Law of Attraction atau Law of Distraction (Terakhir)

 

Pembuka

 

Sebelum melanjutkan, saya ingin kembali menegaskan bahwa kritik terhadap LOA dalam 3 rangkaian tulisan ini bukan untuk menafikan LOA. Tapi, sebenarnya, lebih untuk mengkritik pemahaman LOA dalam buku2 motivasional yang ramai kita jumpai. Teks-teks filsafat sebenarnya banyak membahas hukum ini, tapi tentu dalam proporsi yang lebih tepat. Dalam buku2 motivasional, LOA jelas blown out of proportion, membuat LOA lebih tampak bagai mantra tukang sihir ketimbang prinsip ilmiah. Ilustrasi visual dalam film juga sepertinya semakin mendukung kesan orang bahwa LOA itulah mantra pembuka semua pintu dunia dan akhirat.

 

Kritik atas Prinsip-prinsip LOA
 

 

(1) Ketahuilan apa yang kau mau dan mintalah pada alam untuk itu.

(Istilah ‘alam’ [universe] disebutkan secara umum, sambil menyatakan bahwa ia bisa berupa Tuhan atau sumber energi).

Nah…jika sekarang saya mau turun berat badan…apakah saya bisa tetap menyukai brownies dan makan malam yag berlebihan asal saya terus memikirkan tubuh ideal saya? Jika saya ingin bisa lari cepat, apakah fakta bahwa saat ini berat badan saya di atas 75, lamban, umur di atas 30 dan tidak pernah berlatih bukan masalah… yang penting saya hindarkan semua pikiran buruk dan energi negatifnya?

Tapi, persoalan yang lebih besar, bagaimana kita tahu apa yang kita mau, sementara kemauan itu bisa datang dari bermacam daya dalam jiwa yang saling bertentangan? Karena itu, kemauan manusia sering berubah-ubah. Saat orang sadar dengan kondisi kemiskinan sekitarnya, mungkin dia akan mengubah kemauannya mendapat rumah mewah; sebaliknya, saat seorang idealis menghadapi masalah keuangan, bukan mustahil dia akan berperilaku korup.
 
(2) Rasakan dan bersikaplah seolah keinginan segera tergapai.
Hmmm, sepertinya kisah saya dalam PT. Hampir Sukses bisa jadi contoh kekeliruan konsep ini. Mungkin tidak sedikit dari kita yang kesal dan heran melihat orang yang bertingkah “keinginan dan keuntungan sudah di depan mata”. Kalau tidak hati-hati, dan ini sering terjadi, penerapan prinsip di atas bisa membuat orang menjadi kelewat sok dan tak tahu diri.

(3) Terbukalah untuk menerimanya.

Nah, prinsip ini sangat menyederhanakan kompleksitas jiwa manusia. Betapa sering orang menginginkan sesuatu, tapi kemudian sama sekali mengubah keinginannya lantaran kenyataan dan keadaan baru muncul. Nah, bagaimana bila perubahan itu terus terjadi tanpa henti, sesuai dengan kemajuan (atau kemunduran) intelektual, moral dan spiritual seseorang? 


(4) Kritik terbesar saya pada penerapan hukum LOA dalam buku-buku motivasional adalah sebagai berikut: dualisme positif dan negatif. Dualisme ini bisa membawa kita pada kepercayaan bahwa alam ini terbagi menjadi dua energi yang berasal dari dua sumber berbeda (Tuhan dan setan atau sejenisnya). Kekeliruan konsep ini sudah dijelaskan secara panjang lebar oleh Murtadha Muthahhari dalam buku KEADILAN ILAHI, bab 4 dengan judul ‘Kejahatan’. Salah satu kesimpulan yang bisa kita ambil di sini adalah fakta tidak bisa dipisahkannya positif dan negatif di dalam kehidupan ini. Ada begitu banyak negatif yg pada hakikatnya adalah positif, dan begitu banyak positif yang dalam kenyataannya mengandung negatif. Nah, bagaimana orang bisa memasihkan positif dan negatif, padahal untuk menuju positif kita harus selalu di dalam negatif dan sebaliknya.
 

(5) Keberatan lain yang saya temukan, terutama setelah saya melihat presentasi audio-visual tentang LOA, adalah caranya membiarkan manusia mengurus hasrat2nya masing-masing. Seolah-olah tiap orang boleh mendapatkan apa yg dia mau, mencatat sendiri-sendiri kemauannya dan mengejarnya. Padahal, seperti sudah saya sebutkan, salah satu kesimpulan solid dari filsafat agama justru menolak kemungkinan tiap manusia mengetahui apa yang terbaik buat dirinya dan masyarakatnya.

  

Sejumlah Poin dan Saran

1.   Alam bekerja dalam prinsip tauhid, ketunggalan. Maksudnya, apapun yang mewujud, dlm pikiran atau kenyataan, hanyalah manifestasi dari kekuatan Tuhan. Tidak ada yg lepas dari kuasa-Nya.

2.   Manusia memang punya kebebasan. Tapi, kebebasan manusia tidak mungkin berlawanan atau keluar dari prinsip tauhid, melainkan seiring sejalan dengannya.

3.   Selain diberi kebebasan dalam berpikir dan bertindak, manusia juga diberi batas. Umur tiap orang ada batasnya. Nah, membuang-buang umur untuk memikirkan/mengejar yg ujung-ujungnya tdk ada manfaatnya adalah ketololan murni.

4.   Hukum LOA harus dipahami dalam proporsi yang tepat, sebagai salah satu, bukan satu-satunya, hukum yg bekerja di alam.

5.   LOA bekerja di bawah pengaruh atau bersama-sama dengan hukum-hukum lain di alam.

6.   Tindakan mempertentangkan hukum-hukum lain dengan LOA hanya akan membawa kita pada kesia-siaan. Dugaan bahwa kita bisa mewujudkan segala kemauan kita bersama LOA adalah fantasi yang membodohkan.

7.   Hukum LOA itu bukan hanya terkait dengan pikiran, tapi juga dengan aspek fisik dan material (sejenis akan menarik sejenisnya). Fokus pada penerapan hukum ini dalam pikiran akan membuat kita lupa pada perbuatan kita. Nah, dari sini muncul pertanyaan, darimana kita tahu bahwa pikiran baik A harus diikuti dengan tindakan baik A? Di sinilah agama datang mengajarkan gerakan2 dan ritus2 tertentu untuk tujuan2 penyempurnaan dan pembersihan manusia tersebut.

8.   Pemahaman hukum LOA dlm dualisme positif><negatif itu adalah keliru. Dualisme ini membawa kita pada kepercayaan keliru bahwa sumber kekuatan itu adalah dua: Tuhan dan setan; Kebaikan dan Kejatahan dan sejenisnya. Politeisme juga bermula dari pikiran yg salah ini, meski mereka melipatgandakannya menjadi lebih banyak lagi sumber kekuatan.

9.   Pemahaman yang benar adalah bahwa positif itu berbarengan/menyatu dengan negatif, “Bersama kesusahan ada kemudahan. Bersama kesusahan ada kemudahan.” Di sini ada kebersamaan, bukan pertentangan.

10.  Pikiran yang mempertentangkan positif-negatif justru akan memperkuat sisi negatif, sesuai dengan prinsip logika yg menyatakan bahwa premis negatif pasti akan menimbulkan konklusi negatif dan tidak sebaliknya.

11.   Setelah membuang dualisme positif-negatif, kita bisa memahami prinsip berikut ini: “Jika apa yang kau inginkan tdk terjadi, inginilah yg terjadi.” Maksudnya, upayakan untuk selalu melebur dalam proses, jangan memikirkan hasil.

12.    Islam mengajarkan manusia untuk berfokus pada upaya dan proses, sementara hasil akhir (positif atau negatif) itu sudah bukan urusan kita. Misalnya, saat kita meminta rizki yang berlimpah, kita harus memenuhi syarat2 untuk itu. Pemenuhan syarat2 itulah masalah yang harus kita tanggung, sementara hasil akhirnya (kaya raya) bukan urusan kita. Itulah salah satu aspek yang membedakan hamba dengan Tuhan; hamba meminta, merencanakan dan berusaha, sementara pada puncaknya hanya Tuhan yang menentukan dan mewujudkan.

13.    Bacalah buku2 motivasi yg mengajak bekerja keras dan berhati-hati, jangan membaca buku2 yang meninabobokkan dan memanjakan fantasi.

14.     Mencari solusi cepat dan instan adalah tindakan bodoh, karena alam pasti membutuhkan pada proses. Dan dalam proses ini banyak hal indah dan memukai yang ingin ditampilkan oleh Sang Maha Kuasa.

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Law of Attraction atau Law of Distraction (Terakhir)

  1. ranrose says:

    Selain diberi kebebasan dalam berpikir dan bertindak, manusia juga diberi batas -> mudah2an pa ustaz nanti juga bisa menjelaskan mengenai batas akal manusia, saya pernah dengar di salah satu buku…
    to certain extent or term, akal manusia tidak ada batasnya…ataukah maksudnya spiritual yang bisa menembus alam ‘dimensi’ lain..

  2. Urain yang sangat bagus dan mencerahkan. oya pak ustadz, dalam tulisan antum di posting pertama dalam judul LOA antum menulis,

    “Lebih jauh, buku-buku para motivator yang mempermainkan LOA itu telah sedikit demi sedikit melepas intervensi dan kehadiran Ilahi dalam kesadaran manusia. Menurut saya, ini bagian dari apa yang oleh Prof. Hussein Nasr diistilahkan dengan desakralisasi. Saya pernah menulis sekilas masalah ini dalam tulisan berjudul, “Kematian Manusia: Sebuah Karikatur”,”.

    Saya coba search di om google dengan keyword “kematian manusia: sebuah karikatur”, tapi tidak mendapatkannya. Di manakah saya bisa membaca tulisan tersebut?

    syukran.

  3. musakazhim says:

    Tulisan itu pernah terbit di Jurnal Al-Huda, terbitan ICC Jakarta. Sayang saya sudah tdk punya lagi edisi itu. Maklum, saya memang sangat slebor urusan menyimpan dokumen dan buku. Tapi harusnya ICC Al-Huda masih punya edisi itu.

  4. Attar says:

    Berikut ini salah satu postingan pengalaman pengajar LOA, mungkin bisa jadi bahan pertimbangan/masukan. Silahkan di baca.

    LoA dan LoA dan LoA
    Written by ronnyfr on 6 June 2008 – 2:00 pm – 143 kali dibaca.

    Alhamdulillah!

    Pada saat SMP/SMA, saya membeli peta dunia yang cukup besar, berukuran 1 X 1.5 meter. Kemudian saya laminating plastik dengan landasan triplek berbingkai, bukan yang pigura kaca). DI peta itu, berbagai negara saya ingin kunjungi maka saya “pines” (pin / paku payung kecil yang pangkalnya plastik warna-warni). Satu warna untuk menandai negara yang saya kepingin banget kesana, warna lain untuk negara yang saya agak kepingin. Saya tidak punya alasan yang jelas kenapa saya agak kepingin atau kepingin banget, cuma pakai perasaan aja.

    Teman-teman banyak yang mengomentari dengan kalimat yang aneh-aneh, jika mereka melihat peta dunia saya itu. Ada yang mengejek, ada yang katanya kagum, ada yang geli, ada yang senyum-senyum. Hehehe…, saya biarkan saja keomentar mereka. Toh cuman komentar. Well, bahkan ketika saya pindah ke Jakarta di akhir tahun 1995, peta itu saya bawa naik kereta. Kemudian saya pasang lagi di tembok kost saya yang sempit di bilangan Setiabudi Jakarta. Kost itu cuman kamar berukuran 3 X 4 meter, ditambah dengan kamar mandi shower ukuran 1 meter2. Semua ada di kamar itu, mulai kasur di lantai, meja belajar, lemari baju, buku, rice cooker , dan rak sepatu. Tentunya juga peta dunia saya yang dengan manis nempel di tembok…, lagi-lagi banyak teman kost yang mengejek saya, karena kamar saya paling kosong mlompong dibandingkan mereka yang punya TV, Stereo Set, VCD, beberapa punya karaoke, kulkas, dll.

    Nah, kilas balik saya renungkan di malam ini, bahwa ternyata keberangkatan saya ke Canada kali ini merupakan perjalanan yang bagi saya luar biasa sekali. Karena mengalami berbagai kejadian yang luar biasa dan unik serta penuh kelimpahan. Kejadian yang intisarinya mengalami berbagai kelimpahan, dibayarin, di diskon, dikasih gratis, ditolong orang, ditraktir makan, nemu duit di jalan, dll…

    Dari keseluruhan saya ke luar negeri semenjak tahun 1993, lebih banyak saya dibayarin orang lain. Perjalanan pertama adalah dibayarin oleh JICA pada tahun 1993-an selama sekitar 40 hari ke Jepang. Itu sekaligus merupakan perjalanan pertama naik pesawat terbang, hahahaha… saya masih ingat betapa ndesonya saya waktu itu.

    Perjalanan berikutnya adalah dibayarin oleh perusahaan saya berkerja pada tahun 1997-an ke Singapura, mengikuti seminar dan pameran internasional mengenai suatu industri. Tidak lama, sekitar 3 atau 4 hari aja.

    Perjalanan-perjalanan keluar negeri berikutnya adalah terutama waktu saya bekerja dengan Presiden Abdurrahman Wakhid. Saya lupa berapa banyak negara yang sudah saya kunjungi waktu itu… Tidak semua perjalanan saya ikuti, karena kami bergantian mendampingi Ibu Negara dan Juru Bicara Presiden waktu itu.

    Perjalanan berikutnya yang dibayarin adalah saat memberikan training-training di Malaysia. Perjalanannya dibayari oleh pihak pengundang untuk berbicara sebagai Trainer di sana.

    Nah, perjalanan berikutnya adalah atas biaya sendiri. Termasuk perjalanan ke Canada kali ini atas biaya sendiri, namun boleh dibilang dapat sponsor dari beberapa perusahaan secara tidak langsung. Selain itu dapat banyak sekali potongan harga yang nilainya puluhan juta rupiah. Saya yakin, hal ini terjadi karena saya banyak sekali berdoa, dan juga istri saya yang terus mendoakan, demikian pula Ibu saya ketika saya pamitan melalui telpon…

    Saat mau merencanakan keberangkatan, dan menghitung pngeluaran selama di Canada…, wah lumayan juga lebih dari 100 juta rupiah nih! Lha saya akan berada di Canada dari 22 Mei sampai dengan 9 Juni, jadi 18 hari. Hotel bagus semacam Sheraton (tempat Michael Losier Seminar harganya sekitar 300 $Can, namun untuk peserta di diskon menjadi 235 $Can, membayangkan jika harus menginap sekitar 6 hari berarti sekitar hampir 15 juta rupiah hanya untuk hotel. Belum makan dan sebagainya…

    Saya hitung lagi pengeluaran lain, sebelum ke Michael Losier saya harus ke Vernon dulu mengikuti pelatihan NLP, dengan rate hotel 94.62 $Can sebelum tax. Setelah tax adalah sekitar 1 juta rupiah. Lha kalau dikalikan 10 hari berarti sekitar 10 juta rupiah. Pesawat dari Vancouver ke Kewlona (dekat Vernon) sekitar 5 juta pp, plus lagi air port shuttle dari Kewlona ke Vernon adalah 27 $Can sekali jalan. Harga sebotol aqua sedang sekitar 1.25 $Can, jadi sekitar 11 ribu rupiah. Satu kali makan normal rata-rata antara 7 – 15 $ Can, lumayan juga nih.

    Jadi sebelum berangkat, saya sempat tergoda berpikir untuk ngirit selama di Canada. Namun pikiran itu saya reframe dengan : “Nanti banyak kejadian yang akan mempermudah saya dalam rangka mencapai tujuan saya ke Canada ini, amien!” Saya membayangkan dengan perasaan senang…

    Nah, menarik sekali dan rasanya saya sungguh diberkati oleh Tuhan YME, dengan mendapatkan berbagai rejeki dan kelimpahan yang saya terima selama perjalanan ke Canada ini :

    Saat membeli tiket pesawat, saya mendapatkan diskon cukup lumayan dari travel agent, ratusan ribu rupiah…, lumayan lah…
    Saat mengurus Bank Draft untuk syarat membuat Visa, saya ditolong oleh pihak manajemen suatu Bank yang pernah saya training, sehingga saya dapat memperoleh bank draft hanya dalam waktu beberapa jam saja. Biasanya urusan begini bisa makan waktu satu sampai dua hari lho…
    Saat pelatihan NLP dengan Steve di Vernon, saya adalah satu-satunya peserta yang mendapatkan diskon sebesar 250 Can$. Ini kira-kira hampir Rp 2.250.000,- Jumlah yang tidak sedikit bukan?
    Selama di hotel Best Western Vernon saya dapat diskon dari $123 menjadi 94.62, diskon lagi menjadi 83$Can, jadi akhirnya senilai …. itung sendiri yah…
    Perjalanan shuttle bus kembali dari Vernon ke Kewlona saya dapat diskon lagi sebesar 7$, dari 27$ menjadi 20$. Lumayan… sekitar 50 ribu hehehe…
    Saya sering sekali di tolong orang selama di Canada, bahkan ditolong orang pada saat sedang tidak mencari pertolongan lho… Tahu-tahu ada yang menawarkan bantuan, dll.
    Beberapa kali nemu uang dalam berbagai denominator. Saya berikan lagi sih ke orang lain. BTW, di Vancouver cukup banyak pengemis juga, setidaknya yang mengaku pengemis dan homeless.
    Saat pelatihan dengan Michael Losier, dari fee training senilai 3999 $Can (hampir 40 juta) saya mendapatkan diskon sebesar 1000 Can$, ini hampir setara dengan Rp 9.000.000,- . Masya Alloh!
    Selesai training NLP saya pindah lagi ke kota Vancouver, sementara saya belum dapat hotel, maka saya pilih di hotel YWCA, sekitar 103$Can (sekitar 1 juta rupiah). Hotel ini agak jauh dari lokasi pelatihan, dan sempit, saya memilihnya karena bersih dan aman. Saya hanya menginap 2 hari di sini, sambil mencari hotel alternatif yang cukup dekat dengan acara pelatihan. Akhirnya saya mendapat hotel tepat di samping hotel Sheraton, yakni Burrard Inn :).
    Burrard Inn, dari namanya Anda dapat menduga ini hotel kecil. Benar sekali! Ini sekelas motel sebenarnya, semua sederhana dan kuno, nggak ada pemanas/pendingin, hanya ada fan…, bayangkan deh! Harganya? 123 $Can semalam…., sejutaan lho… Saya sempat deg-degan juga waktu nginep di sini, karena membaca di internet reviewnya kurang bagus. Katanya ini dan itulah… Bahkan salah satu review di internet mengatakan bahwa pengunjung itu sangat kecewa dan marah dengan pada penjaganya karena kurang sopan dan dapat kamar buruk. Semalaman ia merutuki sambil membayangkan tamu-tamu lain yang tidur di hotel sebelah pasti keenakan dan penuh kenyamanan (maksudnya hotel Sheraton). Tulisan itu mempengaruhi saya, sehingga ketika saya datang ke hotel itu, saya muterin dulu satu kali sambil saya berdoa untuk diberikan aman, dan nyaman… Dan malam harinya, aduuuuuuuuh dingin banget, karena selimut tipis banget… Saat kedinginan itu saya jadi ikut ngebayangin betapa enaknya yang nginep di Sheraton itu…, sambil memandang dari jendela kaca… Namun saya segera mengubah feeling saya “Saya juga akan mendapatkan kenyamanan itu…, yang penting saya happy!!!” Saya mengembangkan rasa syukur saya, karena sudah mendapatkan hotel yang harganya murah (RP 1 juta semalem lebih murah dari 3 juta khan?), dan dekat dengan lokasi pelatihan, cuma nyeberang jalan saja…
    Well, selama di Burrard In saya ternyata mendapat diskon menjadi 89$ plus pajak. Lumayan… Saya tadinya berencana nginep disini sekitar 8 hari. Namun ternyata hanya 3 hari 2 malam saja…, sebab, pada sore hari ketiga… saya mendapatkan kejutan yang tidak di duga-duga dari Michael Losier!
    Malam sebelumnya adalah acara pertemuan informal dengan sesama peserta (yang saya tulis di artikel sebelumnya). Di sana saya sempat bertemu dengan Gizelle, yakni EO-nya Michael Losier. Saya bertanya padanya apakah uang pendaftaran yang ditransfer istri saya di Jakarta (saya sudah di Canada) sudah ia terima? Di bilang belum di cek, dan besok akan ngabarin…
    Nah, hari berikutnya kelas dimulai di sore hari jam 3 tepat. Saya datang sekitar jam 2.30 dan melakukan regristasi. Setelah mendapat training kit, saya hendak balik ke hotel saya, namun tiba-tiba dipanggil oleh Gizelle “Ronny, please wait a second, I ‘ll talk to you, important!” Dia memanggil saya sambil menelepon orang lain, jadi saya harus menunggunya. Saya sempat melihat ia memegang kertas kecil bertuliskan tulisan tangan nama saya dan angka-angka. Jadi saya sempat berpikir…, “Aduh, jangan-jangan transferan dari istri saya bermasalah nih!”. Untungnya saat itu juga saya menyadari bahwa itu adalah emosi negatif (vibrasi negatif), jadi segera saya reframe : pasti ada hikmah dan manfaatnya bahwa saya disuruh menunggu ini . Sejurus kemudian Gizelle bertanya saya menginap di mana? Saya jawab di hotel sebelah… Kemudian ia mengatakan bahwa semalam Michael Losier memutuskan bahwa SAYA DIBERI KAMAR GRATIS SELAMA 4 HARI Di HOTEL SHERATON! What!!!!????
    Menginap 4 hari di Sheraton, senilai hampir 10 juta lho! Lha jadi saya ini cuman mbayar seminar Michael separo saja! Alhamdulillah luar biasa!!! Ya Alloh! Terima kasih Ya Alloh…. Tuhan memang nggak bakal kekurangan skenario! Yang penting kita meminta, bersyukur dan happy.
    Akhirnya malam itu jam 10 saya pindah ke hotel Sheraton. Saat mengambil tas di hotel saya…, saya bertemu dengan beberapa orang peserta yang berasal dari Australia dan Filipina yang ternyata menginap di Burrard Inn juga. Sempat kasihan juga, kok mereka nggak dapat hotel gratis. Lantas saya doakan saja, semoga mereka segera mendapat kemudahan juga…, amien!
    Demikian kisah saya mengenai kejadian yang related dengan LOA yang saya alami selama di Canada. Saya masih beberapa hari lagi di sini, nanti saya lanjutkan ceritanya.

    Ohya,

    Jadi ingat, ternyata Michael Losier juga menggunakan paku pines (berbentuk bendera kecil) dan peta untuk mewujudkan impiannya! Luar biasa, ternyata kami ada persamaan lagi… Asyiknya, setelah saya pelajari lebih jauh, cara Michael Losier agak berbeda dikit dan……… lebih baik…

    Pengin tahu?

    Tunggu berikutnya deh!

    Semoga semua pembaca juga penuh berkelimpahan, amien!

    Catatan
    Kawan…, mari berbagi manfaat!
    Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat bagi Anda……….., mengapa tidak
    tuliskan pendapat Anda di sini! Sekarang juga…, kami semua akan segera mendapat manfaat dari pendapat Anda! Apapun itu…, ya khan?
    Pendapat Anda akan menambah perspektif bagi kami semua.
    Terima kasih sudah bersedia berbagi di sini…

    Ronny F. Ronodirdjo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s