Obituari O. Hashem: Sebuah Nama dalam Pelayanan Umat

img_9622

Saya biasa memanggilnya dengan Ami Omar. Tapi panggilan untuk mengisyaratkan usia dan penghormatan itu sama sekali tak membebani Almarhum. Di hadapan saya, dan puluhan orang lain, Almarhum selalu menempatkan diri bak anak kecil yang selalu haus ilmu. Dalam kerendahan hati dan penghargaan besar pada siapa saja, beliau selalu menempatkan diri sebagai pelajar.

Mencari ilmu telah merasuki sel-sel dan saraf-sarafnya, sehingga tak pernah beliau meluangkan waktu tanpanya. Bagi orang seperti beliau, dunia adalah ciptaan Allah yang penuh hikmah yang selalu penting untuk digali.

Siapa saja yang pernah bertemu dengan Almarhum pasti bisa merasakan kesan yang sama: kehausan beliau terhadap informasi dan ilmu. Dalam tiap kesempatan, beliau menyisakan peluang untuk bertanya dan menimba ilmu. Dan karena minat beliau tak terbatas, maka siapa pun yang menurut beliau lebih tahu tentang apa pun langsung menjadi sasaran pertanyaan beliau.

Saya sering bertemu orang lanjut usia, tapi sangat jarang saya menemukan yang seperti Almarhum dalam menghargai anak-anak muda. Bukan sekali dua kali Almarhum menuturkan kekagumannya pada anak-anak muda yang beraktivitas di bidang keilmuan dan kebudayaan. Kekaguman yang sebenarnya bersumber dari keinginan Almarhum untuk memotivasi mereka. Almarhum seolah ingin mengingatkan mereka bahwa hidup di dunia itu sangat mungkin harus berada dalam ruang-ruang senyap, tak ada gebyar.

Sejak sekitar usia 12 tahun, Almarhum telah mengisi benak saya dan ratusan anak muda Indonesia lain dengan vitamin-vitamin ilmu. Saya masih ingat saat-saat saya keranjingan membaca studi-studi kritis beliau atas sejarah Islam. Saya masih ingat benar bagaimana saya sampai kena tegur beberapa kali dari ayah saya hanya karena tidak keluar-keluar kamar membacai karya-karya Almarhum yang bernas. Tak pernah saya menemukan penulis yang lebih teliti daripada beliau dalam soal-soal ini. Dan betapa jarang penulis seteliti beliau sampai mampu menghasilkan lebih dari 40 karya.

Almarhum adalah sedikit dari pejuang yang mendapat taufik dari Allah untuk melayani masyarakat dengan harta, tinta dan keringat. Banyak orang memberi kesaksian bahwa ilmu kedokterannya telah dia abdikan sebagai layanan gratis bagi masyarakat. Semasa bekerja menjadi kepala rumah sakit di Lampung, Almarhum hampir tak pernah memungut biaya untuk berbagai jasanya. Tak pelak, sampai usia pensiun, keadaan ekonomi Almarhum masih seperti sarjana yang baru lulus kuliah kedokteran.

Manusia seperti beliau tak akan sudi direduksi menjadi pencari pendapatan—seperti yang diinginkan oleh ideologi Barat. Ami Omar Hashem, dan ratusan pejuang lain seperti beliau, telah membuktikan bahwa kemuliaan manusia jauh lebih tinggi ketimbang ukuran-ukuran material seperti itu.

Lebih dari itu, Almarhum adalah manusia yang selalu siap membantu dan berkorban. Dalam hidup yang serba sulit, terutama karena kondisi kesehatannya yang terus menurun selama 20 tahun terakhir, Almarhum tak pernah sanggup melihat orang kesulitan. Setiap kali orang mengeluhkan sesuatu padanya, Almarhum selalu kepikiran. Banyak orang yang menyaksikan sifat kemanusiaan yang luarbiasa ini pada dirinya.

Satu hal yang selalu saya tunggu dari beliau, setiap kali saya bertemu atau hadir dalam majlis beliau, adalah cara beliau menggambarkan Rasulullah. Begitu detail, begitu menawan, begitu manusiawi. Ditambah dengan tutur kata beliau yang syahdu. Dalam kesempatan-kesempatan itu, saya tak pernah bisa menahan butiran-butiran hangat membasahi pipi, seperti juga banyak orang lain di sekitar saya.

Menjelang perpisahannya dengan dunia, Ami Omar Hashem berkali-kali meminta untuk dibawa ke Gaza. Beliau ingin membantu anak-anak yang sedang menderita di sana. Almarhum pasti kini sudah bersama anak-anak itu menelan kebahagiaan tanpa ujung dari Sang Khalik.

Semua gambaran di atas jelas baru sebagian kecil dari kemuliaan Almarhum. Hanya Allah yang tahu seluruhnya, dan hanya Dia pula yang mampu membalas kebaikan-kebaikan manusia seperti Almarhum.

Selamat jalan pejuang, pelayan umat, ilmuwan sejati. Kami berupaya menguntitmu dari belakang, menyusuri jejak kemanusiaan yang telah engkau gariskan.


img_9717

6 thoughts on “Obituari O. Hashem: Sebuah Nama dalam Pelayanan Umat

  1. ALI ZAINAL ABIDIN says:

    Salam..Alfaqir adalah orang yg sangat kagum dgm Ami Omar hasyim, beliau adalah org yg telah merubah pola pikir saya. khususnya dgn bukunya SAQIFAH AWAL PERPECAHAN UMAT..Sayang alfaqir di akhir umur beliau tdk sempat “dekat” dgn beliau..tp paling tdk Alfaqir bangga pernah kenal dgn manusia ikhlas seperti beliau..SELAMAT JALAN AMI OMAR

  2. ranrose says:

    Amiin..
    Sayang sekali tidak pernah sampai mengenal orang seperti Almarhum Ami Omar. Tapi baru membaca beberapa lembar buku “Muhammad Sang Nabi” saja sudah setuju bahwa Alm. pasti orang yang sangat teliti dan detail.

    Semoga makin banyak orang-orang seperti Almarhum yang dapat membimbing anak-anak muda dengan cara yang menyenangkan dan antusias.

  3. ema rachman says:

    unspeakable…such a valuable person that made me feel soo a shame of my self who have done nothing yet..Allah merahmati jiwa mulianya!! it’s so many things in this earth which could wake you up!! Dr. Omar Hashem just did it

  4. damartriadi says:

    “SAQIFAH….” adalah buku yang banyak membuka cakrawala bagi saya pribadi, termasuk banyak hal yang dahulunya terkesan tabu untuk dibahas.
    Atas jasa beliau dalam hal ini bagi saya pribadi, dan banyak lagi jasa beliau untuk hal-hal lainnya…saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
    Al-fatihah….

  5. Quito Riantori says:

    Telah pergi seorang pejuang besar Islam, semoga Allah Swt menempatkan beliau bersama kekasih-kekasih-Nya. Semoga kita juga senantiasa menghargai pejuang-pejuang Islam yang masih hidup dan tidak menyia-nyiakan mereka.

  6. saya pernah kehilangan uang sebesar 50jt rupiah setahun lalu,saya pernah kehilangan koleksi video2 fav saya beberapa tahun yg lalu,baru2 ini bahkan saya kehilangan kekasih hati saya,jika skrg saya flash back semua memory saya tentang kehilangan yg saya sebut di atas..tidak seperti kesepian yg saya rasakan waktu nama,foto,tulisan tentang ami omar hashem terdengar atau terlihat oleh saya dan ini telah saya rasakan dalam beberapa hari ini,saya tidak terlalu dekat dengan ami omar hashem,saya lebih mengenal buku dan cerita2 beliau dari kawan2 saya,jujur tidak tau kenapa perasaan saya selalu sepi jika nama beliau muncul,mungkin sifat keikhlasan beliau rasa hormat beliau terhadap siapapun tanpa pamrih yg membuat hati saya selalu dirundung rasa sepi dan kehilangan beliau,dan saya tidak pernah berharap rasa sepi dan rindu ini akan hilang dimakan waktu,karena wahai ami omar merindukan mu adalah sebuah kenikmatan yg tidak tergantikan buat saya…semoga ami omar tidak melupakan saya di alam sana dan mohon dengan kerendahan hati saya sampaikan salam saya dengan manusia tercinta termulia Muhammad SAW..dan sampaikan maaf saya terhadap beliau blm bisa berbuat banyak untuk umatnya😦 belum bisa melawan fitnah2 terhadap umatnya belum bisa membatu umat2 nya yg terzolimi ..maaf maaf maaf …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s