Kemenangan Gaza: Setetes Darah Perlawanan oleh Khudr Syahin

Penduduk Gaza kerap meneriakkan slogan ini: hidup mulia atau mati syahid. Menghadapi agresi yang beringas, manusia memang tak punya pilihan lain kecuali mati syahid atau menang. Allah, Penguasa sejati alam semesta, tak mau ada nila kehinaan mengotori jiwa manusia, terutama mereka yang beriman.

Tapi, apa makna kemenangan itu? Berapa harganya? Bagaimana mungkin pemandangan kehancuran, kekejian, kelumpuhan dan sebagainya kita sebut sebagai kemenangan? Apakah semua ini bukan hanya omong kosong untuk mendinginkan hati para pecundang yang sedang panas mendidih?

Kita perlu waktu panjang untuk menjawab tiap pertanyaan itu. Tapi satu fakta yang pasti: saat kita berhadapan dengan musuh seperti Israel, maka kita tak punya cara lain kecuali muqawamah. Muqawamah artinya melawan, maju tak gentar membela harga diri, menjaga kesucian agama, merebut hak-hak yang dirampas, membangun kesadaran bahwa musuh bukan tak bisa dikalahkan, dan sebagainya.

Muqawamah artinya bangkit dari hinanya penyerahan pada musuh menuju mulianya Allahu Akbar, Allah Maha Besar dari teror senjata dan propaganda busuk media.

Muqawamah artinya bahwa tak ada jalan lain untuk meraih keadilan kecuali dengan pengorbanan. Ketika para penjajah mempermainkan simbol-simbol perdamaian, mereka tunjukkan bahwa perdamaian tanpa pengembalian hak-hak sama saja dengan kehinaan.

Muqawamah berarti melawan musuh dengan membangun solidaritas, mengimbau hati nurani, menggugah kesadaran, menolak iming-iming… Muqawamah berarti maju meraih kehormatan tanpa peduli berapapun ongkos duniawi yang harus dibayar.

Islam mengajarkan semua itu karena Islam menempatkan manusia di atas semua makhluk lain. Dia melarang manusia menerima kehinaan dari sesama karena itu berarti menodai penghormatan Allah pada manusia. Allah telah memuliakan manusia sedemikian sehingga tak ada yang bisa menghinakannya kecuali dirinya sendiri dengan memilih membangkang pada perintah Allah dan menyimpang dari fitrah hati nurani yang suci.

Panorama kemenangan di Gaza belum tentu bisa dipahami oleh banyak orang modern yang hidup dalam labirin materialisme. Tapi siapa yang bisa menolak pemandangan menakjubkan berupa solidaritas dunia pada warga Gaza? Siapa yang bisa mengabaikan heroisme sejumlah sukarelawan yang menapaki ribuan mil untuk membawa bantuan kepada penduduk Gaza?

Sekiranya kita mau melihat dari sisi ini, maka kita akan paham salah satu manifestasi kemenangan di Gaza: munculnya kesadaran sesama manusia untuk menolak agresi sebagai alat mencapai tujuan-tujuan ideologis. Dan yang lebih penting, munculnya ketajaman pandangan yang membedakan mana pihak tertindas yang selama ini justru dituduh sebagai teroris dan mana teroris yang sebenarnya?

Adakah kemenangan yang lebih besar dari ini: terbongkarnya kedok-ledok zionis? Selama berpuluh-puluh tahun, zionis Israel telah mengenakan kedok terorisme untuk membekukan hati milyaran penduduk bumi atas segala jenis kerusakan dan kekejian yang mereka lakukan. Dan kini, kedok-kedok itu rontok seketika dan panggung yang mereka bangun mahal lewat media pelan-pelan ambruk.

Para sukarelawan dari seluruh dunia yang bergabung dengan Viva Palestina, misalnya, mau meninggalkan keluarga mereka dan pekerjaan mereka demi menyokong warga Gaza. Tindakan ini sama sekali tak terbayangkan beberapa dasawarsa lalu. Tapi kini semuanya sudah terang, tak ada lagi kabut yang mengecohkan. Dan kian lama keterbukaan ini pasti kian menghilangkan semua alasan zionis untuk tetap tinggal di tanah Palestina.

Itulah salah satu arti kemenangan Ilahi Gaza—kemenangan yang berawal dengan setetes darah perlawanan dan berakhir dengan musnahnya seluruh penindasan di muka bumi. Ilahi Amien.

One thought on “Kemenangan Gaza: Setetes Darah Perlawanan oleh Khudr Syahin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s