Ringkasan Berita ihwal Kasus RS Marinir AS

Kontroversi U. S. Naval Medical Research Unit No.2 (NAMRU-2) tampaknya masih terus bergulir. Berikut ini beberapa berita terkait. Menarik juga kita mengamati bagaimana pemerintah SBY-JK menangani kasus penting yang terkait dengan isu kesehatan publik ini.


Laboratorium Angkatan Laut Amerika Diduga Spionase
Kamis, 17 April 2008 | 23:24 WIB

 

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah diminta mengusir seluruh tim Naval Medical Research Unit (Namru) dari Indonesia. Alasannya, kontrak kerjasama dengan lembaga riset Angkatan Laut Amerika Serikat dan Indonesia itu sudah selesai.
Selain itu, Namru diduga melakukan kegiatan spionase di luar penelitian kesehatan. “Diusir saja. Suruh angkat kaki,” kata anggota Fraksi PKS Soeripto ketika dihubungi Tempo saat ia berada di
Lebanon
, Kamis (17/4).
Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri Kristiarto Suryo Legowo mengatakan pemerintah telah menyampaikan draf MOU (Memory Of Understanding) perjanjian Naval Medical Research Unit 2 (Namru 2) kepada Amerika Serikat. Namun sampai sekarang AS masih belum memberikan tanggapan terhadap draf MO tersebut.
Menteri Kesehatan
Siti Fadilah Supari
melarang berbagai rumah sakit di tanah air menyerahkan sampe virus Avian Influenza ke Namru.
Soeripto mengatakan seharusnya hasil penelitian Namru dilaporkan ke lembaga penelitian
Indonesia. Namun, selama ini Namru tidak pernah melaporkannya. Selain itu, Namru tidak pernah melibatkan peneliti Indonesia
sebagai pendamping.
Menurut dia, kegiatan Namru perlu ditengarai terkait dengan berbagai konflik horisontal yang terjadi di Indonesia bagian timur. Alasannya, selama ini potensi konflik tertinggi terjadi di Indonesia bagian timur. Selain itu, wilayah penelitian Namru adalah
Indonesia

bagian timur. “Ini soal kedaulatan negara kita,” katanya.
Menurut dia, kinerja Badan Intelijen perlu dievaluasi terkait kontraintelijen terhadap Namru. Selama ini BIN tidak pernah secara spesifik melaporkan adanya kegiatan spionase yang dilakukan Namru. “BIN belum melaporkan case yang cukup kuat adanya kegiatan spinonase,” ujarnya.

 

 

 

 

Kontroversi NAMRU
Munarman Tuding Dino Patti Djalal
Intel
Asing

Didi Syafirdi – detikcom
Jakarta – Selain menuding NAMRU-2 sebagai lab intelijen berkedok medis sehingga layak ditutup, Munarman juga menuding Jubir Presiden Dino Patti Djalal sebagai agen AS.
“Dino Patti Djalal patut dipertanyakan karena dia mendukung kerjasama laboratorium Indonesia-AS. Seorang jubir presiden menjadi intelijen asing,” ujar Munarman.
Hal tersebut disampaikan Ketua Annashar Institute ini dalam jumpa pers di kantor Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C), Jl Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2008). Hadir dalam jumpa pers itu Joserizal Jurnalis, pimpinan Mer-C.
Munarman berpendapat, Presiden SBY tentunya juga telah tahu NAMRU-2 melakukan kegiatan intelijen. “Tapi dia lagi bingung. Menurut saya sih nggak usah bingung, rakyat pasti mendukung (NAMRU) untuk ditutup,” ujar eks Ketua YLBHI ini.
Munarman juga akan berjuang agar kerjasama NAMRU diakhiri. “Saya akan tetap berusaha,” ujarnya.
Lab NAMRU-2 telah beroperasi di Indonesia sejak 1970. Lab ini satu kompleks dengan gedung Litbang Depkes di Jl Percetakan Negara, Rawasari, Jakarta Pusat.
Menkes
Siti Fadilah Supari telah melarang semua RS di Tanah Air mengirimkan sampel penyakit menular ke lab ini karena perjanjian Indonesia

dengan AS terkait NAMRU yang dinilai tidak transparan belum diperbarui.
Sementara itu, Dino Patti Djalal saat dikonfirmasi detikcom soal tuduhan tersebut, menjawab,”It’ s nonsense!”
( ptr / nrl )

 

 
  

MoU Lama NAMRU Tidak Memadai

Didi Safirdi – detikcom
Jakarta
– MoU lama Indonesia-AS yang mendasari NAMRU-2 dinilai sudah tidak memadai. Itulah yang menjadi dasar pemerintah meminta pembaruan dokumen.
“Dulu pakai MoU yang kita nilai sudah tidak memadai,” kata Menlu Hassan Wirajuda usai Dialog HAM Bilateral RI-Swedia di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng,
Jakarta
, Rabu (23/4/2008).
Yang kini sedang dinegosiasikan, menurut Hassan, bukanlah kontrak, namun pembaruan dokumen yang menjadi dasar kerja sama. Pemerintah kini menunggu sikap AS. “Kita menunggu reaksi dan respons Amerika,” jelas Hassan tanpa merinci draf baru yang diajukan pemerintah.
Hassan tidak mempermasalahkan Mer-C yang menilai NAMRU merugikan. Bagi pemerintah, transparansi adalah elemen penting yang harus mendasari kerja sama dengan NAMRU-2.
“Akses penelitian lebih besar, maka pemanfaatannya juga lebih besar,” pungkasnya. ( fay / nrl )

 
 
 

 


Kontroversi NAMRU Rilis Bule yang Diusir Munarman Berkop Kedubes AS

Niken Widya Yunita – detikcom
Jakarta
– Rombongan orang asing diusir saat nyelonong masuk dan membagikan rilis ke acara jumpa pers Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) dan Annashar Institute yang memprotes NAMRU-2. Rilis itu berkop Kedubes Amerika Serikat.
“Di kop surat tertulis Kedutaan Amerika,” ujar Ketua Annashar Institute, Munarman, kepada detikcom, Rabu (23/4/2008).
Menurut Munarman, isi rilis tersebut yakni laboratorium NAMRU-2 merupakan lembaga medis, bukan intelijen.
“Isi rilis nggak jelas, normatif. Dia ngomong NAMRU laboratorium medis bukan intelijen. Kalau bukan intelijen kenapa dia harus datang dan klarifikasi, ” jelas Munarman.
Rombongan orang asing pembawa rilis berkop Kedubes AS
itu
adalah seorang pria berkulit putih, pria kulit hitam dan dua wanita pribumi. Salah satu wanita membagikan rilis tersebut pada wartawan saat Munarman cs hendak memulai jumpa pers di kantor Mer-C, Jl Kramat Lontar, Jakarta Pusat.
Munarman langsung naik pitam melihat rombongan tak diundang itu dan mengusirnya. ( nik / nrl )

 

6 thoughts on “Ringkasan Berita ihwal Kasus RS Marinir AS

  1. Quito Riantori says:

    Pak SBY! Ente ngapain aja seh kok kayak kebingungan? Mbok paling tidak ngomong toh, ngomong apa kek! Saya sih dah lama curiga ma si Dino Patti Jalal, dari ekspresi wajahnya kelihatan dia bukan orang baik2!

  2. ige says:

    kok ngak ada info dari dalam NAMRU atau pemerintah amerika ya ? kok malah ribut-ribut sendiri ? bukannya berita harus cover both side ? ini media massa atau infotaimen ????

  3. sutana says:

    sebaiknya dibereskan dulu dalam negeri yang katanya belum ada mekanisme kerahasiaan negara, sandi negara doang ! kagak cukup harus ada yang lain-lainnya……..

  4. sutana says:

    NAMRU JUGA HARUS TAHU DIRI DI NEGERI ORANG MESTINYA KULONUWUN DULU..! JANGAN ASAL ASALAN AJAH! NAMANYA JUGA ORANG TIMUR YA GITULAH……………………

  5. aye says:

    namru sudah kulonuwun kok ke litbangkes depkes. baca dan cari infonya dengan rasional. malah yang aneh kenapa litbangkes diam seribu bahasa sekrang. padahal sudah banyak kerjsa sama dengan namru. Takut bilang sudah ditolongin namru ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s