Rekomendasi Tim Anggodo untuk SBY

Kubu Anggodo Widjojo mengeluarkan reaksi keras atas rekomendasi tim independen verifikasi fakta dan hukum atau Tim 8. Kubu Anggodo lalu mengirimkan surat pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kemarin, saya menyurati Presiden RI supaya itu (rekomendasi Tim 8) diabaikan saja,” kata pengacara Anggodo, Bonaran Situmeang di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis 19 November 2009.

Kata Bonaran, Tim 8 tidak independen. “Lima dari delapan anggota tim sejak 29 Oktober 2009, menjaminkan diri untuk Bibit dan Chandra,” kata dia.

“Pada 1 November, Amir Syamsuddin turut menjaminkan diri. Dan 1 November itu pula, Denny Indrayana membuat pernyataan minta Kapolri menahan Anggodo. Itu menunjukkan, Tim 8 sejak awal sudah sangat tidak independen,” dia.

Surat bertanggal 17 November 2009 terdiri dari delapan halaman dan memuat 10 poin.

“Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, kuasa hukum berpendapat bahwa tim delapan sudah sangat tidak independen dan sudah melampaui kewenangan dalam menjalankan tugas sebagai tim independen verifikasi fakta dan proses hukum kasus pimpinan nonaktif KPK,” kata Bonaran, dalam suratnya.

“Akan tetapi telah bertindak seolah-olah sebagai tim pembela Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah,” tambah isi surat itu.

Tim 8 dibentuk untuk meneliti proses hukum yang menimpa Chandra dan Bibit terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pemerasan saat mencekal bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo, kakak Anggodo.

Dugaan dua pimpinan KPK ini dikriminalisasi mencuat setelah Mahkamah Konstitusi memutar rekaman seseorang yang diduga Anggodo Widjojo dengan sejumlah pihak. Dalam rekaman ini, Anggodo membicarakan kasus yang menimpa kakaknya serta Bibit-Chandra.

Sumber: Vivanews.

4 thoughts on “Rekomendasi Tim Anggodo untuk SBY

  1. hiroali says:

    kita takut jika rekomendasi tim 8 di laksanakan, maka semuanya tidak akan terungkap, alias menguap.
    jika Bibit – Chandra bersih, jangan takut utk menghadapi pengadilan, karena hanya lewat pengadilanlah semuanya akan terungkap

    • Bonaran Situmeang statmentnya makin jauh, kacau dan keluar jalur.

      Sebagai orang awam hukum saja dapat menterjemahkan keperluan TPF (Tim 8), Saat itu presiden masih mempercayai lembaga penegak hukum yang terhormat Polri dan Kejaksaan,
      yang ditakutkan/dikhawatirkan adanya rekayasa/opini ini dibangun untuk menghambat lajunya kepemimpinannya. atas dasar mana mungkin polri dan kejaksaan melakukan rekayasa.

      maka tim 8 terbentuk, jika tidak ada tim 8 saat itu entahlah apa yang terjadi publik sudah murka dan garang. polri dan jaksapun mengetahui itu makanya bibit/chandra saat itu juga ditangguhkan.

  2. Rekomendasi yang diserahkan oleh TPF kepada presiden SBY hari selasa kemarin merupakan temuan2 tim 8 ketika mendengarkan langsung keterangan2 dari berbagai intitusi yang sekarang sedang kisruh…
    dimana pokok dari permasalahan ini adalah tentang kasus Kriminalisasi KPK yang dilakukan oleh 2 institusi negara ini..

    ketika tim 8 menyerahkan rekomendasi hasil temuan tersebut, presiden SBY tidak langsung menanggapinya, tatapi presiden memberikan pernyataan bahwa beliau akan mengeluarkan keputusan hari senin besok..
    keputusan presiden ini tentunya sangat ditunggu oleh banyak pihak dan kalangan, dan tentu saja masyarakat luas yang sangat ingin tahu apa keputusan presiden SBY ini.

    semoga saja keputusan pak SBY nanti bisa menjadikan titik terang akan dibawa kemana jalur Hukum dinegeri kita ini.
    Iklan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s