Survei Aneh versi LSI

Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru meluncurkan hasil survei terbarunya. Anehnya, Jika SBY-Boediono sudah disurvei, kok JK malah dipasangkan dengan mantan Panglima TNI Jenderal TNI Endartono, bukan Wiranto. 

Dalam survei yang berlangsung pada 27 April hingga 3 Mei 2009, LSI membandingkan 3 pasangan capres, yakni SBY-Boediono, Megawati-Prabowo, dan Jusuf Kalla-Endiartono. LSI mempertanyakan peluang masing-masing capres kepada 2.014 responden. Jika SBY-Boediono melawan Mega-Prabowo, menurut survei LSI tersebut, maka SBY-Boediono mendapat sebesar 72,5% dan Mega-Prabowo mencapai 21,5%.  Sementara jika melawan JK-Endiartono (Tarto), perbandingannya SBY-Boediono mendapat 81,5% dan JK-Tarto hanya 9,3%.  Apabila diambil 3 pasangan antara lain SBY-Boediono, Mega-Prabowo dan JK-Tarto, berurutan meraih suara sebanyak 70%, 21% dan 3%. Sedangkan pemilih yang belum tahu sebesar 6%.

Direktur Eksekutif LSI Syaiful Mujani menuturkan, SBY secara personal memiliki popularitas yang cukup tinggi dengan raihan suara 67%, dibanding Megawati 12%, Wiranto 1%, Prabowo 3%, Sri Sultan 2%, Jusuf Kalla 2% dan belum tahu 14%. Sedangkan untuk survei dengan responden kelas menengah sebanyak 400 pemilih pada 33 ibukota provinsi dengan teknik wawancara melalui telepon secara acak (random), pasangan SBY-Boediono meraih 79% dan Mega-Prabowo 10% serta belum tahu 11 persen.

Mujani menjelaskan, saat survei dilakukan, pihaknya belum menerima informasi Jusuf Kalla akan menggandeng Wiranto sehingga Ketua Umum Golkar tersebut dipasangkan dengan Endiartono. Padahal, semua orang tahu bahwa JK dan Wiranto mendeklarasikan diri sebagai pasangan capres-cawapres pada 1 Mei 2009, dan nama Boediono baru muncul setelah survei berakhir pada 11 Mei 2009. Aneh bin ajaib!

Diolah dari sumber inilah.com [ana]

10 thoughts on “Survei Aneh versi LSI

  1. Quito Riantori says:

    Kepeleset atau…Sudah dari jauh2 hari kita bisa menduga siapa sebenarnya lembaga2 semacam LSI ini. Dan sudah tidak asing lagi lembaga2 ini juga pesanan dari kaum Borjuis Kapitalis…Kepeleset seperti ini juga menjadi indikasi sejauh mana tingkat keakuratan lembaga2 ini. Salam, Ustad…

  2. Liputan yang menarik. Memang pada akhirnya tidak ada lembaga survey yang benar-benar bersih dari kepentingan bisnis. Apalagi saat ini lembaga survey semacam LSI memang telah terbukti ampuh untuk menggiring opini publik untuk kepentingan tertentu. Apalagi saat ini, popularitas SBY masih tinggi berdasarkan lembaga survey yang ada, jangan-jangan tujuannya memang untuk menggiring opini bahwa SBY memang kokoh dibanding calon lainya, sehingga rakyat lebih memilih berdasarkan hasil survey.

  3. nn says:

    lsi memang bukan lembaga survei tetapi lembaga yg hanya membuat opini untuk mendukung calon tertentu. jangan2 dia yang membiayai calon tertentu juga.

  4. iklil says:

    Seperti para pendeta Firaun di jaman ini, yakni media massa yang berupaya menguasai dan mengarahkan opini masyarakat dengan jalan menggelontorkan ‘informasi akurat nan berimbang’, sehingga masyarakat umum mempercayai ‘informasi’ tersebut karena terkepung dari berbagai penjuru. Padahal jika mau sejenak berpikir, apa pula urgensinya sekian lembaga survey melakukan survey semacam dan sebanyak itu, dan apa pula motif mereka melakukan survey dengan sedemikian ‘rajin’. Terlebih dengan data yang aneh. Amat terkesan mengunggulkan yang satu serta menenggelamkan dan bahkan membuat seakan yang lain tak dikenal.
    Ahsantum atas peringatannya, Ustadz.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s