Justifikasi Ulil untuk Israel

zahal_israel_defense_forces_cloth_hat_patch

Ini pertanyaan sederhana dan mohon jangan diartikan sebagai pembenaran atas agresi Israel terhadap Gaza. Saya tetaplah anti agresi itu, dan simpati saya selalu berpihak pada bangsa Palestina.

Tetapi ada manfaatnya jika kita menempatkan sesuatu dalam perspektif historis yang lebih luas sehingga kita lebih “dewasa”. Pertanyaan-pertanyaan berikut ini mengganggu saya sejak lama. Saya tak berpretensi bisa menjawabnya dengan tuntas dan tepat.

Menurut saya protes umat Islam terhadap negara Israel bukan sekedar karena negara itu mencaplok wilayah Palestina. Menurut saya, naif sekali jika kita membaca konflik Palestina-Israel ini sekedar sebagai masalah nasionalisme, pencaplokan wilayah secara tak sah, dsb.

Kalau umat Islam keberatan suatu negara mencaplok wilayah negara lain, kenapa dulu waktu Irak melakukan agresi terhadap Kuwait, simpati umat Islam justru lebih banyak berpihak pada Saddam Husain? Jika umat Islam keberatan pada urusan pencaplokan wilayah, kenapa dulu umat Islam di Indonesia tidak keberatan negara Indonesia meng-invasi Timor Timur? Kenapa umat Islam tidak protes sedikitpun pada perlakuan Cina atas Tibet belakangan ini?

Tetapi pertanyaan mendasar yang jauh lebih penting buat saya adalah fakta berikut ini. Sejarah Islam sejak awal, kalau kita mau jujur, adalah sejarah ekspansi wilayah dengan cara pencaplokan. Islam lahir di Hijaz lalu melakukan ekspansi dan pencaplokan wilayah keluar sehingga mencakup wilayah yang sangat luas sekali. Dalam sejarah dunia tidak ada agama yang berkembang dengan cara seperti ini kecuali Islam dan Kristen.

Ekspansi dan pencaplokan wilayah memang banyak terjadi dalam sejarah masa lalu. Tetapi ekspansi dan penaklukan wilayah yang dilakukan atas nama agama dan berlangsung secara kontinyu dalam waktu yang sangat lama hanya terjadi pada kasus Islam dan Kristen, dua agama yang sejak awal memiliki watak imperial, misionaris, dan ekspansif.

Kalau kita sebagai umat Islam mau jujur, kita harus mengakui bahwa seluruh wilayah yang sekarang dihuni oleh umat Islam, terutama di kawasan Arab, sekitar Laut Tengah, daerah Balkan, dan anak benua India-Pakistan adalah wilayah taklukan Islam. Dengan kata lain, wilayah yang dulu diperoleh karena proses pencaplokan melalui aksi militer. Memang ada dakwah damai melalui para ulama, kaum sufi, pedagang dan sebagainya. Tetapi misi dakwah berlangsung tidak secara independen. Ada aksi militer yang mendahului atau mengikutinya.

Sementara itu, agama Yahudi adalah agama yang kontras sama sekali dengan Islam, meskipun dari aspek orientasi ketaatan pada hukum ada kesamaan antara keduanya. Jika Islam adalah agama misionaris, imperial dan ekspansif, agama Yahudi kebalikan dari itu semua. Agama Yahudi tidak pernah berambisi untuk mendakwahkan agama itu di luar bangsa Yahudi sendiri dan ingin “menyelamatkan domba-domba sesat” seperti dalam Kristen.

Bangsa dan agama Yahudi juga tidak pernah berambisi melakukan ekspansi wilayah. Ide keyahudian terikat pada wilayah kecil sebagai fondasi agama itu, yaitu Yerusalem dan kawasan di sekitarnya yang sama sekali tidak siginifikan dibandingkan dengan luasnya wilayah yang pernah dicaplok oleh umat Islam di zaman lampau.

Ini yang menjelaskan kenapa bangsa dan umat Yahudi hanya berjumlah tak lebih dari 15 juta hingga saat ini. Bandingkan dengan jumlah umat Islam yang mencapai sekitar 1,2 milyar di seluruh bumi. (Catatan: ini belum ditambah bangsa jin yang konon menurut umat Islam juga ada yang beragama Islam pula). Watak Islam sebagai agama yang misionaris, imperial dan ekspansif tercermin dalam luasnya wilayah yang dihuni umat Islam saat ini, serta keragaman etnik dan bangsa yang memeluk agama itu. Ini juga terjadi pada agama Kristen.

Buku-buku sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah Islam sudah tentu tidak mau mengakui fakta seperti ini. Sejarah ekspansi dan penaklukan Islam disebut sebagai “futuhat” atau pembukaan. Ini jelas semacam eufemisme. Seolah-olah wilayah yang dihuni oleh bangsa-bangsa non-Islam sebelum Islam datang itu adalah wilayah gelap. Ekspansi Islam dibaca sebagai pembukaan wilayah itu terhadap “sinar” kebenaran Islam. Cara membaca sejarah semacam ini persis dengan justifikasi imperialisme Eropa barat di masa lampau sebagai proses “sivilisasi”. Tak ada bedanya sama sekali.

Ini juga tak beda dengan justifikasi agresi Amerika ke Irak saat ini sebagai cara untuk menyebarkan demokrasi di Timur Tengah. Kita tahu, semua agresor di manapun selalu memakai “senjata simbolik” untuk membenarkan agresi mereka, entah melalui agama, filsafat, tradisi, atau memori tertentu.

Yang mengganggu saya adalah umat Islam saat ini protes dengan begitu gigihnya terhadap pencaplokan Israel atas tanah Palestina, tetapi tidak pernah sedikitpun terganggu dengan masa lampau mereka yang penuh dengan agresi dan aksi pencaplokan pula. Apa yang diambil Israel saat ini dari tanah Palestina tak ada apa-apanya dibanding dengan luasnya wilayah yang ditklukkan oleh umat Islam di masa lampau.

Sama dengan Presiden Bush yang beberapa waktu lalu protes terhadap kebijakan pemerintah Cina di Tibet, tanpa sadar bahwa apa yang dilakukan oleh Cina di Tibet juga diakukan oleh Amerika di Irak saat ini. Apakah Presiden Bush tidak malu dengan “double-speak” seperti itu?

Pertanyaan ini sengaja saya angkat supaya kita bisa menempatkan konflik Palestina-Israel saat ini dengan lebih seimbang. Saya hingga sekarang masih percaya bahwa masalah Israel di mata umat Islam bukan sekedar masalah geografi dan perluasan wilayah. Masalah sebenarnya ada di luar itu, yakni konstruksi keyahudian di benak umat Islam sendiri yang dibentuk melalui ajaran agama dan tafsirnya yang sudah berkembang sejak berabad-abad. Menurut saya, “sedimentasi simbolik” semacam itu (kalau boleh memakai istilah yang mungkin agak kurang jelas artinya ini) ikut memperumit penyelesaian masalah Israel hingga sekarang. Hal serupa juga terjadi pada pihak bangsa Yahudi sendiri.

Anda bisa membayangkan bagaimana psikologi sebuah bangsa yang jumlahnya tak lebih dari 15 juta orang berhadapan dengan sebuah umat yang jumlahnya tak kurang dari 1,2 milyar, sementara umat yang “gigantik” itu dibentuk oleh sebuah ajaran yang kalau tidak benci minimal kurang bersahabat dengan bangsa dan agama Yahudi.

Tulisan ini sengaja saya kemukakan sebagai otokritik pada umat Islam. Dengan mengatakan ini semua, saya tak menolak bahwa komplikasi masalah Palestina-Israel ini juga ada dan disebabkan oleh pihak-pihak lain, antara lain dukungan Amerika yang nyaris tidak kritis pada Israel. Di mata pemerintah Amerika, Israel seperti
”can do no wrong”. Para Zionis, termasuk Kristen-Zionis, di Amerika juga ikut terlibat dalam memperumit masalah Palestina ini. Ketidakberdayaan PBB dalam mengatasi sikap pemerintah Israel yang selama ini selalu melanggar sejumlah resolusi lembaga itu berkenaan dengan masalah Palestina, juga masalah tersendiri.

Masalah-masalah “eksternal” itu sudah sering dikemukakan oleh para analis, termasuk juga oleh umat Islam sendiri. Tetapi yang mempersoalkan “masalah internal” dalam umat Islam sendiri nyaris jarang sekali. Memang paling enak jika kita melempar masalah keluar ketimbang mengorek kelemahan dalam diri kita
sendiri.

 

15 thoughts on “Justifikasi Ulil untuk Israel

  1. Arwen says:

    Dear …

    1. Kapan Umat Islam setuju dan mendukung Sadam ? Kapan dan yang mana?
    (Kalau Umat yang setuju itu ada di kepala Elo doang , kepala loe buang aja
    Boss!!)
    2. Umat Islam Lahir Belakangan dari Yahudi dan Nasrani !!
    (Yang Ekspansionis itu nenek moyang2 Elo Boss, Gereja2 Orto’ox dan
    Gereja2 yang se-umur-an sama “KunO”-nya kepala Elo Boss) sementara
    Yahudi emang bener gak doyan Ekspansi,…….Hobinya “Ngulitin” hidup2
    nabi Elo Boss…..nabi2 Yahudi MOKAT sama umatnya Boss) … Kitab
    sejarah loe gak up-to date (bacanya: aptudet Boss)
    3. Boss, maapp …. kaca mata Loe ketuker di Pesantren dulu …. waktu
    Ajengan Loe ninggalin loe “Malem” itu, kacamata loe kebawa dia soalnya
    tuh’ ajengan buru2 mau “Cuci”, …. maklum ampir SUBUH !!!
    4. Kaca Mata Loe yang baru ‘Ni, kayaknya ada gambar Do$Lar nya waktu Loe
    Operasi “CangkeM” di RS, jadi antara Boss Ngomong ‘ma cari duit MIRIP
    do$Lar.
    5. Boss juga bisa bayangkan psikologi bangsa kita liat ocehan model tulisan
    Boss … gampang KesireP!!!

  2. VERMAK KEMBALI PIKIRAN ULIL

    Sebenarnya saya malas menanggapi tulisan kamu, Lil. Tapi karena aku masih menganggapmu sesam muslim, maka aku harus menulis ini:

    Sudahi saja, Mas Ulil, jangan paksa kami “bersih-bersih” setelah kamu buang hajat di halaman rumah kami.

    Tidakkah kamu lihat para Rabbi dan umat Yahudi berdemonstrasi di Inggris, Amerika dan Perancis mengutuk kebiadaban ISrael, juga untuk sekedar menjelaskan kepada dunia dengan poster: JANGAN SAMAKAN KAMI DENGAN ISRAEL DAN ZIONIS! MEreka tidak pernah mau tinggal di ISrael meski diberi fasilitas istimewa melebihi para turis yang pernah didatangkan di bumi Palestina dan menetap hingga saat ini. Tidakkah ini cukup menjelaskan! Kecuali, jika kamu merasa lebih memahami agama Yahudi dari mereka. Tapi, setahuku, kamu hanya belajar Kitab Kuning yang sampulnya sudah tak bisa dikenali lagi warna aslinya.

    Cara berpikirmu, seperti pemulung yang memungut sampah plastik terserak di jalanan. Memang bermanfaat bagimu, karena kamu menerima uang setelah menjualnya kepada pengepul dan bisa kenyangkan anak istrimu dengan itu. Juga, lumayan, kan, dengan uang itu kamu bisa jalan-jalan di lorong-lorong bekas negeri Apache itu. Pasti di sana berbeda dengan jalan-jalan di pondokanmu yang airnya menyebabkan gudig dan kutil. Lil, dampak “plastik daur ulang” yang kamu kumpulkan itu membuat konsumen terkena kanker dan cacat otak. Tapi bukan aku lho!

    Nah, aku tahu, kok. Kamu diberangkatkan ke Amrik tidak gratisan. Kan, Freedom Institute dan konco-konconya tidak pernah memberimu fasilitas secara gratisan. Maka, sudahilah berpikir tambal-sulam seperti itu. Jika tidak, apa yang kamu kenakan dan tawarkan selalu compang-camping. Atau, kamu selamanya menjadi “intelektual tong samapah.”

    Lil, untuk punya uang banyak, tak harus seperti Gus Dur. Tak harus mengemis ke lembaga-lembaga “kaki-tangan” Amrik dan Zionis yang jelas-jelas mencaplok dan menjajah bangsa lain untuk menjadi negara kaya. Itu tidak adil, lil. BErarti biadab!

    Lil, untuk berontak kepada sejarah masa lalumu, tidak harus dengan atraksi protes tulis A-Sejarah seperti itu. Jangan kamu generalisir, bahwa masalahmu itu juga masalah umat Islam. Aku juga Islam, tapi Islamku tidak tumbuh di tempat kamu belajar sewaktu kecil hingga masa puber dan masa dewasa. Demikian juga, guruku berbeda dengan gurumu. Tentu, epistemologi keislaman kita berbeda, karena itu aku tidak perlu menggugat Kitab Kuning, karena itu pula aku menganggap Islam tak sekedar Kitab Kuning. Jika sejarahmu menjadi ganjalan karirmu, maka jangan direvisi dengan cara memaparkan Islamologi dan Umat Islam hanya dengan berbekal satu-dua buku sejarah saja. Apalagi kamu sebut seolah protes keras umat Islam kepada Israel yang membantai warga Gaza dengan ungkapan: “Memang paling enak jika kita melempar masalah keluar ketimbang mengorek kelemahan dalam diri kita sendiri!” Itu samasekali tidak benar, karena ungkapan itu tidak tepat menggambarkan sejarah orang lain, apalagi sejarah umat Islam secara komprehensif. Kamu yang telah melempar masalah keluar, karena itu bijaknya kamu korek kelemahan kamu sendiri.

    Nah, dalam hal “mengorek kelemahan diri” seperti tulismu itu, bukan umat Islam yang lemah, tapi otakmu yang lemah. Pernyataanku ini berlaku kepadamu jika kamu masih berpikir compang-camping dan menjadi “tong sampah” liberalisme dan premanisme.

    Lil, sudahi saja. KArena aku juga prihatin jika ada yang berkata kepadamu, “Ulil selayak katak dalam tempurung.”

    Lil, saranku untukmu: jika di Amrik berniat melakukan vermak mulut, sebaiknya kamu vermak pikiran terlebih dulu.

  3. lapasionara says:

    Agama Islam dbilang agama Imperialis dan ekspansif ?
    ck ck ck…trus knp dia masih mau beragama ISLAM, dan memakai kata ISLAM di tengah2 Organisasi nya?

    Sebelumnya ulil juga menuliskan justifikasinya terhadap Yahudi yang dibilang bangsa inferior dan terancam di tengah2 bangsa eropa dan arab. ck ck ck..BOdoh nian si Ulil, orang barat aja bisa menjelaskan ratusan bukti dan dalil rasisme Yahudi ini.

    Kasian, doktrin barat mana sih yang dpake sama Ulil ?? kalo kemingsun ama logika barat, coba baca Norman Finkelstein atau Noam Chomsky mengenai Yahudi dan Israel.

  4. Sentilan pa ulil (temennya Si Komo kan) ditujukan buat khalifah2 yang merampas hak kepemimpinan dari Ahlul Bait as, yang mabuk kekuasaan, jangankan ekspansi, keluarga Rasul aja disingkirkan dan dibantai. Setahuku Iran ndak pernah merestui Irak mengagresi Kuwait.

  5. FRS says:

    Pernyataan Ulil tidak didasari data, analisa, dan argumentasi yang kuat dan valid. Masih dikategorikan suatu pendapat yang sifatnya subyektif.

  6. attar says:

    Menurut saya Mas Ulil mesti melihat persoalan yang sedang terjadi dalam menilai persoalan itu bukan bernostalgia dengan bahan-bahan bacaan yang ada di benak mas Ulil. Sekarang ini yang terjadi adalah bukan melulu agresi Israel kepada bangsa Palestina tetapi sudah merupakan penistaan kemanusian, keadilan sudah di injak-injak, dihinakan, dan tak dihiraukan meski ada sedikit himbauan internasional. Prinsip dalam Hidup ini nomer satu adalah keadilan kalau keadilan sudah di injak-injak apalagi kemanusiaan direndahkan lebih dari binatang, sudah saatnya kita korbankan Jiwa, karena hidup kita sudah tak berguna lagi. Alih-alih menolak agresi israel ee Mas Ulil malah membawa kita bernostalgia tentang sejarah Raja-raja Islam dan Diktator Moderen Sadam, dengan menuduh mayoritas orang Islam menganut persangkaan Mas Ulil, saya pikir ini Naif, absurd dan tak berdasar sama sekali. Ketahuilah bahwa Bila keadilan sudah di injak-injak dan kemanusiaan direndahkan serendah-rendahnya, tidak ada tempat dalam jasad maupun ruh manusia untuk membela karena yang mendiamkan saja itu termasuk GOLONGANYA apalagi Memberikan JUSTIFIKASI. Nampaknya mas Ulil harus belajar dari SEJARAH YANG BENAR, Seperti peristiwa KARBALA, Kematian lebih Mulia ketimbang Hidup membela ke Zaliman.

  7. rezana says:

    Otokritik dan cara berpikir Ulil tentu bisa dilihat dan dinilai dari banyak perspektif. Dan Ulil, sebagaimana umumnya orang yang telah mewarisi suatu cara berpikir dan cara pandang, tentu dalam melihat, menilai dan mensikapi suatu realitas tidak terlepas dari jerat sosiolitas dan historisitasnya sendiri. Sebagai misal, Nabi Muhammad saw adalah tokoh sejarah, dan peran kesejarahan beliau itu bisa dilihat dalam berbagai perspektif. Dan kini diantara semua perspektif itu mana yang paling mendekati kebenaran? Kalau anda tidak punya ‘batu uji’ kebenaran pastilah anda akan terombang-ambing dalam lautan pekat relatifitas kebenaran menurut sejarah dan kebudayaan ummat manusia sepanjang masa.
    Wahai Ulil, saya melihat anda sepertinya terbawa arus relatifitas itu. Bukankah anda tahu bahwa sejarah Islam (dalam kaitan denga para tokoh dan pelakunya) tidak semuanya dapat kita benarkan menurut perspektif al-Qur’an. Tentu saja jangan tanya saya dimana salahnya karena al-Qur’an mampu berbicara kepada anda atau kepada siapa saja yang mampu menggunakan akalnya secara jernih menurut kadar fitrahnya masing-masing orang. Tapi anda juga tahu memang bahwa ayat-ayat al-Qur’an itu bisa dimanipulir menurut kepentingan nafsu-nafsu jahat manusia, dan akal sehat anda pasti mampu memindai itu. Karena itu, ketika anda mengatakan bahwa sejarah Islam adalah sejarah yang tampak ekspansionis dan berdarah-darah, maka dalam perspektif al-Qur’an anda mestinya juga mampu mengetahui mengapa itu terjadi.
    Ketika saya sedikit merenung jalan pikiran anda itu, ada rasa cemas dalam diri saya kalau cara berfikir itu menjadi dominan merasuki ummat manusia di abad ini. Karena apa? Karena dalam tulisan anda itu tersirat sebuah pesan bahwa: agressi, penindasan, pencaplokan dan penjajahan itu adalah watak sejarah peradaban ummat manusia sepanjang masa. Begitulah sejarah peradaban Islam dan Kristen…. lalu apa salahnya Israel ketika berlaku seperti itu… tidak.. itu tidak salah… kita harus adil dalam menilai… yang benar adalah pihak yang mampu berkuasa atas pihak lain karena memang lebih tangguh dan tak terkalahkan… Yahudi, Kristen dan Islam sama saja dalam lintasan sejarah……………………
    Demikianlah, maka akhirnya kalam Allah bukan lagi menjadi petunjuk dan batu uji untuk semua perspektif manusia abad ini……. a’udzubillahi mindzalik.

  8. ulil mencoba manawarkan gugahan falatif yang lahir dari cara berpikir falasi. ketika ulil dengan sadar menuangkan kritikan berbau falasinya, maka Allah telah menjerumuskannya kedalam makar-Nya yang tentunya tidak disadari si malang ulil. siksa Allah itu pedih lo.
    ulil, kamu pikir anak2 korban kebrutalan israel tidak ingat akan wajah ellu l kelak di hari kiamat.

  9. Cinta Islam says:

    Islam jangan disamakan dengan agama lain, cara Islam dalam syiar agama jangan di samakan dengan agama lain seperti imperial, misionaris, dan ekspansif (Yahudi/Nasrani-kafir laknat/kafir). Islam dalam syiarnya adalah dengan cara2 beradab karena setiap pribadi muslim bertanggung jawab (mengingatkan) pada sesama umat bila saudaranya melenceng dan bertanggung jawab mengajarkan peradaban manusiawi pada ummat yang lain (kristen/yahudi dan atheis) bila mereka tidak terima Islam tidak memaksakan seperti umat selain Islam dalam penyebaran agamanya.

    Penyebaran Islam tidak pernah di paksakan di bawah pedang seperti yang dituduhkan oleh kristolog barat (kristen/yahudi). Namun ketika suatu daerah telah mayoritas kala itu (menerima kebenaran/cahaya iIslam dengan sadar dan ikhlas), mereka memakai ajaran Islam secara Kaffah dari segala kehidupan (pribadi,sesama, dan negara yang memang Islam tidak terpisahkan dari negara).

    Kita bisa lihat ketika Islam mayoritas di suatu daerah, umat selain Islam menjalankan kehidupannya dengan tenang tetapi kadang ummat (non Islam tidak tahu diri dengan salah satu contohnya toleransi untuk mengucapkan pada kristen saat Natal untuk mengucapkan selamat natal). Sebaliknya ketika ummat Islam minoritas di suatu daerah (contoh muslim moro, poso, dll)

    Pada Zaman peradaban Islam ketika suatu daerah telah menggunakan sistem Islam secara kaffah dn di serang ummat lain (Nasrani dengan gold,gospel, dll serta Yahudi membonceng) baik diserang secara pribadi atau negara, maka ketika itu pula saudara2 lainnya membela dengan Jihad sesuai perlakukan mereka.

    Jadi Ulil sang penganut Islam Liberal (yang mendapat asupan ilmu dari negara Kafir) anda sebaiknya membaca dan menambah wawasan lagi yah. Kalau tidak percaya dengan referensi dari saudara se-Islam anda boleh membaca buku2 peneliti dari barat sendiri mulai tahun 1900 – sekarang (yang melihat secara adil tentang zaman kala itu pdahal dia (peneliti/kristolog) adalah jelas dari non Muslim yaitu tentang sejarah peradaban Islam, bagaimana imperial, misionaris, dan ekspansif di bahas.

    Kenapa anda tidak belajar dari sejarah, dimana Eropa yang menjajah bangsa lain hingga sekarang (Israel Ilegal menjajah tanah Palestina) dengan tipu muslihat.

    Ach… betapa panjang ini di sebutkan pada anda, padahal saya hanyalah tamatan STM tetapi dengan membuka mata saya membaca segala buku2 saya megetahui!

    Telah Kafirlah seseorang yang membela apa yang menjadi musuh dari Allah SWT. Naudzubillah…..

    NB: Coba anda baca ini apakah anda akan merasa…..? Berpihak??

  10. Cinta Islam says:

    Tanggapan persoalan kedua dari Ulil JIL
    “Kalau umat Islam keberatan suatu negara mencaplok wilayah negara lain, kenapa dulu waktu Irak melakukan agresi terhadap Kuwait, simpati umat Islam justru lebih banyak berpihak pada Saddam Husain? Jika umat Islam keberatan pada urusan pencaplokan wilayah, kenapa dulu umat Islam di Indonesia tidak keberatan negara Indonesia meng-invasi Timor Timur? Kenapa umat Islam tidak protes sedikitpun pada perlakuan Cina atas Tibet belakangan ini?”

    Anda benar2 perlu banyak membaca supaya anda melek, saya menilai anda tidak suka dengan Islam Kaffah yang anda nilai sebagai Islam Fundamental/Islam tradisionil, dll sesuai yang anda suka untuk mengistilahkan seperti Cak Nur. Anda hanya sebagi musuh dalam selimut yang patut di campakkan dari kolong langit.

    Kasus di atas adalah suatu taktik yang telah di susun oleh Yahudi dan pengikutnya Nasrani/Kristen. Taktik yang mulai disusun jauh sebelum PD 1 bahkan era 1800an. Pada awal era 1900 telah mulai action. Salah satu taktik itu membuat ummat muslim dunia tidak peduli pada saudara yang lain, pengrusakan pemikiran (seperti pemikiran anda yang telah di tanamkan chip kapitalisme) dll. Ini sesuai perkataan Nabi SAW, ummatku saat itu akan terpecah dan tidak mampu membantu saudara yang lain padahal saat itu ummat amat banyak dan saat itu ummatku bagaikan buih di lautan. Anda camkan itu.
    Sedangkan masalah Timor2, bukankan pada masa pemerintahan Hindu zamam Maja Pahit sampai pada zaman penjajahan Belanda/Inggris, Indonesia amat luas??? Dan ini termasuk Timor2?

    Anda baca ini….
    MENGENAL, MENGINGAT, DAN MEWASPADAI “64” TERORISME YAHUDI
    ( Disusun dan di kumpulkan oleh K.A. Endin, Siswa Yahudilogi )
    Catatan : Kriteria Terorisme Lihat Fatwa MUI

    1. Disarikan dari ceramah-ceramah penyusun di Depag lantai 7, 20-3-2007, berjudul “ ZIONISME & FREEMASONRY “, Di Masjid Istiqlal 12-4-2007, berjudul “ Mewaspadai Yahudi dan Musyrik”. Di FAKTA ( Forum Anti Kristenisasi & Pemurtadan ) Jakarta Timur 26-1-2008 berjudul “ Ahmadiyah & Yahudi “ dan lain-lain.

    2. Peringatan Allah tentang Yahudi, baca “ 76 Karakteristik Yahudi dalam Al Qur’an “. Oleh Musthofa Al Maraghi, termasuk Al Maidah 82, Al Baqoroh 120, Al Fatihah 7, dll.

    3. Dr. Mahathir Muhammad, “ The Jews Rule This World By Proxy “. Proxy yahudi berganti-ganti : Seluruh Dunia / Imprelaris, Prancis, Inggris, dan sekarang Amerika Serikat. Proxynya di Asean adalah Singapura, Washington tiap tahun manghasilkan 100 kebijkan yang manguntungkan yahudi dan Israel (lewat AIPAC).

    1. Freemasory & Iluminati (1-12)

    Hancurkan musuh-musuhnya lewat ● FINANCE ● FOODS ● FILMS ● FASHION ● FANTASY ● FAITH ● FRICTION ● Complicting Ideologis ● Industri Senjata / Jadwal Perang ● Lembaga Keuangan Internasional ● Industri Logistik / Rekonstruksi Pasca Perang ● Industri / Pengebaran Candu / Narkoba / Miras / Rokok ●.

    2. Zionisme Internasional (13-21)

    ● Ciptakan / kendalikan The New World Order ● Ciptakan Revolusi Nasional & Perang Dunia ● Rekayasa Separatisme dan desintegrasi ● Ciptakan Revolusi Sex (Freesex, Homosex, Lesbian) ● Rusak Keluarga (Domestic Partner, Aborsi) ● Buat Aliran – Aliran Sesat ● Buat / Kuasai Senjata Biologis / Virus / Senjata Cuaca / Pemusnah Massal ● Promosikan Sekularisme sebagai agama baru / masa depan ● Promosikan Multi Partai.

    3. Internasional Missionary(22-29)

    ● Hujat Keabsahan Al Qur’an ● Singkirkan Syariah Islam ● Ciptakan Keraguan Terhadap Kebenaran Islam ● jauhkan Dunia Islam dari Science, Technology & Industri ● Rusak Akal dan Moral Generasi Muda ● Pecah Belah Dunia Arab / Islam ● Ciptakan Diktatorisme di Dunia Islam ● Dunia Islam hanya jadi Konsumen dan Importir ●.

    4. Trio Imperialisme(30-38)

    ● Ciptakan Program-Program kemiskinan ● Kuasai Aset Ekonominya ● Kuasai Kekayaan Alamnya ● Kuasai Aset Informasinya ● Kuasai Sistem Politik dan Hukumnya ● Hancurkan Moral Rakyatnya ● Hancurkan Militansi Rakyatnya ● Suburkan Deislamisasi (Sekularisme, Liberalisme, & Pluralisme) ● Ramaikan Pemurtadan ●.

    5. Skenario Separatisme dan Agressi dari luar(39-46)

    ● Terpurukkan Ekonomi Nasionalnya ● Pertentangan Elit Politiknya ● Suburkan Komflik Horizontalnya ● Pecah – belah Militernya ● Datangkan “ Pasukan Perdamaian “ ● Buat serbuan Paradigmatis ● Buat Sel-Sel Perlawanan ● Invasi Militer Setelah Diciptakan Status Legal Intervention ●.

    6. Penyebaran Pemikiran Sesat(47-50)

    ● Karl Marx (Materialisme dan Atheisme) ● Sigmund Froud (Instinc Sexual & Libido) ● Nietze (Mencari Kepuasan Meski Dengan Kekejian) ● Charles Darwin (Manusia dari Monyet, yang Kuat harus mengalahkan yang lemah).

    7. Penghancuran Dunia Abad 21(51-57)

    ● Membom Mekkah (Usul Senator Tancredo) ● Hapuskan Indonesia 2025 ● Hapuskan Pakistan 2025 ● Hapuskan beberapa Negara Afrika 2025 ● Perang Dunia ke III (Untuk Membuat Israel Raya) ● The New Crusade ● Membunuh 3 Miliyar penduduk yang tidak disukai dengan kelaparan & penyakit th 2050 (proyek 2025 diusulkan oleh W. Cohen).

    8. Brainwashed Muslims(58-64)

    ● Ada 60.000 Agen Intel Asing Muslim Indonesia ● Ada 200.000 Intelektual Muslim Yang Telah Di Cuci Otaknya Di Amerika Serikat / Barat ● Lebih 30 LSM Islam Dibina The Asia Foundation (TAF) ● Pesaantren-Pesantren Indonesia Yang Dibantu pemerintah Amerika / Australia ● Seluruh UIN dan IAIN wajib menggunakan kurikulum kewarganegaraan “ Sumbangan “ Amerika dalam soal Pluralisme, Liberalisme, Sekularisme dan Dosen 66 Universitas Islam Swasta sejak 2006 dibina oleh TAF ● Ulama & Intelektual Muslim mengaku mewakili ormas-ormas Islam dan UIN bermesraan dengan para pemimpin Yahudi / Israel sejak 2007 ● Tokoh-tokoh Aliran Sesat dan Islam binaan Amerika mengusulkan pembubaran MUI.

  11. Cinta Islam says:

    Seperti inilah kenyataan orang/negara ilegal yahudi yang anda bela. Agar anda tidak disebut binatang babi,budak dll maka anda …..? Terserah.

    KEYAKINAN AGAMA YAHUDI ì ZIONISME ISRAEL / INTERNASIONAL

    I.

    1. Yahudi yang kita ketahui berkitab suci Taurot (yang diturunkan kepada Nabi Musa as ) tetapi sekarang tidak dipakai sama sekali bahkan sengaja dihilangkan. Taurat yang sekarang telah diubah-ubah oleh Samhandren (Pendeta Yahudi Tertinggi). Sehingga ayat-ayatnya banyak yang baru.

    2. Kitab yang sekarang jadi pegangan adalah Thalmud ; bukan berasal dari “ langit “ tetapi sebuah kitab yang berasal dari para penyihir di zaman Mesir Kuno yang menganut ajaran Kaballah (menyembah syetan Lucifer).

    3. Para yahudi Zionis Israel yang mempropagandakan sekularisme berpedoman pada hasil rapat “ Pinisepuh Zion “ di Basel ( Swiss ) tahun 1897 yang bernama “ The Protocols Of The The Meetings Of The Elders Of Zion “, yang ingin mendirikan Negara Israel → Israel Raya dan menguasai Dunia baru lewat tipu daya Demokratisasi, HAM, Privatization, Free Trade, Globalization, dan lain-lain.

    4. beberapa ayat Talmut itu antara lain :

    · Seoraang robbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkannya. Tuhanpun mengakui bahwa robbi itu memenangkan debat tersebut ( Baba Mezian 59b)

    · Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon Ben Yohai, “ Bahkan orang kafir (Gentiles) yang paling baik pun seluruhnya harus dibunuh” (Perjanjian Kecil, Soferin 15)

    · Hanya orang-orang yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non yahudi (Gentiles atau Ghoyim) bukanlah manusia melainkan binatang, (Kerithuth 6b).

    · Orang-orang non-yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang yahudi (Midraseh Talpioth 225).

    · Angka kelahiran orang-orang non-yahudi harus ditekan sekecil mungkin ( Zohar II,4b).

    · Tuhan tidak pernah marah kepada orang yahudi melainkan hanya marah kepada orang-orang non-yahudi (Talmud IV/8/4a).

    · Orang yahudi harus selalu berusaha untuk menipu orang-orang non-yahudi (Zohar,168a).

    · “ Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari ahli kitab Talmud dari pada ayat-ayat Taurat (Talmud Erubin 2a).

    Yahudi menghancurkan Katholik Dengan menggunakan Orang-orang Katholik maka untuk menghancurkan Islam sedang dipakai orang-orang Islam. Bisakah??

    II.

    1. Meskipun orang-orang yahudi belanda melarikan diri ketika jepang datang dan secara resmi empat organisasi rahasianya (a.l Vr. Jmetselarij / Freemasonry) dilarang oleh kepres no. 18/1961, tgl 27/2-1961, tetapi karena yahudi / zionis Israel ingin menguasai dunia ‘’ by proxy ‘’ dan yang pegang kendali adalah dulu Prancis, Inggris, sekarang Amerika (AIPAC), maka keinginan-keinginan yahudi / zionis Israel adalah lewat Negara-negara ketiga tersebut termasuk lembaga-lembaga / Perusahaan-perusahaan milik yahudi di berbagai Negara.

    2. Sekaranga kita hanya mengingatkan anak cucu kita untuk menjadi muslim yang kaffah (dalam akidah, syariah, dan akhlaq) serta mengingatkan saudara-saudara kita yang duduk dalam ormas-ormas, orpol-orpol dan penguasa Negara jangan mau diperbudak Yahudi karena non- yahudi dianggap budak-budak Yahudi,. Dan lain-lain (lihat kutipan Talmud di atas).

    3. Terorisme global Ciptaan Yahudi / Zionisme Internasional sangat banyak dan kaffah, mari kita jadikan lahan dakwah , intropeksi, taubat, saling mengingatkan, memperkuat iman, do’a, tantangan, serta lahan perjuangan dan pahala meskipun kita tau bahwa agama Islam di negeri negeri barat / Kristen mengalami peningkatan diluar dugaan sehingga menimbulkan kekhawatiran dikalangan penulis-penulis yahudi ( a.l Bernard Lewis ).

    4. Wamakaruu wamakarallah Wallahu Khoirul Maakirin. Amiin.

  12. Cinta Islam says:

    From ulil JIL anda bulang “Bangsa dan agama Yahudi juga tidak pernah berambisi melakukan ekspansi wilayah. Ide keyahudian terikat pada wilayah kecil sebagai fondasi agama itu, yaitu Yerusalem dan kawasan di sekitarnya yang sama sekali tidak siginifikan dibandingkan dengan luasnya wilayah yang pernah dicaplok oleh umat Islam di zaman lampau”.

    Tanpa anda sadari Yahudi telah banyak menguasai segala lini kehudupan di berbagai belahan dunia manapun. Dan dengan cara ini mereka akan mudah menguasai negara manapun secara tudak bermoral.

    B. 1. A1,2,3,4,5,6, dikutip dari artikel dalam Era Muslim Digest, edisi koleksi 4 hal 78/83 dan dalam halaman lain ada photo pelantikan president Bush menggunakan Masonic Byble dan mengangkat tangannya meniru pelantikan pemuja setan Anton La Vey dan ada fhoto Bush yang sembahyang di Yerussalem pakai peci pendeta yahudi sambil memegang dinding bangunan.

    2. Dalam edisi edisi koleksi 4 tersebut banyak artikel-artikel menarik, antara lain:

    a. Pembunuhan presiden Lincoln dan Kennedy yang direkayasa yahudi

    b. Distori sejarah Islam Amerika (sebelum penemuan pertama Columbus Amerika didatangi laksamana Muslim China yaitu Cheng Ho 7 tahun sebelum kedatangan Columbus dan 5 abad sebelumnya didatangi Kahskhas Ibnu Saeed Ibnu Asad dan mengapa di Amerika nama-nama tempat berbau Arab/Islam dan juga mengapa para pendatang barat Kristen banyak membunuhi orang-orang Indian di Amerika Utara Tengah, Selatan, Sekarang banyak buku-buku yang menulis tentang kedatangn muslim Afrika ke Amerika sebelum Columbus.

    c. Dalam zionologi ada peta Israel Raya yang meliputi Irak, Kuwait, Turki Selatan, Sirya, Libanon, Saudi Utara ( Madinah ), dan Mesir Timur yang programnya dibuat sebelum PD I dan Israel Raya adalah target dari PD III yang kita sudah baca telah di umumkan Bush waktu menghadapi nuklir Iran.

    d. Artikel “ The New Yerusalem = Secret History of America “ ada peringatan Benyamin Franklin Ford tentang bahaya yahudi di Amerika. Ada tulisan bahwa Amerika adalah Israel Besar dan Israel adalah Amerika Kecil yang kepentingannya sama.

    e. Dalam American Influence sebagai dampak ancaman Bush “ ikut kami atau ikut teroris “ dunia dibagi 3 : Sekutu AS, dibawah pengaruh AS, dan anti AS. Sedih melihatnya karena Negara-negara manyoritas Islam masuk sekutu AS, Indonesia masuk dibawah pengaruh AS bersama Libanon dan Yordania sedang yang anti AS adalah Iran, Sirya, dan Palestina (kecuali kubu Abbas meski didukung 20 % rakyatnya).

  13. abadal aabidiin says:

    waduh,ulil saking pintarnya anda kembali jadi bodoh,gak perlulah kembali mengusik sejarah,terlalu jauh and itu udah lewat.. mari kita berbicara tentang apa yg terjadi sekarang hari ini dan esok lusa!! anda seperti seorang sejarawan murahan yg sok mengerti ttg keadaaan yg sebenarnya,islam disebarkan dg damai.mungkin anda satu2 nya umat islam(keislaman anda pun patut dipertnyakan) di jagad ini yg berpikiran seperti itu.udahlah mas jgn sok idealis.berapa anda di bayar oleh LSM dri amerika.?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s