Hasan Naqawiy, Imam Masjid Pusat Kajian Islam dan Masjid Ar Rasul, San Jose, AS, Abdul Halim Musa, Imam Jumat di Mesjid Washington, Harun Yahya, intelektual Turki, Ahmad Bahrainiy, Ketua Pusat Kajian Islam Washington, Naqi Hasan Kirmani,intelektual dan peneliti ilmu-ilmu Islam dan dosen Universitas London serta Ir. Ashghar Ali, intelektual ternama India, memberikan
paparan mereka tentang ‘tsunami Barat’ terhadap Islam akhir-akhir ini.


Abdul Alim Musa mengatakan, setiap tindakan yang melecehkan kesucian Nabi besar Muhammad saw akan memberikan dampak dan konsekunsi negatif. Namun pada saat yang sama juga menjadi faktor pendukung perkembangan dan pesatnya Islam di Barat. Imam Jumat di Masjid Washington itu menegaskan, bawha Bush dan zionisme internasional berkali-kali melakukan penyerangan dan pelecehan terhadap kesucian Islam, namun apa yang mereka lakukan itu bukan hanya tidak
memberikan faedah apa-apa kepada mereka sendiri bahkan menjadi pendorong pengenalan Islam di tengah masyarakat Barat.

Sementara itu, Urhon Behesyti, anggota Yayasan Ats-tsaqalain, Belanda,
mengatakan, di antara hal yang perlu mendapatkan perhatian kita adalah fakta bahwa Barat saat ini sering menggunakan berbagai cara dan fasilitas serta rekayasa dan tipu daya, terutama melalui media massa, untuk melakukan berbagai penyerangan dan pelecehan budaya Islam yang kaya. Namun, syukur alhamdulillah, semakin banyak yang menyerang Islam, semakin banyak orang yang ingin mengenal Islam dan berujung dengan memeluk agama Islam.

Sayyid Dzahirul Hasan Naqawi mengatakan, sebagai bukti bahwa pasca tragedi 11 September, meski semua media AS menggambarkan wajah Islam yang menyeramkan, ternyata banyak kaum muda Amerika dan non-Amerika justru mempelajari Islam.

Sementara itu, cendekiawan Muslim Turki, Harun Yahya mengatakan, “Barat haruslah dibagi pada dua kelompok, sekelompok kafir dan materialisme dan kelompok beragama. Kelompok pertama inilah yang memiliki permusuhan tidak hanya pada pemeluk agama Islam, namun dengan seluruh nilai agama manapun. Mereka menginginkan agar masyarakat kosong dari berbagai nilai keagamaan dan hal ini akan menjadi pasar yang baik untuk memasarkan keinginan mereka mengumpulkan berbagai kekayaan materi.” Dia juga menyatakan bahwa Islamofobia adalah apartheid gaya baru.

[ sumber: http://www.hidayatullah.com]

Advertisements

3 thoughts on “Islamfobia adalah Apartheid Baru

  1. Ema Rachman says:

    Subhanallah…. Maha Suci Allah dengan segala kehendakNYA…bukankah Allah akan menguji pada mereka yang menyatakan dirinya beriman…Kekuatan kesabaran kaum muslimin memang sedang di uji…Allahu Akbar!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s