Review Buku The Secret of Your Spiritual DNA

Berikut adalah review buku The Secret of Your Spiritual DNA dari seorang yang saya bisa sebut sebagai “perwira” atau bahkan “pendekar” kewarasan, Edwin Arifin. Seperti biasanya, sang pendekar tetap dengan jurus-jurusnya menekuk dan membanting, tapi untung tidak sampai menendang. Karena saya sudah pernah kena tendangannya saat Edwin menulis review untuk buku “Iran: Skenario Penghabisan”. Semoga berguna dan bermanfaat.

Karya terbaru penulis muda Musa Kazhim ini bersubjudul Mengelola Fitrah untuk Kesuksesan dan Kemuliaan Hidup. Lalu dimana hubungan antara fitrah dan DNA? “Fitrah adalah DNA jiwa manusia yang tak mungkin berubah” (h.xiii). Dalam Islam, menurut Musa, “hakikat dan watak dasar jiwa terangkum dalam satu kata: fitrah” yang merupakan “cetak biru pembawa segenap kecenderungan dan hasrat batin” dan yang “mengatur segala gerak dalam jiwa”. Sedangkan karakteristik fitrah adalah “senantiasa mendorong manusia meraih semua yang dianggapnya kesempurnaan” sekaligus “menolak segala yang dianggapnya kekurangan” (h.15). Hasrat pada kesenangan paripurna mendorong manusia menghindari derita; cinta pada kesempurnaan akan kebaikan menggerakkan manusia berbuat kebaikan dan menghindari kejahatan.

Nah, apabila DNA spiritual satu manusia sudah “di-recode (yakni, dikembalikan pada fitrahnya)” maka orang itu “hanya akan terpusat pada niat luhur, pikiran positif, dan merdeka dari angan-angan kosong dunia” (h.vii). Dan jika seorang manusia tidak mengenal fitrahnya, “dia tidak akan tahu bahwa semua hasrat, keinginan, kerinduan, dan rencana yang memenuhi dadanya adalah manifestasi dari DNA psikis yang tidak mungkin dicegahnya. Tanpa penyaluran yang tepat, segenap hasrat dan keinginan itu akan merusak jiwanya,” sehingga “manusia semakin jauh dari kebahagiaan yang didambanya” (h.xi).

Berbeda dengan Rhenald Kasali dan Recode Your Change DNA sebagai menjadi inspirasi bagi Musa, The Secret tidak berbicara tentang perubahan tetapi mengenai pengembalian: bagaimana DNA spiritual dikembalikan ke asalnya, ke fitrahnya. Dalam memaparkan bagaimana proses pengembalian ini dilakukan, Musa berpaling pada contoh-contoh kehidupan beberapa orang, besar dan kecil, untuk menjadikannya sebagai rujukan teladan. Dari Edoardo Agnelli, putra tunggal bos Fiat, yang memilih spiritualisme di atas materialisme, hingga Imam Khomeini sang episentrum revolusi yang mengulang-ulang jawaban hic ehsasi nadaram (saya tidak merasakan apa-apa) setiap kali ditanya mengenai perasaannya di hadapan jutaan penyambut yang mengelu-elukan nama sang ayatullah.

The Secret yang tipis, ringan, dan enak dibaca ini dipecah ke dalam tiga bagian. Pembahasan bagian pertama yang menyodorkan pelbagai kisah terangkum dalam lima penggalan berusaha memaparkan ihwal fitrah. Bagian kedua, terdiri dari tujuh penggalan, menyajikan kisah-kisah yang menelaah tentang perjuangan diri berbentuk jihad melawan nafsu. Sedang bagian ketiga, tersusun atas lima penggalan, menarasikan bermacam teladan yang membantu memahamkan masalah takwa.

Penggalan-penggalan kisah yang disajikan terasa dekat dengan pembaca karena Musa berhasil menyuguhkan bahasa yang segar dan pemaknaan yang kontekstual sekaligus kontemporer. Kecermatan memilih kisah kehidupan dan kemampuan memberikan makna khas memerlukan keahlian tersendiri dan merupakan salah satu kekuatan buku ini. The Secret memberikan pendekatan unik ke dalam genre buku-buku motivasi maupun keislaman.  

Namun kekuatan rupanya sekaligus merupakan kelemahan. Sedemikian asyiknya Musa berkisah sehingga alur lebih bertutur tentang narasi tinimbang eksposisi dan elaborasi. Bak orkestra, tiap-tiap alat musik sibuk memperkuat suara sehingga riuh-rendahnya membuat komposisi dan keseimbangan irama karam. Walau alur gagasan sudah dipajang di awal (h.x) tetapi pengembangan dan pemaparan tentang gagasan itu kemudian teralihkan. Kisah-kisah yang semula dan semestinya merupakan ilustrasi dan kudapan sampingan telah menjadi inti narasi dan makanan utama. The Secret berpangkal sebagai motivasi dan preskriptif tetapi berujung pada deskripsi dan naratif.

Pembaca diberikan pemahaman umum tentang fitrah, jihad nafsu, dan takwa. Contoh, ilustrasi, dan teladan telah pula diberikan dan dideskripsikan dengan cantik. Tetapi bagaimana cara seseorang untuk mengembalikan fitrah, melakukan jihad nafsu, dan meningkatkan takwa dibiarkan mengambang tanpa kejelasan dan penjelasan. Bak seorang dokter, Musa telah memberikan diagnosis, mengetahui obatnya, dan sudah pula mengilustrasikan penyakit sang pasien ke dalam bahasa awam yang dipahaminya. Sayangnya, Musa tak ingat memberikan langkah-langkah yang mesti dilakukan si pasien guna menuju kesembuhan dan lupa pula menuliskan resep untuk dibawa ke apotik.

Walaupun begitu, The Secret memiliki kelas tersendiri. Sebagai buku keislaman, ia membawa kita menyelami lebih banyak lagi secrets (rahasia-rahasia) ajaran ilahiah ini. Di saat banyak buku keislaman berusaha memotret Nabi secara miopis sebagai seorang salesman sehingga kenabian seperti menjelma sebagai kesuksesan pemasaran, The Secret menyuguhkan kisah-kisah spiritual yang membuat ajaran Nabi sebagai solusi bagi segala kondisi batini.

Sebagai buku motivasi, The Secret setidaknya menampilkan perbedaan mencolok dari kebanyakan buku yang ada di pasaran. Ia mengajak kita kembali mengenali diri sendiri dan bukan membentuk diri berbeda guna melancarkan pemasaran atau meluaskan jaringan. Perubahan berarti kembali ke kesejatian diri dan bukan mengubah diri menolak hakikat diri.  

Menariknya lagi, bila Recode memperkenalkan DNA Perubahan (Change DNA), The Secret mengajukan DNA Spiritual. Dan untunglah The Secret tidak menawarkan kiat seperti Recode dengan OCEAN. Sebab andai kamus dijadikan rujukan, neuroticism sebagai N dalam OCEAN yang dimaksud Recode, tidak bermakna keterbukaan terhadap tekanan-tekakan melainkan berarti gangguan mental atau kepribadian yang tidak dinisbatkan pada kondisi saraf atau disfungsi organ.

Disinilah singularitas The Secret dibandingkan banyak buku lain: setidaknya ia tidak membuat kita neurotik. 

8 thoughts on “Review Buku The Secret of Your Spiritual DNA

  1. binTi hussein says:

    hummm….jadi tambah penasaran de ama ini buku, Alfian begitu semangat cerita ini buku…harus di coba kayaknya😀

  2. musakazhim says:

    Rasanya sudah lebih dari jelas…bahwa saya memang menarahkan semua orang untuk tambah penasaran.
    Alfian, sahabatku yang proletar dan pro-lapar itu, sangat berperan dalam melahirkan karya ini ke dunia nyata! Jadi dia cukup tahu jeroan buku ini.

    Tambah penasaran kah?🙂

  3. binTi hussein says:

    pro-lapar??

    huehuehue, iyes, tambah penasaran sayah, segera di hunting de.🙂 jangan kaget kalo saya nanti ikutan mereview ya ustdz, sapa tau g dapet tendangan dr Edwin, tp kena jegalan dr Binti Hussein😀 enjoy it ^_+

  4. Ardi says:

    Semoga Ustadz semakin produktif menulis buku seputar khazanah Islam. Namun saya mohon agar analisis yang demikian luar biasa juga diimbangi dengan sintesis ataupun semacam resume gagasan. Tidak semua pembaca mampu menangkap (kembali) poin- poin yang telah diuraikan

  5. Laith says:

    Salaam. Bukunya bagus Ustadz. Cara penyajiannya menarik, mudah dipahami dan kisah-kisahnya luar biasa. Saya jadi tertarik untuk mencari tahu lebih jauh mengenai kisah Eduardo Agnelli. Sayangnya saya beli di Gramedia, jadi agak mahal… hehehe.

  6. musakazhim says:

    Untuk Ardi: Sesuai dengan saran pihak Penerbit, dlm edisi revisi akan saya tambah dengan beberapa poin kesimpulan. Doakan bulan depan sudah ready…

    Untuk Laith: kalo membaca review ini, sbenarnya saya sudah dianggap terlalu banyak bercerita, dan kurang penjelasan. Kisah Edoardo akan segera terbit dlm buku khusus, Insya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s