Keterpesonaan Luthfie pada Israel

Beberapa Catatan dari Israel

Saya baru saja melakukan perjalanan ke Israel. Banyak hal berkesan yang saya dapatkan dari negeri itu, dari soal Kota Tua yang kecil namun penuh memori konflik dan darah, Tel Aviv yang cantik dan eksotis, hingga keramahan orang-orang Israel. Saya kira, siapapun yang menjalani pengalaman seperti saya akan mengubah pandangannya tentang Israel dan orang-orangnya.

Ketika transit di Singapore, seorang diplomat Israel mengatakan kepada saya bahwa orang-orang Israel senang informalities dan cenderung rileks dalam bergaul. Saya tak terlalu percaya dengan promosinya itu, karena yang muncul di benak saya adalah tank-tank Israel yang melindas anak-anak Palestina (seperti kerap ditayangkan oleh CNN and Aljazira). Tapi, sial, ucapan diplomat itu benar belaka. Dia bukan sedang berpromosi. Puluhan orang yang saya jumpai dari sekitar 15 lembaga yang berbeda menunjukkan bahwa orang-orang Israel memang senang dengan informalities dan cenderung bersahabat.

Saya masih ingat dalam sebuah dinner, seorang rabbi mengeluarkan joke-joke terbaiknya tentang kegilaan orang Yahudi. Dia mengaku mengoleksi beberapa joke tapi kalah jauh dibandingkan Gus Dur yang katanya “more jewish than me.” Dalam jamuan lunch, seorang diplomat Israel berperilaku serupa, membuka hidangan dengan cerita jenaka tentang persaingan orang Yahudi dan orang Cina.

Tentu saja, informalities adalah satu bagian saja dari cerita tentang Israel. Pada satu sisi, manusia di negeri ini tak jauh beda dengan tetangganya yang Arab: hangat, humorous, dan bersahabat. Atau semua budaya Mediteranian memang seperti itu? Tapi, pada sisi lain, dan ini yang membedakannya dari orang-orang Arab: kecerdasan orang-orang Israel di atas rata-rata manusia. Ini bukan sekadar mitos yang biasa kita dengar. Setiap 2 orang Israel yang saya jumpai, ada 3 yang cerdas. Mungkin ini yang menjelaskan kenapa bangsa Arab yang berlipat jumlahnya itu tak pernah bisa menandingi Israel.

Kecerdasan itu seperti kecantikan. Ia memancar dengan sendirinya ketika kita bergaul dengan seseorang. Tidak yang laki-laki, tidak yang perempuan, semua orang Israel yang saya ajak bicara memancarkan kesan itu. Patutlah bahwa sebagian peraih nobel dan ilmuwan sosial besar adalah orang-orang Yahudi.

Yang membuat saya terkesima adalah bahwa orang-orang Israel, paling tidak para pejabat, pemikir, budayawan, diplomat, penulis, dan profesional, yang saya jumpai, semuanya lancar dan fasih berbahasa Arab. Mereka senang sekali mengetahui bahwa saya bisa berbahasa Arab. Berbahasa Arab semakin membuat kami merasa akrab. Belakangan baru saya ketahui bahwa bahasa Arab adalah bahasa formal/resmi Israel. Orang Israel boleh menggunakan dua bahasa, Ibrani dan Arab, di parlemen, ruang pengadilan, dan tempat-tempat resmi lainnya.

Kebijakan resmi pemerintah Israel ini tentu saja sangat cerdas, bukan sekadar mengakomodir 20 persen warga Arab yang bermukim di Israel. Dengan menguasai bahasa Arab, orang-orang Israel telah memecah sebuah barrier untuk menguasai orang-orang Arab. Sebaliknya, orang-orang Arab tak mengerti apa yang sedang dibicarakan di Israel, karena bahasa Ibrani adalah bahasa asing yang bukan hanya tak dipelajari, tapi juga dibenci dan dimusuhi. Orang-orang Israel bisa bebas menikmati televisi, radio, dan surat kabar dari Arab (semua informasi yang disampaikan dalam bahasa Arab), sementara tidak demikian dengan bangsa Arab.

Bahwa Israel adalah orang-orang yang serius dan keras, benar, jika kita melihatnya di airport dan kantor imigrasi. Mereka memang harus melakukan tugasnya dengan benar. Di tempat2 strategis seperti itu, mereka memang harus serius dan tegas, kalau tidak bagaimana jadinya negeri mereka, yang diincar dari delapan penjuru angin oleh musuh-musuhnya.

Saya sangat bisa memahami ketegasan mereka di airport dan kantor2 imigrasi (termasuk kedubes dan urusan visa). Israel dibangun dari sepotong tanah yang tandus. Setelah 60 tahun merdeka, negeri ini menjadi sebuah surga di Timur Tengah. Lihatlah Tel Aviv, jalan-jalannya seperti avenues di New York atau Sydney. Sepanjang pantainya mengingatkan saya pada Seattle atau Queensland. Sistem irigasi Israel adalah yang terbaik di dunia, karena mampu menyuplai jumlah air yang terbatas ke ribuan hektar taman dan pepohonan di sepanjang jalan.

Bangsa Israel akan membela setiap jengkal tanah mereka, bukan karena ada memori holocaust yang membuat mereka terpacu untuk memiliki sebuah negeri yang berdaulat, tapi karena mereka betul-betula bekerja keras menyulap ciptaan Tuhan yang kasar menjadi indah dan nyaman didiami. Mereka tak akan mudah menyerahkan begitu saja sesuatu yang mereka bangun dengan keringat dan darah. Setiap melihat keindahan di Israel, saya teringat sajak Iqbal:

Engkau ciptakan gulita
Aku ciptakan pelita
Engkau ciptakan tanah
Aku ciptakan gerabah

Dalam Taurat disebutkan, Jacob (Ya’kub) adalah satu-satunya Nabi yang berani menantang Tuhan untuk bergulat. Karena bergulat dengan Tuhan itulah, nama Israel (Isra-EL, orang yang bergulat dengan Tuhan) disematkan kepada Jacob. Di Tel Aviv, saya menyaksikan bahwa Israel menang telak bergulat dengan Tuhan.

Orang-orang Israel akan membela setiap jengkal tanah yang mereka sulap dari bumi yang tandus menjadi sepotong surga. Bahwa mereka punya alasan historis untuk melakukan itu, itu adalah hal lain. Pembangunan bangsa, seperti kata Benedict Anderson, tak banyak terkait dengan masa silam, ia lebih banyak terkait dengan kesadaran untuk menyatukan sebuah komunitas. Bangsa Yahudi, lewat doktrin Zionisme, telah melakukan itu dengan baik.

Melihat indahnya Tel Aviv, teman saya dari Singapore membisiki saya: “orang-orang Arab itu mau enaknya saja. Mereka mau ambil itu Palestina, setelah disulap jadi sorga oleh orang-orang Yahudi. Kenapa tak mereka buat saja di negeri mereka sendiri surga seperti Tel Aviv ini?” Problem besar orang-orang Arab, sejak 1948 adalah bahwa mereka tak bisa menerima “two state solution,” meski itu adalah satu-satunya pilihan yang realistik sampai sekarang. Jika saja orag-orang Palestina dulu mau menerima klausul itu, mungkin cerita Timur Tengah akan lain, mungkin tak akan ada terorisme Islam seperti kita lihat sekarang, mungkin tak akan ada 9/11, mungkin nasib umat Islam lebih baik. Bagi orang-orang Arab, Palestina adalah satu, yang tak bisa dipisah-pisah. Bagi orang-orang Israel, orang-orang Palestina tak tahu diri dan angkuh dalam kelemahan.

Sekarang saya mau cerita sedikit tentang Kota Tua Jerussalem, tentang al-Aqsa, dan pengalaman saya berada di sana. Percaya atau tidak, Kota Tua tidak seperti yang saya bayangkan. Ia hanyalah sekerat ladang yang berada persis di tengah lembah. Ukurannya tak lebih dari pasar Tanah Abang lama atau Terminal Pulo Gadung sebelum direnovasi. Tentu saja, sepanjang sejarahnya, ada perluasan-perluasan yang membentuknya seperti sekarang ini. Tapi, jangan bayangkan ia seperti Istanbul di Turki atau Muenster di Jerman yang mini namun memancarkan keindahan dari kontur tanahnya. Kota Tua Jerussalem hanyalah sebongkah tanah yang tak rata dan sama sekali buruk, dari sisi manapun ia dilihat.

Sebelum menuruni tangga ke sana, saya sempat melihat Kota Tua dari atas bukit. Heran seribu heran, mengapa tempat kecil yang sama sekali tak menarik itu begitu besar gravitasinya, menjadi ajang persaingan dan pertikaian ribuan tahun. Saya berandai-andai, jika tak ada Golgota, jika tak ada Kuil Sulayman, dan jika tak ada Qubbah Sakhra, Kota Tua hanyalah sebuah tempat kecil yang tak menarik. Berada di atas Kota Tua, saya terbayang Musa, Yesus, Umar, Solahuddin al-Ayyubi, Richard the Lion Heart, the Templer, dan para penziarah Eropa yang berbulan-bulan menyabung nyawa hanya untuk menyaksikan makam, kuburan, dan salib-salib. Agama memang tidak masuk akal.

Oleh Guide kami, saya diberitahu bahwa Kota Tua adalah bagian dari Jerussalem Timur yang dikuasai Kerajaan Yordan sebelum perang 1967. Setelah 1967, Kota Tua menjadi bagian dari Israel. “Dulu,” katanya, “ada tembok tinggi yang membelah Jerussalem Timur dan Jerussalem Barat. Persis seperti Tembok Berlin. Namun, setelah 1967, Jerussalem menjadi satu kembali.” Yang membuat saya tertegun bukan cerita itu, tapi pemandangan kontras beda antara Jerussalem Timur dan Jerussalem Barat dilihat dari ketinggian. Jerussalem Timur gersang dan kerontang, Jerussalem Barat hijau dan asri. Jerussalem Timur dihuni oleh sebagian besar Arab-Muslim, sedangkan Jerussalem Barat oleh orang-orang Yahudi.

Saya protes kepada Guide itu, “Mengapa itu bisa terjadi, mengapa pemerintah Israel membiarkan diskriminasi itu?” Dengan senyum sambil melontarkan sepatah dua patah bahasa Arab, ibu cantik itu menjelaskan: “ya akhi ya habibi, kedua neighborhood itu adalah milik privat, tak ada urusannya dengan pemerintah. Beda orang-orang Yahudi dan Arab adalah, yang pertama suka sekali menanam banyak jenis pohon di taman rumah mereka, sedang yang kedua tidak. Itulah yang bisa kita pandang dari sini, mengapa Jerussalem Barat hijau dan Jerussalem Timur gersang.” Dough! Saya jadi ingat Bernard Lewis: “What went wrong?”

Ada banyak pertanyaan “what went wrong” setiap kali saya menyusuri tempat-tempat di Kota Tua. Guess what? Kota Tua dibagi kepada empat perkampungan (quarter): Muslim, Yahudi, Kristen, dan Armenia. Pembagian ini sudah ada sejak zaman Salahuddin al-Ayyubi. Menelusuri perkampungan Yahudi sangat asri, penuh dengan kafe dan tempat-tempat nongkrong yang cozy. Begitu juga kurang lebih dengan perkampungan Kristen dan Armenia. Tibalah saya masuk ke perkampungan Muslim. Lorong-lorong di sepanjang quarter itu tampak gelap, tak ada lampu, dan jemuran berhamburan di mana-mana. Bau tak sedap terasa menusuk.

Jika pertokoan di quarter Kristen tertata rapi, di quarter Muslim, tampak tak terurus. Ketika saya belanja di sana, saya hampir tertipu soal pengembalian uang. Saya sadar, quarter Muslim bukan hanya kotor, tapi pedagangnya juga punya hasrat menipu.

Namun, di antara pengalaman tak mengenakkan selama berada di perkampungan Islam adalah pengalaman masuk ke pekarangan al-Aqsa (mereka menyebutnya Haram al-Syarif). Ini adalah kebodohan umat Islam yang tak tertanggulangi, yang berasal dari sebuah teologi abad kegelapan. You know what? Saya dengan bebasnya bisa masuk ke sinagog, merayu tuhan di tembok ratapan, dan keluar-masuk gereja, tanpa pertanyaan dan tak ada penjagaan sama sekali.

Tapi begitu masuk wilayah Haram al-Syarif, dua penjaga berseragam tentara Yordania dengan senjata otomatis, diapit seorang syeikh berbaju Arab, menghadang, dan mengetes setiap penziarah yang akan masuk. Pertanyaan pertama yang mereka ajukan: “enta Muslim (apakah kamu Muslim)?” Jika Anda jawab ya, ada pertanyaan kedua: “iqra al-fatihah (tolong baca al-fatihah).” Kalau hafal Anda lulus, dan bisa masuk, kalau tidak jangan harap bisa masuk.

Saya ingin meledak menghadapi mereka. Saya langsung nyerocos saja dengan bahasa Arab, yang membuat mereka tersenyum, “kaffi, kaffi, ba’rif enta muslim (cukup, cukup, saya tahu Anda Muslim).” Saya ingin meledak menyaksikan ini karena untuk kesekian kalinya kaum Muslim mempertontonkan kedunguan mereka. Kota Tua adalah wilayah turisme dan bukan sekadar soal agama. Para petinggi Yahudi dan Kristen rupanya menyadari itu, dan karenanya mereka tak keberatan jika semua pengunjung, tanpa kecuali, boleh mendatangi rumah-rumah suci mereka.

Tapi para petinggi Islam rupanya tetap saja bebal dan senang dengan rasa superioritas mereka (yang sebetulnya juga tak ada gunanya). Akibat screening yang begitu keras, hanya sedikit orang yang berminat masuk Haram al-Syarif. Ketika saya shalat Maghrib di Aqsa, hanya ada dua saf, itupun tak penuh. Menyedihkan sekali, padahal ukuran Aqsa dengan seluruh latarnya termasuk Qubbat al-Shakhra sama besarnya dengan masjid Nabawi di Madinah. Rumah tuhan ini begitu sepi dari pengunjung.

Tentu saja, alasan penjaga Aqsa itu adalah karena orang-orang non-Muslim haram masuk wilayah mesjid. Bahkan orang yang mengaku Muslim tapi tak pandai membaca al-Fatihah tak layak dianggap Muslim. Para penjaga itu menganggap non-Muslim adalah najis yang tak boleh mendekati rumah Allah.

Saya tak bisa lagi berpikir. Sore itu, ingin saya kembali ke tembok ratapan, protes kepada Tuhan, mengapa anak bontotnya begitu dimanja dengan kebodohan yang tak masuk akal.

Jawaban Anggota DPR-RI Komisi I, Abdillah Toha, atas Catatan Luthfie

Bung Luthfie yang baik,

Membaca catatan anda, saya juga terkesima. Bukan dengan Israel, tetapi dengan catatan itu. Betapa seorang yang berpendidikan tinggi seperti anda bisa membuat tulisan dan kesimpulan yang berbau propaganda setelah hanya beberapa hari (?) berkunjung ke Israel, atas undangan dan kebaikan mereka, Sampai-sampai anda  meratap di tembok ratapan Yahudi. Seingat saya, saya belum pernah membaca tulisan yang begitu memuja dan memuji Israel seperti tulisan anda ini, termasuk tulisan oarng Israel yang mendukung Zionisme. Kenapa saya sebut propaganda? Karena sebuah tulisan yang memuja dan memuji ditambah mengecam lawannya, seolah-olah tak ada aspek negatif dari subyek yang dipuji dan tak ada aspek positif dari yang dikecam, adalah sebuah propaganda. Propaganda ini cukup berhasil, melihat komentar-komentar di halaman Facebook anda. Namun, menurut saya, proaganda ini kurang cerdas karena orang langsung akan dapat menilai demikian. Seharusnya, anda bisa lebih cerdas dengan “pura-pura” sedikit mengeritik Israel agar lebih kelihatan obyektif.

Pertama saya harus jelaskan lebih dahulu bahwa saya dan kita semua harus membedakan antara orang Yahudi dan negara Israel. Tidak semua Yahudi mendukung Zionisme Israel dan sayapun punya cukup banyak kawan Yahudi yang sangat kritis terhadap Israel. Bahkan belum lama ini saya sempat bertemu dengan beberapa Rabbi Yahudi yang mengatakan bahwa pembentukan negara Israel itu bertentangan dengan buku suci mereka. Kita tidak boleh memusuhi Yahudi  atau ras apapun, tetapi sikap mendukung negara Israel berarti mendukung kebiadaban modern dan satu-satunya penjajah yang tersisa di abad ke 21 ini (kecuali bila kita masukkan pendudukan AS atas Iraq dan Afghanistan).. Saya tidak ingin berpanjang-panjang membahas soal ini, tapi bila anda ingin membaca tulisan-tulisan (termasuk oleh beberapa orang Yahudi seperti Dr Finkelstein dsb.) tentang pelanggaran, kebrutalan dan kekejaman Israel, dengan senang hati akan saya kirimkan.

Bung Lutfhi, anda memang tidak akan melihat tank-tank Israel di Tel Aviv atau kota lain karena tank-tank itu dikonsentrasikan di perbatasan untuk membunuh orang-orang Palestina. Anda katakan ” Mereka tak akan mudah menyerahkan begitu saja sesuatu yang mereka bangun dengan keringat dan darah”. Barangkali akan lebih jelas kalau anda lebih spesifik, mereka itu siapa, darah Israel atau darah Palestina.  Alangkah naifnya komentar kawan Singapore yang anda kutip: “orang-orang Arab itu mau enaknya saja. Mereka mau ambil itu Palestina, setelah disulap jadi sorga oleh orang-orang Yahudi. Kenapa tak mereka buat saja di negeri mereka sendiri surga seperti Tel Aviv ini?” Orang ini pasti belum pernah ke Saudi, Kuwait, Dubai, Turki dll. Atau anda yang sudah pernah kesana mungkin begitu terkesima oleh Israel sehingga lupa di negara-negara Arab yang merdeka mereka juga tidak kalah bisa membangun negerinya yang berpadang pasir. Bagaimana Palestina mau membangun kalau tiap hari di bom, diserang, digusur, dibatasi geraknya dengan ratusan chek points dan di blokade. Atau mungkin anda tidak diajak oleh pengundang anda ke kawasan-kawasan itu. atau anda tidak berpikir perlu menyempatkan melihat kesengsaraan warga Gaza yang diblokir oleh Israel.

Anda katakan “setiap 2 orang Israel yang saya jumpai, ada 3 yang cerdas. Mungkin ini yang menjelaskan kenapa bangsa Arab yang berlipat jumlahnya itu tak pernah bisa menandingi Israel “. Saya kira anda harus lebih banyak membaca, bung Lutfhi. Perang Yom Kipur, terusirnya tentara Israel dua kali dari Lebanon (terakhir Juli 2006) adalah sebagian rentetan fakta kekalahan-kekalahan Israel. Dluar itu, ketidak mampuan Palestina dan Arab mengusir Israel dari tanah yang didudukinya sampai sekarang bukan karena “kecerdasan” orang Israel tetapi nyata-nyata dukungan satu-satunya negara adi daya di dunia yang menjadikan militer Israel sebagai militer nomor tiga terkuat di dunia saat ini. Pejuang Palestina hanya bisa melawan dengan batu dan roket primitif rakitan sendiri.Yang dihadapai bangsa Arab itu sebenarnya Amerika, bukan sekadar Israel.Saatnya akan tiba ketika semua kekuatan zalim ini akan punah. Tanda=tanda itu sudah mulai tampak dengan adanya krisis global saat ini dan gagalnya misi Amerika di Iraq dan Afghanistan.

Bung Luthfi, saya tidak menutup mata terhadap kekurangan dan kebangrutan moral banyak negara Arab yang otoriter dan korup. Inilah salah satu sebab utama “kekalahan” Arab terhadap Israel karena mereka tidak menjalankan kebijakan yang merepresentasikan kehendak rakyatnya. Karenanya, ketika Sayyid Hasan Nasrullah dengan Hizbullahnya berhasil mengusir Israel dari tanah Lebanon untuk yang kedua kalinya, beliau menjadi pahlawan dan manusia terpopuler dikalangan rakyat Arab. Tetapi saya juga tidak akan menggambarkan orang-orang Arab (muslim) Israel yang tinggal di kampung-kampung kumuh dan membandingkannya dengan hunian orang Yahudi dengan mengatakan “Lorong-lorong di sepanjang quarter itu tampak gelap, tak ada lampu, dan jemuran berhamburan di mana-mana. Bau tak sedap terasa menusuk” tanpa mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang miskin dan terpinggirkan disana. Bukankah lorong-lorong orang miskin selalu demikian dimana-mana? Dan tahukah kenapa warga negara Arab muslim di Israel ini miskin dan terpinggirkan? Karena mereka adalah warga yang memang dipinggirkan dan di diskriminasi. Orang-orang Arab warga Israel harus membayar pajak lebih tinggi dari warga Yahudi karena mereka tidak (boleh/qualified).menjadi anggota militer dan bentuk diskriminasi lain( http://www.jfjfp.org/factsheets/arabsinisrael.htm). Mereka dilarang membeli atau menempati rumah atau flat di daerah-daerah tertentu yang dihuni warga Yahudi.( http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2007/12/19/AR2007121902681_pf.html ), karyawan yang menggunakan bahasa Arab bisa dipecat ( http://weekly.ahram.org.eg/2004/680/re104.htm), dalam pendidikan mereka juga di diskriminasi ( http://www.hrw.org/legacy/reports/2001/israel2/ ), warga Arab Israel banyak yang dibunuh dan diperlakukan dengan semena-mena ( http://files.tikkun.org/current/article.php/20081007044518248), dan seterusnya. Anda boleh lihat ratusan laporan berbagai organisasi Human Rights lainnya tentang hal ini. Sebagai negara yang digembar gemborkan demokrasi ditengah-tengah otoriterianisme dunia Arab, mereka telah memperlakukan demokrasi dengan standar ganda.

Saya kira semua yang saya sampaikan ini bukanlah hal baru. Hanya saja, entah kenapa,  anda memilih menutup mata dan hati bagi situasi yang demikian. Atau mungkin karena anda mempunyai agenda tertentu dalam rangka me”liberalkan” Islam? Wallahualam.

Abdillah Toha

107 thoughts on “Keterpesonaan Luthfie pada Israel

  1. ranrose says:

    Ya jelaslah kita uda tahu sapa Luthfi asyaukanie ini,
    pasti wacana dan tulisan2 dari dia dan rekan2nya di freedom inst membawa propaganda zionisme.

    Lagian tulisan Luthfi ini bener2 naiiifff…bener kata Pa Abdillah, sampe terkesima baca nya saking naifnya.

    cuman satu yang rada perlu diselidiki.hehehe

    2 dari 3 orang yahudi (bukan isreal) pintar2 alias jenius.

    Mulai dari Albert Einstein, Steven Spielberg, Bill gates, dll…

    “Kalau melihat kehebatan mereka, apakah memang benar Tuhan mengkaruniai ras ini dengan kecerdasan unggulan dalam gen DNA mereka atau memang mereka memiliki etos kerja yang luar biasa akibat “survival of the fittest”? “…*Quoted*

  2. bill gates bukan yahudi. dia kristen dan bukan keturunan israel😀 yahudi banyak yang pinter? nggak juga. liatlah aneka olimpiade sains, jarang sekali pemenangnya dari ras yahudi karena memang jumlah mereka sedikit.

  3. joice says:

    membaca tulisannya bung luthfie ini saya punya pendapat dengan dua kemungkinan. pertama, karena memang ada sebuah propaganda wacana seperti yang diungkapkan bang abdillah. kedua, karena bung luthfie sendiri yang orangnya (maaf) sedikit kampungan jadi suka terkagum-kagum melihat tel aviv atau kondisi kota tua.hahaha…
    maaf bung, saya bukan tidak menghormati wacana. bahwa latar belakang organisasi dan gerakan anda memang mensupport arah wacana anda sudah cukup untuk bagi saya untuk memaklumi anda. namun bila anda seolah-olah tidak sedikitpun memberikan kesan positif bagi umat muslim, anda keliahatn sebagai pembohong besar. betul lagi saran bang abdillah, sedikit2 pake kritik lah ke Israel…(hahaha…bahkan untuk yang satu ini saja anda juga harus mencoba berbohong lagi khan)…
    ketika berjumpa 2 orang israel, menjumpai 3 orang cerdas, tapi untuk apa kecerdasan itu?untuk mengabdi kepada kemanusiaankah?kepada perdamaiankah?tidak, tapi untuk sebuah fakta, menganiaya muslim palestin. tentunya anda membaca bagaimana akhir2 ini relawan yang ingin mendistribusikan bantuan ke jalur gaza selalu dicegah oleh Israel. bahkan relawan eropa mengakui itu sebagai sebuah tindakan yang tidak berperikemanusiaan (ini sama saja dengan tindakan Tan Shwe pasca topan nargis). jadi, itukah ukuran yang menjadikan seorang luthfie terkagum-kagum (dan membohongi diri untuk melakukan wacana kerdil)? naiff betul anda.
    mungkin memang karena anda punya hutang budi sama zion jadi membuat wacana seperti ini. (atau mungkin karena ingin diundang lagi ke tel aviv, dijamu dengan kemunafikan).
    saya masih tetap menghormati seorang Ali Alatas yang kukuh untuk tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
    silakan diputuskan, mendelete atau approve comment saya. anda butuh publikasi diri khan?!

  4. mungkin bung Luthfie benar dan menggunakan kecerdasannnya dalam menilai indah dan baiknya orang israel, namun saat itu saya kurang yakin apa dia sedang membawa nurani nya di dalam koper bersamanya..
    jawaban pak Abdillah sungguh mengena, dan bukan sekedar melampiaskan respon emosional saja (marah dibolehkan kan), tp juga memaparkan fakta yang luput dianalisa oleh bung Luthfie
    saya pikir, sebagaimana kata Bung Eep Saefullah, liberalisme juga bisa sangat jumud dalam berfikir…ia keukeuh dalam liberalism, dan olehnya, ia bisa dikategorikan sebagai fundamentalis juga…bukankah begitu logika berpikir kita yang liberal..

    thanks utk share nya Bib…salam buat daeng Alfian yg lagi menikmati indahnya pernikahan…:)

  5. waaaah menarik sekali reportnya anda,sampai bisa merubah idealism kemusliman anda,menurut saya gimana kalo mulai besok anda memeluk ajaran yahudi zionis yang anda banggakan itu sekalian ganti nama anda dengan salah satu nama dari mereka!!!dari pada anda hanya menjadi budak zionis hanya untuk mempromosikan kecerdasan mereka,(eh maaf maksud saya kelicikan mereka) dan keindahan negeri mereka yang pada hakekatnya keindahan tersebut adalah hasil dari darah para syuhada dan warga palestina yang tidak berdosa…menurut saya anda adalah salah satu dari orang-orang yang rendah dan tidak memiliki logika dalam menuangkan suatu wacana,karena dari tulisan anda sangat nampak jelas bahwa anda memang seperti itu,ya kalau anda menulis bahwa orang muslim bodoh dan tidak bisa mencontoh mereka para zionis ya saya kira anda termasuk orng-orng yang bodoh itulah,tapi yang pasti anda perlu renungkan ide saya di atas tadi!!!!!!

  6. maklumlah lah Lutfie aslinya kan orang kampung (dheso),yang merantau ke kota dan terpesona liat bangunan2 dikota dan pemikiran2 yang ia angap modern (karena di dhesanya ia tdk pernah dengar pemikiran macam itu macam liberalisme,pluralisme,) dan ia bernafsu dan keukeuh utk ttp di sebut orang modern.

  7. ranrose says:

    –Kelakar.. :
    Sorry, Bill Gates ternyata memang bukan yahudi seperti yang disangkakan orang2, tapi bukan kristen juga, He’s agnostic.

    Hmm mungkin level yahudi bukan olimpiade science lagi kali ya.
    mereka uda sampe ke level peraih nobel, CEO microsoft, senat amerika dan penemu teori2 fisika atau komputer. jadi mungkin bukan mengerjakan soal2 fisika, tapi menciptakan teori soalnya.🙂

    Jumlah mereka sedikit tapi significant, seperti di senat US, dimana lobby yahudi sangat kuat.

  8. bob says:

    lutfie…dikasih jalan2 1 kali menjilatnya luar biasa..
    sehingga tulisannya sangat mudah dibaca arahnya bahkan cenderung kehilangan akal sehatnya dalam menulis.
    sehingga bang abdillah toha dengan sangat mudah menunjukkan kelemahan tulisan org ini….

  9. GANDUNG says:

    Tulisan Lutfhfie itu sungguh menjijikkan. dari awal baca, orang yang awam kayak saya juga udah ngeh arahnya kemana.
    Dasar kacung zionist….!! tulisan anda itu justru memperlihatkan mental anda yang katrok.

  10. Frodo says:

    Dear …

    Alhamdulillah … setelah CONGOR saya dipake buat Mber-sihin’ WC Umum Bangunan Peradaban Sosial … akhirnya saya dapat jalan2 juga ke luar negeri.

    Saya bersyukur banget …
    Bila ada Ikhwan yang mau seperti saya, saya bersedia memfasilitasi. Tapi mohon siapkan mental dan spiritual layaknya pelacur2 kebenaran!!
    Saya tunggu yaa ..
    (Luthfie)

  11. pazdaran says:

    ass.wr.wb
    madein indonesia
    begitulah manusia manusia bermental budak dibayar sedikit aja udah bisa menyilat.
    indonesia baru bisa merdeka setelah 350 th di jajah di karnakan banyak nya manusia manusia kaya lutfi ini.

  12. huda says:

    lutfie boleh punya pendapat, abdilah toha juga boleh tidak sependapat, tapi yang santun dong, atau memang komentar-komentar yang menyerang terhadap lutfie menunjukan kebenaran pernyataan dia, doa dia di tembok ratapan, yang mengatakan, “mengapa anak bontotnya begitu dimanja dengan kebodohan yang tak masuk akal?”

  13. Dahsyat. Luthfi terkesan piawai menyembur kata pujian. Tanpa berniat menjawab atau menyanggah uraian tulisannya itu, saya hanya ingin menyampaikan satu hal: psikis Luthfi Assyaukani dari cerminan tulisan dia ini. Yaitu, Luthfi punya dendam-kesumat sejarah diri sendiri.
    Hidupnya tertindas sejak kecil. Dia terisolir lama di satu penampungan “anak buangan”, bahkan besar di tempat itu. Lalu, setelah kenyang dengan sodomi dan kurap, dia keluar dari tempat itu.
    Bayangkanlah, Luthfie terpesona thd dunia luar yang melesat meninggalkannya sejak lama. Luthfie tak terima kenyataan dirinya itu. Akhirnya dia memilih cara instan untuk “melupakan” masa lalu dengan menjamah tema-tema sensitif lalu meraup itu sekenanya dan menghamburnya ke publik. Dia ingin cepat terkenal untuk kemudian bisa mendapat “penghasilan lebih.” Selamat ya, Luthfie, lumayan dapet tiket plesir gratisan.

  14. BON JOWI says:

    kita harus berfikir positif, kebanyakan manusia didunia itu kurang-lebih ya …. kayak bung lutfie ini, melihat kebenaran dan kebaikan hanya lapisan luar, kasih fulus, senyum manis and bergaya intelek langsung jatuh hati and langsung mengklaim, MEREKA TERBAIK DARI SEMUA SISI, Kasian sekali….
    Propaganda Zionis berhasil karena mereka sangat tau kualitas yang datang kesana….

    Saya heran kalangan kita (kelompok muslim) kenapa kurang mendengar propaganda atau setidaknya menyebar luaskan tentang kezholiman yahudi, atau media sangat di kuasai mrk shg orang seperti lutfi tdk sampai informasi….

    Mudah-mudahan ini pelajaran untuk kita semua, dan kebenaran dan keadila yang asli bukan tipu daya (kamuflase) seperti zionis tegak di muka bumi ini.

  15. nirwan says:

    Amazing stories by luthfie assyaukanie.

    Tak ada komentar lagi, Pak Abdillah sudah merangkum semuanya, laksana seorang “ayah” yang geleng-geleng kepala melihat “anak-anak”-nya bandel gak ketulungan, yg gak bisa lg dibilangin karena sudah punya agenda sendiri. Walau begitu, Abdillah Toha masih sangat bijaksana dan dewasa menyikapinya. Saya terkesima dengan pak Abdillah Toha memperlakukan “anak” yang sudah menjelma menjadi musuhnya.

    Terimakasih kepada pemilik blog yang sudah mempersembahkan manisnya ghirah Islam itu.

  16. ISMOYO says:

    Maaf tidak ada kata yang layak ku sampaikan padamu wahai litfi,,,,,
    Anjing … Babi,,, Bangsat … setan … tai ledik… tikus buduk… mother fucker… sucker…Monyet looooooo…

    bye..bye..

  17. dia tidak lebih anak-anak ndeso ingin mengubur masa lalu yang identik dengan kadas, panu kurap, bahkan “mairilan”. Musuh Islam itu banyak… tambah satu organisme sok pinter satu spt dia… ora opo2.. Sekalian direnteng jadi satu dg Sharon dan Livni.

  18. Allahu Akbar, luar biasa jawaban Pak Abdillah Toha. Sdr Lutfi, mengapa ia muji2 israel berlebihan. itu jelas dapat uang, paling tidak dpt emeng2 uang. Itulah batas mental sdr Luthfi. otaknya jadi rendah lebih hina dr binatang.
    Ass, bagi yang ingin menyaksikan film kartun ttg perjalanan Imam Husein (as) dan rombongannya menuju ke Karbala, sehingga beliau syahid di Karbala. Film ini sangat bagus utk anak2:
    http://ifadah2.multiply.com

  19. Absoen says:

    Salam.
    Ustad, saya rasa kita harus lebih menghargai Lutfie. Saya salut dengan Lutfie, karena keberaniannya. Jaman sekarang jarang ada orang yang se-berani Lutfie, kejujuran dia telah membuka mata hati saya. Kita seharusnya bercermin kepada keberanian Lutfie, jangan menghujat dan mengolok-olok dia. Apapun latar belakang dan asal Lutfie menjadi tidak penting dengan tulisan dia tersebut. Lutfie telah menunjukan eksistensi dan jati diri-nya saat ini.
    Sekali lagi, lewat blog ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan kekaguman saya kepada Lutfie. Saya berterima kasih karena tulisan Lutfie telah menunjukkan kepada saya bahwa ZIONIS SELALU BERUSAHA MEMPERDAYAI KITA, LUTFIE ADALAH CONTOH NYATA! Saya kagum kepada Lutfie karena dengan tulisan itu LUTFIE TELAH DENGAN SANGAT GAGAH BERANI MEMPERTONTONKAN KEBODOHAN DAN KEKERDILAN JIWA DAN RAGA-NYA! Selamat ya, keep your stupid mouth sound!

  20. ema rachman says:

    kampungan abis emang…kasian banget ya…buat dia kali si Livni itu beautifulll abiss & smart….nauzubillah .nanti kan semua orang akan dibangkitkan dengan yang dia cintai & kagumi…..selamet aja deh tuh Luf

  21. sayid says:

    sedeng tuh om luthfie…..jitak aja kepalanya…lebih baik ga usah ditanggapin tulisannya…biar aja dia berkoar sendiri…semakin banyak yg nanggapin berarti misi dia berhasil…….. biarlah Allah yang membalas seluruh perkataannya….

  22. zulfi says:

    “Dengan menguasai bahasa Arab, orang-orang Israel telah memecah sebuah barrier untuk menguasai orang-orang Arab” inilah tulisan bang lutfie yang benar. dan inilah kebenaran yang ditulis dibelakang semua keindahan tulisan itu. yaitu semua keindahan yan diceritakan oleh bang lutfie adalah penguasaan yahudi zionis terhadap tanah sorga bangsa arab. sehingga tanah itu menjadi neraka bagi arab dan sorga bagi penjajahnya. percayalah…sorga itu adalah angan angan karena hingga kini yang ada banguan indah dan angan angan untuk satu negara yang ideal…semua tidak akan menjadi kenyataan….inilah kepandaian zionis dalam berkhayal. hingga kini arab tetap arab, berjuang atas hak milik yang dirampas yang dikhayalkan oleh zionis untuk dijadikan sorga….

  23. toyo says:

    Saya melihat tulisan Luthfie adalah analisanya, saya pikir itu bisa benar dan bisa juga salah. Sama juga kalau kita melihat konteks palestina. Jadi menurut saya tidak perlu marah – marah Luthfie, wajar lah dia kan manusia biasa saja. Kalau saya sih melihatnya bahwa ini menjadi otokritik bagi kita juga sebagai umat muslim.

    Saya mungkin katakan tulisan Luthfie kurang tepat di saat situasi sekarang sedang panas. Kita mesti mendinginkan situasi tersebut.

    Salam

    Toyo

  24. najib says:

    tepuk tangaaaan…..inilah catatan perjalan paling mengesankan dari seorang anak manusia. seperti anak2 TK yang menulis laporan study tour mereka. mereka masih begitu kecil dan polosnya menuliskan apa yang mereka lihat, tanpa tahu sejarahnya, tanpa bisa merasakan manfaatnya. inilah catatan anak kecil yang sudah berumur, tidak sadar kalo dirinya bodoh, tetapi membodohkan bangsa Arab dan ummat Islam. dan jika membaca kekaguman luthfie semakin yakinlah saya akan ketidak pahamannya terhadap ajaran agamamya sendiri, tapi tersinggung saat disuruh baca alfatihah.

    sekali lagi….tepuk tangaaaan …plok…plok…plok…!!!
    sejak kapan kota tua yang didalamnya terdapat Masjid bisa disamakan dengan obyek wisata??? walau dengan alasan demi keramaian pengunjung dan warisan sejarah???!! jika semua orang boleh masuk, adakah jaminan orang2 kafir tidak menginjak-injak masjid, menghina dan megotorinya???

    saran saya….belajarlah lebih tekun lagi…!! dan jangan diumbar kebodohan dan kekanak-kanakannya.

  25. SABAR says:

    Sebagai muslim yang takut akan pengadilan dan azab Allah, saya ingin memberi gelar kepada Luthfi sebagai “Laknatulah alaihi wa minal mukminiin ilaa yaumil hisab”. Semoga setiap sen dolar (hingga ratusan ribu dolar) yang diterima dan dikonsumsi si Lutfi menjadi saksi kedustaan dan kemunafikannya dihadapan Allah di yaumil akhir. Saran kedua, utk si Lutfi, datanglah anda dan berdirilah anda di tugu Jumrah dimusim haji, agar ente tau rasanya setiap sentuhan kerikil rajam sebelum memperkebal diri di yaumiddiin.

  26. ceipp says:

    “PERHATIAN”

    Bung Lutfie..,
    Saya salut dengan anda..,
    AYO BUNG, JANGAN MENYERAH!!!
    Cari lg inspirasi lain,biar “gakeliatan kampungan”dan punya skrip scenario yg pendek!

    Atau mgk antek2 lainnya???
    Ayo,bantu bung Lutfie!!!
    kASIAN,dia hampir saja ketauan!!!

    Ttg Billgate?
    Kok repot…!?
    Yang jelas dia org kafir.
    (bingung ammmaatt..!)

    Yu`..!

  27. M3 says:

    His just another zionist puppet … and a stupid one too … hahahaha …
    “Zionist money talk, bullshit walk …”
    Anyway, wajarlah kalau si Lutfi itu harus bicara bullshit … kan udah terima duitnya …😀

  28. M3 says:

    Edisi Ralat:

    His just another zionist puppet … and a stupid one too … hahahaha …
    “Zionist money talk, bullshit SYAWKANI walk …”
    Anyway, wajarlah kalau si Lutfi itu harus bicara bullshit … kan udah terima duitnya …😀

  29. leon says:

    Belum pernah saya dengar ada Orang seNorak Ini….
    saya juga pernah ke Israel..biasa saja..tuh
    Rata-rata orangnya yaa kayak orang-orang…
    Maju terussss membela yang bayar..

  30. Yusnirsyah Sirin says:

    fie…gue gak akan banyak omong. Apalagi ngomong kasar kayak elu karena gue emang lahir dan besar di kota. Sekarang setelah ratusan orang anak, wanita, dan orang tua jadi korban kekejaman orang yang lu puja-puja itu..kasih gue penjelasan dan susun pembenaran untuk itu. Biar gue dan semua orang yang baca disini tahu jalan pikiran lu yang sebenarnya.

  31. latief nusantara says:

    orang seperti mas lutfi ini memang cerdas, dan sangat betul untuk ditiru. untuk menikmati surga dunia yang penuh gemerlap kerjakan spt beliau, tidak hanya ke tel aviv maybe besok akan dapat undangan ke las vegas or makao, disana bidadarinya mmg cantik2 n hot memancarkan nafsu sex, mungkin dg cara mas lutfi kita bisa dapat gratis tis…

  32. Mas Dimas says:

    Salam,

    Sudah kelamaan Indonesia dijajah Arab sampai sebagian warganya ke-Arab-araban, bahkan lebih Arab dibanding Arab sendiri, sehingga sedikit saja menyuarakan lawannya Arab, atau sekadar memuji Israel dianggap menjilat.

    Kasihan.

    Sejak lahir dan sadar anak-anak Indonesia sudah dicekoki agar membenci Yahudi dan Israel padahal tampang orang Yahudi kayak apa nggak jelas, dan negara Israel (di mata anak-anak) entah di mana.

    Yang sungguh munafik — Islam memusuhi orang munafik –, kita banyak memakai produk Israel, produk orang-orang Yahudi, dan keturunannya, namun sementara itu, memaki-maki mereka.

    Saya ingat kata Gus Dur: “Sama negara yang nggak bertuhan saja kita bersahabat, mosok sama negara yang bertuhan kita musuhan!”
    Betul-betul telak.

    Musuh nyata bagi muslim di dunia adalah keterbelakangan dan kebodohan. Salahsatu kebodohan adalah menerima begitu saja nasib getir bangsa Palestina dan membabi buta menimpakan kesalahan kepada Yahudi dan negara Israel. Hatta, dia seorang anggota DPR-RI sekali pun
    (Kalau anggota DPR pada pintar-pintar emang nggak begini juga sih nasib rakyat Indonesia he,..he..).

    Maju terus Luthfie, anjing menggonggong kafilah berlalu ha..ha..ha…

  33. Moonaiar says:

    By the way anyway busway, kok nggak sekalian aja si luthfie itu benar2 meledakkan dirinya di Haram-al-sharif biar dia dikenang sebagai TERORIS ZIONIS ya? Saya benar2 mau muntah baca artikelnya si luthfie itu. Apa dia gak berfikir ya kalo “surga Israel-nya itu” didirikan dengan darah2 rakyat Palestina? Andai saja dia punya pemikiran: Gimana kalau desa kelahirannya dicaplok ama Israel dengan membunuh seluruh keluarga dan kerabat2nya? Apa dia tetap memuja SPONSOR HIDUP-nya itu?

  34. Hahaha…baru seorang Luthfie aja kita sudah “terbakar”. Gimana kalo membaca tulisan2 ato mendengar ceramah Dr. Tawfik Hamid, yang terang2an menyatakan bahwa, “Israel adalah satu-satunya cahaya di TImur Tengah”🙂

  35. Sabda Paloh says:

    Anda bisa bayangin nggak, jika kita masih dijajah Belanda. Semisal cah ndeso dari Rawa Tengik, disekolahkan londho , anaknya memang pintar secara ‘psychological IQ rate’ tapi tidak untuk ESQ nya. Termasuk pintar nulis dan pintar ngomong. Tentu saja sangat wajar kalau dia memuji ‘ndoro bule nya’ dan memandang rendah semua perilaku dan kondisi kemiskinan dan kebodohan saudara-saudara inlandernya sendiri. Jadi roso ‘minderwardeg’ inladernya gede banget. Ada sebutan yang cocok bagi orang ini sesuai dengan kondisi pada perang kemerdekaan yang lalu, yaitu, Anjing NICA (nama tuannya NICA). Kalau anda lumayan cerdas, silakan beri gelaran yang cocok, nama tuannya itu adalah Meneer Zionist.

    Jadi saya kagak kagum, apalagi terpesona dengan orang jenis ini. Kalau yang ngajak jalan-jalan dan sponsori reportasenya orang Palestina, dan reportasenya seperti ini, baru saya kagum.
    Wacana reportase jurnalistiknya kagak gableg kate orang Betawi, jangan lagi ngomong wacana akademisnya. Histories beyond what you see kagak nongol sama sekali. Nilai akademisnya ? SAMPAH.

  36. Topo says:

    Ada 4 macam tingkatan “kesalehan” dalam JIL. Pertama mereka yang Islamnya masih utuh.Kedua yang kebingungan dan setengah murtad. Ketiga yang full murtad dan keempat, yang paling saleh, adalah yang murtad dan memusuhi Islam. Luthfi al Iblisi termasuk yang keempat ini. Sebab, dia mengalami culture shock, datang dari lingkungan ndeso yang ekstrim ortodoks dan kaget, silau melihat kinclongnya orang2 kota dan pemikiran2 yang so called liberal. Shock ini membuat akal sehatnya dikalahkan oleh dorongan libidonya yang membuatnya memilih aliran yang dapat menghapus sejarah masturbasinya sewaktu dia belepotan di desa. Persis tokoh Hasan di roman Atheis karaya Achdiat Kartamihardja.

  37. MOHON IZIN USTADS,.. TULISAN ANTUM SUDAH ANA POSTING DI HALAMAN FACEBOOK NYA LUTFHI ASSYAUKANIE,.. BESOKNYA ANA COBA LIHAT KOMENTAR NYA, GIMANA TERHADAP TANGGAPAN TERSEBUT,… HALAMAN FACEBOOK LUTFHI ASSYAUKANIE LANGSUNG HILANG,……

    WASSALAM,…

  38. BAQIRI says:

    He he he Baca tulisan mr. Lutfi jadi ingat pengalaman saya tahun 70-an waktu pertama kali saya (wong nDeso-Katrok) pergi ke Jakarta. waah… Liat Monas…Lihat Semanggi…edian…Liat jalan buesar-buesar…amit. Di bis kota, ada orah ramah-ramah ngasih permen…(kirain gratis ee… taunya suruh buayar). Mau buang air kecil… disuruh bayar.. jan tobat..tenan)…..Pikir-punya pikir… enakan di Kampung yaa..tiap rumah nyediain air ..gratiss. Bikin rumah ..gotong royong.. dsb dsb. Tips buat mr Lutfi, sampeyan harus harus lebih cerdas dan bening pikiran dari saya yang wong ndeso .. dong..deh. Banyak lho mas, di Kampung sekarang udah banyak yang moderen tapi tetep ramah, gak pura-pura dan tidak kejem seperti temen sampeyan itu..Untung ada Habib Abd Toha.

  39. Kepada Yth
    Bangsa Israel dan Bangsa Palestina

    Perihal : Curhat Perdamaian

    Sebenar-benarnya saya kurang paham dan kurang mengerti apa permasalahannya sehingga kalian selalu bermusuhan dari jaman dahulu kala. Dari jaman Nabi Adam hingga jaman Adam Malik, bahkan hingga jaman Adam Jordan, dan bahkan hingga jaman Adam Air berhenti mengudara. Yang pasti kalian terus bermusuhan dan tidak mengenal kata damai. Saya memang bukan siapa-siapa, dan kalian pasti tidak mengenal saya, bahkan mungkin kalian tidak mengetahui Jakarta ataupun Indonesia, tempat dimana saya dilahirkan, dibesarkan, dan tempat saya hidup untuk menghidupi kehidupan saya.

    Intinya, saya sama sekali tidak berpengaruh bagi kehidupan anda berdua. Sebaliknya, kehidupan anda berdua sangat berpengaruh pada kehidupan saya. Bagaimana tidak? Seluruh stasiun tv selalu memberitakan tentang perseteruan tersebut, semua koran memasang photo-photo mengerikan hasil karya anda berdua, Jakarta menjadi macet (mungkin anda berdua bingung apa hubungannya, tetapi banyak orang yang demo dan membuat macet karena perseteruan kalian), photo-photo yang tidak lulus sensor karena terlalu tidak manusiawi-pun menghampiri email saya, bahkan status di YM, MSN dan Facebook yang sedang trend itu juga ikut-ikutan berhubungan dengan perseteruan anda berdua.

    Anda berdua ramai dibicarakan orang-orang baik yang betul-betul mengerti dan perduli, maupun yang sok ikut-ikutan seperti saya karena tidak mengerti. Walaupun saya tidak mengerti, tetapi saya perduli. Saya perduli pada korban kekerasan kalian berdua, tetapi saya tidak mengerti bagaimana caranya untuk menghentikan perseteruan kalian berdua. PBB saja mungkin sudah sangat bingung bagaimana cara mengatasinya. Tercatat sudah ada 1860 resolusi dari PBB, yang terbaru diumumkan tadi pagi oleh PBB di New York :

    “Resolution 1860 (9 January 2009) called for the full cessation of war between Israel and Hamas.”

    Apa kabarnya dengan 1859 resolusi yang lainnya?? Jika PBB saja kerepotan, bagaimana dengan saya? Yang bisa saya lakukan hanya berdoa (itupun juga kalau ingat, maklum banyak doa pribadi yang juga belum terkabul), mengikuti grup yang berhubungan dengan perang ini di facebook, dan yang paling jelas adalah mengirimkan sms ke 7505 dengan mengetik MERC PEDULI, maka pulsa saya akan terpotong sebesar Rp 5.000 yang akan disumbangkan untuk bantuan kemanusiaan yang saja juga tidak begitu mengerti bagaimana caranya Rp 5.000 saya dapat hadir disana, yang pasti saya ikhlas.

    Apakah kalian berdua tidak pernah mendengarkan lagu John Lennon? Betapa mulia pemikirannya bahwa suatu saat nanti seluruh dunia akan damai, tanpa ada peperangan, dan tiada perbedaan yang berarti. Ataukah mungkin Slank, grup musik terbesar Indonesia dengan pengikut terbanyak, harus melaksanakan tur ke negeri anda berdua sehingga dapat menyuarakan “Piss!”

    Sekali lagi, saya tidak mengerti apa masalah anda berdua, tetapi bukankah hidup akan lebih enak dan lebih indah jika diselimuti oleh kedamaian. Saya juga tidak mempunyai solusi, dan tidak ada ide hal apa yang dapat membuat anda berdua berdamai. Mungkin jika suatu saat bumi ini diserang oleh mahluk ruang angkasa, mau tak mau kita semua harus bersatu untuk melawan mereka, betul??

    Hidup akan lebih indah jika menjunjung tinggi perdamaian.

    00.07
    Adestya Renggo Adjie
    (Orang yang sangat sok tau membuat surat ini)
    Duren Sawit, 10 Januari 2009

  40. irma anton says:

    Abdullah bin UbaY.
    Luthfi adalah keturunan Abdullah bin Ubay.
    ABU adalah orang yang menjilat suku Quraisy dengan menjelek2an Islam, dan mengaku Muslim yang baik ketika bersama orang2 Muslim.
    Orang pertama yang diberi gelar Munafiqun oleh Rasulullah.SAW.

  41. desmon says:

    titip salam buat orang-orang yang di ketapang (Kal-Bar)
    buat teman2 d kampoeng
    buat keluarga…
    buat guru2…
    smoga sehat slalu ya…

  42. alroker says:

    kamu salah satu laknatullah. org yg paling di laknat tuhan allah. kamu org yg akan ditagih pertanggung jawabnya oleh darah2 anak palestine. INGAT ITU

  43. dudid says:

    Huahahaha.. itu public relation nya Israel mbok ya ngundang yang agak cerdasan dikit. Masa orang kek Lutfi gini yang diundang. Keliatan banget ndeso nya. Duh biyung… Mas Lutfi, sekali-sekali anda traveling ke luar negeri lah. Gak perlu modal gede kok. Yang penting itu niat. Kalo mau ngejilat mbok ya yang cerdas dikit. Ampun deh… Numpang ketawa dulu ah.. 😀

  44. satu kesalahan anda anda datang kesana sebagai turis,
    bukan sebagai muslim,
    bukan mencari kebenaran
    tapi untuk bersenang-senang,,,,,

    saya boleh bertanya apakah guide anda muslim….?????

    al aqsa adalah tempat ibadah umat muslim, tapi apakah anda tahu bahwa isrel melarang orang muslim pria (kec. turis) untuk sholat di dalam masjid kecuali berumur di atas 50 tahun…????

    apakah anda tahu bahwa masjid bukanlah tempat wisata,,,,???

    itu adalah tempat agung yang orang kalau mau masuk harus dalam keadaan suci,,,,

    guide anda tak akan pernah memperlihatkan kehebatan muslim d tanah perjanjian, dia akan lebih membanggakan bangsanya.

    ana itu wisatawan tak akan pernah di bawa ke tanah perang,,,,,
    jadi yang anda lihat bukanlah penderitaan dan kebusukan,
    tapi kesenangan, kesenangan yang membuat anda terlena bahwa anda begitu tinggi memuji bangsa yang sudah di laknat Allah dalam Al Quran, kecuali anda memiliki pandangan berbeda dalam memahami Al Quran,

    semuanya kembali kepada anda…

  45. nilam says:

    Wouw, lutfie… lutfie… cerdas nian dirimu dalam melukiskan kemunafikan Israel seolah-olah kami semua ini bodoh, dungu dan buta. Anda benar-benar seorang yang tahu diri dan tahu berterimakasih terhadap kaum munafik yang memanjakan anda. Selamat berkumpul di Jahanam bersama zionist kelak di alam keabadian…

  46. Koesoemo says:

    kenapa semua harus saling menghina dan menghujat, kenapa tidak bicara dg bahasa kasih, apakah bahasa yg kita gunakan hanya bahasa pedang ketika kita disakiti dan dihina? tidak adakah kemurnian ketulusan dan dan pengampunan, klo yahudi dan israel yg hari ini mereka jatuh dalam dosa kejahatan yg begitu dalam (menjajah bangsa lain) tidakkah kita harus mendoakan supaya mereka bertobat dan syukur2 ALLAH bisa mengampuni dan membawa ke jalanNYA… bukankah kita percaya akan kuasa ALLAH? atau percaya kita itu cuma slogan saja percaya klo ALLAH maha KUASA? mari sama2 kita bertahjud memohon agar ALLAH memberi jalan dan penerangan supaya mereka yg tersesat bisa kembali padaNYA, sementara kita berjihad membantu mereka yg hari ini ditindas dengan kita mengumpulkan sumbangan materi yg ALLAH sd berikan kepada kita…. atau kita adl org2 yg cuma bisa berdebat dan memaki-maki karena kita tak lebih baik dari orang2 yahudi2 itu?, klo cuma bisa makimaki dg tidak ada ujudnya apalagi gak ikut nyumbang, saran saya satu buat semua kita,,,TUTUP MULUT mari kita sembahyang… mungkin airmata kita ada nilainya dimataNYA……ALLAH HU AKBAR….

  47. sauril says:

    Wacana ini jadi tamparan bagi kita ummat muslim khususnya di Indonesia betapa masih banyaknya saudara2 kita yang kekurangan informasi sehingga begitu mudahnya mempercayai informasi2 yang bersifat subjektif dan belum tentu keabsahannya tanpa di saring.
    Saat ini mungkin ada ratusan atau mungkin ribuan Luthfi yang hidup di sekitar kita.
    Ini mudah-mudahan bisa jadi cermin buat kita untuk lebih menjaga mental kita sebagai muslim, minimal diri dan lingkungan terdekat.

  48. ali says:

    Saya teringat dahulu kala di saat saya masih ingusan dan cuma tahu dari buku – buku sejarah yang sudah dekil dan lusuh hasil pinjam di perpustakaan sekolah SD ku tercinta tentang seorang Belanda yang memecah belah umat Islam di Indonesia khususnya di Aceh yang bernama “SNOCK HORGRONYE”,, dengan bahasa arabnya yang fasih dia berhasil memutar balikkan ajaran Islam sehingga umat islam terpecah belah, ternyata saat ini telah lahir dari rahim seorang anak hasil kloning dari “SNOCK HORGRONYE” yang bernama LUTHFI ASYAUKANI yang dicintai oleh kaum zionist dengan kepandaian bahasa arabnya untuk menginjak-injak saudaranya sendiri sesama muslim. astaghfirullah Hal Adzim ingat mas cepat-cepatlah bertobat sebelum adzab ALLAH menimpa anda,

  49. Muharam Aji says:

    Saya sangat yakin kisah bung Luthfie adalah kisah yg sebenarnya tanpa ditambah atau dikurangi, saya sangat kagum.

    Tentu saja tak mungkin aksi terorisme ini menurun hanya kalau Israel berdamai dengan Palestina, bahkan semua orang Yahudi mati terbunuh sekalipun, permusuhan kafir dan Islam tak akan juga berhenti, artinya terorist tetap jalan terus. Bukan itu saja, biarpun seluruh dunia ini jadi Islam, tetap saja terjadi bunuh membunuh oleh terorist Islam yang satu terhadap Islam yang lain yang dituduhnya murtad ataupun bukan Islam, contohnya seperti fatwa MUI yang menyatakan Islam Akhmadiyah itu bukanlah agama Islam. Juga Sunny yang bilang Syiah itu bukanlah Islam, dst, mereka tetap akan saling berbunuhan.

    Bukankah sudah jelas baik dalam AlQuran maupun tekad perjuangan Palestina adalah membunuh sampai habis orang Yahudi didunia ini ????

    Kalau mau mengurangi intensitas terorisme, resepnya sudah cukup jitu sekarang ini, oleh Israel dan Amerika dikejar terus seperti Taliban di Afganistant, jangan diberi kesempatan, bantai terus. Hasilnya ternyata, kalau dulu paling sedikit seminggu 2x ada ledakan bomb di Israel, tapi sekarang ini, dalam 3 bulan belum tentu ada 1 bomb yang meledak, bahkan bila ada bomb meledak biasanya sedikit dan seringkali tak ada korbannya. Hentikan bantuan kemanusiaan kepada semua negara Islam yang mendukung terorisme. Dunia kenyataannya lebih tenang setelah Amerika mulai menghukup pelaku2nya !!!!!

  50. wawan says:

    alhamdulillah,, ternyata ada juga orang seperti luthfie ini… orang yang membuka mata kita umat muslim thd indahnya bangsa dan negara israel… sehingga kita bisa melihat kemajuan yang dibangun oleh bangsa zionis ini.

    dan alhamdulillah pula,, ada orang yang seperti Habiib Abdillah Toha yang membuka mata kita thd orang spt Luthfie. Coba kalau tidak ada luthfie di dunia ini, dan tidak ada Habiib di sini. Sedikit sekali yang tahu bagaimana bangsa KEPARAT itu bisa membangun negara di tanah yang bukan tanah mereka.

  51. Yusron says:

    Begitu baca tulisan Mas Luthfi yg baik ini, maaf Saya menangkap 2 kesan pada sifat Mas Luthfi, “Katro dan Kampungan”. Maaf ya Mas…,smoga instropeksi diri.

  52. budi says:

    Semoga Allah memberikan hidayah kepadah kita,memberikan pengetahuan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu adalah salah..ingat bung lutfi bahwa apa yang semua kita ucapkan akan di minta pertanggung jawabkan.
    Terimakasih Pak Abdillah telah memberikan pencerahannya.

  53. Java Developer says:

    “Saya tak bisa lagi berpikir. Sore itu, ingin saya kembali ke tembok ratapan, protes kepada Tuhan, mengapa anak bontotnya begitu dimanja dengan kebodohan yang tak masuk akal.”

    Kenapa?? iri?? Lain kali kalau berkunjung ke sana lagi (baca : Israel), ajak mereka menjadi seorang muallaf yang sholeh biar di manja sama Allah.

    “dengan kebodohan yang tak masuk akal”

    Yah itu mungkin cuma segelintir orang (baca : Luthfi asyaukanie) dari umat bontot-Nya. Tp gpp pak luthfi..masih ada banyak waktu seandainya Allah mengizinkan anda untuk lebih banyak belajar. Sehingga bapak tidak lagi menjadi bagian dari umat bontot Allah yang begitu dimanja dengan kebodohan yang tak masuk akal.

    Save for Palestine..

  54. Dewo says:

    Jika ada kejadian perampasan rumah oleh perampok, dan perampok itu membangun rumah dan taman yang indah di tempat rampasannya itu, sedangkan sang pemilik rumah hanya menempati pojok yang kumuh tanpa bisa berbuat apapun, apa pendapat anda? Jangan-jangan orang seperti bung Luthfie akan menjadi garda terdepan dalam membela sang perampok itu.
    Lebih kurang seperti itulah saya menilai bung Lutfie saat ini.

  55. Bibib says:

    Y udah kalo gitu besok kita bunuhin aja keluarga pak luthfi trus kita ambil dan hancurkan rumahnya dan kita dirikan apartment mewah di sana.

    Eh tp jangan deh…karena KITA KAN BEDA SM YAHUDI.. sekalipun nanti pak luthfi akan mendukung kita untuk membunuh keluarganya dan merampas rumahnya karena tertakjub-takjub dengan apartment mewah yang kita bangun toh kita tidak akan pernah melakukannya.

    Oiya buat temen2 yang kontra sm pak luthfi kl ngasih komentar jangan sampe pake kata2 pujian hebat atau keren..karena menurut saya ngga ada keren2nya dan ngga ada hebat2nya. Saya juga sudah lihat foto pak luthfi..kok mukanya suram ya ngga ada pancaran cahaya sedikitpun…

  56. Bandoro Imam says:

    Orang kampung itu kalau pergi kekota lihat komidi putar akan terkagum kagum kaya lutfi, kata orang jawa kéré munggah balé, jelas kalau lutfi itu kampungan pikirannya dan wawasannya, boro boro ilmiah, belajar lagi lu fi, tapi belajarnya jangan dibawah pohon bambu fi, biar cerdasan dan pintaran dikit.

  57. kicong says:

    Saya pikir apa yang disampaikan Luftie sangat benar dan apa adanya…apalagi pernyataan :
    Gus Dur yang katanya “more jewish than me.”

    ngaku kok dia…gurunya yahudi…dia juga yahudi dong…hehehehe

  58. Duuh kasihannya Luthfie habis dicerca dan dimaki..mimpi apa dikau. Believe me I am not going to add more condemnation for you my dear brother I hope yu are ture musli then I call you brother). Tapi renungkanlah….tanya pada hati nuranimu, karena disebalik rongga dadamu itu ada sekerat daging yang bernama qalbu atau nurani, ceuk bahasa urangna , mengakui kebenaran. Mumpung masih ada didunia, mumpung masih ada kesempatan untuk bertobat, before too late.Kita di Uk rame2 mengutuk zionist http://www.flickr.alshahida.com …wake up. Teteh (penduduk luar)

  59. jyoris says:

    Saya penggemar JIL, termasuk tulisan-tulisan Luthfie. Tapi baru kali ini saya melihat Luthfie melacur, dengan harga yang murah sekali.

    Sungguh, benarkah ini tulisannya?

  60. Membaca catatan perjalanan Lutfie, saya teringat dengan anekdot “Kacamata Kambing”.

    Syahdan, ada gembala yang gundah gulana. Kambingnya tidak mau makan, karena semua rumput telah kering dan menguning. Si gembala rupanya punya ide cemerlang. Kambingnya itu dia kenakan kaca mata hijau. Ternyata berhasil. Kambingnya dengan lahap menyantap rumput kering yang dia sodorkan, melebihi dari apa yang diperkirakan dan diharapkan si gembala.

    Komentar saya selangkapnya lihat di: http://rozan-mf.blogspot.com.

  61. abrisam says:

    ya allah ku berdoa dengan khusu kepadaMu untuk menyegerakan saudara Lutfi ini menghadapmu, dan disegerakan pula baginya untuk mengetahui segala kebenaranMu, hingga mereka mengetahui sebenar-benarnya kebenaran…. amin

  62. zareza says:

    wueleh weleh baru denger komentar & tulisan luthfi aja sudah pada kebakaran jenggot,ada peribahasa rambut sama hitam kepala masing2, itu,kalo si luthfi mau menulis apa saja itu terserah ybs, mestinya sebagai umat islam kita semua tidak mudah terprovokasi dengan adanya tulisan tersebut, cara menghujat sipenulis itu menunjukkan kalo kita tidak dewasa dalam menghadapi suatu persoalan
    karena dalam suatu keburukan selalu ada kebaikan yg menyertainya begitupun sebaliknya
    selama kita hidup didunia itu tidak ada yg benar & salah semua serba samar
    maju terus luthfi

  63. salmanalfarisi86 says:

    nama gw jg sama lutfie kayak lu, tp untungnya gw g jadi anjing israel kayak lu…
    selamat berkumpul di neraka kelak dengan juragan2 israel mu ;D

  64. Weleh…weleh…itu mulut kok kerani sekali bicara seperti itu.
    Apa sudah siap menerima kemarahan semua umat islam??
    Tolong buat mas luthfie al-kadzabi kasih tau alamat rumah, nomor hp dll.
    Saya punya kado special buat mas luthfie. Akan saya kirimkan Malaikat Izrail untuk mas luthfie jalan-jalan ke neraka.
    Biar gak cuma liat yg bagus2 saja, tapi juga liat para dedengkot YAHUDI disana.Tolong segera kirim alamat sampeyan ya mas…!!

  65. syuhada says:

    km lupa daratan, saya rasa anda adalah didikan israel, hitler zaman moder(dalam tanda kutip)………pengecut, biadab, semoga ALLAH SWT melaknat anda dan memasukan anda keneraka jahanam bersama orang-orang yahudi, segerahlah anda bertobat sebelum terlambat………………..jgn menghianati saudaramu, dari kecil anda di didik dengan akhlak islami oleh orang tua anda,…seandainya orang tua anda masih hidup, betapa sedihnya bia dia mendengarnya……….

  66. yanto says:

    Silahkan saja sdr Lutfie berkampanye untuk Israel . Tapi yang perlu di ingat kita umat Islam Indonesia tidak akan terpengaruh oleh propaganda SAMPEYAN sampai kami mati. walaupun tiap hari muncul ribuan propaganda yang mendukung Israel, di hati kami tetap Islam yang paling benar

  67. bintang timur says:

    komentar bang lutfie ini ada benarnya juga jd jgn kebakaran jenggot klo memang kenyataan seperti itu yg dia lihat….kita yg mengkritik dan menghina orang ingat bahwa kita tdk lebih baik dari mereka bahkan jgn2 kita lebih parah dari yg dia….kalian yg banyak mengkritik sebaiknya lebih banyak berdiri didepan cermin dan melihat diri sendiri….

    berhentilah mengkritik org tapi obalah lakukan sesuatu yg lebih baik untuk km,org lain dan bangsa ini dan jgn cm bisa pintar ngomong doang.

    udah cukup banyak orang pintar dan intelektual di bangsa ini tp tdk bisa buat apa2 cm bisa ngomong aja.ok,

    satu lagi, klo memang kenyataannya bahwa keindahan yg dibilang bang lutfie itu benar jgn kesal tp mari jd satu masukan utk kita membenahi bangsa ini supaya indah juga utk asia tenggara jgn m bisa kritik kritik dan ngomong melulu yg aneh2. tdk ada beda kita dgnnya dan mereka klo kita seoperti itu.ok

    ( Marilah berdiri di cermin kamu atau perlu dibantu utk bercermin ))

  68. Frodo says:

    Dear ….

    Bintang … antum masih sempoyongan kemarin … istirahat dulu, jangan terburu nafsu berkomentar.

    Sudah baca buku-buku baru …. ?

  69. Penilaianku tentang seorang Luthfie S ambruk total gara-gara merunut catatan perjalanannya. Kukira dia pintar tetapi ternyata dia bodoh sekali. Entahlah…apakah dia memang sedang berusaha menguji kebodohannya…ataukah dia memang benar2 bodoh?

    “karena yang muncul di benak saya adalah tank-tank Israel yang melindas anak-anak Palestina (seperti kerap ditayangkan oleh CNN and Aljazira)”
    Dia kan sedang berkunjung ke Israel…bukan ke Gaza. Ya bagaimana mungkin dia mau melihat tank-tank yang melindas anak-anak palestina. Yang ada di Israel justru orang-orang yang sedang menonton tank-tank Israel melindas anak-anak Palestina di Gaza, seperti nonton Tom and Jerry.

    “Agama tak masuk akal”
    Absurd…jika dia berkata begitu! Kalau memang agama tak masuk akal, lalu mengapa dia masih beragama?? Mengapa tak dia lepaskan saja secara total atribut keagamaannya. Untuk apa lagi dia sholat?

    “Kota Tua adalah wilayah turisme dan bukan sekadar soal agama”
    Seorang Luthfie ternyata juga seorang kapitalis. Tidak hanya bangsa nya yang dia jual untuk kepentingan modal, bahkan agama pun dia jual. Absurd dengan kritikan2nya selama tentang mengkomersilkan agama…

    Tunggu saja…sebentar lagi dia akan menjual jiwanya untuk uang

  70. Londonner says:

    Pertama sekali saya mengagumi blog ini, tapi lacur dengan tulisan ini muntah saya, muntahan saya hingga berwarna kuning pahit.

    Anda ini mengidap sakit dungu dan sakit mental, saya hanya berdoa semoga anda cepat sembuh dan kembali menjadi manusia lagi.

    Amien

  71. damartriadi says:

    @Londonner :
    Siapa yang Anda sebut dengan “Anda”? Luthfie, Abdillah Toha, atau pemilik Blog, yang menayangkan kedua tulisan mereka untuk dijadikan bahan pertimbangan kita semua yang membacanya?

  72. eka says:

    Kebodohan itu biasanya tidak tampak dari komentar orang pintar. Tapi…kebodohan Luthfi, sangat tampak dari komentar orang BODOH.

    Saran saya untuk Luthfi… janganlah melacurkan diri pada israel demi sesuap nasi.

  73. Adi Sasono says:

    Salam untuk Mas Luthfie & keluarga,

    95% tulisan di atas adalah bersifat menghujat kepada sebuah opini.

    Yg notabene mewakili jumlah bobot masyarakat kita yg yg senantiasa mudah tersulut oleh emosi jiwa bukan oleh akal sehat.

    Diperlukan 1000 Luthfie lainnya di Indonesia untuk menjadi catalyst agarmasyarakat kita menjadi lebih dewasa.

    Maju terus, bila anda yakin benar janganlah takut dan gunakan kekuatan internet ini untuk menyatakan kebenaran yang anda lihat, rasakan dan alami.

    Wassalam,
    AS

  74. Wagino says:

    Rekan sekalian, mungkin Mas Luthfi ini sedang mengalami ekstase euphoria terhadap hal baru yang disajikan didepannya. Segalanya yang dialami serba indah. Ada banyak hal terlewat dalam bingkai besar sejarah perjalanan bangsa bani israel ini. Apa yang dilakukan bangsa ini pada masa lalu dan sekarang tidak sepenuhnya tergambar di tulisan Mas Luthfi. Semoga mripat Mas Luthfi diberi penglihatan yang jernih dalam menulis, amin. Gusti Allah mboten sare mas …

  75. Si Luthfie syetan ini mirip banget seperti saya, pokoknya 100% mirip dalam hal “KAMPUNGANNYA” lho, bukan otak dan daya fikirnya. Membaca tulisan sampah-nya luthfie, saya jadi inget sewaktu saya pertama kali menginjakkan kaki di Kota Jakarta setelah 25 tahun saya hidup dipedalaman papua. Biasanya saya liat hutan dan sungai, pas ke Jakarta saya liat gedung bertingkat dan masjid yang bagus-bagus dan besar……apalagi waktu liat monasssss….rasanya banggaaa…..banget……!!!!!!!!!!! sampe foto-foto terusssss…..!!!!!!

    Nah si-Luthfie ini juga begitu saya rasa, biasanya dia di indonesia jadi GEMBEL, trus pergi ke negara perampok yang kaya raya itu….jadinya langsung kampungannya keluar bikin tulisan yang saya bacanya sambil ketawa jungkir balik.

    Luthfie…luthfie….udah dapat berapa uang dari Zionis…

  76. pro Israel says:

    knp sey hrs ribut di forum ini?klo kenyataannya spt itu,brarti hrs ada perubahan bagi org arab..
    Kita semua setuju bahwa Tuhan tidak pernah membedakan manusia siapapun itu tp knp hrs dilarang untuk masuk ke rumahNya?
    PERUBAHAN!!!itu yg diperlukan oleh orang2 arab!!

  77. Ali Z.A. says:

    JUJUR..saya agak mual baca banyaknya comment tuk tulisan LS & Bpk.Abdillah Toha..krn bikin sy tambah bingung..knp tuk kt yg Islam ini cari aja jalan yg simple dgn merujuk pada Alquran ( atau masih ada yg mau bantah Quran ? )..disitu ada jelas ayat ALLAHU YAHDI MA YASYA WA YU ADZIBUHU MA YASYA ( Allah memberi hidayah bagi yg menginginkannya & memberi Adzab bagi yg menginginkannya juga..tuk si Lutfi ini yakinlah dia masuk dalam kategori yg “minat Berat & sadar” tuk raih Adzab Allah..Fitroh Insan itu selalu mngarah menuju kebaikan,tp tdk tuk si bahlul lutfi ini..dia inginkan jiwanya terkontaminasi oleh pembelaan terhadap kemungkaran..kita tunggu aja Mahkamah Allah yg pasti adil

  78. Bung Luthfie, kenape g sekalian murtad aje, pake cerita salah maghrib di masjidl aqsa, tp abis itu berdoa di tembok ratapan
    “Saya tak bisa lagi berpikir. Sore itu, ingin saya kembali ke tembok ratapan, protes kepada Tuhan, mengapa anak bontotnya begitu dimanja dengan kebodohan yang tak masuk akal.”
    saya curiga ne bung lutfie perlu dipertanyakan agamanya, ngakunya shalat, tapi sepertinya deket bgt ma kebiasaan orang yahudi, dan saudara-saudara bisa menganalisa dari tulisannya diatas, istilah anak Tuhan itu g pernah ada di benak orang muslim, “TUHAN TIDAK BERANAK DAN TIDAK PULA DIBERANAKKAN” sodara2 pasti ingat ayat ini, kalau dia muslim, g bakalan pake istilah seperti itu,karena bagi muslim Tuhan emang g punya anak, yang punya anak itu manusia, termasuk juga nabi Allah, atau mungkin aja dia dulunya muslim, tapi karena da kebanyakan makan uang haram dari israel, ya jadinya kayak orang gila gitu, gimana kalau kita rame2 masukin bung lutfie ke moncong meriam terus kita tembakkan ke israel, karena bung lutfie g pantes tgl disini.

  79. Josua says:

    Saya pikir kita harus melihat dari kedua sisi. Jangan hanya dari satu sisi. Bagaimanapun tetap menekankan “PEACE FOR EARTH”. Saya setuju dengan komentar pak Lutfie, kita harus mengakui kelemahan kita dan meninggalkan kekerasan hati kita. Mark Zulkenberg, yang Facebooknya kita pake tiap hari juga org Yahudi. Dia masuk group Yahudi perantauan amerika. Kenapa kita harus munafik. Mari kit berkaca pada diri masing-masing……

  80. anon says:

    Mungkin anda bisa berkata demikian karena belum pernah melihat betapa kejinya kaum yahudi menyiksa rakyat palestine di markas-markas rahasia. Betapa mirisnya pemikiran tanpa ilmu seperti ini. Untuk apa bangga terhadap yahudi. Mereka hanya kaum buangan yang tidak memiliki tanah untuk tinggal. Di abad 14-16 pun tak ada yang mau mengakui keberadaan yahudi di eropa. Mereka tunggang langgang mencari TANAH BARU.

    Ini kah yahudi yang anda banggakan? Kaum buangan tanpa pengakuan? Kaum keji yang hanya bisa menyiksa tawanan perang? Kaum yang mempunyai MATA namun TIDAK MELIHAT. Kaum yang mempunyai TELINGA namun TIDAK MENDENGAR?

    Jangan pernah melupakan para ilmuwan islam, para Ibnu-Ibnu, yang telah berhasil di jalan Allah.

    Sungguh, apabila anda membuka mata lebar-lebar, Islam itu indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s