Memuliakan Tamu–Kado Ramadhan

Allah Swt berfirman, Sudahkah sampai kepadamu cerita tamu Ibrahim yang dimuliakan? (QS. adz-Dzariyat: 24). Allah Swt telah mendidik para nabi-Nya dengan semua keutamaan, dan berpesan kepada mereka untuk mengajarkan sifat-sifat itu kepada umatnya. Salah satu sifat utama ialah senang menerima dan menghormati tamu.

Di antara semua nabi ada lima nabi yang sangat terkenal suka menerima dan menghormati tamu, yaitu Nabi Ibrahim as, Nabi Daud as, Nabi Sulaiman as, Nabi Ayyub as dan Nabi Muhammad saw.

Dalam ayat di atas disebutkan, Sudahkah sampai kepadamu cerita tamu Ibrahim yang dimuliakan? Para ulama mengatakan, karena Ibrahim as suka menerima tamu maka dalam ayat di atas tercantum kata mukramin (orang-orang yang dimuliakan).

Kisah dalam surat adz-Dzariat itu begini. Tatkala serombongan tamu datang kepada Ibrahim, beliau berkata kepada mereka, “Salam sejahtera bagi kalian rombongan yang tidak aku kenal.” Beberapa saat kemudian Ibrahim menjamu mereka dengan anak sapi panggang.

Nabi Ibrahim  as tidak pernah makan kecuali bersama tamu. Terkadang  ia pergi ke gurun untuk mencari orang yang mau bertamu ke rumahnya.

Diceritakan bahwa pernah selama sehari semalam Nabi Ibrahim as mencari tamu yang mau makan bersamanya. Akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang telah lanjut usia. Nabi Ibrahim as tahu bahwa ia orang musyrik. Lalu beliau berkata kepadanya, “Jika engkau seorang Muslim aku akan menjadikanmu sebagai tamuku.” Kemudian Jibril turun dan berkata, Allah Swt berfirman, “Aku telah memberinya rezeki selama tujuh puluh tahun padahal ia menyekutukanku. Tapi kau tidak bersedia menjamunya meski untuk sehari saja.”

Mendengar itu Nabi Ibrahim as menyesal dan mencari2 orang itu lagi. Setelah menemukannya dengan segera ia mengundangnya dan berkata kepadanya, “Jibril telah datang menyampaikan berita bahwa Allah Swt telah berkata demikian.” Mendengar itu, orang musyrik tersebut langsung menjadi Muslim.

Nabi Ayyub as telah berkata, “Demi kemulian-Mu ya Allah, aku bersumpah bahwa aku tidak akan makan kecuali bersama anak yatim atau orang miskin.”

Berkenaan dengan Nabi Sulaiman as dan Nabi Daud as al-Quran berkata,

Mereka menyiapkan makanan di periuk-periuk yang besar dan memakannya di piring-piring yang besar. Bersyukurlah engkau wahai keluarga Daud. Sesungguhnya sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur. (QS. Saba:13)

Dari kelima nabi di atas hanya Nabi Muhammad saw yang miskin. Namun sifat senang menjamu tamu beliau sampai pada derajat mengorbankan dirinya sendiri.

Dalam beberapa hadis Nabi disebutkan bahwa senang menerima tamu akan mendatangkan kebaikan dan keberkahan, menghilangkan bencana, dan menyebabkan turunnya ampunan dosa. Manfaat-manfaat duniawinya juga sangat banyak.

Rasulullah saw bersabda, “Seorang Mukmin yang mendengar suara langkah tamu dan merasa senang dengannya, niscaya Allah Swt akan mengampuni seluruh dosanya, meskipun dosanya memenuhi langit dan bumi.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s