Syaikh Qardhawi: Alkohol 0,05 tidak Haram!

Satu lagi fatwa menggegerkan dari Syaikh Yusuf Qardhawi, rujukan besar dalam fiqih Ahlussunnah saat ini. Redaktur pelaksana Asy-Syarq Al-Awsath yang terbit di Qatar menyatakan bahwa fatwa Syaikh Qardhawi itu telah menimbulkan gegap gempita di berbagai forum.

 

Sebelumnya, koran Al-‘Arab terbitan Qatar, menyebutkan bahwa konsumsi minuman yang beralkohol di bawah 0,05 persen akibat fermentasi alamiah tidak diharamkan. Demikian itu karena alkohol sangat rendah itu terjadi akibat fermentasi alamiah, bukan sengaja diproses untuk menjadi minuman beralkohol.

 

Dalam koran yang sama, Syaikh Qardhawi menambahkan, hanya saja, lantaran fermentasi itu terus terjadi, dan tidak bisa ditentukan apakah sudah melampaui 0,05 dan mencapai 0,06 atau 0,07, maka masalah baru akan muncul: “Kapan kita tahu bahwa batas belum atau sudah terlampaui?”

 

Syaikh Qardhawi menyebutkan bahwa fatwanya ini mungkin saja akan mempermudah orang yang memang sejak semula sudah menenggak minuman beralkohol. Tapi, dia menyatakan bahwa fatwa dia tidak melihat sudut-pandang itu, melainkan sudut-pandang hukum dan memudahkan masyarakat. Karena, menurutnya, minuman yang kini beredar di tengah masyarakat banyak yang mengandung kadar alkohol 0,05 lantaran fermentasi alamiah.

 

 

 

 

28 thoughts on “Syaikh Qardhawi: Alkohol 0,05 tidak Haram!

  1. saya setuju dengan pendapat beliau bahwa fermentasi almiah tidak diharamkan karena bukan sengaja di proses untuk minuman beralkohol, memang ci ada hadist yg menyebutkan bahwa banyak sediktnya apabila minuman itu memabukkan tetap haram hukumnya,tentang berubah nya kadar alkohol karena fermentasi alamiah saya rasa tidak akan berubah signifikan menjadi 5 s/d puluhan persen.., khamar tetap saja haram karena di produksi dan sengaja dengan kadar alkohol tertentu seperti 5% s/d 40% (seperti vodka produk Rusia), saya berkesimpulan seorang pemabuk tidak akan menenggak minuman yg kadarnya cuma 0,05% he..he..,karena mereka terbiasa dengan alkohol yg berkadar di atas 5%.., saya menghargai Ijtihad beliau..wallahu a’lam

  2. Quito Riantori says:

    Saya justru bingung dengan kenyataan bahwa tape ketan yang sering kita makan pada waktu lebaran ternyata kandungan alkoholnya sangat tinggi wah bisa lebih dari 105 malah..hayo…gimana tuh?
    Atau kelapa muda, konon kandungan alkoholnya juga lebih dari 5% bahkan!

  3. musakazhim says:

    Yaser, setahu saya semua yang memabukkan dan alkohol hukumnya haram diminum–persoalan identifikasi benda apa yang memabukkan dan mengandung alkohol adalah urusan pakar non-agama. Jadi, pakar agama hanya memberi tahu tentang hukum umum, sedangkan identifikasi detail suatu objek hukum itu urusan di luar agama.

  4. Ali says:

    @Quito
    Tape alkoholnya lebih dari 10%? Kelapa muda lebih dari 5%?
    Dari mana anda tahu angka segitu? Ternyata memang anda suka berkata tanpa didasari ilmu.

  5. dzulfikar says:

    ustadz,boleh gabung ga ke blogroll antum…..ya, beda dikit lah……………..
    makasih…………………………..

  6. wuiiddiihh … kok gitu ya?
    apakabarnya MUI nih…
    saya denger, kandungan rhum yang ada di makanan, fatwa nya sedang diperdebatkan lagi… jadi belum tentu haram katanya …??#%#$$%@

  7. priyo says:

    Lho, dimana masalahnya? Yang diharamkan khamar (minuman keras) atau alkohol? kalau khamar, sedikit atau banyak, memabukkan atau tidak, ya tetap haram.

    alkohol tidak (selalu) sama dengan khamar. Antum makan tape? dalam tape kandungan alkoholnya sampai 5%. Antum minum kratingdeng? Atau Sprite? atau Cocacola? pernah mencek berapa kadar alkoholnya?

    Antum pernah menghisap narkotik? tentu tidak, karena dia termasuk zat yang memabukkan, setiap yang memabukkan adalah khamar dan khamar adalah haram. Antum pernah menghisap morfin sekali isapan saja? tentu antum tidak akan mabuk. mengapa antum tidak mau menghisapnya? karena banyak atau sedikit, antum mabuk atau tidak, tetap haram, karena yang diharamkan pada khamar adalah zatnya, bukan efeknya. tapi, berapa kadar alkohol pada narkotik? NOL persen.

    khilafiyah pada kosmetika misalnya, terletak pada masalah najis hakiki atau tidak khamar itu? tapi siapa yang berkosmetik dengan minuman keras?

    Apakah Rasulullah mengharamkan C2H5OH? Yang Rasulullah haramkan adalah khamar, yang kebetukan kita yang hidup di jaman kemudian tahu bahwa salah satu unsur yang memabukkan di dalam khamar adalah alkohol.

    Tapi ada makanan dan minuman lain yang juga mengandung alkohol tapi bukan khamar kan?

  8. Assalamu’alaikum….

    saya mau tanya, bagaimana kalau minuman anggur cap orang tua yang kadar al kohol nya 14.7 % tapi minuman tersebut untuk kesehatan. bagaimana hukumnya? di mohon jawabannya bagi yang tahu and kirim ke email : cybernetbali@yahoo.co.id

  9. jatmiko says:

    anggur cap orang tua jelas minuman memabukkan, miras yang berasal dari fermentasi anggur. secara adat, apabila diminum, anggur cap orang tua akan memabukkan, dan memang orang yang meminumnya bertujuan untuk mabuk, ini kaidah umumnya. dalam hal ini berlaku : setiap yang memabukkan (bukan setiap yang mengandung alkohol) adalah khamar dan setiap khamar adalah haram (walaupun dinamakan minuman energi, minuman penghangat dan lain-lainnya). kaidah berikutnya, setiap yang memabukkan, banyak atau sedikit adalah haram, walaupun kalau kita minum sedikit kita tidak akan sampai mabuk. kaidah berikutnya, setiap yang haram tidak mungkin menjadi obat, dan tidaklah diperbolehkan mengkonsumsi zat yang haram walaupun untuk obat. kaidah berikutnya, yang dharurat bisa membolehkan yang dilarang. jika seseorang berpenyakit parah, kemudian dia menemukan anggur cap orang tua atau barang haram lainnya sebagai obat, dan dia telah mencari sekuat tenaga dan ternyata tidak ada obat lain selain anggurcap orangtua tadi, maka dia (mungkin) boleh meminumnya untuk obat. namun dalam kasus ini kondisi tadi tidak ada yaitu 1. masih ada obat lain dari zat yang halal 2. penyakit yang diobati bukan penyakit yang betulan, sekedar untuk suplemen 3. khasiat kesehatan anggur cap orangtua tidak bisa dibuktikan secara ilmiah dan tidak disepakati oleh kalangan medis, dan bersamaan dengan khasiatnya juga terdapat bahaya atau mudharat. kalau setiap yang kita kira berkhasiat boleh dimakan tanpa memperhitungkan bahaya yang ada bersamanya dan tanpa melihat halal haramnya, apa kata dunia?

  10. AKHOWAT says:

    Yap..ketika lebaran kita makan tape ketan. setelah labih satu hari maka kadar alkoholnya lebih dari 0.05 % tul gak..???jadi fermantasi tersebut alami bukan buatan manusia. Memang betul ustadz yUsuf Qhordawi. Ijtihad Beliau dengan ilmu yang telah diturunkan Allah.bukan dengan hawa nafsunya saja.Oh YA…terjadinya fermentasi itu ada yang alami dan ada yang buatan. Ana skripsi s1 tentang fermentasi susu kerbau alias dadih..Sedangkan khamar DISENGAJA DIBUAT JADI MINUMAN KERAS DAN MEMABUKKAN,,, BUKAN FERMENTASI BUATAN ,,,ALIAS ALAMI ALIAS SUNNATULLAH jadi,Jka kita hanya bilang sesuatu tanpa ilmunya dulu main seruduk buta aja, maka itu yang ada orang-orang yang suka melawan ulama…

  11. AKHOWAT says:

    Setiap proses fermentasi ,melibatkan alkohol…adanya proses aerob dalam fermentasi. dalam proses kimianya bernama siklus krebs..(itu pelajaran ana waktu s1)Bnyak sekali produk-produk yang antum makan sekalian melibatkan fermentasi alami. Kecap misalnya…apa mau kagak makan kecap..satu lagi ..yang identik dengan proses alkoholisasi, lihat adanya gugus OH. Namun fermentasi yang kadar alkohol rendah sekali 0,05% tidak memabukkan.Ana ingat hadits Rasullullah tentang minum jus” Minumlah jus selagi ia belum keras. Berapa lama ia menjadi keras?iA MENJADI KERAS DALAM TIGA HARI.Jawab Nabi(Hadits Ahmad diriwayatkam dari Abdullah bin Umar)

  12. AKHOWAT says:

    Sekali lagi khamar itu sengaja dibikin untuk ngerusak…namanya aja minuman memabukkan.apalagi yang ada perusahaan bikinnya, yang pasti orang yang bukan islam ya kan…Kalau alkohol 0,05 % dilarang atau haram juga disentuh ntar ane yang kuliah dikimia tutup dong jurusan kimia seluruh dunia berabe donk…..hu hu hu

  13. AKHOWAT says:

    oh ya satu lagi. ethanol itu dikimia berfungsi sebagai pelarut, pencuci. Ya.. di industri gak asing lagi deh…kosmetika,shampo,sabun deterjen, industri biotechnology…and many more…dan lain sebagainya. Berarti memang kita harus kembalikan lagi kepada alqur`an dan hadits agar tidak salah dan tidak melampaui batas.

  14. AKHOWAT says:

    Bisa dibaca buku buku tentang biokimia dasar tentang fermentasi….ada siklus kimianya dan ada product hasil mekanisme kimianya…lalu baca hadits tentang minum jus buah…ada hubungannya…jgan menyerah untuk terus membaca dan belajar..selamat belajar…

  15. Satria Al Farisy says:

    Assalamu’alaikum

    Afwan,menurut saya semua yg memabukkan n mengandung mudharat itu haram,baik dia 0,5% maupun lebih or kurang..tentu antum2 sudah tau hadist n ayat yg mengharamkan sesuatu yg memabukkan..jadi cukup itulah yg menjadi pegangan kita..

    Wallahu’alam bisshowab

    Wassalamu’alaikum

  16. z3kalitriplez says:

    Seharusnya yang pusing mikirin hal beginian itu pemerintah dan wakil-wakil kita di DPR sana (ayoo partai yang ngaku-ngakunya Islam, jangan belagak blo’on)
    Selanjutnya saya mau memberikan sedikit pendapat saya sebagai berikut :

    Pertama, alkohol tersebut turunannya sangat banyak, hampir seluruh bahan-bahan industri memakai alkohol/turunannya sebagai pelarut ataupun katalis. Jadi mulai dari plastik, cairan pembersih, pengawet kayu dll memakai alkohol/turunannya dalam proses pembuatannya (sependapat dengan Priyo, ente mungkin lulusan S1 Farmasi atau Teknik Kimia ya)

    Kedua, proses pembuatan alkohol untuk industri pada saat ini memakai sintesa alkohol lewat reaksi kimia di laboratorium (Insya Allah bahan dasarnya hanya senyawa-senyawa kimia murni) dan tidak pernah lagi memakai proses peragian/fermentasi seperti layaknya pembuatan bir/minuman memabukkan lainnya, Karena proses pembuatan alkohol dengan fermentasi hanya bisa menghasilkan alkohol sekitar 60 % (karena bila di atas ambang tersebut ragi akan mati)

    Ketiga, kesimpulannya alkohol yang dihasilkan dari reaksi kimia dan bukan dari fermentasi adalah HALAL, mengingat haramnya bir/miras karena qiyas kesamaan sifatnya dengan tuak yang sama-sama memabukkan karena dihasilkan dari proses fermentasi.
    Oleh karena itu untuk bir/miras yang tanpa alkohol/0% alkohol (alkohol telah diekstrak) tetap HARAM, karena prosesnya tetap sama, yaitu fermentasi untuk menghasilkan miras (yang bukan menghasilkan alkohol saja).
    Begitu juga dengan zat-zat non alkohol lainnya yang andaikata diekstrak dari bir/miras (contoh glukosa) tetap HARAM,meskipun zat tersebut senyawa tunggal yang halal, karena dia diambil dari barang yang haram.

    Jadi alkohol tersebut haram bukan karena zatnya tetapi darimana dia diambil.

    Demikian penjelasan saya semoga bermanfaat
    Wallahu’alam
    Bila ada comment email ke z3kalitriplez@yahoo.com

  17. sony says:

    kawan-kawan muslim bosnia di autria tidak makan babi dan zina tapi dengan alasan suangat dingin mereka boleh minum alkohol 5%, gmn? jzk

  18. sony says:

    mau nanya: hukum berkebun emas (dinar), contoh: Saya punya satu dinar lalu digadaikan ke gadai syariah,uang hasil gadai saya belikan kembali dinar emas kedua dan saya gadaikan lagi dst..dan saya tercatat di lembaga dinar adalah pemilik 2 coin dinar dengan harga ter update..mhn penjelasan, jzk

  19. ROMLI says:

    asslm. yap memang maslah alkohol sangat luar biasa untuk jadi perbincangan karena hampir disetiap prodak baik itu obat, parfum dll itu pasti mengandung alkohol.
    yang saya ingin pastikan apakah zat alkohol itu hukumnya haram? trm

    • kazim says:

      cari aja bahan ganti untuk alkohol,jangan pula jadi seperti seorang khalifah yang bilang tanpa air x perlu solat..

  20. nayla says:

    Mengacu pada Perintah Allah agar manusia menjauhi Khamr, maka berapapun kandungan air itu yang dipisahkan secara sengaja dari asalnya dan mendiamkanya agar fermentasi itu berlangsung, maka sudah sewajarnya kita meninggalkannya, dikarenakan ketaatan kita kepada Allah. bukan karena dampak dari Khomr tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s