Otak Atik Bank Century by Satrio Farhan

Dalam beberapa bulan terakhir, publik disuguhi sejumlah sinetron politik yang panas. Mulai dari kriminalisasi KPK, pembunuhan Nasruddin Zulkarnain dan cinta segitiga Antasari Azhar-Nasruddin-Rani, sampai skandal Bank Century.

Namun, sayangnya, media massa tak berhasil melakukan napak tilas atas apa yang terjadi dan membiarkan publik menonton klimaks sinetron ini tanpa melihat episode-episode awal secara lebih runut. Saya tak berpretensi mengurai semua episode secara lengkap. Tapi saya hanya ingin melontarkan satu pertanyaan penting: mengapa waktu perencanaan dan kejadian ketiga perkara ini berdekatan?

Seperti yang sudah tersiar di media, pembahasan soal talangan terhadap Bank Century terjadi pada November 2008. Di masa yang hampir bersamaan sepertinya operasi kriminalisasi terhadap KPK dengan target utama Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto juga digelindingkan. Untuk menambah bumbu cerita dan menciptakan pengecoh yang cantik, Nasruddin mulai digerakkan untuk meneror AA.

Di saat dua pimpinan KPK sibuk menangkal upaya kriminalisasi dan AA sibuk terlibat ancam mengancam, aksi perampokan atas Bank Century tancap gas.

Tak bisa dipungkiri bahwa pada periode itu media massa seperti bungkam. Ada banyak kemungkinan. Kemungkinan yang paling baik tentu karena media massa waktu itu sedang kebajiran berita. Ada berita-berita heboh menjelang pemilu, konflik dengan Malaysia yang makin seru, dan tentu saja hantu terorisme yang masih bergentayangan.

Hanya ada satu institusi yang saat itu mencium bau tak sedap, yaitu BPK. Sutradara sinetron ini sepertinya lupa akan peran BPK atau dilupakan oleh Dzat Yang Tak Pernah Lupa. Maka tanpa kenal lelah BPK di bawah pimpinan Anwar Nasution mulai melacak dan menyusun strategi serangan balik.

Benar saja, sebelum masa jabatannya berakhir dan digantikan oleh wajah baru oleh penguasa, pimpinan BPK lama sudah tuntas menyusun laporan hasil audit skandal Bank Century.

Sekarang marilah kita lihat dari sisi motif. Dalam semua kejahatan, motif adalah hal yang terpenting. Motif perampokan Bank Century jelas: memenangkan pemilu 2009. Lalu, ketika masih begitu banyak pertanyaan dan kecurigaan di benak publik, tiba-tiba saja Noordin M. Top muncul dan mencuri perhatian semua mata.

(Memang tak ada yang bisa memastikan hubungan sutradara sinetron ini dengan Noordin M. Top. Tapi Noordin M. Top memang sudah beberapa kali muncul sebagai “dewa penyelamat” di saat ada guncangan politik. Misalnya, saat pemerintah menaikkan harga BBM sampai 100% lebih pada Oktober 2005 hingga membuat rakyat marah, sebuah bom mengguncang Bali di bulan yang sama).

Pemenang pemilu 2009 sepertinya terus terkena beban moral untuk melalukan pembuktian terbalik. Mengapa? Karena ada begitu banyak indikasi yang menunjukkan terjadinya manipulasi massif lewat money politics yang besar-besaran.

Walhasil, dari mulai kriminalisasi KPK, skandal Bank Century, kecurigaan dan indikasi kecurangan pemilu dan matinya semua teroris yang mestinya bisa mengungkap fakta-fakta, semuanya itu adalah catatan kelam tahun 2009. Semoga di tahun 2010 kita mampu menjadi bangsa yang lebih baik dan mendapat karunia pemimpin terbaik. Karena tanpa memperbaiki diri, maka pasti kita takkan pernah mendapat karunia pemimpin yang terbaik.

5 thoughts on “Otak Atik Bank Century by Satrio Farhan

  1. kasus perkasus dinegeri kita ini selalu tidak tuntas seperti malam tak kunjung fajar ndak pernah benar benar terang,kalau ada tuntutan ga ada efek jera,untuk hukuman kriminal ekonomi berkiblat lah ke china,hukuman berat nya mati!!!!.

  2. fuad says:

    siapa tau dibalik sinetron menarik bank century ini yg menyedot banyak perhatian sang sutradara lagi menyusun sinetron lain yg tidak kalah seru demi meningkatkan bisnis medianya. wallahua’lam

  3. dadang yuswara says:

    terlepas dari cerita sinetron diatas waktu itu saya di tilpon oleh kaka saya untuk ikut partisipasi dan bersedia menjadi pengurus sebuah yayasan panti jompo yang akan segera dibangun dikawasan bandung tentu saja saya siap membantu dan memberkan biaya untuk proses hampir mendekati 100 juta ternya hanya sebuah copy sinetron BLBI dan senturi kebangetan banget tah si kaka teh ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s