Lanjutkan……..Kebangkrutan!

Lanjutkan!

LANJUTKAN:
Beban pembayaran utang luar negeri Pemerintah Indonesia periode Januari-Oktober 2008 dilaporkan meningkat 2,335 miliar dollar AS akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap tiga valuta asing utama, yakni yen Jepang, dollar AS, dan euro.
Tingginya peningkatan beban pembayaran utang itu disebabkan pada saat yang sama terjadi penguatan nilai tukar yen terhadap dollar AS dan pelemahan rupiah terhadap dollar AS.

LANJUTKAN:
Portofolio pinjaman luar negeri, ada tiga valuta asing (valas) utama yang berpengaruh pada outstanding pinjaman luar negeri pemerintah, yakni dollar AS, yen, dan euro.

LANJUTKAN:
Berdasarkan data September 2008:
============ ========= ========= =====
Utang dalam bentuk dollar AS mencapai 29% dari total pinjaman luar negeri. Utang dalam yen sebesar 44 persen dan Utang dalam Euro sebanyak 16 persen terhadap total pinjaman luar negeri.

LANJUTKAN:
Berdasarkan data Depkeu per 31 Oktober 2008:
============ ========= ========= ========= ====
Nilai outstanding pinjaman luar negeri 62,103 miliar dollar AS. Utang dalam yen menduduki komposisi terbesar, yakni sekitar 27,325 miliar dollar AS.

LANJUTKAN:
Pembayaran utang dalam yen membuat pembayaran pinjaman pemerintah melonjak akibat penguatan mata uang Jepang ini terhadap dollar AS. Setiap penguatan yen terhadap dollar AS sebesar 1 persen akan memengaruhi peningkatan pinjaman senilai 0,4 persen ekuivalen dollar AS. Outstanding pinjaman membengkak karena setiap utang yen, dibayar dengan dollar AS.

LAJUTKAN
Hingga tanggal 14 November 2008
============ ========= ========= ==
Depkeu mencatat pembayaran utang luar negeri telah mencapai Rp 22,6 triliun atau 78 persen dari pagu di APBN Perubahan (APBN-P) 2008, yang ditetapkan sekitar Rp 28,97 triliun.
Pembayaran utang dalam negeri, yang sebagian besar merupakan utang pokok dan bunga atas obligasi negara mencapai Rp 51,4 triliun atau 78 persen terhadap pagu pada APBN-P 2008, yakni sekitar Rp 65,897 triliun.

Pemerintah tidak memiliki stok yen dalam jumlah besar. Adapun dana dalam bentuk valas terbesar yang dimiliki pemerintah ada dalam dollar AS.

LANJUTKAN:
Dengan total utang 2,335 milyar Dollar jika tingkat bunga sekitar 5%, jumlah bunga yang harus kita bayarkan berkisar 116,7 milyar Dollar.

LANJUTKAN:
Untuk bayar bunga yang sebesar U$ 116,7 milyar saja tidak cukup karena cadangan devisa kita hanya U$$ 51 miliar.

MASIH MAU LANJUTKAN =========> BANGKRUT

 

Sumber: Milis Jurnalisme.

4 thoughts on “Lanjutkan……..Kebangkrutan!

  1. Lanjutkan………
    ternyata banyak pemilih yang hanya …terpesona luarnya saja..
    Sebetulnya kalau mau jujur… melihat luarnya ..itu sudah bisa merasakan…misal, kita mau buat rumah, harga semen tahun 2003 masih 22 ribu/zak… sekarang .. 55 ribu per/zak, harga besi.. paling kecil 6 ls..harganya tahun 6 ribu / batang… sekarang … 15 ribu/batang, apalagi..harga pasir, batubata…?

    Itu luarnya…kan…Jadilah Pemilih yang cerdas.. jangan marah lho..yang beda pilihan.. ini demi kebaikan bangsa dan rakyat indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s