Jarak antara Neda dan Marwa

Penguburan Marwa

Kita sudah melihat bagaimana media Barat memberitakan kematian misterius Neda. Histeris, heboh dan penuh prasangka. Pada umumnya Republik Islam Iran dikutuk lantaran melakukan teror negara. Tanpa bukti2 yg jelas, Basij (organisasi paramiliter) yang justru sering bekerja untuk bantuan kemanusiaan di Iran juga dituduh berada di balik kematian Neda Agha-Soltan.

Bandingkan semua pemberitaan tentang Neda dengan pemberitaan tentang Marwa Al Sherbini. Sungguh berbeda! Saya baru saja mencoba menggoogle foto Marwa, tapi hasilnya nol. Bandingkan dengan foto Neda (baik asli maupun palsu) yg bertebaran di ratusan ribu tempat.

Lalu, hampir tak ada media yang melakukan tuduhan2 sembarangan. Pernyataan resmi jubir pemerintah, Thomas Steg, bahkan dianggap sebagai fakta dan bukan lagi salah satu versi pemberitaan. Dalam kasus Neda, versi resmi Iran langsung diragukan dan dinafikan.

Seolah penikaman sadis di siang bolong di pengadilan yang disaksikan banyak orang itu tak punya latarbelakang yang lebih luas. Tembakan petugas keamanan yang diarahkan pada suami Marwa dan bukan pada Alex W., sang penyerang, juga dianggap sebagai kesalahan biasa. Bahwa rasisme dan Islamofobia yang mengakar di Eropa seolah dongeng dari negeri antah berantah.

Di milis yang berisi sejumlah jurnalis senior yang sebelumnya memberondong Iran dengan berbagai tuduhan dan kutukan, tampak sunyi senyap saja. Malah ada yang meletakkan penikaman dan salah tembak itu sebagai aksi individual biasa. Sama sekali tak ada konteks teror negara atau tirani mayoritas terhadap minoritas Muslim di sana. Benarkah demikian?

Tentu kita paham: kalau pembunuhan ratusan ribu warga Palestina, Irak dan Afghanistan saja tak mengganggu mereka, apatah lagi kematian seorang Marwa. Sebuah dunia yang penuh kebohongan, manipulasi dan standar ganda ini pastilah tak mungkin berlangsung terus-menerus. Meski sudah bertahan cukup lama, struktur kekuasaan yang serba tak adil ini sudah tak mungkin dipertahankan.

Semoga kematian Marwa membawa marwah perubahan dunia ke arah yang lebih adil dan saling menghargai.

2 thoughts on “Jarak antara Neda dan Marwa

  1. justrainy says:

    I couldn’t more agree than you, tadi pagi saya google Marwa memang beritanya tak seheboh Neda, ada yang bilang bahwa beritanya ditelan hingar bingar kematian dan pemakaman MJ. Facebook juga sepi dari cerita tentang Marwa, meskipun sudah ada yang membuat fan profile dan group diskusinya, tetap saja jumlah anggotanya masih sedikit. Bangsa Eropa memang rasis dan phobi terhadap Islam, meskipun orang-orang Turki dan Maroko telah hidup selama 2-3 generasi di sana dan banyak yang sudah tidak bisa bahasa asalnya, sampai kapanpun mereka akan disebut “Turkish” atau “Moroccan” sampai mereka kawin mawin dengan native dan berubah warna kulit dan rambutnya. Tingkat pengangguran kelompok minoritas ini juga sangat tinggi karena diskriminasi. What a crap world.

  2. ranrose says:

    Saya juga tahu beritanya hanya di Internet, media Indo aja sepi mengenai berita Marwa…sama2 terbawa media barat yg heboh sendiri ke berita Neda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s