Kemenangan Hamas dan Hilangnya Israel dari Peta Bumi

hamas_rally

Setelah 800 syahid yang gugur dalam pembantain Gaza, dan tidak kurang dari 3900 korban luka, apa yang sudah diraih Israel dari seluruh pembantaian ini?

Jawabannya jelas, nol besar! Semua orang tahu bahwa taktik “hitung mayat” (body counts) yang diterapkan oleh Israel kini pernah dipraktikkan oleh AS pada saat menyerang Vietnam. Dan hasil akhirnya, AS kalah secara memalukan, lantaran korban yang begitu banyak di pihak musuh tidak bisa dijadikan pijakan untuk memenangkan pertarungan.

Sebenarnya, sejak tahun 70-an itu, ada perubahan besar dalam paradigma perang: senjata canggih yang mampu melakukan perusakan dan pembunuhan besar-besaran belum tentu bisa mengalahkan musuh. Fakta yang sama bisa kita lihat pula pada perang delapan tahun antara Iran dan Irak.

Sejauh ini, militer Israel juga hanya bisa membantai dan menyalurkan dendam kesumat zionis Israel dan sebagian rezim Arab pada Hamas secara khusus dan warga Gaza secara umum. Namun, dari segi militer, Israel yang disanjung-sanjung sebagai pasukan terkuat di Timur Tengah itu semakin memperlihatkan diri sebagai macan ompong.

Banyak pengamat militer yang sejak sekarang memastikan bahwa Israel akan sekali lagi duduk di bangku pecundang. Tapi, bedanya dengan tahun 2006, kali ini dia menghadapi Hamas yang secara militer lebih lemah. Apalagi, Hamas sudah dicekik embargo darat, udara dan laut lebih dari setahun.

Kalau status quo ini berlanjut, maka semangat perlawanan bangsa Arab terhadap Israel, dengan berbagai motif yang berbeda-beda, bakal kian menggelora. Sepanjang eksistensinya, Israel berhasil mempertahankan citranya sebagai pasukan yang tak terkalahkan. Dengan citra itulah Israel mempertahankan ketakutan lawan-lawan yang mengurungnya untuk menyerang, bahkan untuk berhadap-hadapan.

Tapi sejak 2006, situasi Israel benar-benar sedang kacau. Ketidakberhasilannya untuk menjaga citra daya hancur militernya pada serangan kali ini akan mempercepat proses pelenyapan Israel dari peta bumi.

Beberapa waktu lalu saya pernah meringkaskan ceramah Sayyid Hasan Nashrullah yang kini sudah dinobatkan sebagai The Oracle of Arab itu tentang tahap-tahap kehancuran Israel. Analisis panjang itu dia sampaikan dalam rangkaian pidato mengenang kesyahidan Komandan Senior Hizbullah, Imad Mughniyya.


Jeffrey Goldberg, wartawan senior zionis yang pernah menjadi prajurit Angkatan Bersenjata Israel di berbagai perang, pernah menulis liputan sepanjang 12 halaman di majalah bulanan The Atlantic edisi Mei 2008 untuk menguji kemungkinan bertahannya entitas Israel di kawasan Timur Tengah. Goldberg memulai tulisannya dengan rangkaian pertanyaan: “Bagaimana Israel bisa bertahan hidup 60 tahun lagi di belahan dunia yang sudah membesarkan kelompok-kelompok perlawanan seperti Hamas? Bagaimana Israel bisa berkembang bila angkatan bersenjatanya tak bisa mengalahkan gang kecil para peluncur roket? Bukankah penumpukan begitu banyak Yahudi di tempat sangat kecil yang klaustrofobik di kawasan dunia paling bergejolak itu justru melemahkan daya tahan masyarakat Yahudi?”

Tambah Godlberg, “Saya benar-benar khawatir dengan 10 sampai 15 tahun Israel di depan. Saya khawatir dengan delegitimasi, dan delegitimasi adalah proses yang (masyarakat) Israel sendiri bisa ikut serta melakukannya.”

Golberg menandaskan, “Hati saya hancur. Saya merasa kelam, tapi saya pikir kita memang telah merusak (peluang) yang ada.” Pendiri majalah Moment itu meneruskan, “Sementara saya menghargai kemajuan ekonomi dan sumbangan-sumbangan ilmiah [Israel], saya miris meramalkan apa yang akan terjadi pada 60 tahun mendatang…”

Nah, demikianlah ramalan penulis dan pemikir Yahudi—bangsa yang konon semuanya jenius itu. Jadi, kita yang “bodoh” ini tinggal tunggu saja tanggal dan waktu lenyapnya Israel dari planet bumi.

9 thoughts on “Kemenangan Hamas dan Hilangnya Israel dari Peta Bumi

  1. bekas tanah israel ahsan jangan ditempati deh, sapa tau masih mengandung kutukan… energi nya jelek….
    kita tanem pohon2an aja, jadi hutan lindung, itung2 nambah paru2 bumi deh

  2. COOL!!!cpt2lah hal itu terjadi…
    kurasa, yahudi2 itu lebih baik tinggal damai sj,berdampingan sm warga negara lain.
    ngapain sih mrk pake repot2 bikin negara segala?

  3. ALI ZAINAL ABIDIN says:

    Hancurnya Israel cuma masalah waktu..Era Amerika & yahudi sdh diambang kehancuran..like or this like kita sambut era Imam mahdi As

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s