Penjelasan dan Solusi tentang Pencemaran Susu Formula

Sampai saat ini, Depkes RI belum menurunkan daftar susu formula yang diduga tercemar bakteri. Hal itulah yang membuat para konsumen susu formula kian hari kian cemas terhadap pemberitaan yang tidak ada ujungnya ini. Apakah berita tersebut hanya bersifat penipuan semata? Tidak tahu.

Sebenarnya, pada tahun 1999 Depkes RI pernah menginformasikan daftar makanan, termasuk susu formula yang tercemar dioxin. Apakah susu formula yang tercemar bakteri sekarang adalah juga susu yang tercemar dioxin pada tahu 1999? Tidak jelas juga. Nah, berikut adalah daftar nama merk susu formula yang aman untuk dikonsumsi. Sehingga boleh jadi yang tidak termasuk dalam daftar ini tercemar bakteri.

1. Frisian Flag Susu Bubuk Full Cream

2. Kompleta Susu Kental Manis

3. Calcimex Susu Rendah Lemak

4. Dutch Lady Susu Cair

5. Susu Bendera 123 Susu Pertumbuhan

6. Susu Bendera Yes! Susu Cair

7. Susu Bendera SPK Susu Kental Manis

8. Enaak Susu Kental Manis

9. Indomilk Susu Kental Manis

10. Indomilk Susu Pasteurisasi

11. Indomilk Susu Evaporasi

12. Kremer Krim Kental Manis

13. Tiga Sapi Susu Bubuk

14. Sustagen Susu Bubuk
15. Entapro Susu Formula Lanjut

16. Entagrow Susu Pertumbuhan

17. Enfamil Susu Bayi

18. Bebelac 1 Susu Bayi

19. Bebelac 2 Susu Formula Lanjut

20. Delilac Susu Pertumbuhan

21. Tropicana Slim Susu Bubuk

22. Nutrifood Susu Bubuk Instan
23. Nutrifood WRP Susu

24. Promina Susu Bubuk

25. Sun Susu Bubuk

26. SMA Susu Bayi

27. S-26 Susu Bayi

28. Promil Susu Formula Lanjutan

29. Procal Susu Pertumbuhan

30. Enercal Susu

31. Nursoy Susu Formula Khusus

32. Bear Brand Susu Steril Cair

33. Cap Nona Susu Kental Manis

34. Cap Nona Susu Evaporasi

35. Carnation Susu Bubuk

36. Carnation Susu Evaporasi Cair

37. Dancow Susu Bubuk
38. Dancow Susu Beraroma

39. Dancow Balita Susu Pertumbuhan

40. Lactogen 1 Susu Bayi

41. Lactogen 2 Susu Formula Lanjut

42. Milkmaid Susu

43. Anlene Susu Bubuk

44. Nan Susu Bayi

45. Anchor Susu Bubuk Full Cream

46. Birch Tree Susu Beraroma

47. Dumex Mamex Susu Bayi

48. FMC Powder Susu Bubuk Full Cream

49. Indokilin Susu Bubuk Full Cream

50. Kilimas Susu Beraroma

51. LLM Susu Formula Khusus

52. Milco Susu Beraroma

53. Nini Susu Bayi

54. Sari Husada Susu Bubuk Full Cream

55. SGM Susu Bayi

56. Vitalac Susu Bayi

57. Ultra Susu UHT

*Sumber : Ditjen POM Depkes*

 

 

Sebagai informasi tambahan, presentasi hasil penelitian yang lebih lengkap Dr. drh. Sri Estuningsih di hadapan IDI, PDHI, YLKI dan semua pihak menunjukkan bahwa semua pihak sepakat menyatakan kesahihan penelitiannya. Hasil penelitian tersebut pada tahun 2006 telah dipresentasikan di BPOM dan telah dua kali diseminarkan di Bali (2004) dan di Roma berkaitan dengan standarisasi food hygiene untuk Enterobacter Sakazakii yang diselenggarakan oleh Organisasi Makanan dan Agrikultura PBB (FAO) pada tahun 2006 (kalau tidak salah). Dalam manajemen risiko keamanan pangan IPB berfungsi sebagai auditor, sementara BPOM dan pemerintah sebagai eksekutor.

 

Patut diketahui bahwa produk susu adalah produk yang sensitif, karena kaya protein (yang mudah terkontaminasi) dan membutuhkan standar penanganan khusus sejak dari bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, penyimpanan dan distribusi. Susu segar umumnya hanya bisa bertahan 12 jam. Tentu bisa dibayangkan jika susu dalam kemasan yang bisa bertahan beberapa bulan. Karena menerapkan proses HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) untuk produk pangan, maka di setiap lini prosesnya susu ini perlu dikontrol ketat. Oleh karenanya, dalam pernyataannya yang dirilis, Ibu Estu menulis: “Sangat penting dipahami bahwa susu formula bayi bukanlah produk steril, sehingga dalam penggunaan dan penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi akibat mengkonsumsi produk tersebut.”

Jika BPOM mengatakan susu yang beredar sekarang sudah sesuai prosedur standarisasi nasional dan internasional bisa jadi ada benarnya. Karena memang di dalam standar FAO maupun SNI belum ada standar khusus berkaitan berapa jumlah minimal E. Sakazakii yang masih diperbolehkan ada di dalam produk makanan (bukan susu saja). Standar yang ada adalah grup Salmonella dan Shigella. Yang sering menyebabkan diare atau mungkin tipus (Salmonella typusa). Perusahaan susu dan makanan bayi di Indonesia yang resmi dari pemerintah, saya kira selama ini tentu juga sudah memenuhi standar GMP (Good Management Product).

FAO sendiri baru 4 tahun lagi akan menetapkan berkaitan dengan standar E. Sakazakii sebab bakteri ini terbilang baru. Penetapan standar baru membutuhkan banyak informasi kasus dan penelitian dari berbagai negara berkaitan E. Sakazakii. Penelitian IPB merupakan penelitian yang akan menjadi referensi pembuatan standarisasi baru bagi keberadaan E. Sakazakii.

E. Sakazakii merupakan bakteri gram negatif (pathogen penyebab penyakit bila ia mengeluarkan toksin/racun atau enterotoksin). Bakteri ini bisa mengeluarkan racun bila ia dikondisikan pada kondisi khusus atau istilahnya sengaja diisolasi, kemudian dilakukan pra- enrichment dan enrichment pada suasana yang membuatnya berkembang pesat. Umumnya enrichment dilakukan khusus di laboratorium untuk mengecek tingkat toksitasnya.

Keberadaan E. Sakazakii dalam susu atau produk makanan bayi bakal menyebabkannya dorman (tak berdaya). Dengan pemberian air panas sampai 70 derajat celsius dalam wadah susu yang steril, E. Sakazakii kemungkinan malah sudah mati. Sehingga kecil kemungkinan ia bisa membahayakan konsumen. Apalagi, menurut penelitian, jumlah manusia yang meninggal akibat kontaminasi E. Sakazakii pada susu dan makanan bayi di seluruh dunia hanya kurang dari 60 orang.

Sebagai solusi, demi mendapat makanan yang sama sekali tidak tercemar maka alangkah baiknya semua susu formula diganti dengan ASI, dan makanan bayi diganti buatan ibu sendiri yang jauh dari Monosodium Glutamat (MSG), perasa, pengenyal, pengawet, dan bahan kimia sintetis lain dari perusahaan. Atau diganti makanan seperti madu, pisang, jus buah, bubur tim buatan ibu sendiri, telur godok dll.

(Disadur dari berbagai tulisan).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s