Media Barat di antara Hyam dan Taraneh

Khudr Shahin adalah jurnalis televisi Al-Alam kelahiran Palestina yang sejak Februari silam ditahan Israel. Tapi tak ada media yang memberitakan atau aliansi jurnalis yang berteriak gagah menuntut perlakuan adil baginya.

Cynthia McKinney, mantan anggota Kongres AS, beserta kurang lebih 20 aktivis dan jurnalis lain awal Juli silam juga ditahan Israel. Tapi media massa Barat dan Indonesia seperti tak peduli pada mereka—seolah penahanan mereka tak pernah ada.

Hyam Ayash adalah gadis Gaza berusia 17 tahun yang ditembak mati oleh tank tentara Israel medio Juli lalu. Tapi dunia juga bungkam. Tak ada histeria kemarahan dan caci-maki. Bahkan tak ada berita solidaritas.

Bayangkan bila semua peristiwa tadi terjadi di Indonesia. Maka pasti media massa dunia langsung memaki habis-habisan. Tuduh sana tuduh sini tanpa henti.

Ketika video Neda, gadis Iran yang tertembak misterius meluap seperti air bah, dunia langsung mengecam Iran dan melontarkan segala sumpah serapah yang didatangkan langsung dari neraka. Tapi tewasnya Hyam Ayash oleh tank pasukan Israel dan penahanan belasan jurnalis oleh otoritas Israel berlalu tanpa sorotan dan kecaman—karena mereka memang tak pernah dianggap ada.

Inilah contoh-contoh kecil dari bekerjanya mesin propaganda pro zionis Israel di dunia, termasuk di Indonesia.

Gawatnya, propaganda itu bukan semata-mata soal ketakpedulian atau seleksi berita yang tak adil, tapi adakalanya sudah sampai pada mengarang cerita. Dan berikut salah satu contohnya.

Jika Anda sekarang ini menggoogle nama Taraneh Moussavi di Internet, maka Anda akan menemukan kisah gadis Iran yang mengalami segala kepiluan. Wikipedia menyediakan profil khusus untuknya. Taraneh Moussavi pun melambung jadi ikon perjuangan anti rezim Iran.

Tak tanggung-tanggung, seorang senator AS sampai membawa-bawa fotonya (seperti terpampang di atas) ke sebuah konferensi pers. Sejumlah politisi reformis Iran yang mengekor ke pers Barat pun juga menyebut-nyebut nama Taraneh sebagai bentuk tekanan pada pemerintah.

Syahdan, 10 Agustus kemarin, IRIB menyiarkan wawancara eksklusif dengan keluarga Taraneh. Dan inilah yang mengejutkan: Taraneh sudah sekitar 1,5 tahun lalu berada di Kanada untuk studi.

Anda bisa lihat cuplikan rekaman video wawancara eksklusif itu di sini: http://tabnak.com/nbody.php?id=8713

Dusta, sebesar atau sekecil apapun, tetaplah dusta.

One thought on “Media Barat di antara Hyam dan Taraneh

  1. ema rachman says:

    mereka memang sudah keterlaluan… cyntia mckinney waktu di wawancara presstv (krn hanya presstv yang menayangkan, dia juga salah satu penyiar presstv di american dream, tp dia bekas pembuat UU di Amerikanya), dia bilang saya mewakili rakyat amerika ttg keprihatinan pada palestina, krn perwakilan resmi pemerintahan tdk pernah melakukannya, dan dia dipaksa untuk menyatakan bersalah krn melanggar memasuki perairan israel, dia blg dengan tegas saya sama sekali tdk bersalah dan berbuat semua sesuai prosedur..marwa sharbeni saja, di media jerman tidak banyak diberitakan, sampe keluarga saya disana aja tdk begitu menanggapi..karena beritanya seperti berita pembunuhan krimanal biasa dan lumrah aja…Zionist sudah sedemikian menjijikannya…sekarang sedang banyak beredar di negara2 seprti indonesia ini- liat aja kejadian noordin m top.. kekuatan mereka hanya nakut2in orang2 yang yang cinta kenyamanan( disini banyakkkk) jadi ‘chance’ mereka sangat bagus di negeri ini.. sayangnya kekuatan ‘resistance’ disini belum ada?? wahai pengikut al Husain as.. di iran aja mereka dapet aja kesempatan…adrikna ya Mahdi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s