Laskar Republik Manusia (2)

Tampaknya, permusuhan rezim Ba’ats atas Baqir al-Sadr tidak melulu karena hal-hal di atas. Ada banyak faktor yang membuat Baqir al-Sadr menjadi ancaman nyata bagi rezim Saddam—dan semua tiran lain di dunia. Berikut beberapa di antara sekian banyak faktor yang terungkap dalam film dokumenter Al-Manar yang bertajuk Syahid al-‘Iraq (produksi tahun 2005).

Pertama, kejeniusan Baqir al-Sadr dalam kajian ilmu agama. Sejak memasuki usia balig, Baqir al-Sadr sudah diakui oleh marja’ Najaf kala itu, Abul Qasim al-Khu`i, sebagai seorang mujtahid. Padahal, rata-rata pelajar agama meraih gelar akademis tertinggi ini di atas usia 40 tahun. Capaian menakjubkan ini sebenarnya berkat kurikulum pendidikan agama yang berkembang dalam keluarga al-Sadr. Hingga saat ini, hanya segelintir lembaga pendidikan agama yang mau atau mampu menerapkan kurikulum itu.

 

Kedua, upaya ilmiah al-Sadr untuk membuat prinsip-prinsip hukum Islam selaras dengan logika yang kukuh. Tak tanggung-tanggung, Baqir al-Sadr memasukkan teori probabilitas kalkulus (nadhariyyah al-ihtimal) sebagai alat pendukung ijtihad. Karyanya dalam bidang ini, al-Usus al-Mantiqiyyah lil Istiqra’ (Prinsip-prinsip Logika Induktif), masih menjadi barang asing di lingkungan studi agama Islam kontemporer.

 

Ketiga, tawaran-tawaran metodologis untuk membuat syariah menjadi lebih manusiawi dan “merakyat”. Umpamanya, dia mengakui keyakinan pribadi dalam menyimpulkan hukum agama. Bagi al-Sadr, Islam bisa menerima keyakinan pribadi seseorang sekalipun keyakinan itu belum sepenuhnya sempurna secara filosofis. Selain itu, sebagai upaya untuk “merakyatkan” syariah, mengikuti tradisi guru-gurunya di Najaf, al-Sadr memperkuat posisi ‘urf (kebiasaan yang berlaku dalam suatu masyarakat) sebagai sumber penyimpulan hukum Islam.

 

Keempat, upayanya untuk terus menceburkan fiqh dalam pusaran kehidupan umat. Sebagai contoh, pada medio 70-an Baqir al-Sadr menuliskan ekonomi dan perbankan syariah dalam al-Bank Al-la Ribawi fil Islam. Karya ini tak pelak memantik tumbuhnya ekonomi syariah di dunia Islam. Konon, karya ini lahir sebagai tanggapan atas permintaan seorang pejabat Kuwait yang ingin mendirikan bank Islam.

 

Kelima, ijtihad-ijtihad politiknya yang mendukung gerakan perlawanan atas tirani. Kalangan marji’ Syiah biasanya sangat berhati-hati dalam menanggapi gerakan politik. Ada kekhawatiran dalam pikiran mereka bahwa gerakan politik itu tercampuri motif-motif di luar agama. Bagi kalangan marja’, dukungan yang mengandung otoritas agama terhadap gerakan yang tidak murni agama adalah sebentuk keluar jalur. Tapi, Baqir al-Sadr lebih progresif dalam hal ini. Sejak semula dia mendukung gerakan Islam yang demokratis, terutama dalam bentuk partai politik modern. Untuk itu, dia menulis rangkaian artikel seputar gerakan Islam. Di sana dia menjabarkan pandangan Islam seputar misi dan visi gerakan politik, proses pembentukannya, model dan organisasinya, sumber-sumber kekuatannya, sampai tujuan akhirnya, yakni pemerintahan Islam. Rangkaian artikel yang berjudul Risalatuna (Misi Kita) itu kemudian menjadi anggaran dasar Partai Dakwah dan mengilhami Konstitusi Republik Islam Iran.

 

Semua itu baru sebagian dari keistimewaan al-Sadr. Ada banyak sisi menarik lain dari kehidupan al-Sadr: kezuhudan, pergaulannya yang luas, sikapnya yang sangat merakyat, tidak menjaga wibawa dan sebagainya. Sebagian besar muridnya beranggapan bahwa al-Sadr sedikit banyak berhasil mengubah wajah keulamaan yang semula eksklusif menjadi lebih terbuka dan merakyat.

Hubungan Baqir al-Sadr dan Saddam ternyata berakhir bak naskah komedi Ilahi. Persis hari Rabu 9 April 23 tahun setelah kesyahidannya, tentara AS merebut Baghdad dan merangsek istana Saddam. Patung Saddam yang semula berdiri gagah pun runtuh dan diinjak-injak ribuan orang. Masyarakat Syiah Irak percaya bahwa kesamaan hari dan tanggal eksekusi Baqir al-Sadr dan kejatuhan Saddam itu sebagai cemooh takdir, sebuah bagian dari komedi Ilahi. Bahkan ada yang menganggapnya sebagai pembalasan langit.

 

Maha Suci Allah yang selalu punya cara untuk memenangkan hamba yang berjuang di jalan-Nya, sekaligus menunjukkan kekuasaan-Nya dalam membolak-balik nasib dan takdir anak Adam.

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Laskar Republik Manusia (2)

  1. sayangnya Baqir Shadr yag luar biasa itu tak di tampilkan di indonesia dalam bentuk buku yag utuh.. belum ada penulis Indonesia yang serius menampilkan pemikirannya. kita tertinggal jauh dengan orang2 yg bangga menampilkan tokoh2 Barat di Indonesia… mungkin karena kita kurang serius..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s