Tanggapan (tak serius) buat Ulil

Senyampang zionis Israel membombardir warga Gaza yang tak berdaya, beberapa pentolan kelompok yang dekat dengan Israel di Indonesia mencoba dengan beragam jurus lama dan baru untuk membela teman zionisnya. Mereka seperti cacing kepanasan menyaksikan kutukan dunia yang bertubi-tubi atas Israel.

Saya sendiri melihat beberapa dari mereka blingsatan mencari-cari dalih di depan televisi. Mengapa mereka begitu memiliki beban moral dengan agresi Israel, dan melompat ke kanan dan ke kiri untuk mengail barang satu atau dua justifikasi untuk membela Israel? Saya serahkan pada Anda untuk menjawabnya.

Saya sepenuhnya sadar bahwa semua tulisan itu sudah tak layak dianggap serius atau ditanggapi. Tapi, saya mendapat beberapa email untuk tetap menanggapi, meski dengan cara seadanya. Alasan moral teman-teman, karena saya telah memuatnya di blog saya.

Dalam salah satu tulisan di atas, Ulil secara naif menjadikan jumlah sedikit pemeluk Yahudi sebagai dalih bahwa agama itu bersifat damai dan non-misionaris, anti imperialis dan tak ekspansif. Padahal, faktanya, Yahudi adalah satu-satunya agama di dunia ini yang esensinya terikat dengan ras tertentu. Saya tidak tahu apakah ada agama lain di dunia ini, betapapun sangat primitif, begitu terikat dengan kesukuan lebih daripada Yahudi. Akibatnya, Yahudi menjadi satu-satunya agama yang memang tak mungkin berkembang. Turunan Cina dan India, Jawa dan Madura, Arab dan Persia jelas tak bisa memeluk agama ini.

Lucunya atau tak lucunya, upaya Ulil membawa-bawa agama dalam meninjau konflik Timur Tengah justru bertentangan dengan kebiasaannya. Entah sengaja atau tidak, upaya itu malah bisa memperteguh ekstremisme yang konon selama ini dia perangi. Apa lacur, ada udang di balik kerupuk. Ada keasyikan mempermainkan sentimen umat Islam untuk membakar radikalisme yang pada gilirannya bisa memberi raison d’etre bagi misi pluralisme bohong-bohongan.

Faktanya, berbagai lapisan masyarakat turun ke jalan2 di puluhan ibukota dunia menunjukkan bahwa analisis psiko-religius ala Ulil itu jelas mengada-ada. Ia tak punya pijakan kenyataan sama sekali.

Setelah itu, tulisan justifikasi itu berbicara soal pencaplokan wilayah oleh kaum Muslim. Tentu saja, Ulil mengabaikan fakta bahwa pencaplokan, aneksasi, invasi, penjajahan dan sebagainya itu termasuk bagian dari inovasi modern yang muncul sebagai konsekuensi kemunculan konsep negara-bangsa modern (modern nation-state).

Selain gagal membangun fondasi terminologisnya, argumen Ulil juga sangat menyimpang. Menyamakan aksi Israel atas bangsa Palestina dengan futuh Islam itu sama saja dengan menyamakan minyak goreng dan oli mesin. Kalau mau kita cari2 persamaan antara minyak goreng dan oli, maka kita pasti akan menemukan beberapa di antaranya: sama-sama minyak, sama-sama tahan panas, sama-sama produk manusia yang dipakai khusus dalam masyarakat manusia, dan sebagainya. Tapi, orang yang sampai hati (dan sampai akal) menyamakan minyak goreng dan oli mesin tak perlulah kita anggap normal. Kita hanya perlu memaklumi kekurangannya.

Sampai di sini, rasanya kita sudah melihat betapa kandungan alasan-alasan selanjutnya itu sama sekali tak punya dasar ilmiah. Perang dalam Islam punya konteks yang beragam: membela diri (Badar, Uhud), menolong komunitas yang terancam oleh kekuatan lebih besar (Tabuk), dan sebagainya. Argumen lebih panjang tersedia dalam buku Fitnah Fitna, karya yang saya tulis bersama Alfian Hamzah awal tahun kemarin.

Prasangka tak berdasar ini sayangnya diakhiri dengan gincu norak: ajakan otokritik. Karena, menurut Ulil, umat Islam sering mengkambinghitamkan faktor eksternal atas segala masalah yang ada. Ajakan moral ini menggelikan jika kita melihat konteks tulisan Ulil yang ingin menjelaskan serangan zionis Israel ke Gaza—sesuatu yang jelas-jelas bersifat eksternal. Atau mungkin saja Ulil sedang mengalami kedinginan sangat di AS sana sampai dia lupa mengikuti konteks tulisan dan merepet kemana-mana.

39 thoughts on “Tanggapan (tak serius) buat Ulil

  1. Mariam says:

    Setuju dengan judulnya yang tak serius,
    Out of context, Mungkin yang dimaksud beberapa kalangan seperti Ulil adalah beberapa penaklukan islam atas beberapa daerah : Turki Ustmani, Spanyol, dll
    Kalo pa ustaz sudah membahasnya di buku Fitnah Fitna, Sudi kirainya mempaste sedikit pemabahasannya mengenai “Penaklukan Islam” tersebut.

  2. bob says:

    betul ustad bisakah “islam” yg “ekspansif” semasa khalifah umayah dan dinasti yg lain dijadikan sebagai prototipe islam yg sebenarnya…terus terang saya agak confuse dengan peristiwa sejarah ini…bisa share..ustad

  3. Para orang tua macam bapak2 dan Ulil, makin membingungkan saya. Kalo mau bicara soal konspirasi…q pikir, baik yang “pro” ama yang “kontra” ato yang setengah2…..sama2 memiliki kepentingan…..
    dan q yakin tak hanya ulil yang demikian, ustad musa mungkin termasuk dalam konspirasi dalam lakon yang lainnya…..
    Tapi apa pun itu. ada hal yang harus digarisbawahi soal isu Palestine-Israel ini…..
    1. Apapun bentuknya agresi militer dengan menyerang warga sipil sama sekali tidak dibenarkan

    2. Agresi militer Israel, perlu diingat adalah buah dari membaurnya pejuang Hamas pada masyarakat sipil. Oleh karena itu Israel yang mati kutu harus menggunakan segala cara untuk meleyapkan para pejuang Hama, meski mereka harus dihujat seluruh dunia, kecuali AS tentu….(meski penyerangan Gedung PBB di Gaza agak sulit dicari motifnya)

    3. Baik Israel maupun Hamas bertanggung jawab atas terbunuhnya warga sipil Gaza, termasuk juga negara-negara yang dengan sengaja membiarkan peristiwa ini berlarut-larut…..

    4. Entahlah kayaknya mereka tak mau menghentikan perang ini……
    keduanya bersikukuh sebagai korban…..(komentar perdana menteri Israel di Tempo hari ini)……meski dapat dilihat betapa warga sipil Gaza lah yang menjadi korban, mati terjatuh dalam peperangan dua jagoan abad ini……….(memuakkan!!!)
    Seperti tak ada yang mau melihat kapan perang ini dimulai dan kapan peran ini diakhiri….sama-sama keras kepala…..
    (maaf jika ada yang tersinggung, tapi semoga aja tidak)

  4. Minggu-minggu ini sunggung sangat menyebalkan.
    Menjenuhkan dengan berita yang melulu sama topiknya
    Ada pada hampir semua media
    Koran, Radio, TV, juga wacana-wacana yang sedang menghangat di Blog-blog lokal maupun luar negeri
    Sungguh membosankan
    Mencemaskan
    Bukan cemas soal serangan Israel yang membabi-buta
    Tapi karena kekerasan sudah menjadi biasa
    Bahkan telah menjadi tradisi umat manusia
    Mungkin manusia memang untuk demikian diciptakan
    Karena bagaimanapun Tuhan menganugerahinya, selain “ketenangan” juga ketamakan
    Naluri malakutiyah juga hewaniyah..
    Begitulah nasib manusia
    Sisi hewaniahnya sedang merajalela

    Jika aku dapat, akan kupanggil Sigmund Freud dan muridnya, William James utuk mengobati mereka
    Jika aku dapat, akan kupanggil Sade untuk mengajari mereka tentang kebenaran
    Jika aku dapat, akan kupanggil Tuhan untuk meredam peperangan
    Jika aku dapat………………………………………

  5. Frodo says:

    Dear …

    Ternyata masih ada orang yang kebingungan dengan epistimologi kekerasan !! Masih bingung tentang Jabr dan Tafwid manusia !!
    Dan tergila2 dengan Freud dengan ‘Cycodynamics-nya, .. by the He’s Jews too!!

    Tuhan yang memerintahkan Peperangan !! Kok masih bingung dengan epistimologi BENAR dan bukan BENAR !!

    Yang dalemmm Ahhh …

  6. Sampai kapan mereka berhenti berperang…
    Sampai kapan mereka mencaci maki satu sama lain…
    Dengan mulut berbusa hitam yang diaku suci oleh merka…
    Kapan semua ini berhenti…
    Kapan Tuhan menciptakan kedamaian…
    kapan mereka saling berlapang dada….
    Kapan mereka tak lagi menjadi barbarian…
    Dunia telah nampak begitu tua…
    Kenapa nampak mereka tak pernah berubah..
    Sejarah manusia…
    Penuh darah..
    Kapan mereka menghentikan itu semua…….
    Ato mungkin mereka dilahirkan untuk terus berperang dan membuat kerusakan…
    Yang A, yang B, sama saja gila perang
    Para psikopat yang menghiasi bumi…..(James sembuhkanlah mereka)
    Juga para perampok di jalan Tuhan dengan kata-kata yang dianggap tanpa cela, bahkan Tuhanpun dipenjara oleh mereka(sembuhkanlah mereka)
    Pada mereka Sade ajarilah tentang kewarasan…..
    Bumi sudah sedemikian Tua…
    Harusnya mereka belajar dari rentangan waktu yang begitu lamanya…
    Mereka masih saja menyela…..

  7. Frodo says:

    Dear …

    War, despite against peace, has more face to declare Justice. Come into specific circumstance as basic necessary of LIFE. Fight is “condicio sine qua non” for HAMAS !! Bahkan, pada saat yang sangat penting … dan utama … menjadi pilihan orang2 suci untuk menjaga AGAMA Tuhan !!

    Sejak kapan, … kesiap-sediaan akan “Perdamaian” … menjadi pilihan manakala KEADILAN terjauhkan. (Kok gak dalemmm sechh … keif)

    Murder, in along journey of human oldest sin, has another face … to “Crack” the truth !!
    Every civilization “MUST” do a murder (sometimes massively) to bring justice properly.

    Read Right Books My Friend …..

  8. Keadilan selalu menjadi kambing hitam untuk menjustise sebuah tindakan……entah keadilan versi dan seri ke seribu sekian yang dipakai..
    Israel…atas dasar nilai-nilai keadilan (mnurut mereka) menggempur habis-habisan. Tidak adil jika membiarkan warga mereka di serang Pejuang Hamas (dalih mereka)
    Pejuang Hamas (Palestine) juga demikian, dengan dalih keadilan lagi-lagi keadilan, mereka berperan membiarkan perang ini berlarut-larut….
    Lalu kapan perang ini selesai…keduanya sama-sama keras kepala mempertahankan keadilan yang mereka percayai benar……..

    Akankah lebih baik mereka berhenti….dan membiarkan warga mereka hidup damai…(paling tidak, bukan hidup dengan mortir dan peluru yang berterbangan)…….

    Kalau mau dilihat lebih dalam…mereka bukan sedang mencari keadilan…..tapi sedang mengabadikan pertumpahan darah di muka bumi ini……dengan keangkuhan dan kesombongan masing2…

    And then about Read Right Books…i think that Yahudi people also read the same books, “The Books Of Truth”, yang menjadikan mereka merasa menjadi bangsa pilihan, dan mirip2 dikit dengan umat Islam yang merasa menjadi umat paling sempurna…..Mereka tidak sadar apa ini mereka hidup dalam dunia fana yang sama sekali tidak sempurna, apalagi sempurna…….Islam mungkin sempurna, tetapi umatnya? Hanya Tuhan yang tau.

    Dengan argumen membaca buku2 yang benar, beberapa orang juga bersikap begitu tidak manusiawi……saya enggan menyebutnya (semoga saja saya salah sangka soal itu)………

  9. Frodo says:

    Dear …

    Gini Lho mas bintang … naif sekali kalo mengatasnamakan “perdamaian” “hidup damai”, “nyaman” .. (baca: status quo) lantas menghilangkan faktor keadilan.

    Rendah sekali kita, bila demi kemanusiaan, KETUHANAN digadaikan !! Ketuhanan dalam termonologi yang khas adalah KEADILAN itu sendiri. Tidak pernah “Keadilan” berseberangan dengan “Kemanusiaan”, refers to their epistemological history.

    Kalo lebih “tenang” sedikit kita melihat, kita tidak akan “gegabah” menilai kedua belah pihak bersalah atas nama kemanusiaan. Jelas keliru. Keduanya memiliki urutan yang “tertib” dalam kajian atau pembahasan berkaitan dengan nilai2 KEADILAN.

    Israel telah menginjak2 KEADILAN, bahkan dimulai ketika mas bintang belum lahir.
    Sementara HAMAS merupakan manifesto dari kadilan yang ditenggelamkan. Gak mungkin dong’ hidup (demi kemanusiaan), nilai2 Ke-Tuhanan (Keadilan) dikorbankan.

    Sekali lagi, seolah2 perdamain, namun Keadilan dijauhkan.

    “Pantang Hina”, begitu kakek moyang HAMAS dulu berteriak akan “Tidak Berarti”-nya perdamaian, kehidupan dalam “Keadilan” yang dirampas.
    Hidup mereka “layak” mereka pertaruhkan atas nama “Keadilan”.

    Sejak kapan pula Keadilan sulit dikenali ?? Kapan pula mereka “berhasil” menipu dan memanipulasi makna Keadilan.
    Buat kita Jelas, ……. Keadilan tidak terlalu sulit untuk dikenali sedemikian sehingga hidup damai tanpa pertumpahan darah menjadi lebih utama dari keadilan itu sendiri.

    Jalan Kematian lebih utama bila Keadilan terjauhkan !!!

  10. Arwen says:

    Mengapa muncul pertanyaan dengan konstruksi seperti ini !!

    (“Kapan semua ini berhenti…
    Kapan Tuhan menciptakan kedamaian…
    kapan mereka saling berlapang dada….
    Kapan mereka tak lagi menjadi barbarian…
    Dunia telah nampak begitu tua…
    Kenapa nampak mereka tak pernah berubah..
    Sejarah manusia…
    Penuh darah..”) (Copas — Comment)

    Bukankah Tuhan menciptakan perdamaian atau peperangan dengan “ikhtiar” manusia. Bukankah barbarian atau bukan tidaklah menjadi tanggung jawab Tuhan bila ternyata manusia telah diberikan pilihan2 tentang jalan2 hidupnya ? Bukankah sejarah manusia tidak menjadi “ketetapan” Tuhan ansich’ ?

    (“Pejuang Hamas (Palestine) juga demikian, dengan dalih keadilan lagi-lagi keadilan, mereka berperan membiarkan perang ini berlarut-larut….
    Lalu kapan perang ini selesai…keduanya sama-sama keras kepala mempertahankan keadilan yang mereka percayai benar……..
    Akankah lebih baik mereka berhenti….dan membiarkan warga mereka hidup damai…(paling tidak, bukan hidup dengan mortir dan peluru yang berterbangan)…….”)(Copas — Comment)

    Kelihatannya kebingungan dengan 2 subyek yang menjadi aktor di Gaza. Juga gagal mengenali pihak yang benar dan mana pihak yang salah, sehingga pada akhirnya keduanya dianggap sesat. GAWAT !!
    Agresor bukanlah pahlawan pada perang ini, dan Opsi Perlawanan bukan pula begundal teroris. Israel jelas merampas kemanusiaan, sementara palestina mempertahankan kehormatan sejak negara “teritorial” diperkenalkan !!

    Hanya ada satu kebenaran , ……. dan itu bukan IsraeL.

  11. Absoen says:

    Salam,
    Ustad, minta ijin…
    ana lagi mau belajar bisnis nih…
    Insya Allah ana mau buka home industri Toilet Paper…
    boleh gak ana copy and print tulisan Ulil di produk ana?!
    Atau ana harus minta ijin dari Ulil himself ya?!

    Ps. Tulisan Lutfi yg dulu udh sukses ana jual tuh…

    Thanks,
    Salam.

  12. Bukan soal benar ato salah, hanya tentang etiket baik kedua belah puhak yang sama-sama keras kepala………sampai saat ini belum juga muncul.
    Kalau soal bener salah, siapapun pada dasarnya tidak akan membenarkan agresi militer Israel baru-baru ini atau sebelumnya……

    “Bukankah Tuhan menciptakan perdamaian atau peperangan dengan “ikhtiar” manusia. Bukankah barbarian atau bukan tidaklah menjadi tanggung jawab Tuhan bila ternyata manusia telah diberikan pilihan2 tentang jalan2 hidupnya ? Bukankah sejarah manusia tidak menjadi “ketetapan” Tuhan ansich’ ?”

    Yaiyalah…ini bukan menjadi tanggung jawab Tuhan semata. ato kalau perlu singkirkan “nama” Tuhan atas kejadian ini, Tuhan kok dibawa-bawa dalam peperangan manusia……sekali lagi baik Israel maupun Hamaz (Palestina) sampai saat ini belum punya itikad baik untuk memunculkan perdamaian bagi warganya dan pada dunia. Mmunculkan keadilan apalagi.

  13. bob says:

    pemimpi macem bintang ini saya mau tau konsep mereka ttg

    perdamaian dalam org kacamata yg dianeksasi
    perdamaian dalam org kacamata yg ditindas

    atau perdamaian dan keadilan dalam kacamata penindas..
    atau utk sebuah kelompok / negara yg selalu ingkar janji dan menginkari resolusi PBB

    apa formulasi anda…
    keadilan bagi penindas dan tertindas

    saya khawatir mas bintang ini
    merasa benar dalam benaknya tapi tdk sesuai dengan kerangka berfikir yg logis . sehingga konsep benar dan salahnya masih ngawang2…

  14. seandainya kebenaran yang ditawarkan mas bintang itu ada, pasti tidak akan obyektif. karena pasti ada yang akan menentangnya, minimal kubu pendukung israel dan kubu pendukung hamas. dan seandainya konsep mas bintang itu memiliki komunitas yang kuat, ia akan menjadi rezim yang bukan mustahil akan lebih sadis dari israel.
    ikutilah suara keadilan yang tentunya lebih jelas dari konsep kebenaran yang mas tawarkan. keterbenturan berbagai kepentingan di dunia maya adalah konsekuensi kehidupan alam raga.
    sekali lagi, carilah suara Penciptamu di dalam jeritan kaum lemah karena disiksa oleh rezim kuat yang berusaha mencaploknya!

  15. ALI ZAINAL ABIDIN says:

    Ahsanta ya habib..kalo yg ini ane serius..org kaya Ulil ahsan suruh jualan Krupuk kulit + oli..sekalian minyak goreng..jauh lebih pantas dr pd bikin bingung org yg ud pada bingung

  16. Pada dasarnya saya atau mungkin juga anda2 ini, tidak dapat meberikan resolusi apapun buat Palestina-Israel. Saya jauh di luar arena, meski setiap hari melihat berita tentang mereka. Lagi pula saya bukan praktisi lapangan yang dapat memberikan sebuah solusi jitu pada peperangan ini. Namun, satu hal saya lihat dari peperangan ini adalah adanya gap atau jarak yang nampak diciptakan antara Israel dan dan Palestina. Atau semacam pembentukan image seolah warga Palestina dan warga Israel tidak dapat hidup damai dalam satu tempat (hal ini yang sebenarnya saya takutkan). Ada kotak-kotak yang dibentuk untuk melegitimasi peperangan ini. Sudut pandang kita yang di luar pun menjadi terbelah antara pro Palestina atau Israel. Dan saya kira itu buah dari keegoisan dan kekeraskepalaan orang-orang yang memainkan isu ini (mungkin bisa Hamas, pemerintah otoritas Palestina, Militer Israel, atau juga para politikus Israel). Dan tentu warga sipillah yang dijadikan korban. Dan sejarah telah membuktikan bahwa, tanpa campur tangan politik umat Islam, umat Yahudi, juga umat Nasrani dapat hidup rukun dalam satu tempat, di Yerusalem. Kotak-kotak pandora yang telah dicipta atas dasar kepentingan tertentu itu kini seolah mengaburkan kedamaian seperti itu. Lagi-lagi saya bicara tentang egoisitas masing-masing. Dan saya hanya berharap suatu hari kelak, Hamas, tentara Israel, dan para politikus itu tidak hanya memikirkan diri sendiri, atau kelompok mereka sendiri. Dan semoga kita tidak menjadi bagian orang-orang egois seperti itu.

  17. musakazhim says:

    Mas Bintang yang baik hati dan penuh harap!

    Saya dulu juga pernah berharap bahwa dunia ini tidak ada nyamuk, tikus, macan, singa, buaya, badai, tsunami, hujan yang terlalu lebat sehingga timbul banjir, ancaman, orang2 bengis, penguasa2 kejam, binatang2 dan setan2 berwajah manusia, korban2 penindasan dan pembantaian, dan sebagainya.

    Bahkan, khusus terkait dengan Palestina dan Israel, kenapa kita tidak berharap yang lebih realistis saja: tidak ada Israel? Kan ini jelas akan menghemat banyak tenaga kita, dan jelas lebih menguntungkan dan meringankan beban rakyat Palestina.

    Tapi akhirnya saya sadar: dunia tak dicipta kecuali untuk tujuan2 besar. Misalnya, ujian bagi manusia untuk menentukan pilihan: berbuat adil dan menolong orang tertindas atau berbuat zalim dan mendukung penindasan atau takut melakukan apapun dan akhirnya membiarkan penindasan.

    Piilihan ada di tangan kita, sampai datangnya HARI PERHITUNGAN DAN PEMBALASAN.

  18. mas bintang, carilah Tuhanmu g usah komentar dulu. dan jangan terlalu percaya dengan informasi yang anda sendiri masih meraba2 juga. kalau Tuhan saya selau membenarkan kamu yang teraniaya dan tertindas. israel penindas dan palestine yang tertindas!

  19. mas bintang, carilah Tuhanmu, g usah kasih komentar dulu bila masih belum mengenal Tuhan. dan jangan terlalu percaya dengan informasi yang anda sendiri masih meraba2 juga.Tuhan selalu membenarkan kaum yang teraniaya dan tertindas. israel penindas dan palestine yang tertindas!
    tapi kalau masih kegatelan untuk berkomentar, minimal pahami dulu nilai2 universal dengan benar.

  20. “… beberapa pentolan kelompok yang dekat dengan Israel di Indonesia …”

    hmm … musa, kelompok-2 mana saja yang dekat dengan Israel di Indonesia itu? Tolong dong bikin ‘list’-nya … mau saya masukkan ke ‘list-terrorist’ seperti juga kelompok MKO … terimakasih sangat.

  21. sulit sekali memberi pengertian yang jelas…(mungkin apa yang saya sampaikan memang sulit dicerna). Bahkan sampai ustad Musa pun salam membaca apa yang sebenarnya saya tulis. Kalau soal harapan, saya kira tanpa diungkapkan atau dilontarkanpun harapan-harapan itu ada dalam diri setiap orang. Tapi bukan itu yang saya ingin katakan sekali lagi.
    Pertama, mungkin ustadz dan temen2 semua telah membaca berita tentang pidato Perez yang begitu antusias didengar pemimpin2 dunia (dan malah dianggap benar), dengan argumen pembelaan yang memang bener2 menjijikkan. “melindungi warga mereka dari ribuan roket Hamas”.
    Dari sini saya berfikir bahwa (bukan menentang apa yang dilakukan Hamas), keberadaan Hamas sendiri adalah bumerang bagi warga Gaza atau Palestina pada umumnya. Dan inilah yang saya maksud di atas dengan egoisitas yang sama sekali tidak memunculkan perdamaian di bumi Palestin. Keegoisan Hamas untuk melontarkan roket2 mereka ke Israel. Meski demikian, saya tetap salut dengan apa yang mereka perjuangkan, kebebasan mereka.
    Kedua, ada kesan mendalam pada dua sosok penting dunia yang begitu menginspirasi saya untuk menyatakan hal ini, dan hal di atas. Dan kalau tidak salah dari ustad Musa sendiri, untuk pertama kali saya mendengar tindakan fantastis salah satu tokoh ini. Bagaimana seorang Fakih yang juga Seorang Arif di sebuah negeri mengajarkan pada orang-orang melawan ketidakadilan secara benar. Mungkin Ustad Musa akan menjadi ingat tentang bunga-bungan yang mengalahkan senjata-senjata perang itu. Tentang tokoh yang satu ini saya kira Ustad Musa lebih tahu banyak dari pada saya.
    Sedang tokoh yang satunya, dia putera bangsa kelahiran India, yang terkenal dengan tiga gerakan perlawanannya, Ahimsa, Hartal, dan Swadesi. Tiga gerakan yang sebagai buah tindakan ajaran-ajaran Hindu.
    Ketiga, Sudah terlalu lama Hamas menjadi hero bagi palestina, dan saatnya rakyat Palestina menjadikan diri mereka sebagai hero mereka sendiri. Jikapun misalnya, Hamas berhasil membebaskan Palestina dari Israel, saya tidak yakin suatu hari berikutnya mereka akan menjadi pelindung yang baik bagi warganya. Mungkin kita dapat melihat model pemerintahan Taliban di Afghanistan.
    Kebebasan Palestina adalah kebebasan yang harusnya dicipta dan diusahakan oleh rakyat Palestine sendiri. Sehingga ketika kebebasan itu diraih, tak ada satu pun otoritas yang dapat mengklaim diri mereka sebagai penyelamat Palestina, karena yang membebaskan Palestina adalah diri mereka semua.

    Keempat, saya tidak tau, mungkin ini sekedar kecenderungan sebagian orang, pada umumnya karena faktor emosional umat Islam begitu dengan seenaknya berburuk sangka pada orang lain. Semoga saya salah tentang ini.

    Kelima, sebuah pertanyaan terkait dengan faktor emosional kita sebagai umat Islam yang melihat ketidakadilan. Seandainya, negara Islam ada yang melakukan agresi militer seperti yang dilakukan Israel, apa temen2 masih seantusias ini menyuarakan ketidakadilan yang terjadi? Saya berdoa semoga tetap demikian.

  22. Frodo says:

    Dear …

    You don’t know most of your words …. Friend…
    Semakin banyak anda bicara … the more FUNNY ‘n ENTERTAINING …

    Come on … I personally lough for every effort you made …

    Memang belum ada tandingannya world view Islam dgn Orientalis & Western Author.
    Buat temen2 … saya berhenti disini. Gak kuat guyonan seperti ini …

  23. Arwen says:

    Dear …

    The Fallacy ….

    “Kalau soal harapan, saya kira tanpa diungkapkan atau dilontarkanpun harapan-harapan itu ada dalam diri setiap orang.”
    “saya berfikir bahwa (bukan menentang apa yang dilakukan Hamas), keberadaan Hamas sendiri adalah bumerang bagi warga Gaza atau Palestina pada umumnya.”
    “egoisitas yang sama sekali tidak memunculkan perdamaian di bumi Palestin.”
    “Sudah terlalu lama Hamas menjadi hero bagi palestina, dan saatnya rakyat Palestina menjadikan diri mereka sebagai hero mereka sendiri. Jikapun misalnya, Hamas berhasil membebaskan Palestina dari Israel, saya tidak yakin suatu hari berikutnya mereka akan menjadi pelindung yang baik bagi warganya. Mungkin kita dapat melihat model pemerintahan Taliban di Afghanistan.”
    “Kebebasan Palestina adalah kebebasan yang harusnya dicipta dan diusahakan oleh rakyat Palestine sendiri.”
    “Seandainya, negara Islam ada yang melakukan agresi militer seperti yang dilakukan Israel, ”

    WAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKKAKAAKAKAKAKAKAKKAKKAKAKA

  24. musakazhim says:

    Mas Bintang yang merasa sulit dicerna dan dimengerti!

    Kalo Anda menuduh saya salah baca, okelah. Memang saya sering salah baca, salah tulis, salah ucap, dan salah2 lainnya.

    Tapi kalo Anda menuduh Hamas salah cara atau kurang tepat dalam memilih cara melawan penjajahan dan penindasan Israel, tuduhan itu cukup gawat dan aneh. Berkat tuduhan segawat itu, Anda ga boleh resah atau bingung jika ada banyak orang yang menyalahpahami Anda sebagai orang sok tau, sok arif dan sebagainya.

    Saya rasa, sebagai teman, saya sarankan Anda untuk benar2 bersikap sejalan dengan apa yang sudah Anda tuliskan sendiri bahwa Anda “jauh di luar arena”, “tak bisa memberikan solusi” bagi rakyat Palestina. Sikap ini jelas lebih arif ketimbang menggurui Hamas untuk mencari cara2 perjuangan lain.

    Yang lebih gawat lagi, Anda merasa bahwa mereka belum mencoba cara2 damai plus arif yang Anda tawarkan. Padahal, selama 60 tahun mereka sudah menjajal mekanisme internasional melalui PBB, menelurkan lebih dari 20 resolusi PBB, beberapa kali meneken perjanjian dan inisiatif perdamaian di Oslo, Madrid, Beirut dan Annapolis, serta ratusan kali negosiasi dengan Israel dan para pendukungnya seperti AS dan Mesir.

    Sebaiknya Anda belajar sejarah dulu, dan membaca perjuangan bangsa Palestina yang beradab.

    Saya paham yg Anda maksud dengan perjuangan damai, tapi Israel bukan musuh yang mengerti cara itu. Percayalah bahwa rakyat Palestina, setidaknya warga Gaza, tidak sebodoh yang Anda sangka. Mereka memilih Hamas secara demokratis karena mereka betul2 sadar bahwa tawaran Hamas adalah solusi paling realistis bagi perjuangan mereka merebut kembali hak2 yang telah dirampok Israel.

    Saya agaknya terpaksa mengikuti jejak temanku Frodo untuk mengakhiri tukar menukar kalimat ini.

    Selamat membaca dan belajar.

    Sayonara, wassalam

  25. Cinta Islam says:

    Coment….”Agresi militer Israel, perlu diingat adalah buah dari membaurnya pejuang Hamas pada masyarakat sipil. Oleh karena itu Israel yang mati kutu harus menggunakan segala cara untuk meleyapkan para pejuang Hama,…”

    Perlu saya terangkan….
    1. Israel harus dihilangkan dari peta dunia, wajar kalau Hamas menyerang Israel dengan senjata seadanya sebelum agresi Israel terjadi karena kalau tidak begitu bodohlah negara Palestina membiarkan negaranya, wilayahnya di caplok. Kenapa harus Hamas yang di lenyapkan? Bukankah sebaliknya?
    Jadi wajar Hamas menyerang.
    2. Dengan konspirasi barat (Israel, AS dan sekutunya) mengumumkan Hamas adalah ilegal dalam pemerintahan. Padahal kita tahu, hamas didukung mayoritas masyarakatnya secara demokrasi, dan ini tidak diinginkan oleh mereka (Israel, AS dan sekutunya).
    3. Setiap peperangan menggelora selalu di awali dengan alasan dan konspirasi bahwa pejuang Palestina yang duluan menyerang, padahal beberapa resolusi PBB yang melarang Israel telah banyak di langgar oleh Israel.
    4. Kita tahu, hampir 100% Informasi dunia di pegang oleh Yahudi, dan ini sangat strategis buat Israel sendiri untuk membela diri dan memojokkan musuhnya. bacalah sendiri. buat bintang dll yang sepemikiran alias ragu).
    5. Beginilah fakta hidup di dunia, saya sependapat dengan musakazhim “……Tapi akhirnya saya sadar: dunia tak dicipta kecuali untuk tujuan2 besar. Misalnya, ujian bagi manusia untuk menentukan pilihan: berbuat adil dan menolong orang tertindas atau berbuat zalim dan mendukung penindasan atau takut melakukan apapun dan akhirnya membiarkan penindasan.”

  26. Cinta Islam says:

    Bagi saya Hamas tidak bertanggung jawab atas kematian warga Gaza (rakyt Palestina pada umumnya) karena Rakyat Palestina telah dengan Ikhlas memilih Hamas sebagai pejuan bagi negerinya karena negeri Islam lainnya tidak tegas pada pendudukan negara haram Israel.
    Hamas telah membantu tegaknya Agama Din (Islam) di tanah Palestina.

    Seperti kisah sahabat Rasul SAW yang bertanya tentang suatu kasus dimana bila Ummat Muslimin dalam keadaan perang dan pada saat itu biaya perang sangat minim padahal persediaan (logistik, makanan, dan biaya lainnya) hanya cukup buat rakyat, mak di jawab oleh beliau ambil/pakailah persediaan yang ada secukupnya dari rakyat untuk tujuan Jihad atas Agama. Kita tahu dengan pikiran awam ini tidak bisa di terima, tetapi di balik itu kita harus berfikir dalam kenapa jawaban yang di lontarkan nabi SAW seperti itu?

    Secara logika bila persediaan untuk perang sangat minim dan mengakibatkan kekalahan dalam perang otomats musuh secara biadab akan menghancurkan negara tempat muslimin yang kalah perang dan lebih jauh lagi masyarakat juga teraniaya.
    sedangkan bila persediaan di pakai semuanya untuk keadaan perang mungkin rakyat akan mati kelaparan, disinilah kita melihat sebab akibat ijtihad dan mudharatnya.

    Hal ini bisa di samakan dengan Sahuidnya rakyat Palestina dalam jangka pendek tetapi dengan harapan dan sesuai dengan janji-Nya Palestian dan negri Muslmin lainnya akan damai. Amin.

  27. Cinta Islam says:

    Pun bagaimana kita bisa damai kalau bangsa terkutuk Yahudi masih bercokol di tanah Arab (strategis) padahal kalau kita baca kitab Talmud neh…..

    Beberapa Contoh Isi Ajaran Talmud

    Erubin 2b, “Barangsiapa yang tidak taat kepada para rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang di dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka”.

    Moed Kattan 17a, “Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan sesuatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota dimana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu disana”

    Menganiaya seorang Yahudi Sama Dengan Menghujat Tuhan

    Sanhedrin 58b, “Jika seorang kafir menganiaya seorang Yahudi, maka orang kafir itu harus dibunuh”.

    Dibenarkan Menipu Orang yang Bukan-Yahudi

    Sanhedrin 57a, “Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja baginya”.

    Orang Yahudi Mempunyai Kedudukan Hukum yang Lebih Tinggi

    Baba Kamma 37b, “Jika lembu seorang Yahudi melukai lembu kepunyaan orang Kanaan, tidak perlu ada ganti rugi; tetapi ,jika lembu orang Kanaan sampai melukai lembu kepunyaan orang Yahudi maka orang itu harus membayar ganti rugi sepenuh-penuhnya”.

    Orang Yahudi Boleh Mencuri Barang Milik Bukan-Yahudi

    Baba Mezia 24a, “Jika seorang Yahudi menemukan barang hilang milik orang kafir, ia tidak wajib mengembalikan kepada pemiliknya”. (Ayat ini ditegaskan kembali di dalam Baba Kamma 113b),

    Sanhedrin 57a, “Tuhan tidak akan mengampuni seorang Yahudi ‘yang mengawinkan anak-perempuannya kepada seorang tua, atau memungut menantu bagi anak-lakinya yang masih bayi, atau mengembalikan barang hilang milik orang Cuthea (kafir)’ …”.

    Orang Yahudi Boleh Merampok atau Membunuh Orang Non-Yahudi

    Sanhedrin 57a, “Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir), tidak ada hukuman mati, Apa yang sudah dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya”.

    Baba Kamma 37b, “Kaum kafir ada di luar perlindungan hukum, dan Tuhan membukakan uang mereka kepada Bani Israel”.

    Orang Yahudi Boleh Berdusta kepada Orang Non-Yahudi

    Baba Kamma 113a, “Orang Yahudi diperbolehkan berdusta untuk menipu orang kafir”.

    Yang Bukan-Yahudi adalah Hewan di bawah Derajat Manusia

    Yebamoth 98a, “Semua anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan binatang”.

    Abodah Zarah 36b, “Anak-perempuan orang kafir sama dengan ‘niddah’ (najis) sejak lahir”.

    Abodah Zarah 22a – 22b, “Orang kafir lebih senang berhubungan seks dengan lembu”.

    Ajaran Gila di dalam Talmud

    Gittin 69a, “Untuk menyembuhkan tubuh ambil debu yang berada di bawah bayang-bayang jamban, dicampur dengan madu lalu dimakan“.

    Shabbath 41a, “Hukum yang mengatur keperluan bagaimana kencing dengan cara yang suci telah ditentukan”.
    Yebamoth 63a, ” … Adam telah bersetubuh dengan semua binatang ketika ia berada di Sorga”.

    Yebamoth 63a, “…menjadi petani adalah pekerjaan yang paling hina “.

    Sanhedrin 55b, “Seorang Yahudi boleh mengawini anak-perempuan berumur tiga tahun (persisnya, tiga tahun satu hari)”.

    Sanhedrin 54b, “Seorang Yahudi diperbolehkan bersetubuh dengan anak-perempuan, asalkan saja anak itu berumur di bawah sembilan tahun”.

    Kethuboth 11b, “Bilamana seorang dewasa bersetubuh dengan seorang anak perempuan, tidak ada dosanya”.

    Yebamoth 59b, “Seorang perempuan yang telah bersetubuh dengan seekor binatang diperbolehkan menikah dengan pendeta Yahudi. Seorang perempuan Yahudi yang telah bersetubuh dengan jin juga diperbolehkan kawin dengan seorang pendeta Yahudi”.

    Abodah Zarah 17a, “Buktikan bilamana ada pelacur seorangpun di muka bumi ini yang belum pernah disetubuhi oleh pendeta Talmud Eleazar”.

    Hagigah 27a, “Nyatakan, bahwa tidak akan ada seorang rabbi pun yang akan mas uk neraka”.

    Baba Mezia 59b, “Seorang rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkan-Nya. Tuhan pun mengakui bahwa rabbi itu memenangkan debat tersebut”.

    Gittin 70a, “Para rabbi mengajarkan, ‘Sekeluarnya seseorang dari jamban, maka ia tidak boleh bersetubuh sampai menunggu waktu yang sama dengan menempuh perjalanan sejauh setengah mil, konon iblis yang ada di jamban itu masih menyertainya selama waktu itu, kalau ia melakukannya juga (bersetubuh), maka anak-keturunannya akan terkena penyakit ayan”.

    Gittin 69b, “Untuk menyembuhkan penyakit kelumpuhan campur kotoran seekor anjing berbulu putih dan campur dengan balsem; tetapi bila memungkinkan untuk menghindar dari penyakit itu, tidak perlu memakan kotoran anjing itu, karena hal itu akan membuat anggota tubuh menjadi lemas “.

    Pesahim 11a, “Sungguh terlarang bagi anjing, perempuan, atau pohon kurma, berdiri di antara dua orang laki-laki. Karena musibah khusus akan datang jika seorang perempuan sedang haid atau duduk-duduk di perempatan jalan “.

    Menahoth 43b-44a, “Seorang Yahudi diwajibkan membaca doa berikut ini setiap hari, ‘Aku bersyukur, ya Tuhanku, karena Engkau tidak menjadikan aku seorang kafir, seorang perempuan, atau seorang budak belian’ “.

    Kisah-kisah Holocaust oleh Romawi

    Di dalam Talmud, ayat Gittin 57b ada dikisahkan tentang dibantainya 4 juta orang Yahudi oleh orang Romawi di kota Bethar. Gittin 58a, mengklaim bahwa 16 juta anak-anak Yahudi dibungkus ke dalam satu gulungan dan dibakar hidup-hidup oleh orang Romawi.
    Demografi tentang zaman kuno menyatakan orang Yahudi di seluruh dunia pada masa penjajahan oleh Romawi tidak sampai berjumlah 16 juta, bahkan 4 juta pun tidak ada).

    Pengakuan Talmud

    Abodah Zarah 70a, “Seorang rabbi ditanya, apakah anggur yang dicuri di Pumbeditha boleh diminum, atau anggur itu sudah dianggap najis, karena pencurinya adalah orang-orang kafir (seorang bukan-Yahudi bila menyentuh guci anggur, maka anggur itu dianggap sudah najis). Rabbi itu menjawab, tidak perlu dipedulikan, anggur itu tetap halal (’kosher’) bagi orang Yahudi, karena mayoritas pencuri yang ada di Pumbeditha, tempat dimana guci-guci anggur itu dicuri, adalah orang-orang Yahudi”. (Kisah ini juga ditemukan di dalam Kitab Gemara, Rosh Hashanah 25b).

    Ibadah Orang Farisi

    Erubin 21 b, “Rabbi Akida berkata kepadanya, ‘Berikan saya air untuk mencuci tangan saya’. Ia menjawab, ‘Air itu tidak cukup bahkan untuk diminum, apalagi untuk membasuh tanganmu’ keluhnya. ‘Lalu apa yang harus saya perbuat ?’ tanya seseorang lainnya, ‘padahal engkau tahu menentang ucapan seorang rabbi diancam dengan hukuman mati?’ ‘Saya lebih baik mati daripada menentang pendapat kawan-kawan saya’ ” (Ritual cuci tangan ini terekam dikutuk Nabi Isa a.s. dalam Injil Matius 15 : 1- 9).

    Genosida Dihalalkan oleh Talmud

    Perjanjian Kecil, Soferim 15, Kaidah 10, “Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon ben Yohai, ‘Tob shebe goyyim harog’ (”Bahkan orang kafir yang baik sekali pun seluruhnya harus dibunuh”). Orang-orang Israeli setiap tahun mengikuti acara nasional ziarah ke kuburan Simon ben Yohai untuk memberikan penghormatan kepada rabbi yang telah menganjurkan untuk menghabisi orang-orang non-Yahudi2.

    Di Purim, pada tanggal 25 Februari 1994 seorang perwira angkatan darat Israel, Baruch Goldstein, seorang Yahudi Orthodoks dari Brooklyn, membantai 40 orang muslim, termasuk anak-anak, tatkala mereka tengah bersujud shalat di sebuah masjid. Goldstein adalah pengikut mendiang Rabbi Meir Kahane, yang menyatakan kepada kantor berita CBS News, bahwa ajaran yang dianutnya mengatakan orang-orang Arab itu tidak lebih daripada anjing, sesuai ajaran Talmud”.3 Ehud Sprinzak, seorang profesor di Universitas Jerusalem menjelaskan tentang falsafah Kahane dan Goldstein, “Mereka percaya adalah teiah menjadi iradat Tuhan, bahwa mereka diwajibkan untuk melakukan kekerasan terhadap ‘goyyim’, sebuah istilah Yahudi untuk orang-orang non-Yahudi”.4

    Rabbi Yizak Ginsburg menyatakan, “Kita harus mengakui darah seorang Yahudi dan darah orang ‘goyyim’ tidaklah sama”.5 Rabbi Jacov Perrin berkata, “Satu juta nyawa orang Arab tidaklah seimbang dengan sepotong kelingking orang Yahudi”.6

    Doktrin Talmud : Orang non- Yahudi Bukanlah Manusia

    Talmud secara spesifik menetapkan orang non-Yahudi termasuk golongan binatang, bukan-manusia, dan secara khusus menyatakan bahwa mereka bukan dari keturunan Nabi Adam a.s. Ayat-ayat yang berkaitan itu ditemukan bertebaran di dalam Kitab Talmud, antara lain sebagai berikut :

    Kerihoth 6b, “Menggunakan minyak untuk mengurapi. Rabbi kita mengajarkan, ‘Barangsiapa menyiramkan minyak pengurapan kepada ternak atau perahu, ia tidak melakukan dosa; bila ia melakukannya kepada ‘goyyim’, atau orang mati, dia tidak melakukan dosa. Hukum yang………………..”

    Jadi jelas bahwa Yahudi tidak menganggap ummat selain dia.
    kalau anda bisa bahasa Ibrani/Inggris anda bisa download kita Talmudnya secara langsung dari web Israel.

  28. Cinta Islam says:

    Dan sepertnya Bintang ini menginginkan hal damai seperti keinginan penajajah (USA, Israel dan koloni2nya). Kita tahu damai dalam versi mereka negara islam harus patuh dan tunduk dengan kebijakan mereka, sebagai Polisi dunia kan bakal sakit hati bila masih ada yang membangkang (negeri Islam-red). Mereka selalu menerapkan sistem ganda dalam segala hal.
    Contohnya masalah HAM, Demokrasi. Pada masalah HAM yang terjadi di Indonesia pada kasus Monas kita tahu FPI di profokatif (baca banyak sumber yang terpecaya) padahal tidak ada yang tewas. Pendukung demokt\rasi, HAM dan kebebasan langsung koar. Tetapi ketika Islam di aniaya mereka diam seribu bahasa eperti kasus di Poso, India, dll.
    Malasah demokrasi, ketika HAMAS memenangkan pemilu dengan demokrasi, tetapi negara (USA, Israel dan koloni2nya) tidak ingin seperti itu karena mereka tidak bisa di setir menjadi boneka mereka seperti negara boneka Iraq, dan negra arab lainnya.

    Jdi selama ada mereka yang menganut zionisme dan imprealisme maka dunia saya pikir tidak akan damai dan sejahtera.

  29. Cinta Islam says:

    Coment bintang
    “….Kelima, sebuah pertanyaan terkait dengan faktor emosional kita sebagai umat Islam yang melihat ketidakadilan. Seandainya, negara Islam ada yang melakukan agresi militer seperti yang dilakukan Israel, apa temen2 masih seantusias ini menyuarakan ketidakadilan yang…..”

    Insya Allah Islam yang telah mengenal Akidah, Syariah dan ilmu agama tidak akan pernah melanggar aturan dari sang Khaliq. Kita tahu bila Islam berkuasa sebagai Khilafah Islamiyah maka dunia akan aman sesuai Firman dari-Nya, bisa dilihat pada zaman Rasullullah ketika dalam pemerintahannya sangat penuh toleransi dengan umat lainnya, dan ketika terjadi pelecehan oleh salah satu orang yahudi terhadap umat muslimin maka itu di perkarakan seadil2nya dan yang mengadili saat itu bagsa yahudi sendiri.

  30. bintangtimur says:

    Salam,
    Hemmm….
    Akhirnya memang harus diakhiri di sini……
    Tadinya saya berharap akan ada lebih banyak lagi komentar dan informasi yang muncul lebih dari ini…..
    Meski banyak hal yang saya dapat dari sini, sayangnya komentar-komentar yang muncul nampak tidak berimbang…….(masih didominasi komentar-komentar yang dengan gigih membela pejuang Palestina), bahkan tak satupun muncul komentar dengan perspektif lain….
    Tapi tak apalah…
    Komentar ustadz Musa, Saudara/i Frodo, Bob, dan lain-lain akan menjadi masukan penting bagi saya….
    Atas segalanya saya ucapkan terima kash…
    Dan maaf beribu maaf komentar saya agak membuat urat-urat kening saudara-saudara bermunculan……
    Salam,
    Semoga saudara-saudara kita di Palestina segera mendapat hak-hak mereka….!

    Salam khusus bagi mpunya blog ini (Ustad MUsa)….Kami rindu celotehan (terutama sinisme) anda dengan diskusi dua kelompok yang pernah anda buat pada kelas kami di ICAS….Trims.

  31. Frodo says:

    Dear …

    Salam dan permohonan maaf juga dari saya pribadi …. semoga apa2 yang dicapai dalam dialog tulisan mendapatkan nilai2 suci di sisi ALLAH.

    Dalam perspektif tasawuf/irfan, ……. semoga gerakan2 (terdalam) hati kita dalam membela kebenaran “merubah” dan “menampakkan” wajahnya yang suci, sehingga tersingkaplah sebahagian hakikat Nya. Gelora dan Luapan yang membuncah dalam akal tidak lain merupakan segenap usaha berjuang di jalan Nya … sehingga …. hanya ………………….. sekali lagi hanya …. berharap kebahagian terpancar dari wajah SaaW !!!

  32. Awan says:

    Coment Bintang Timur:
    “………..sayangnya komentar-komentar yang muncul nampak tidak berimbang…….(masih didominasi komentar-komentar yang dengan gigih membela pejuang Palestina), bahkan tak satupun muncul komentar dengan perspektif lain….”

    Anda salah kalau mengatakan “….komentar-komentar yang muncul nampak tidak berimbang…” karena disinilah dan beberapa web site/blog lain yang pemiliknya adalah pemeluk Islam yang Kritis dapat anda temui komentar2 yang berimbang tentang perlakuan terhadap Agama yang dicintai mereka termasuk saya.
    Saya tidak habis pikir anda bisa mengatakan itu, karena betapa semua media yang ada di dunia ini (cetak, Elektronik) lebih tidak berimbang dan bukan rahasia umum lagi kalau hampir 90% media di dunia di kuasai oleh Barat khususnya Yahudi.

    Bukankah hal ini sangat strategis buat kepentingan mereka dalam melancarkan Opini2, propaganda yang tujuannya adalah mencapai tujuan mereka?

    Anda bisa melihat ketika Islam di tindas (tragedi poso, Islam di India, Philipina, perihal Jilbab di Indonesia dll) Semua media bungkam seribu bahasa termasuk HAM, pengusung Demokrasi, dan berbagai istilah yang di tanamkan oleh Barat ke negara2 mayoritas Islam tetapi sebaliknya saat terjadi kekacauan seperti Tragedi Monas, dll semua Media koar2 bahkan sampai terngiang ke Barat padahal tidak ada yang tewas dan bahkan saat terjadi Tragedi monas kita tahu ada yang membawa senjata tetapi oleh media ini didiamkan?

    Kita harus membuka mata, hati dan telinga untuk melihat ini semua.
    Anda dan beberapa organisasi yang sepemikiran dengan anda (JIL, AKBB dll) yang mengusung Sekuler, Pluralisme, Liberal, HAM dan Demokrasi yang merupakan budaya cipta Barat yang tidak bisa di terapkan di kolong langit milik Allah, karena hukum dan peraturan telah di perintahkan oleh-Nya untuk kemakmuran di kolong langit-Nya.
    Dalam agama (khususnya Islam) sangat sempurna tentang HAM dan Demokrasi dari pribadi hingga bermasyarakat bernegara dan dunia jadi di dunia tidak butuh HAM.

    HAM DAN PRODUK LAIN DARI BARAT HANYA DAN SANGAT DI BUTUHKAN OLEH NEGARA BARAT DAN NEGARA KONCO2NYA TERMASUK ISLAM YANG JADI BONEKA KARENA BARAT MENGANUT SEKULARISME (PEMISAHAN AGAMA DARI NEGARA)

  33. Fathi Attamimi says:

    Hm…Bintang Timur…
    Tampaknya sosok gelisah yang mencari kedamaian dan perdamaian dengan cara-cara yang justru akan menjauhkannya dari tujuannya, karena seringkali kedamaian dan perdamaian diawali dengan daya tekan pada pihak lawan.
    Jadikan keresahan mas Bintang Timur ini sebagai pelajaran bagi kita semua, bahwa kerinduan akan sesuatu ternyata seringkali menghilangkan akal sehat kita sehingga berbaik sangka dan berusaha imbang malah tidak mendatangkan kebaikan buat kita karena ditempatkan pada dasar yang salah.
    Tapi memang kita harus berada pada posisi mengasihani mas Bintang Timur ini dalam penderitaannya mencari jawaban kegelisahan hati dan ujung jalan kedamaian yang mungkin sekali (Saya berdoa mudah-mudahan jangan sampai terjadi) tidak akan pernah ditemukan karena penyesatan dan tipu daya setan padanya.
    Akhirnya mari kita sama mendoakan (saya, anda, mas Bintang Timur dll) agar talbis iblis tidak sampai menghalangi kita untuk menemukan keridhaan Allah SWT. Amiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s