Gempa Padang: Pelajaran apa untuk Sebuah Rezim?

Hingga Kamis pukul 01.30 WIB, TVOne melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa yang terjadi di Sumatera Barat sudah berjumlah 300-an orang. Tapi baru 220 yang teridentifikasi dengan rincian sebagai berikut, 144 orang (dengan 41 orang telah teridentifikasi) di Kota Padang, 62 orang di Kabupaten Padang Pariaman dan 14 orang di Kota Pariaman.

Demikian informasi yang dihimpun dari situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kamis (1/10). BNPB juga mencatat, korban luka mencapai 168 orang. Sebagian korban telah dievakuasi ke rumah sakit. Jumlah korban tewas dan luka diperkirakan masih akan bertambah.Dari Sumatera Barat dilaporkan, ribuan orang masih terhimpit di sejumlah bangunan, diantaranya di wilayah Marapalam Padang, reruntuhan Adira Finance Sawahan, reruntuhan ruko di Sawahan, reruntuhan ruko di Simpang Haru, di mesjid Nurul Imam Padang, Apotik Sari depan Nurul Imamn, Gedung Gama, BII sudirman, PT. AGD di Bypass Padang.

Selain korban sejumlah besar gedung bertingkat di Kota Padang mengalami rusak berat hingga ambruk. Sebagian besar gedung kantor di lingkungan Kantor Gubernur Sumatera Barat termasuk Badang Kesbangpol dan linmas Provinsi Sumatera Barat dan gedung Pusdalops Penanggulangan Bencana (Crisis Center) Sumatera Barat mengalami rusak berat.

Gempa memang bencana alam. Tapi, bila hampir tiap kali pelantikan dan peresmian sebuah rezim (2004 dan 2009) bencana alam lagi2 terjadi, sudah seharusnya kita bertanya: Apa yang sebenarnya terjadi? Tanda apakah yang ingin disampaikan alam pada kita? Saya tak berani memberi kesimpulan, tapi saya dengan  tulus ikhlas mengajak semua untuk bertanya dan merenung. Mungkinkah karena ajaran-ajaran-Nya selalu kita abaikan, maka Dia memberi pengajaran dengan cara yang keras? Semoga Dia berkenan mengampuni dan mengantar kita ke tempat yang aman. Semoga.

2 thoughts on “Gempa Padang: Pelajaran apa untuk Sebuah Rezim?

  1. Agung says:

    Betul ustadz,
    nambahin yaaa…
    Bencana alam, seperti gempa tektonik, vulkanik, kemarau panjang dg kebakaran hutan (hutan tumbuhan maupun hutan rumah kumuh), hujan dari intensitas sedikit sampai tinggi (banjir, badang )dsb,dsb adalah tanda-tanda alam yang hidup.
    Adalah mengapa manusia sekarang tidak sepandai makhluk Ciptaan Tuhan yang lain, yang selalu mengerti “tanda-tanda” dan mereka cepat tanggap (dalam arti mempersiapkan) dan akhirnya menerima ketetapanNya.. (selamat=bersyukur atau mati=tawakal). Rumah Jawa dengan SokoGuru dan sambungan kayu yang elastis bergerak adalah jawaban orang dahulu dalam menghadapi tanda-tanda alam..Rumah Bagonjong konon adalah design rumah anti gempa…dsb dsb…Mahzab dan zaman Materialistis menyebabkan mereka menggadaikan warisan leluhur dengan hidup serba konsumtif dan seenaknya. weleh-weleh….bingung saya jadinya.

  2. denjaka syiah says:

    Ada yg bilang gempa, tsunami di Indonesia adalah kesengajaan teknologi dominator US, bib
    he he he, ada yg bilang, konon, katanya, lagi. memang susah sih dibuktikan lha wong teknologi mereka canggih, tapi yg bilang banyak je, dan bukankah al-qaeda adalah buatan US juga. Tapi aktionnya mereka membasmi berperang dg al-qaeda. holywood sekali sebelum buat pahlawan dibikin dulu penjahatnya.
    menurut ane motif mereka paling kuat untuk bikin gempa daripada pihak lain. diantaranya untuk melemahkan keislaman orang islam–> menebarkan virus keragu-raguan, seolah-olah orang islam tapi kok diazab Allah? jangan-jangan salah agama ini?
    dan mereka selalu siap membantu saudaranya sesama samawi yg islam. Jadilah saudara, saudara jauh? sekalian ajalah yuk kita satu keluarga serumah di kristen.
    motif mereka paling kuat so seharusnya motif itu menjadi bukti ushuli itu sendiri, seperti cara kerja kepolisian banyak penyidik masih mengusut suatu kasus walaupun telah ada bukti pada tersangka tertentu, karena ada pihak lain yang motifnya lebih kuat daripada tersangka itu. takutnya fitnah konspirasi mengingat bukti fisik bisa direkayasa.
    dan kalau nggak salah ada nubuah hadis kalau nggak salah bahwa orang-orang kafir akan menebarkan bencana dari dalam perut bumi, (wah kalau gak salah lagi) he he he saya baca dari imam Mahdi th 2015nya Beloushi sih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s