Puisi untuk Si Monyong Husni Mubarak!

Sepanjang jalan dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Kedutaan Besar Mesir di Jakarta, yang berjarak sekitar dua kilometer, hari ini diwarnai aksi damai sejumlah LSM mendukung perlawanan bangsa Palestina. Pawai dari Bundaran HI menuju Kedubes Mesir ini digelar dalam rangka memperingati satu tahun kemenangan perlawanan rakyat Palestina menghadapi serangan brutal militer Zionis ke Jalur Gaza tahun lalu.

“Tuntutan utama aksi kita adalah untuk memperingati kemenangan muqawama Palestina melawan Israel sekaligus menentang pembangunan tembok baja di Gaza oleh pemerintah Mesir,” ungkap Hisham Sulaiman, koordinator aksi protes tersebut dari Voice of Palestine.

“Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, namun setelah dipimpin oleh Hosni Mubarak, Mesir menjadi rezim pendukung penjajah Palestina, dan kami kecewa karena Mesir tidak mendukung kemerdekaan bangsa Palestina bahkan menyerahkan para pejuang Gaza yang dirawat di Mesir kepada rezim Zionis Israel,” tegasnya.

Dalam aksi protes yang diikuti oleh sekitar 1.000 orang dari berbagai lembaga ini,sebuah boneka berlumuran darah sebagai simbol penderitaan warga Gaza diserahkan kepada Kedubes Mesir.

Sebelumnya, Direktur Voice of Palestine, Mujtahid Hashem, dalam konferensi pers yang digelar Jum’at (15/1) sore di sekretariat lembaga ini mengatakan, “Pembantaian yang disebut Israel sebagai Operation Cast Lead tersebut jelas melanggar hukum perang dan hukum humaniter internasional. Berbagai testimoni serdadu Israel yang dikumpulkan oleh organisasi veteran Israel, Breaking the Silence, mengungkap tentang penghancuran ratusan masjid dan rumah tanpa ada tujuan militer sama sekali, bombardier gas fosfor ke area-area berpopulasi padat, pembunuhan terhadap warga sipil tak berdosa dengan senjata api kecil, penghancuran hak milik pribadi, dan penembakan membabi buta tanpa maksud yang jelas.”

(www.indonesianradi o.ir)

Di acara itu, ada yang membaca puisi ini untuk si monyong Hosni Mubarak.

Hai Monyong!

Hai monyong

Stop omong kosong

Jangan suka bohong

Kekuasaanmu itu sungguh bolong-bolong

Sebentar lagi kau akan minta-minta tolong

Hai monyong

Ketahuilah! Sang Maha Penolong

‘Kan membela meraka yang terhempas di kolong-kolong

Lalu membuat rezimmu jadi macan ompong

Hai monyong

Kami di sini berdiri bukan sekadar omong-omong

Kami selalu siap memberi tolong

Meski hanya dengan tangan kosong

Sungguh ‘kan kami bela warga Gaza dan kami bopong

‘Kan kami peluk mereka dengan penuh sayang dan kami gendong

Hai monyong

Sebentar lagi kau akan disergap Serigala Allah yang melolong-lolong

Kalian pasti kena azab Allah yang datang sekonyong-konyong

Lalu pada saat itu tak ada orang yang sudi menengok apalagi menolong

Hai monyong

Hai turunan Fir’aun yang berakal melompong

Dunia ini tak lebih dari urusan kelontong

Bodoh nian kau jual jiwamu seharga bokong

Lalu kau ancam orang dengan peluru di selongsong

Hai monyong

Kami tak takut kalian bantai dan kalian potong-potong

Kami tak gentar kalian intai dan kalian teropong

Kami takkan lagi mundur dan masuk kepompong

Kami sudah bulat-bulat berserah pada Tuhan yang Maha Penolong

6 thoughts on “Puisi untuk Si Monyong Husni Mubarak!

  1. platinum says:

    Regim memalukan…bravo puisinya ustad…sangat menolong hati yang bolong sakit karena pemimpin kopong…Ya Rabb, jangan biarkan musuh-musuhMU berbuat sesuka mereka, hanya ENGKAU lah sebaik-baiknya MAKAR…adrikna ya MAHDI!!

  2. rahmanhadiq says:

    kau Husni mubarak
    kau terlalu lama menghuni barak
    kau bungkam rakyatmu yang berteriak
    kau nistakan rakyatmu yang terdesak
    kau terlihat sudah tidak punya akhlak
    kau tidak peduli negri tetangamu hidup dibawah lapak
    kau tidak mau berbuat bijak
    kau punya hati seperti biji salak
    kau terlihat sangat galak
    kau mau rakyatmu kau tembak
    kau ingin berkuasa sampai akhirat.

  3. Puisi ini aku persembahkan untuk Husni Mubarak

    Hai Husni Mubarak
    Kau terlalu lama tiggal di Barak
    Kau bungkam rakyatmu yang berteriak
    Kau tidak peduli Rakyatmu kau Palak
    Kau biarkan utang negrimu semakin membengkak
    Tetapi hartamu semakin membludak
    Kau hidup begitu Tamak
    Kau biarkan Rakyatmu hidup dibawah lapak
    Tetapi kau sendiri hidup di rumah berlapis Perak
    Kau seperti tidak punya Akhlak
    Hatimu keras seperti biji Salak
    Kau terlihat begitu Galak
    Kau mau rakyatmu kau tembak
    kau mau berkuasa hingga beranak pinak
    Apapun keingian rakyatmu pasti kau tolak
    Sekarang darah rakyatmu sudah semakin bergejolak
    Sudah saatnya kini kau tidak punya Hak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s