Kaki Tangan Kebenaran

DIsinfo

Michael Hudson adalah mantan analis Wall Street yang kini menjadi profesor di Universitas Missouri, Kansas. Dalam salah satu tulisannya di jurnal Counter Punch edisi Maret lalu, Hudson menunjukkan cara umum para penjahat dalam mengamankan tindak kejahatan: pengalihan perhatian. Misalnya, Hudson percaya bahwa ekspose besar-besaran atas pemberian bonus bernilai 135 juta dolar AS untuk para eksekutif AIG dua bulan silam sebenarnya bertujuan mengalihkan perhatian publik dari pengucuran bantuan likuiditas bernilai ratusan miliar dolar AS pada sektor finansial dan perbankan.

Terbukti, Senator Charles Schumer dan anggota Kongres Barney Frank, dua kampiun pengucuran dana talangan ratusan miliar dolar itu, kini mendadak sangat vokal dalam skandal bonus AIG. Wall Street Journal, jurubicara Wall Street yang paling setia, juga tampak bernafsu melaporkan rincian aliran dana itu. Pada tajuk 17 Maret silam, WSJ tiba-tiba berbicara seolah mewakili kelompok anti neoliberal.

Nah sekarang, marilah kita teliti betapa banyak masalah yang benar-benar penting terlewat begitu saja akibat munculnya isu-isu remeh. Berkali-kali kita melihat bagaimana masalah-masalah nasional yang menyangkut kepentingan orang banyak lolos dari perhatian setelah media menyuguhkan gosip perseteruan, kasus selingkuh dua selebritis, aksi kejahatan yang melibatkan beberapa orang dan sejenisnya.

Metode pengalihan fokus ini paling efektif dipakai oleh penguasa dalam masyarakat yang sumber informasi dan sumber pengetahuan utamanya adalah media massa. Contohnya adalah masyarakat kita sendiri. Ada begitu banyak masalah substansial yang terjadi selama pemilu ini seolah terlupakan, begitu kasus cinta segitiga A-R-N yang sangat menghebohkan itu muncul ke permukaan. Pola pengalihannya juga sangat jelas, dan terjadi di tahap-tahap paling menetukan dari hasil pileg 2009.

Untuk melawan cara licik ini, kita mesti segera menerapkan diet media massa, terutama televisi. Kita perlu lebih mengandalkan sumber-sumber informasi lain, seperti akal sehat kita sendiri, buku dan referensi ilmiah lain. Akal sehat, misalnya, punya logika untuk menyaring yang benar dan yang salah. Dalam memutuskan yang benar dan yang salah, kita hanya perlu menggunakan karunia Allah yang secara alami sudah tertanam dalam diri kita, dan mempertajamnya dengan latihan-latihan tertentu dan sebagainya.

Di sisi lain, orang-orang yang haus kekuasaan memang sebenarnya bodoh. Mereka berjudi untuk meraih sesuatu yang mereka duga sebagai kemenangan, padahal itu sebenarnya adalah kekalahan lebih besar yang tertunda. Mereka lupa bahwa kebenaran dan keadilan punya kaki tangan yang jauh lebih kuat, lebih kukuh, lebih agung, lebih abadi dari semua kaki tangan kebatilan, kemunafikan dan keserakahan. Kaki tangan kebenaran dan keadilan akan berjalan lurus dengan energi terbarukan dari dalam dirinya sendiri, entah kita mau menjadi bagian darinya ataupun tidak.

DIsinfo2

4 thoughts on “Kaki Tangan Kebenaran

  1. dj says:

    bagi org awam macam saya, setelah membaca tulisan ini sy br menyadari adanya strategi pengalihan perhatian
    Terimakasih atas adanya esai ini

  2. abadalaabidiin says:

    terlalu naif rasanya jika kita berperasangka bahwa segala bentuk informasi adalah startegi pengalihan perhatian,kita harus angkat jempol terhadap media yg betul2 berani menyajikan berita2 tanpa intervensi dari pihak manapun…dengan kata lain segala bentuk kejahatan bisa dapat dg mudah diketahui masyrakat luas,meskipun aktor intelektualnya adalah seorang pejabat penting.tapi dg tulisan dri ust Musa diatas kita bisa dapat lebih berhati hati dalam menyikapi segala bentuk informasi yg beredar dg lebih arif dan bijaksana.thanks mr Musa..

  3. letitia says:

    kasus flu babi untuk mengalihkan perhatian dunia atas usaha USA memporakporandakan Pakistan & Afghanistan, USA tetap bercokol di Iraq (berarti Obama tak konsisten dengan kampanye pil-pres-nya bahwa USA akan segera menarik pasukan dari Iraq) .. ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s