4 Catatan Ringan

1) Self-Reflecting

Kawan saya, Hernowo, pernah menulis buku berjudul “Self-Digesting”. Judul buku ini cukup mengudang perhatian. Tapi, bagi saya, tema yang lebih penting sebenarnya adalah “Self-Reflecting”, yakni tema yang menjelaskan realitas bahwa dunia dan segala apa yang di dalamya sebenarnya tak lebih dari cermin diri kita sendiri.

Dasar-dasar pemikiran ini adalah sebagai berikut: (1) Hadis Qudsi yang berbunyi, “Siapa yang mengenali dirinya berarti dia mengenali Tuhannya”. Ada penegasan bahwa pengenalan terhadap diri itu sama luasnya dengan pengenalan terhadap Sang Pencipta, yang secara bersamaan menelurkan pengetahuan tentang realitas-realitas alam ciptaan-Nya; (2) Hadis2 Nabi yang berbunyi, “Temanmu adalah cermin dirimu” dan “Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya”; (3) Prinsip tentang kekuatan pikiran untuk mengubah keadaan sekitar kita: (4) Hidden message of water, atau hubungan timbal-balik antara subjek dan objek persepsi kita; (5) Akhiratmu adalah panen raya dari hasil tanammu di dunia.

 

2) Syariat yang Humanis

Salah satu perhatian saya belakangan ini ialah kekacauan pandangan orang beragama terhadap agamanya sendiri. Sebagian besar orang masih mengira bahwa syariat itu adalah kumpulan hukum yang bertujuan untuk mengeluarkan manusia dari perikemanusiaannya. Pandangan ini sering menghantam dan melecehkan perikemanusiaan demi apa yang  dianggapnya sebagai pemuliaan syariat. Padahal, semua bukti menunjukkan sebaliknya.

Nabi mengajarkan kita untuk memanusiakan hukum2 syariat, bukan menghukum kemanusiaan dengan syariat. Sebagai contoh, Nabi perah memperpanjang sujud hanya karena Hasan dan Husein sedang menunggangi punggung beliau. Di lain waktu, beliau sering mempercepat shalat agar tidak membebani orang-orang yang lemah jasmani. Imam Ali juga pernah memberi sedekah dalam keadaan ruku. Jadi, syariat adalah sekumpulan hukum Ilahi yang bertujuan memantapkan dan menyempurnakan kemanusiaan, bukan mencederai dan merusaknya.

 

3) Dermawan yang tak Adil

Ada dermawan yang merasa berhak mendapat lebih banyak dari orang lantaran dia telah mengeluarkan haknya bagi orang2 lain. Padahal, kedermawan tidak boleh menggores prinsip keadilan apalagi menginjak-injaknya. Dermawan seperti ini biasanya menderma untuk kepentingan dan pamrih tertentu, bukan tulus ikhlas untuk membantu sesama.

Orang2 kaya yang merasa diri telah menderma hartanya dan karena itu berhak atas penghormatan yg besar sama jeleknya atau lebih jelek dibanding orang yang tak menderma dan tak menuntut penghormatan. 

 

4) Beberapa ciri2 orang miskin:

  1. Bicara mesti dimulai dengan “andai saja saya…”. Orang yang miskin akal, sempit dada, kurang kreatif dan malas bertindak biasanya berpikir dan berbicara dengan pengandaian. Dalam pengandaian2 itu, dia menemukan pelarian dari kenyataan dan masalah yang sedang dia hadapi. Di sana tak ada sebab dan akibat, tak ada tindakan dan konsekuensi. Sebaliknya, orang kaya hati, kreatif dan produktif akan berbicara lugas. Dia akan berkata “saya mau begini atau begitu…dengan segenap kemampuan.”

  2. Mudah tersinggung. Ciri kedua orang miskin adalah mudah tersinggung. Sensitif terhadap hal2 negatif, seakan semua di sekitarnya sedang mengancam eksistensi dan keamanannya. Dia biasanya tak mudah percaya pada orang. Dia curiga pada prestasi orang, tapi sebaliknya membesar2kan prestasi diri sendiri.

  3. Mudah menjilat. Orang miskin biasanya suka menjilat orang yang dianggap kaya atau berhasil. Menjilat bukan seperti memuji dengan tulus, karena menjilat biasanya pujian yang datang dari hati orang yang tak percaya pada pencapaian dan kehebatan sang pujaan.

  4. Kurang tepat menempatkan diri. Dia cenderung membantah pandangan orang lebih pandai yang rendah hati, tapi menerima pandangan orang bodoh yang menyombong. Akibatnya, dia sering keliru menerima informasi dan mengambil dari sumber yang tak akurat.

  5. Suka menyombong pada orang yang sejajar atau di bawahnya. Ini perilaku licik lain yang menimpa orang miskin hati dan akal. Sebaliknya, seperti ciri ke3 di atas, dia mudah memuji dan menjilat atasan.

 

One thought on “4 Catatan Ringan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s