Seru! Pertarungan Hidup-Mati Harry Potter

 

12-harry-potter.jpg

Di satu sudut berdiri JK Rowling, penulis terkenal dunia itu. Di sudut lain, bocah amatir pemilik sebuah situs yang dia khususkan untuk Harry Potter. Pertarungan tidak seimbang ini untuk memperebutkan eksistensi Harry Potter.

Citra JK Rowling sebagai pahwalan budaya baca—yang berhasil menarik sebagian besar anak milenium baru gemar membaca buku sebagai ganti menonton tv—kini sedang diuji. Sebagai single parent yang mendadak jadi multimilioner (estimasi sementara hartanya adalah 545 juta pondsterling) yang terkesan ogah-ogahan, Rowling terpaksa harus mati-matian berjuang merebut nyawa tokoh rekaannya di sebuah pengadilan di New York pada 24 Maret ini.

Pasalnya, sebuah penerbit kecil di Michigan, RDR Books, bersiap menerbitkan Leksikon Harry Potter, sebuah kamus A sampai Z tentang Hogwarts, karya Steve Vander Ark. Leksikon ini sendiri sebelumnya telah dimuat dalam situs Vander Ark sejak tahun 1999. Tujuan awal penggemar Harry Potter ini adalah membuat situs rujukan untuk segala hal yang berkenaan dengan Harry Potter. Tapi kemudian, si bocah itu tak bisa menolak tawaran menggiurkan dari RDR Books, dan segera mencetak semua data digital dalam situsnya untuk diterbitkan menjadi buku ukuran sangat tebal.

Anehnya, leksikon karya Steve Vander Ark ini sebenarnya telah banyak membantu para penggemar menikmati keseluruhan seri Harry Potter. Rowling sendiri dalam berbagai kesempatan mengaku telah memanfaatkan leksikon buatan Vander Ark di situsnya. Demikian pula dengan produser, sutradara dan para pemain film-film Harry Potter. Dalam pembelaannya kelak, kata pengaca Vander Ark, dia akan memaparkan bukti-bukti dan berkas-berkas yang menunjukkan bahwa situs rujukan Harry Potter ini telah begitu banyak menguntungkan Rowling, Warner Bros, dan perusahaan penerbit buku Harry Potter.

Kasus ini sekarang menjadi bahan perbincangan banyak kalangan, terutama karena di sini “nyawa Harry Potter” akan diputuskan: apakah dia tetap menjadi milik eksklusif Rowling atau sudah cukup dewasa untuk menentukan jalan hidupnya sendiri?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s